
Disebuah Bandara, terlihat seorang wanita yang sedang menggendong anak perempuan dan menggandeng anak laki-laki yang terlihat sangat menggemaskan, mereka adalah Miranda dan kedua anaknya.
......
Saat ini, Miranda dan kedua anaknya berada di sebuah restoran untuk mengisi perut mereka.
"Ma, Dika mau ke toilet dulu" ucap Dika kepada Mamanya dengan datar.
"Apa perlu Mama antar?" tanya Miranda kepada sang anak.
"Gak perlu Ma, Dika bisa sendiri" ucap Dika lagi-lagi dengan datar
"Huh, dasar kulkas berjalan" ejek Desi kepada Dika.
Dika hanya cuek mendengar ejekan Desi, ia lansung pergi ke toilet.
.......
Setelah selesai dari toilet, Dika lansung berlari untuk pergi menemui sang mama. Tapi tampa sengaja Dika menabrak seorang pria berjas rapi.
"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Pria itu kepada Dika.
"Tidak, Maaf Om, Dika gak sengaja" ucap Dika kepada pria itu sambil mengangkat kepala untuk melihat pria yang ia tabrak.
Deg...
"Anak ini, kenapa mirip dengan ku?" batin pria itu ketika melihat Dika.
"Wow, mirip dengan bos, apa anak bos?" gumam seorang pria yang ternyata asisten dari pria yang Dika tabrak.
"Orang ini, kenapa mirip dengan ku?" batin Dika sambil menatap pria itu dengan wajah penasaran.
Tak lama kemudian, Dika pun tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Om, aku pergi dulu" ucap Dika, membuat pria itu tersadar dari lamunannya.
"Kalo begitu, bagaimana kalo kita kenalan dulu. Perkenalkan nama om Devano Anggara.
" Dika, Maaf om, Dika harus pergi" Ucap Dika dengan dingin dan berlalu pergi.
"Anak itu sangat menarik" Ucap Devano.
"Bos apa itu anak bos?" Tanya sang asisten.
"Mana mungkin, saya saja tidak pernah dekat dengan wanita" Ucap Devano.
"Tapi kok, anak itu sangat mirip dengan bos" Gumam sang asisten.
"Lebih baik kita segera pergi, saya tidak mau terlambat dalam mithing" ucap Devano.
Sementara itu Dika telah sampai di tempat Mamanya dan terlihat Mama dan adiknya menunggunya.
"Maaf Ma, Dika agak lama" ucap Dika kepada Mamanya.
"Abang, kok lama banget?" tanya Desi kepada sang abang.
"Maaf dek, tadi abang menabrak seseorang. Makanya lama," ucap Dika dengan lembut kepada adiknya.
"Ooo, emangnya siapa?" tanya Desi dengan penasaran.
"Ada deh, nanti abang ceritain di rumah" ucap Dika kepada Desi.
"Yaudah," ucap Desi.
"Sayang, kalian udah selesaikan?" tanya Miranda kepada anaknya.
"Kalo begitu, ayo kita pulang ke rumah Opa dan Oma kalian." ajak Miranda kepada kedua anaknya.
__ADS_1
"Iya ma," ucap si Twins.
................
Akhirnya, Miranda sampai di rumah mama dan papanya. Sudah lama sekali Miranda tidak menginjakkan kakinya dirumah ini, rasanya tidak ada yang berubah, rumah ini masih terasa seperti dulu.
Miranda pun menekan tombol bel, sampai akhirnya seorang wanita paruh baya membuka pintu.
"Mama," ucap Miranda dengan lirih.
"Mira, apa ini kamu?" tanya Mama Miranda dengan terkejut, matanya pun sudah berkaca-kaca.
"Iya ma, ini Mira." ucap Miranda dengan air mata yang sudah keluar.
"Mira, mama sangat merindukan mu. Mereka cucu mama kan?" tanya Anita kepada sang anak ketika melihat Dika dan Desi
"Iya ma, mereka cucu mama. Sayang ayo salim dulu sama oma," ucap Miranda kepada kedua anaknya.
Si Twins menuruti apa yang dikatakan oleh mamanya, lalu mereka memperkenal kan diri mereka masing-masing
"Hallo oma, nama aku Desi cucu tercantik Oma." ucap Desi dengan percaya diri dan ceria membuat siapa saja gemas melihatnya.
"Aih, kamu sangat menggemaskan" ucap Anita sambil mencium pipi Desi dengan gemas.
"Dika, aku senang bisa bertemu Oma." ucap Dika dengan datar.
"Ya ampun, jangan terlalu datar sayang" ucap Anita sambil terkekeh melihat sikap Dika yang begitu datar.
"Udah oma, gak usah di urusin. Abang emang kek gitu orangnya" ucap Desi kepada oma nya dengan senyum manisnya.
"Ya sudah, ayo kita masuk. Kalian pasti sangat lelah" ucap Anita.
"Ma, papa mana?" tanya Miranda kepada mamanya
__ADS_1
"Ooo ... papa ada di ruang tamu bersama kakakmu, yuk kita kesana" ucap Anita dengan antusias untuk membawa cucunya ke ruang tamu dan melihatkannya kepada suami dan anak laki-lakinya.
"Pa, wil. Lihatlah siapa yang mama bawa?" ucap Anita.