TWINS KESAYANGAN CEO ( Pindah Lapak)

TWINS KESAYANGAN CEO ( Pindah Lapak)
CHAPTER 7


__ADS_3

"Gawat, bisa keracunan anakku" gumam Miranda, ia harus menyembunyikan pisang yang ada di rumahnya. Bisa saja nanti kalo gak ada pisang si Ifah gak jadi buat kue.


........


Tak lama kemudian, mobil Miranda pun sampai di kediaman Andela. Dengan tidak malunya Afifah berteriak(berteriak kek orang gila mungkin🤣)


"Assalamualaikum, Afifah yang cantek datang"


Teriak Ifah dengan suara menggelegar di seluruh kediaman, membuat penghuni rumah terkejut. Wilson yang sedang tidur terkejut mendengar teriakan Ifah hingga ia terjatuh dari ranjangnya.


"Astaga, suara siapa itu? Kek toa lagi" ucap Wilson sambil mengusap pantatnya yang sakit😅.


Sedangkan Mama dan Papa Miranda yang sedang bermesraan di dapur eh maksudnya itu Papa sedang mengganggu Mama sedang memasak😁(si Papa gak tau tempat aja). Mahendra dan Anita pun ikut terkejut mendengar teriakan Ifah. Mereka segera menuju asal teriakan itu, begitu juga Wil iya pun turun ke bawah untuk melihat siapa yang berteriak.


"Hallo Tante, Om. Ifah rindu banget deh" ucap Afifah sambil memeluk Anita yang baru saja datang.


"Yaampun, ternyata kamu fah. Tante kira siapa, kamu bikin Tante kaget aja deh" ucap Anita sambil membalas pelukan Afifah.


"Hehe" Ifah hanya menyengir saja mendengar ucapan Anita.


Sedangkan Miranda dan Mahendra hanya bisa menggelengkan kepalan saja.


"Eh, ternyata maklampir yang teriak siang bolong begini" ketus Wilson yang baru saja turun dari kamar, ia sangat kesal dengan teriakkan Ifah yang membuatnya terjatuh dari ranjangnya.


"Kok ketus sih?" tanya Ifah dengan heran.


"Gara-gara lu, gue ampe jatuh dari tempat tidur"


"Lah, kok salah Ifah sih? Kan yang jatuhin diri itu kak Wil, bukan Ifah" ucap Ifah dengan polos.


"Iya, tapi gara-gara teriakan lu bikin gue yang lagi tidur terkejut dan jatuh deh gue dari ranjang"


"Ooooooooooh" Ifah hanya ber oh saja dengan wajah tampa dosa.


"Panjang amat oh nya" ucap Miranda.

__ADS_1


"Terserah Ifah dong, kan mulut Ifah"


"Oh iya, keponakan Ifah mana?"


"Dika ada tu di kamarnya lagi main game, kalo Desi lagi istirahat soalnya baru pulang dari rumah sakit" ucap Anita.


"Apa! Desi sakit? Kok bisa?" tanya Ifah dengan wajah terkejut.


"Biasa Fa, Desi gak bisa terlalu lelah" ucap Miranda.


"Yaampun, kasihan sekali keponakan ku"


"Hmm, Fah. Kamu gak jadikan buat kue pisang?" tanya Miranda hati-hati.


"Hmm, enggak deh" Mendengar itu Miranda pun mengucapkan Syukur berkali-kali.


"Alhamdulillah, anakku tidak jadi keracunan" batin Miranda dangan lega. (Author juga bersyukur kalo Ifah gak jadi buat kue karna nanti malah Author yang di suruh makan kue nya kalo si Twins D gak mau🤣 mabok dulu Authornya🤧).


"Tapi ... aku mau bikin bubur ayam aja deh" ucap Ifah tiba-tiba.


"Eee, iya juga sih" ucap Ifah.


"Tapi ... setelah bersihin diri, baru Ifah masak" ucap Ifah lagi.


"Eh maaf, Fah. Beras sama ayam abis jadi gak ada bahan-bahannya buat masak bubur ayam" ucap Miranda dengan tidak masuk akal😂.


"Yang benar aja, Mir. Masak Mansion besar kayak gini gak punya beras sama ayam" ucap Ifah dengan bingung.


(Mau aja lu di bohongin🤣).


"Ada kok, cuma baru aja habis" ucap Miranda dengan santai, supaya gak keliatan kalo dia lagi boong.


"Ooo, lain kali aja deh masakin buat keponakan aku" Dengan polosnya Ifah pun percaya dengan ucapan Miranda.


"Tapi ... gimana kalo kita belanja dulu" ucap Ifah lagi.

__ADS_1


"Hari ini gak ada yang jualan beras ama ayam" ucap Miranda memberi alasan lagi dan lagi🤣.


"Lah, kenapa?"


"Mmm, itu padinya belum mateng jadi gak bisa di olah jadi beras dulu"


"Kalo penjual ayam?"


"Itu, ayamnya lagi pada liburan sebelum mereka di jual"


"Ooo, baru ini Ifah tau kalo ayam liburan dulu baru di jual" ucap Ifah dengan polos.


"Yaudah, aku antar kekamar tamu ya" ucap Miranda mengalihkan pembicaraan.


"Yuk, gak sabar ni mau bersih-bersih" ucap Ifah.


Sementara itu Mahendra, Anita dan Wilson. Yang dari tadi mendengarkan percakapan Miranda dan Ifah berusaha menahan tawa mereka. Mereka tidak menyangka bahwa dengan mudahnya Ifah percaya dengan ucapan Miranda yang sangat tidak masuk akal.


Miranda juga, kenapa ada saja alasan yang ia berikan kepada Ifah. Emangnya kenapa Miranda tidak ingin Ifah masak?


Bersambung.......


Keknya si Ifah perlu minum ramuan turun-menurun dari nenek Moyang keluarga Andela😂, biar kepolosannya bisa sedikit berkurang.


Masih banyak Misteri tentang keluarga Andela yang belum terungkapkan.


Author kasih sedikit bocoran ya...


Sebenarnya itu Keluarga Miranda memiliki sebuah peninggalan turun menurun dari nenek Moyang mereka. Peninggalan itu adalah sebuah buku tua yang suatu hari nanti akan digunakan untuk membantu menyelamatkan salah satu anggota keluarga yang terpilih sebagai Ratu di suatu tempat yang berbeda jauh dengan bumi😯.


Uhuk ... uhuk....


Bentar dulu Author nya keselek biji buah durian😂.


Sampai jumpa di chapter berikutnya😁

__ADS_1


See you😘😘


__ADS_2