Twins Dark Race

Twins Dark Race
Episode 42


__ADS_3

POKK POKK POKK(tepuk tangann gaes..aku ga tau mau buat bunyi apaan dah)


Amylia menoleh ke arah org yg menepuk tangan tadi. Seorang wanita yg amat familiar sama Amylia. "Oh kak Emma .Emang ga ada kerjaan yah " sindir Amylia ."Siapa sih ga ada kerjaan..lo atau gw..di siang bolong malah main sama siluman.Lagian itu seruling itu milik si kecoa bukan" balas Emma seperti ga puas sama sikap Amylia.


"Lagian aku udah habisin latihannya.Mumpung olahraga sekali " kata Amylia. "jika Si Kecoa tahu gimana .." tanya Emma kembali.."Ntah..siapa nyuruh taro seruling kematian ini di tempat terbuka .. sangat ceroboh" sekalian Amylia mengutuk si Arvan.


Emma mengalih pandangannya ke arah kedua teman Ririn dan Shiro yg sejak tadi mendengar obrolan . Emma menatap mereka dingin ."Lo mau gw bunuh mereka " tanya Emma dengan nada agak serius.Amylia mengendahkan pertanyaan Emma.Dia sibuk mengikat tangan si siluman ular merah .


"Kalian Shiro-kun dan Ririn-chan ...Sepantasnya kalian tidak harus nguping obrolan kami " kata Emma tersenyum miring.Shiro dan Ririn terpana sikap Emma jauh berbeda dengan mereka yg ketemu sewaktu libur di pantai.Emma pengen bunuh gunakan sihirnya tapi benang hitam menghalanginya.Ulah Amylia kayaknya.


"Loh kok Lo menghalangi gw bunuh mereka.Sikapmu yg satu itu sangat menjijikkan tahu " sindir Emma. Benang hitam yg dikendalikan oleh Amylia menarik lengan Emma menjauhi dari mereka berdua. "Kau jgn nyentuh mereka dengan tangan mu itu.Kau seharusnya pulang ke 'rumah' " kata Amylia.


"Ara ara...dingin banget adik kecil gw yg manis.Baik baik..gw ga nyentuh boneka kawaii lo itu ...dan imbalannya serahin siluman itu padaku " kata Emma agak licik. "Tumben sekali pengen siluman " gumam Amylia."Gw dengarin gumaman lo...aku mau serahin ke kecoa lah...nanti lo bunuh siluman ular itu terus ngambil jiwanya bukan..dasar maniak jiwa " ketus Emma dengan kesal..


"Baik baik "Amylia membuat satu rantai hitam mengikat tenggorok ular itu dan ujung rantai lagi diikat pada tangan Emma. "Sihir ini...lo emang khawatir gw lepaskan ular ini bukan " kata Emma tersenyum kesal.Amylia mendesah perlahan dan menggunakan sihir benang hitam untuk mengikat mereka berdua.


"Kak Emma yg ku cintai...segeralah pulang ke rumah.Mau ku katakan tempat persembunyian koleksimu pada bunda " tanya Amylia lalu menghilang bersama Shiro dan Ririn. "Adik luknut ...gw harus sabar menghadapi lo" Emma mengepal erat dan tersenyum miring.(Astaga..semua sodara sama aja...pyscho aja)


Di hadapan cafe,

__ADS_1


"Huh ...kak Emma nih..malah muncul tidak menentu.Kapan bisa hidup ku tenang " ketus Amylia sedikit kesal."Erm bisa lepaskan kami " tanya Ririn ..Yah dia dan Shiro seakan terapung.Mereka berdua nampak benang hitam halus tapi kuat seperti tali mengikat mereka.Dan sebenarnya batin mereka...


'Yunnchan bisa gunakan kekuatan lain'


'Mengapa kakak yunn mau membunuh kami .Apa maksudnya'


'Mereka tenang banget meliat sihirku ...kebiasaannya manusia bisa kaget atau gilakan cara aku mengeluarkan sihir ' batin Amylia. "Maaf maaf..'' Amylia memetik sidik jari membuatkan benang hitam kembali dlm bayangan Amylia. Nasib mereka tahu mendarat ke tanah kembali.


Amylia membuka pintu cafe terus ada seseorang memeluknya. "Putri kecil tolongin aku...aku ga sanggup bekerja lagi " kata pria itu. "Woi...ga kira kau iblis atau raja kerja di tempat ku aturan ku " kata wanita galak di belakang Pria tadi.


"Ara ara ....nona ketiga..pertama kali kita bertemu.Suamiku selalu bicara tentang anda " wanita galak berubah nada ramah.(Cepat banget).Pria itu mulai bersembunyi di punggung Amylia. "Jika nona ga keberatan bisa aku menghukum iblis pemalas itu " tanya bibi galak.


"Aku tahu kalian banyak pertanyaan..ayo ikuti aku " kata Amylia mempelawa mereka naik kelantai atas. Mereka seperti menaiki tangga transparan . Di lantai bawah ga ada pelanggan di sana. Yg hanya seorang pria mengelap cawan kopi dan tersenyum.


Sesampe di lantai atas,


Beberapa pria asik mengobrol ."Marcus...paman " teriak Amylia terus mengambil tempatnya bersebelahan ama Onxy ."Udah habisin senaman " tanya Onxy agak ramah. Dia mengacak ngacak rambut Amylia. "Udah paman...kalian asik mengobrol sampe ga sadar kehadiran ku " kata Amylia menggembungkan pipinya.


'Buset imut ' batin Shiro menahan mimisan .Ririn hanya berdehem.Onxy baru sadar ada teman teman Amylia.."Kamu ketahuan lagi ya " tanya Onxy yg udah bisa menebak kebiasaan Amylia.Amylia menggaruk kepalanya..."iya soalnya tadi ada siluman kecil..jadi aku nolongin mereka..Aku ga sadar sifat asli keluar "

__ADS_1


"Kalian duduk dahulu ya..Aku mau ngecek si paman william toh " kata Amylia lalu turun ke lantai bawah. "Benar merepotkan..yosh..kupulang ah..lagian udah sore " kata Marcus berpamitan .Malah Marcus membisikkan sesuatu. 'Hati hati' lalu Marcus menghilang dari pandangan mereka bertiga.


'Apa maksudnya ' batin Ririn.


"Hah..." Onxy memgang kepalanya...karna pusing mau ngapain sama mereka berdua toh.


"Kizuka-kun...Ririn-san kalian ada dua pilihan ...pilihan pertama ku padam memori dan masalahnya terselesai.Pilihan kedua apakah kalian mau kulenyapkan dari dunia ini " kata Onxy sambil menopang dagunya.


Shiro dan Ririn terpana lagi karna kedua dua pilihan sangat tidak adil.Mereka serasa ingin tahu dan tidak mau nyawa mereka diambil mudah begitu sahaja..


.


.


.


.


tbc

__ADS_1


maaf ya author banyak kerjaan...lagian author masih sekolahan jadi yahhh..you know :v


__ADS_2