UNCOMPLICATED

UNCOMPLICATED
15. BERSAING DENGAN MASA LALU


__ADS_3

Bertanya dalam diam apakah dihatimu ada Aku. Kemudian kutatap matamu.  Ternyata disana ada masa lalu.  Dia saingan yang tiap waktu menjadikanku cemburu.  Tapi bolehkah Aku?  Sedang hubungan kita jauh dari kata apa-apa.


Atmosfer bumi kini terlihat hampa. Begitu pun dengan Bianca,  cewek itu diam seribu bahasa.  Tak ada sama sekali kicauan seperti biasanya. Bertemu Zyedan pun ia tak ingin bertatap muka. Wajahnya di tekuk dalam-dalam,  cewek itu sedang tidak berselera untuk menghadapi dunia. Jika ada hal paling suram itu adalah keadaan Bianca. Hatinya seperti diiris puluhan kali  agar cepat mati.  Terkhusus untuk tidak menyukai Zyedan lagi. Bagaimana bisa sebuah rasa dibagi dua? Belum berjuang saja Bianca sudah merasa kalah duluan.


Pertemuan Zyedan dan Bianca pagi ini hanya sebatas angin tubuh yang tidak membahasa.  Tak ada teriakan suara cempreng Bianca seperti kemarin-kemarin. Tak ada tingkah konyol yang biasa Bianca lakukan dengan sengaja. Ia cukup mengurung diri saat ini.  Baginya ia sudah tak punya tahta. Hancur sudah misinya membuat Zyedan jatuh cinta. Karena ternyata cowok itu punya gadis yang diam-diam selama ini ia puja. Bianca terluka. Gairah hidupnya semakin parah saja. Tau kan arti kecewa?  Ya, Bianca sedang berada dalam masanya.


Seperti ranting patah Bianca tak lagi punya penguat untuk tetap menjalani hari dengan semangat. Terlebih untuk pagi ini. Hari minggu yang cerah seolah tidak mampu menggoda Bianca untuk menikmati kedamaiannya. Kalau dulu Bianca sangat memanfaatkan hari ini untuk menghirup udara segar dan berkeliling-keliling untuk sekedar bisa bertemu Zyedan. Kini ia lebih memilih rebahan di kasur dengan perasaan yang masih di remas-remas.

__ADS_1


Semalaman dia tidak bisa tidur memikirkan Zyedan. Memikirkan sakitnya sebuah harapan yang terlalu berlebihan. Ingin menyesal tapi pada kenyataan bagian mencintai Zyedan adalah kebahagiaan meski kekecewaan lebih mendominan.


"Apa harus gue kek gini mulu? Zyedan itu gak suka sama lo Bianca. Sadar diri dong dia udah punya cewek. Harusnya lo tau dari dulu dia gak pernah menerima keberadaan lo. Bianca lo itu parasit di kehidupan Zyedan." Cewek itu menatap nanar wajahnya sendiri di depan kaca. Betapa menyedihkan! Bianca kini hancur dan Zyedan mungkin disana sedang berbahagia.


Perasaan sesak kembali hinggap saat Bianca merasakan kenyataan itu lagi. Kenyataan bahwa ia mencintai sendirian. Perasaannya tak terbalaskan, harapannya hanya sebuah angan-angan dan ia terlalu percaya diri bahwa Zyedan adalah jodohnya dimasa depan.


"Bi, lo kenapa, sih? Seharian gue perhatiin lo kek manusia tanpa nyawa. Antara ada dan tiada tau nggak? lo ada masalah?" kata Difa.

__ADS_1


"Gue nggak apa-apa, gue cuma lagi nggak enak badan." Bianca jawab seadanya.


Padahal hatinya sakit bukan main, tapi Bianca memilih melupakan kejadian semalam bahkan Bianca mulai bertekad akan melupakan perasaannya kepada Zyedan. Rasanya nggak yakin Bianca bisa melupakan Zyedan. Secara, cewek itu kalau udah suka sama satu cowok bikin candu. nggak bakalan bisa lupain gitu aja. Itu hanya akal-akalan Bianca aja supaya dia bisa ngelupain kenyataan, kalau ternyata saingan Bianca bukan lagi cewek-cewek di sekolah. Melainkan masa lalu yang bikin Bianca mundur perlahan.


 


 

__ADS_1


__ADS_2