
Dlm masa yg sama di tempat sunyi,
Satu skrin terpapar di depan Arvan.Muncul seorang cewek berambut tidak tidak teratur ,baju agak terbuka disebelah kiri.Cewek itu menggosok gosok matanya.
"Mengapa manggil gua" tanya cewek sambil menguap. "Tidur mulu memang nggak ada kerjaan " kata Arvan tanpa rasa bersalah.
"Terserahlah .Ngapain nelpon...mau tidur nggak senang " protes cewek itu .
"Haih kami terjebak di dunia manusia." Arvan terus keintinya."APAAAAAAA!!!!" jerit cewek itu agak lantang. "Woi gegendang ku bisa pecah jeritan lo " kata Arvan menggosok gosokkan telinganya.
"Lo sama Amy carilah jalan pulang. Gua nggak mau masuk campurin hal lo .Lo terjebak itu lo punya masalah .Udah bye gua mau nyambung tidur" cewek itu menutup skrin hologram. (Canggih anying)."Kakak ga bisa diandalkan " Arvan sedikit kesal akan sikap kakak tertuanya.Dia mendesah perlahan."Sekarang apa yg aku mau buat." Dia memikirkan adik kembarnya pula. 'Apa aku juga sekolahan ama dia' tanya hati Arvan.
Arvan pun pergi ke kota . Dia berjalan keliling kota itu. 'Hampir sama aja dengan dunia kami' kata Arvan apabila melihat toko dan mobil yg meluncur laju. 'Ah pengen pulang sih ' desah Arvan. Dia pergi ke jalan yg sempit .Arvan sengaja melalui jalan itu.
Kemudian dia melihat youkai kecil berkeliaran yg sedang mengobrol.
"Apa kau dengar bahawa Raja Siluman ada disini " tanya youkai a.
(ada youkai a dan youkai b ya..seneng mau inget )
"Benarkah !!" kaget youkai b. " Benar....Ayo ketempat perkumpulan " jwb youkai a .
"Hye kalian bawa aku ke Raja itu " tegur Arvan kepada mereka. "Manusia !!! " kaget kedua dua youkai itu. Mereka ingin melarikan diri tapi Arvan menarik ekor mereka. Kebetulan Arvan sememangnya memakai hoodie hitam makanya nggak menampakkan muka penuhnya.
"Lepaskan kami ..Kami nggak -" kedua youkai itu malah ditekup dengan sesuatu. "Berisik .Bawa aja aku pada raja siluman " bentak kecil Arvan. " B-bai-baik " jwb dengan penuh anggukan kedua youkai.
Kedua youkai kecil itu dilepaskan lalu menunjukkan jalan ke tempat perkumpulan siluman.Apabila tiba mata semua youkai tertumpu pada Arvan . "Mengapa ada manusia disini " tanya youkai berbisik bisik ke youkai lain.
"Youkai kecil kalian bawa manusia "
"Dia memaksa kami bawa kepada Raja Siluman"
"Dia nggak pantas bertemu sama Yang Mulia"
__ADS_1
"Ayo makan manusia ini keliatan enak"
Satu persatu youkai membicarakan tentang manusia iaitu Arvan. Beberapa youkai menyerang Arvan tapi semua serangan mereka tidak bisa melukai Arvan sama sekali.
"Apaan sih manusia ini " protes youkai yg besar itu. "Yang Mulia sudah tiba " jerit youkai yg bertugas. Semua youkai itu
Seorang pria yg bermuka tampan ,memakai pakaian kuno dikit diiringi kedua pelayannya . Salah satu pelayannya ialah rubah berekor sembilan dan satu lagi serigala Alpha.
Arvan yg berada ditengah tengah tidak peduli akan pria itu yg hendak melalui jalan tengah. " Kau mahu apa manusia " protes sang serigala apabila melihat jln mereka dihalangi oleh Arvan. "Yo Itsuki " semua terkejut apabila Arvan memanggil raja mereka dengan biadap. Dengan menyapa nama sebenar raja mereka.
"Manusia hina " sang serigala ingin menerkam Arvan tapi dihalang oleh raja siluman.Para youkai mulai berbisik bisik.
"Apa kau sudah melupai aku ,Itsuki " Arvan membuka penutup kepalanya. Baru terlihat rambut putih dan mata merah.
"Udah seribu tahun kita nggak bertemu ,pangeran" Raja mereka malah menunduk hormat. Semua youkai kaget besar. "Maafkan semua bawahanku yg biadap ini . Silakan duduk " raja siluman itu mengarahkan membawa beberapa kerusi untuk mereka duduk.
"Apaan nih Yang Mulia " tanya salah satu youkai yg berada disitu. "Pangeran -" raja siluman itu ingin menegur sesuatu tapi dipotong ." Arvan aja. Bukannya kita berada di istana atau di dunia itu " kata Arvan .
"Patik nggak pantas menyebut nama depan pangeran " kata raja siluman itu .Arvan malah berasa jengkel tapi dia hanya membuat reaksi dinginnya.
"Jaga ucapan mu...Dia ini penting " raja siluman memarahi bawahannya.
"Itsuki kau ni jgn galak .Kau ternampak menyeramkan apabila marah. " Arvan membantu sang rubah itu. "Pangeran kau terlampau baik sama kami." kata raja siluman itu."Aku bukan sama seperti kembarku . Dia tidak menyukai siluman loh." jwb Arvan kemudiannya ia duduk. " Putri sentiasa begitu pangeran " kata raja siluman.
"Lima hari lagi. Sila berjaga jaga. Bulan purnama merah. " Arvan menatap raja siluman itu . Raja Siluman itu hanya menggangguk. "Aku nggak bisa menjamin keselamatan kau sama yg lain tapi aku pasti kau bisa menjaga mereka. Aku pamit dulu. Dan ini untuk kau " Arvan memberikan sebotol yg isinya ialah kepingan jiwa raja siluman itu. "Mungkin itu akan berguna meningkatkan energi tubuhmu " Arvan pun hilang daripada pandangan mereka.
"Siapa dia Yang Mulia " tanya salah satu youkai yg mendengar dari tadi obrolan mereka. " Tidak perlu kalian tahu karna dia tidak menyukai youkai mengenali dirinya. Cukup peringatan ku jgn pernah ganggu atau mengusik mereka." Raja Siluman itu pun berangkat pergi.
Sementara Amylia,
"Rin-chan " Amylia membuka pintu kamar mereka berdua.Terliat Ririn sedang membaca buku sambil memakai kaca mata. "Yunn-chan kok kamu keluar keringat sih " Ririn bangun dari rebahannya lalu ke arah Amylia.
"Aku baru selesaikan bermain katana sam Shiro-kun " jwb polos Amylia. "Ha...Yunn-chan bisa bermain katana??? Sama Shiro?" kaget Ririn . "Neh kau udah jatuh cinta sama Shiro " tanya Ririn ."Jatuh cinta ?? Apaan itu..Lagipula aku udah terbiasa bermain pedang sama pria kok " jwb Amylia dengan polos. Polos amat ini anak .
__ADS_1
"Yunn-chan kau ini polos banget sih " Ririn menggosok gosok kepalanya Amylia. " Udah aku mau tidur .Tutup lampunya ya..Selamat malam " kata Ririn lalu rebah di futonnya.
Amylia tersenyum .Kemudian dia mengeluarkan sikatnya lalu keluar dan duduk di koridor. Amylia mulai menyisir rambut putihnya. Kemudian Amylia memandang bulan dengan tatapan kosong.
"Cinta ...heh aku benci perasaan itu " Amylia ketawa kecil. "Disini rupanya kau " seorang anak cowok di atas atap tembok.
Siapalagi kalu bukan Arvan. "Neh... apa kau baru bertemu Itsuki " tanya Amylia melirik Arvan agak tajam .
"Emangnya kenapa " tanya pula Arvan .Tiba2 Amylia berada disebelah Arvan. "Tolong nyisir rambut ku kak " Amylia menghulurkan sikatnya.Arvan hanya nurut permintaan Amylia. Arvan menyisir rambut Amylia yg panjang. "Aku ada nelfon Kak Emma .Aku rasa kesal sama ia " luah Arvan.
Amylia ketawa sedikit lalu muka nya jadi serius. "Jgn campur tangan disaat bulan purnama merah ya kak. " Amylia tersenyum manis. Sebenarnya senyuman pyscho.
Tangan Arvan berhenti menyisir bentar lalu menyambung menyisir. "Aku hanya masuk dikit aja. Oh bagaimana hidupan mu dengan manusia " tanya Arvan mengalih topik.
"Seru banget...tapi nggak jadi deh " kata Amylia ."Seriusan ....atau kau makan jiwa siluman lagi " Arvan seperti tahu banget sikap adik kembarnya. "Hehehe jgn khawatir kok aku sedang bersenang senang dahulu." Amylia kemudian berada di pintu koridor.
"Makasih udah nyisir. Selamat malam ya kak" Amylia melambaikan tangan pada kakak kembarnya lalu masuk kedalam kamar.
Arvan pula memandang langit.Lalu menghilang dari atap tembok itu.Salah satu pelayan youkai Shiro mendengar semuanya disebalik pohon . Youkai perempuan itu sedikit ketakutan....
.
.
.
.
.
yahhhhhhhhhhhhhhhhhh
(abaikan aja gais)
__ADS_1
kangen aku nggak...Nggak kangen nggak papa lah .Silahkan like ya dan komen UwU.
Plisssss