TWINS KESAYANGAN CEO ( Pindah Lapak)

TWINS KESAYANGAN CEO ( Pindah Lapak)
CHAPTER 8


__ADS_3

Setelah Miranda mengantarkan Ifah ke kamar tamu, ia pergi kekamar Desi untuk mengecek keadaan Desi sekarang. Sesampainya Miranda di kamar Desi, terlihat Desi masih tertidur dengan nyenyaknya, mungkin ini karna efek obatnya membuat Desi tertidur terus.


Di kamar Desi sangat banyak lukisan yang sangat indah yang membuat siapa pun akan terpukau melihatnya. Semua yang melukis itu adalah Desi sendiri. Tidak hanya lukisan tetapi juga banyak Piala mau pun penghargaan yang berjejer di lemari kaca milik Desi.


Tapi, satu hal yang tidak Miranda ketahui bahwa Desi sering melukis seseorang pria tapi dengan wajah tidak jelas.


Pria yang Desi lukis adalah pria yang selalu saja datang dalam Mimpi Desi. Desi beranggapan bahwa pria itu adalah Papanya.


.......


Dengan lembut Miranda mengusap kepala Desi lalu mencium keningnya. Ketika Miranda hendak berdiri dan pergi dari kamar Desi, tapi tiba-tiba ia berhenti ketika melihat ada sesuatu yang Desi peluk. Karna penasaran Miranda pun dengan pelan pelan mengambil benda yang saat ini Desi peluk.


"Apa ini?" ucap Miranda ketika mengambil  sebuah kertas yang di lipat dari pelukan Desi.


Miranda pun membuka lipatan kertas tersebut. Terlihat lukisan seorang Pria dengan wajah yang tidak terlalu jelas.


Miranda yang melihat lukisan itu seketika  mematung, siapa yang Desi lukis? Kenapa Desi memeluk lukisan Itu?


"Desi, siapa yang sebenarnya kamu lukis nak? Apa kamu sangat ingin bertemu dengan Papa mu? Hingga kamu melukis ini" lirih Miranda dengan wajah yang terlihat sedih.


"Papa ... jangan tinggalin Desi" gumam Desi dalam tidurnya. Sepertinya Desi bermimpi bertemu Papanya, dalam tidurnya Desi pun menangis.


Miranda yang melihat itu segera memeluk Desi, dan mencoba untuk menenangkan nya. Hati Miranda sakit melihat keadaan anaknya yang sangat ingin memiliki keluarga yang utuh. Andai saja Mira mengetahui siapa ayah dari sikembar, sudah pasti ia akan mempertemukan pria itu dengan anaknya.


Miranda tidak ingin egois, ia tau anaknya selama ini sangat menginginkan sosok ayah. Miranda akan melakukan apa pun demi kedua buah hatinya.


"Maafkan, Mama sayang. Mama, belum bisa memberi keluarga yang utuh untuk kalian" lirih Miranda yang sudah berlinang air mata.


Setelah Desi mulai tenang. Miranda pun perlahan lahan keluar dari kamar Desi, ia tidak ingin Desi terbangun karna tangisannya.


Di luar kamar Desi tangisan Miranda pun pecah, ia sangat sedih melihat kedua anaknya yang sangat menginginkan sosok ayah. Tapi mau bagaimana lagi Miranda sama sekali tidak mengetahui siapa ayah dari kedua anaknya.


Selama ini, ia berusaha untuk kuat didepan anaknya tapi di belakang anaknya ia akan terlihat rapuh.


Miranda pun berusaha menghentikan tangisnya, ia akan pergi ke kamar Dika. Ia juga tidak ingin terlihat Dika melihat dia menangis.

__ADS_1


..


..


.....


Sesampainya ia di kamar Dika, ia melihat Dika sedang asik dengan komputernya.


"Sayang, apa yang kamu lakukan? Kamu tidak meretas lagi kan?" ucap Miranda, Dika yang mendengar suara Mamanya seketika membalikan badannya.


"Eh, Mama" ucap Dika dengan terkejut.


"Ayo ngaku, kamu meretas lagi kan?" tanya Miranda.


"Hehe, enggak kok Ma. Dika cuma bantuin cari orang korupsi di perusahan Airlangga" ucap Dika.


"Kan sama aja, sekarang waktunya tidur siang. Jadi jangan main komputer dulu"


"Iya, Ma" ucap Dika dengan malas. Lalu ia mematikan komputernya.


"Ma, mata Mama kenapa? Mama abis nangis ya?" tanya Dika kepada Miranda.


"Eee, enggak kok ... Mama gak nangis, mata Mama tadi cuma kemasukan debu" elak Miranda.


"Mama, jangan bohong deh sama Dika. Dika tau pasti mama abis nangis" ucap Dika.


"Mama, kenapa nangis? Coba lah untuk cerita dengan Dika Ma"


"Dika, Mama gak papa kok"


"Ceritakan Ma, Dika ini udah besar jangan ada yang di sembunyikan dari Dika. Ma"


Miranda mendengar ucapan Dika pun terdiam. Apa ini saatnya ia cerita, Miranda tau anaknya ini sangat genius. Tapi, bagaimana ia menceritakannya, ia takut Dika akan sedih ketika mengetahui yang sebenarnya tentang Ayah mereka.


"Hiks, maafkan Mama sayang. Mama tidak bisa memberikan kalian keluarga yang utuh. Sesungguhnya Mama tidak mengetahui siapa sebenarnya Papa kalian" ucap Miranda dengan lirih dan mata yang sudah mengeluarkan air mata.

__ADS_1


"Maksud Mama Apa?"


"Sebenarnya ... kalian hadir karna suatu tidak di sengaja, tapi bagi Mama kehadiran kalian bukanlah kesalahan melainkan cahaya dalam kehidupan Mama. Janganlah merasa kalian itu adalah sebuah kesalahan tapi ingatlah kalian adalah cahaya kehidupan Mama, dan semangat Mama dalam menjalani kehidupan"


"Dan sebenarnya, Mama waktu itu dijebak oleh seseorang yang membuat kalian hadir, awalnya Mama sangat sedih ketika mengetahui kalo Mama mengandung kalian, tapi berkat support dari Aunty kalian Mama bisa menjalani semuanya. Dan kini kehadiran kalian membuat Mama selalu bahagia, Mama bersyukur bisa memiliki kalian" ucap Miranda sambil memeluk Dika dengan erat.


Dika yang mendengar ucapan dari Mamanya hanya bisa menahan air mata, ia tidak ingin Mamanya melihat ia menangis.


Ia berjanji akan mencari orang yang telah menjebak Mamanya dan juga ia akan mencari Papa kandung yang selama ini ia rindukan.


"Mama, apa Mama ingat nama hotel tempat Mama di jebak?"


"Bentar ... Mama sepertinya ingat, kalo gak salah nama hotelnya itu hotel permata dan waktu itu Mama berada di dalam kamar hotel nomor 321" ucap Miranda.


"Hmmm, kalo begitu Dika mah tidur siang dulu" ucap Dika.


"Baiklah, Mama keluar dulu. Oh iya Aunty Ifah  baru datang dari Amerika tu" ucap Miranda lalu mengecup kening Dika, dan setelah itu berlalu pergi meninggalkan kamar Dika.


....


Setelah kepergian Mamanya, Dika pun menangis tampa suara sambil menenggelamkan kepalanya ke bantal tidurnya. Apa yang selama ini ia pikirnya ternyata benar. Ia harus menyelidiki semua kejadian yang Mamanya alami, ia yakin akan mendapatkan petunjuk tentang Papanya.


Tapi sebelum itu ia harus menyelidiki tentang Devano. Karna apa yang dia alami Mamanya sma persis dengan yang di alami Devano.


.........


Bersambung......


Jangan lupa tinggalkan jejak


See you.....


Maaf kalo banyak kesalahan soalnya


Author masih pemula jadi harap maklum😆

__ADS_1


__ADS_2