
ANNOUNCEMENT
BERHUBUNGAN AKAN DIADAKANNYA PERAYAAN HARI PRAMUKA SEDUNIA, MAKA SELURUH SISWA DAN SISWI SMA BINA NEGARA AKAN MELAKSANAKAN CAMPING DI BUMI PERKEMAHAN NUSANTARA. DI HARAPKAN ATAS PARTISIPASI PARA MURID.
Headmaster
Irwan Hakim.
Hati murid-murid melayang terbang, itu adalah hari menyenangkan sedunia. Kepala sekolah tahu aja bahwa anak-anak butuh piknik. Kalau begini baru namanya Kepsek kece.
“Guys! baca pengumuman di mading gak?” Lina teriak kesenangan. Bianca dan Difa yang sedari sibuk dengan tugas prakarya dan gak tahu info sih cuma bisa geleng-geleng.
“Aelah, beruntunglah kalian memiliki teman seperti Lina yang selalu menjadi nomer satu tentang berita dan gosip ter-hot!”
Bianca menatap malas, “Banyak basa-basi! To the point aja bisa gak?”
“Kelamaan lo Lin, gua keburu mules denger ocehan receh lo!”
“Oke-oke. Jadi gini, besok sekolah kita bakal ngadain camping.”
“Oh... itu doang.”
Itu doang katanya? Kenapa reaksi Bianca biasa saja? Tidakkah ia merasa istimewa?
“Lebay banget sih Lin! Kayak gak pernah camping aja.” Difa juga ikut menanggapi.
Emang udah kodrat yah, Lina selalu salah. Lelah sekali hidup ini.
“Yaudah semerdeka kalian aja lah! Yang penting gue sudah melaksanakan kewajiban memberi laporan kepada kalian.”
Cih laporan, dikata upacara apa? Dan apa dia bilang kewajiban? Memberikan info atau gosip adalah kewajiban? Situ waras?
“Kalau info yang satu ini lo pada pasti juga gak peduli, kan? Kalian serius gak mau tau temen sekelompok kalian? Katanya anggotanya campur dari berbagai kelas loh! Gue ampe terkejut nyawa liat kelompok lo Bie.”
“Siapa?” tanya Bianca dengan wajah biasa saja.
“Liat sendiri sonoh di mading.”
“Lo niat ngasi info gak, sih? Kalau tau kenapa gak bilang aja sekalian? Buang-buang tenaga aja harus jalan ke mading.” Difa mulai kesal. Andai pintu kemana saja itu nyata, pasti membantu banget.
“Yaudah yuk Dif kita cek, Lina lo lanjutin nih tugas, dari tadi keenakan kelayapan.” Bianca mengatakan pesan terakhir, Lina sih ya gak bisa protes. Kan emang yang di bilang Bianca adalah benar.
-000-000-
WHAT?!
__ADS_1
Mata Bianca gak lagi rabun jauh kan? Noooo, Bianca satu kelompok sama mantan! Manusia terakhir yang bikin kenangan termanis dan terpahit. Kalau begini Bianca bisa mati flash back.
Bianca melanjutkan bacaannya. Lagi-lagi dia kaget. Bukan cuma sekelompok dengan mantan, tapi juga dia sekelompok sama cabe musuh bebuyutannya. Cewek itu mengulang bacaan berkali-kali berharap nama itu bisa berubah. Otokke?! Ahh... tidak, kenapa rasanya ada retak-retaknya gitu.
“Fauzan Ahmad, Dwi Sari Wangi.” Cewek itu terkulai lemas setelah sadar kenyataan bahwa itu beneran mereka. Bianca menelan ludah, kenapa rasa salivanya mendadak pahit.
“Fauzan... ” ujar cewek itu lirih.
Oh tidak... Sepertinya Bianca mulai flash back. Sampai sekarang pun Bianca belum bisa mengalihkan perasaan dari cowok itu. Tapi siapa yang suka dikhianati? Walau semenyesal apa pun ia tidak akan mengembalikan Fauzan ke pelukannya. Manusia Licik bernama Dwi ternyata ahli menyusun skenario. Kalau saja Bianca tidak bodoh, pasti ia tak akan mudah dipengaruhi oleh cewek laknat tersebut. Sudahlah, masa lalu biarlah masa lalu.
Bianca menarik napas lalu membuangnya perlahan, kalau bisa sekalian buang kenangan. Tiba-tiba ia teringat Zyedan. Di mana ya keberadaan cowok itu nanti? Bianca mengecek dari satu-persatu daftar nama kelompok. “Kok ghaib ya? Gak keliatan, nama Zyedan di mana sih?” ujar Bianca. Sepertinya nama cowok itu belum terdaftar. Wah... alamat gawat. Zyedan tidak boleh tiada dii acara itu, karena besok adalah sarana dan waktu yang sangat pas buat ngelanjutin targetnya.
“Harus lapor kepsek nih.”
“Lapor? Buat apa?” Difa bingung dan Bianca gak mau jelasin.
“Udah jangan banyak nanya! ayo buruan!”
Pertama-tama Bianca harus bertemu wujud Zyedan. Oh Zyedan... muncullah!
-000-000-
Ini sekolahan atau kastil? kenapa rasanya berubah besar? Bianca sudah berusaha mutar-mutar sekolah tapi Zyedan gak ada. Gimana mau lapor Kepsek kalau orang yang bersangkutan gak ada.
“Bie, udah balik kelas aja yuk, capek ikh!”
“Yaudah, lo sendiri aja. Gue masih harus ketemu Zyedan. Gue curiga tuh cowok diazab kayak si Qorun. Jangan-jangan dia mendadak di telan bumi? No! mangsa gue belum boleh pergi!” Bianca ngomong ala anak alay.
Hadeuh, ternyata yang lebay bukan cuma Lina. Emang dasar ya, mereka temenan itu sepaket. Jadi isinya sama aja. Kalau gini mending Difa pura-pura gak kenal aja ah, dan setelah itu kabur. Daripada harus nanggung malu. Cewek itu perlahan melangkah mundur saat Bianca masih asik mengoceh dan lama-lama menghilang terhalang tembok.
“So gue harus tetep nyari!” ujar Bianca berbalik badan, dan shit! Ternyata Cewek itu ngomong sendiri. Kadang sahabat juga bisa kayak setan ya? Tiba-tiba hilang.
-000-000-
Bianca fokusin matanya ke arah ujung taman. Cewek itu membuat dua lingkaran di tangan dan memasangkan ke arah mata, ceritanya lagi pakai teropong.
“Eh bener, si patung berjalan di sini ternyata.” Cewek itu menyeringai dan mengendap-ngendap mendekati Zyedan.
Dari sananya udah ganteng mau ngapain aja cowok itu tetap kece. Walaupun dia tidur sambil ileran.
Bianca udah sampai di samping Zyedan. Dan sepertinya manusia itu tidak menyadari kehadiran Bianca.
“Lagi bobok kah?” Bianca mulai pengamatan. Iya benar. Zyedan sedang tidur soalnya mata cowok itu merem. Bianca geleng kepala. Ini sangat aneh, kenapa tingkat kegantengan cowok itu malah bertambah banyak banget pas tidur, selain itu dia juga unyu sekali. Bianca jadi pengen usil.
“Dia dengerin musik apa sih? Sampe ketiduran gitu, jangan-jangan denger lagu lansir wangi lagi terus dia ke hipnotis jadi kayak gini.” Bianca deketin kuping ke arah Earphone yang di pakai Zyedan. Wah... Ternyata tebakan Bianca salah, ternyata Zyedan lagi dengerin Lagunya Moon Myung Mi yang Love is good. Bilangnya sih alergi romantisme tapi lagunya kayak begitu. Dasar manusia aneh!
__ADS_1
Udah ah Bianca pengin iseng, nggak tahan sama muka menggemaskan ini ya Tuhan. Cewek itu mengeluarkan lipstik dari saku bajunya, terus dia mulai aksi corat-coret. Cewek itu bikin tiga garis di pipi kanan dan kiri, lalu lingkaran merah di hidung dan tak lupa label di kening yang bertuliskan 'B'. Selesai! Bianca memperhatikan sekali lagi hasil polesannya. Indah! Ini baru seni. Bianca sekarang sadar dia punya bakat tersembunyi.
Baiklah saatnya kembali ke kelas, kalau dia tetap di sini malah ketahuan bahwa ini ulahnya. Eh tunggu! Niat dia kesini kan mau kasih tau tentang informasi di mading.
“Bodoh! Yaudalah kalo rezeki nanti juga dia sekelompok sama gue.”
Bianca melanjutkan langkah yang tertunda sambil terkekeh bahagia, “Maafkan!” Bianca berkata dalam hati.
-000-000-
Zyedan terbangun mendengar bunyi bel yang berisiknya bukan main. Cowok itu melihat orang-orang sudah menyandang tasnya masing-masing. Pertanda pulang sekolah. Astaga, dia bolos berapa jam? ******! Saking pules bobo dia tidak menyadari itu. Cowok itu langsung berlari ke arah kelas. Tapi aneh, sepanjang jalan kenapa banyak yang ngeliatin dia sambil ketawa-ketiwi. Bikin nggak pede aja! Sepeduli-lah sama pandangan orang, mending dia ngambil tas terus cus pulang melanjutkan bobo yang tertunda.
Kaget sih! Ternyata temen kelasnya belum ada yang pulang, mereka seperti serius sedang membicarakan sesuatu dengan ketua kelas si cewek gila yang selalu mengganggunya. Tapi setelah mereka sadar kedatangan Zyedan, ketawa manusia-manusia itu pecah. Bahkan sampai ada yang ngakak guling-guling.
Ada apa sebenarnya? Diketawai begitu kan bikin mental cowok itu down.
“Dateng juga lo akhirnya, Zye” ujar Bianca
“Zye, hidung abis di gigit kera kah? Merah sekali.”
“unyunya pengen cubit.”
Begitulah omongan-omongan membingungkan yang tidak dimengerti Zyedan. Cowok itu kan jadi cuma bisa bengong. Untung ada yang kode-kode ke mukanya terus dia ngaca ke jendela. Dan BOOM! Batinnya terkejut malu sekaligus marah. Manusia laknat mana yang berani melakukan perbuatan keji ini?
Sambil nahan tawa Bianca sodorin tissue, “Udah, lap tuh muka terus duduk sana. Gue punya info penting.”
Setelah memperhatikan wajah Bianca lagi dan lagi, sepertinya ia mulai sadar sesuatu. Siapa lagi cewek gila di sekolah ini selain Bianca? Zyedan yakin seribu persen ini pasti ulah cewek itu. Kesal? Banget! Pengen nonjok? Pastinya! Untung cewek, jadi Zyedan bisa nahan. setelah berani ngelakuin ini, enak banget dia merintah duduk. No way! Emang Zyedan kucing peliharaannya apa?! Cowok itu langsung menyambar tas dan keluar kelas. Masa bodoh info penting dan amukan teman-teman karena dia pulang duluan. Asal mereka tahu, perasaan Zyedan lebih ngamuk daripada mereka.
-000-000-
“Mati gue! Sekarang harus gimana? Dia kayaknya murka abis, gue nggak punya keberanian buat ke rumahnya.” Bianca komat-kamit sendiri, dia bingung bagaimana caranya ngasih tau informasi di kelas tadi. Terus dia juga harus kasih tahu kabar bahagia kalau ternyata mereka sekelompok. Soalnya anggota Kelompok Bianca kan yang paling sedikit, otomatis Zyedan dibuang kesana. Mikir dan terus mikir akhirnya Bianca dapat ide juga.
“O-iya! Gue kan punya no hape dia! Tinggal sms susah amet!” Senyum cewek itu melebar. Kali ini ia akan membiarkan dirinya sebagai pengecut.
'Dear Zyedan, maafkan Aku yang dulu.'
Bianca menyipitkan mata, sms apaan yang isinya kayak begini? Delete! Ini sih lebih mirip kata-kata yang di pakai manusia alay yang katanya trend kekinian.
'Sore Zye, maafin gue yang kayak kera ini yah? Gue ngusilin elo, serius deh nafsu banget dan penuh kesengajaan. Lo gak tau gimana geregetnya elo pas bobo, di tambah iler yang menggugah selera. Uhhh unyu banget! Intinya gue minta maaf dengan penuh kasih sayang juga ketulusan. O-iya sekedar info, besok sekolah kita ngadain camping dan kata wali kelas sebelum berangkat anak kelas kita ngumpul dulu jam setengah tujuh di lapangan. Terus jangan lupa bawa atribut kayak tali, tongkat dan yang lainnya. Soalnya nanti bakal ada lomba antar kelompok. Dan satu lagi, lo anggota kelompok gue. Yeay.. nantikan kesenangan yang akan terjadi. Sekian terima apa saja. Bianca- jangan lupa save. Nomer penting loh!
Send.
Yeah akhirnya ke kirim juga setelah bersaing dengan napas untuk menulis pesan yang panjangnya kayak curcolan.
Huaaammmm, jadi nggak sabar buat besok. Bianca membuka jendela kamarnya, ia memandangi rumah Zyedan sambil senyum-senyum aneh kayak orang yang lagi kasmaran.
__ADS_1
“Sampe ketemu besok, Zye.” Ucap Bianca. Ia menutup jendela kamarnya kemudian menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Semoga aja besok misi Bianca berhasil!