TWINS KESAYANGAN CEO ( Pindah Lapak)

TWINS KESAYANGAN CEO ( Pindah Lapak)
CHAPTER 6


__ADS_3

Di sebuah bandara terlihat seorang gadis sedang menarik kopernya. Orang-orang melihatnya pasti terpesona, tapi entah apa yang terjadi ketika orang-orang mengetahui bahwa di balik wajah nya yang cantik tersimpan sikap yang sangat polos yang membuat siapa saja akan memilih mundur mendekatinya karna gak tahan dengan keponakannya yang menyamai Desi.


Afifah Kumala Sari  Heider. Ifah adalah gadis dari keluarga yang lumayan berada yaitu keluarga heider, memiliki sikap yang sedikit bar-bar dan ceria. Ifah merupakan sahabat Miranda yang ada di negara Amerika. Dan juga Ifah merupakan warga asli Indonesia tapi karna Ayahnya memiliki kantor pusat di Amerika,  jadi mereka pun pindah ke Amerika.


Ifah memiliki wajah yang cantik dan manis, ia juga memiliki kulit putih yang halus, membuat siapa pun yang melihatnya akan terpesona tapi sayang karna sifat bar-barnya dan jangan lupakan sikap polosnya gak ada obat cowo jadi pada mundur untuk mendekatinya, soalnya gak bisa jawab pertanyaannya yang di luar batas karna kepolosannya.


..........


(Kita panggil Ifah aja guys)


Ifah, gadis itu saat ini sedang berjalan keluar dari bandara, ia baru saja sampai di Indonesia  tempat kelahirannya. Ia datang ke Indonesia karna sangat merindukan kedua keponakannya yang ternyata adalah anak Miranda(Ifah itu udh anggap Twins D sebagai keponakannya ya guys).


"Aduh, Mira mana sih?" gerutu Ifah dengan kesal karna saat ini ia sedang menunggu jemputan dari sahabatnya itu.


Tak lama kemudian, terdengar seseorang memanggil Ifah dari belakang.


"Ifah, maaf ya aku agak telat jemput kamu" ucap seorang wanita yang ternyata adalah Miranda.


"Huh, Mira tega sekali kau dengan gadis secantik aku. Apa kau tau kulit ku kekeringan karna terlalu lama berjemur" ucap Ifah dengan gaya alaynya.


"Lah, siapa yang suruh kamu berjemur? Kamu kan bisa berteduh di halte atau kau bisa menggunakan payung" ucap Miranda sambil terkekeh. Sahabatnya ini sungguh konyol.


"Emangnya boleh ya berteduh di halte? Halte kan tempat tunggu Bis atau Taxi" ucap Ifah dengan polosnya.

__ADS_1


"Ya bisalah, orang cuma numpang aja kok"


"Tapi, kalo nanti tiba-tiba ada Bis berhenti di depan halte gimana? Tar aku di kira mau naik Bis.


"Ya, jangan naiklah, diam aja di tempatmu"


"Tar aku dikira sombong gak mau naik"


"Bilang aja gak punya duit"


"Lah, mereka mana percaya lihat aja baju aku yang mahal ini. Mereka pasti mengira aku pembohong"


"Kalo begitu, kamu pake payung aja"


"Payung? Tar aku di kira aneh pake payung"


"Karna payung kan buat hujan, masak iya aku pake payung pas lagi gak hujan"


Sudah cukup Miranda sudah tidak sanggup lagi menjawab pertanyaan Sahabatnya ini. Entah sampai kapan kelarnya, rasanya Miranda ingin pingsan(pingsan aja tar Author siapin kardus biar gak kotor pas jatuh🤣).


"Hah, ayo kita pulang. Bisa gila aku kalo dengar pertanyaan mu itu"


"Kok bisa gila? Kan Ifah cuma mau nanya"  

__ADS_1


"Berhenti mengoceh, aku pusing" ucap Miranda sambil memijat pelipisnya.


Miranda segera menarik tangan Ifah untuk segera memasuki mobil, Sungguh ia ingin segera pulang.


"Mir, dirumah mu pisang gak?"


"Pisang?"


"Iya pisang, ada gak?" tanya Ifah dengan mata berbinar-binar.


"Ada, emangnya buat apaan?" tanya Miranda


"Buat kue dong, hari ini aku ingin membuatkan keponakan ku kue pisang" ucap Ifah dengan senang.


"Emangnya kamu bisa buat kue?"


"Gak tau, aku baru belajar lewat you tube. Aku ingin Twins yang pertama mencoba kue buatan ku" ucap Ifah dengan polos.


"Gawat, bisa keracunan anakku" gumam Miranda, ia harus menyembunyikan pisang yang ada di rumahnya. Bisa saja nanti kalo gak ada pisang si Ifah gak jadi buat kue.


Bersambung.....


pendek dulu lah.....

__ADS_1


kalo rame lanjut....


mau lihat rame yang di sini apa yang di lapak sebelah😊


__ADS_2