
Di pagi hari,
"Makasih udah beri kami numpang nginap" kata Amylia kepada Shiro."Kapan2 lwn katana lagi ya " kata Shiro .' Aku bisa jadi nyamuk disini baik pulang segera ' Ririn rasa jengkel sama Shiro . "Kami pamit ya jumpa senin nanti " kata Ririn pula menarik Amylia turun tangga. Shiro dan pelayan, Seon melambai tangan.
Mereka berdua turun tangga dengan perlahan pula. " Rumah Yunn-chan dimana biar aku anterin " soal Ririn. "Etto..nggak perlu deh aku mau singgah toko bentar." Amylia hanya tersenyum menandakan tidak perlu menemani nya.
"Kalu begitu bye2 " Ririn pun berlari ke arah bertentangan dengan Amylia. Amylia senyum sambil melambaikan tangan. Beberapa minit kemudian ,Amylia kembali reaksi biasa. Lalu pergi arah kedepan. "Sekarang aku mau buat apa .Mahu ke rumah paman pasti diceramahin " Amylia sangat bosen.
' Gimana tentera iblisku yg kawaii itu. Tunggu jika aku disini siapa jaga tentera kawaii ku. Au ah ' Amylia berjalan jalan sekitar kota kecil itu. Tiba2 "Tolong!! " suara seseorang meminta tolong ternyata seorang bocah laki2 . Kebetulan jarang org gunakan laluan ini karna banyak amat hutan kiri dan kanan.
Bocah itu menyorok ke dlm semak tapi dia dpat dilihat oleh Amylia yg santai membawa barangan. "Oi gadis kecil ada nampak bocah monster nggak " tanya Pria yg sekelompok dengan beberapa senjata .
"Oh ...nggak silap dia lari arah sana. Ngapain main kejar kejaran atau petak umpet " tanya Amylia sedikit tersenyum sambil menunjukkan arah lain... " Cih apa kau gila kami mengejarnya karna ia membawa sial di perumahan kami ...Ayo kita kejarnya " Mereka pun pergi tanpa pamitan.
"Nggak seru...nanti aku bisa main sama kakak" Amylia ketawa riang .Bocah laki2 itu terus ke Amylia. "A-Anu..makasih. " ucap bocah itu .Amylia menunduk sedikit.
" Nggak papa...sesama vampire perlu saling menolong bukan " kata Amylia ...
Bocah itu agak kaget. Dia terus memeluk Amylia. Dan Amylia seakan ngerti .."Mahu ikut sama aku " tanya Amylia. Mata bocah itu bersinar sinar seperti ada harapan muncul.
" Jom ke tempat ku..Mulai saat ini panggil aku kak Amy ya " kata Amylia menggosok gosok rambut bocah itu. "Baik Kak Amy " jwb bocah itu kembali ceria. "Badan mu penuh luka. Ayo ke tempatku " kata Amylia dan dia melihat sekeliling.Dia juga memegangi tangan bocah itu. Apbila tiada org,Amylia memetik jari terus mereka tiba ditempat asing. Sebuah rumah pribadi yg mewah yg agak jauh dari kediaman tetangga.
"Hah...sihirku blm pulih sepenuhnya" Amylia terduduk di tanah. 'Lumayan juga rumahnya Paman ' Amylia melihat rumah yg besar. Onxy yg sedang melihat pemandangan terus ternampak Amylia dengan bocah laki2 di halaman. Dia pun ke arah mereka.
Bocah laki2 itu sembunyi di belakang Amylia karna takut dengan kedatangan Onxy.
Onxy membantu Amylia bangun.
" Ish Tuan Putri ..aku udah bilang jgn gunakan sihir mu sehingga hari itu tiba. Kamu bisa mati tahu. " Amylia pun berdiri. "Jgn cerewet loh paman ..."Amylia buat muka cemberut.
"Iya deh ..Oh ya siapa bocah ini." tanya Onxy apabila melihat bocah yg bersembunyi dibelakang Amylia. "Adik angkatkuh....paman aku pamit ya " Amylia narik bocah itu lalu terus masuk kedalam rumah Onxy.
Onxy hanya menggeleng kepala. Dia baru teringat sesuatu. ' Oh ya aku lupa mau beritahu yg dia ada di dlm .Hmmm biarkan ajah ' Onxy pun masuk ke dlm mobil .
__ADS_1
Di dlm rumah,
"Ngomong2 nama kamu apa " tanya Amylia sambil membuka sepatunya. Bocah itu menggeleng ." Aku nggak punya nama " jwb bocah itu. "Gitu ya..pasti kamu melalui masa yg kelam " Amylia sedikit simpati akan rasnya yg ada di dunia manusia.
"Gimana kalu Harry Kaizz ..." kata Amylia. Dia memikirkan nama yg sesuai untuk bocah itu.
Bocah itu menggangguk tanda setuju. "Yosh2 anak baik " Amylia menggosok gosok kepala Harry.
"Cass " tegur seseorang dibelakang. 'S-suara ini ' Amylia memusingkan kepalanya. Harry juga turut melihat dibelakang. "K-kak E-Evy" tergagap Amylia. "Ayah beritahu padaku bawah kamu akan kemari...Ahh kangen sudah seribu tahun nggak ketemu " cewek itu terus peluk Amylia.
Amylia pula terpaksa pasrah. Paman Onxy ialah adik bundanya . Jadi cewek yg dihadapannya ialah Kakak sepupunya.
"Kak aku bisa kehilangan napas " tegur Amylia hampir sesak napas...
Kemudian Evy melepaskan pelukannya,
Evy kemudian melihat Harry.Evy melirik ke Amylia. Dan Amylia mendesah perlahan. "Pertama tama biarkan aku obati lukanya.Nanti aku jelasin " Amylia mengalih topik lalu pergi segera dari situ. Dia dan Harry naik ke lantai atas."Ini kamar untukmu " kata Amylia tersenyum.
Harry hanya menggangguk. "Anak baik...nah ini kamar untuk kamu .Ini kamar lebih jadi kamu bisa tinggal disini...Hmmm aku mungkin ada pakaian cocok untuk mu " tangan Amylia memunculkan satu set pakaian untuk kanak kanak...Lalu memberikan kepada Harry. " Aku ke kamarku dulu ya " kata Amylia lalu pergi.
"Harry ayo makan " Amylia mengajaki Harry.
Apabila Harry membuka pintu penampilan Amy beda dari tadi ."Kak Amy vampire juga" tanya Harry. "Lebih tepat setengah vampire. Ayo turun...kita makan steak hari ini. " kata Amylia.
"Kamu lebih menggemaskan. " Amylia tidak tahan terus mencubit pipi gebu Harry.
Skippp,setelah makan tengah hari.Amylia dan Harry duduk santai di ruang tamu.Manakala Evy hanya menonton kaca tv sambil itu dia menguping perbualan Amylia dan Harry.
"Harry aku mau nanya dimana org tua mu" tanya Amylia. "Nggak punya karna aku diadopsi sama panti asuhan di kawasan perumahan.Tapi aku diusir." Harry seakan tidak boleh menyambung perkataannya.
"Pasti berat " sambung Evy.."Kak Evy !!" jerit Amylia. Evy hanya buat muka sengaja tidak mengerti.
"Aku ngerti kok...vampire kecil sepertimu pasti nggak nahan sama darah manusia." kata Amylia. "Umurmu berapa " celah Evy. Amylia menatap Evy agak kesal."400 ratus tahun.."jwb pelan Harry. "Pantas aja menggemaskan. " Amylia mencubit pipi Harry lagi.
__ADS_1
Amylia pun bangun ."Apaan " tanya pula Evy melihat Amylia tiba2 bangun. "Aku rasa kesal dan ingin kulepaskan... bisa aku gunakan ruang latihan kebal di bawah tanah." Amylia tersenyum tapi misterius. Evy menggangguk. Harry ingin ikut tapi Evy menghalang. "Tubuh mu tidak akan menahan sihir Amylia " Evy meamakan keripik kentang.
Amylia pun menghilang. Kemudian satu rumah terasa aura yg sangat kuat sehingga Harry sesak napas.Evy kemudian gunakan sihir pelindung pada Harry berlapis lapis tapi pecah.Beberapa minit kemudian,Amylia muncul.
"Hah...kau ini aku hampir lemas juga.Bocah ini juga. " tegur Evy.."Hmm...Ahh ngggak tahan pengen 'bermain' sama youkai " Amylia duduk di sofa lalu mengambil bantal .Kemudian ia merengek. "Bekalan darah masih banyak kok" celah Evy. " Pengen olahraga." jwb Amylia.Reaksi mukanya sangat imut pada masa ini.
"Udah sono tidur ...ayah beritahuku kau sekolah jadi tidur sono " kata Evy seakan menghalau. "Baru tengah hari loh..Erm aku mau jalan jalan lah...Harry duduk sama Kak Evy..Dadah " Amylia pun terus keluar ikut jendela. "Woi keluar ikut pintu " jerit Evy .Evy mendesah perlahan .(Amylia lompat dari lantai 3 ...\=_\= gila punya cewek ini..di episode pertama masuk ikut jendela, lantai 3 juga dan ini keluar ikut jendela)
Amylia hanya mengangkat tangan dan melambai sambil berlari.
"Dasar ...pantas aja Celix selalu ilangkan diri." Evy mendesah perlahan. "Kak Amy memang gitu ya " Harry hanya mendiamkan diri dari tadi. "ya.. kekanakan sekali tapi disebalik kekanakannya ...oh ya Cass nggak beritahu nama penuhnya kah." Harry menggeleng .
"Haih dasar....Oi bocah apa kata kau berlatih sihir denganku karna kau punyai potensi tapi sayangnya tidak dilatih " Kata Evy. "Benarkah..." mata Harry bersinar sinar. "Panggil aku Guru ya ." Evy menggosok gosok kepala Harry." Baik Guru " Jwb ceria Harry.
.
.
.
.
.
Akhirnya....capek aku type
Maaf ya aku coba sebisa untuk up nya.
Harry Kaizz
Luna Evy GexxFille
__ADS_1