
Rio dan sindy bertemu di taman tempat mereka bertemu pertama kalinya.
Sindy:"gimana lo mau engga nerima?"
Rio:"iya,gue mau"
Sindy:"ini emang bener-bener keputusan elo kan?"
Rio:"iya ini keputusan gue"
Sindy pun tersenyum senang dan mengandeng tangan rio.Rio pun ikut mengenggam tangan sindy meskipun dihatinya berat banget buat lepasin sandra begitu saja.Tetapi ia tak enak juga dengan sindy jika kelamaan tak diberi kepastian.
Mereka pun pergi dari taman menuju ke bioskop seperti pasangan pada umumnya.Sindy memesan popcorn dan minuman dan rio memesan tiket.Melihat sindy membawa popcorn dan minuman kopi mengingatkan nya pada sandra karna dulu ia pernah nonton bersama disini.Seketika wajahnya murung
Sindy:"kenapa?"
Rio:"engga papa kok ayo masuk"
Sindy:"ayo" dengan antusiasnya
Kali ini mereka nonton film cinta subuh,ini kedua kalinya rio nonton film yang sama popcorn yang sama cuma yang berbeda ia tak bersama dengan sandra.Rio berusaha menenangkan hatinya agar sindy tak merasa bersalah karna ia tak ingin sindy tau kalau rio ingin melupakan sandra dengan berpacaran dengannya.
Selesai nonton mereka mampir di sebuah restoran dekat mall tadi.Karna sejak tadi cacing di perut sindy selalu berteriak minta makanan.
Rio:"elo mau pesen apa?"
Sindy:"kok elo sih ri.."
Rio:"terus gue harus manggil apa?"
Sindy:"sayang atau ayang kek ngitu kayak pasangan yang lainnya"
Rio:"yaudah gue turuti kemauan elo"
Rio:"mau makan apa say.....eehmmm...........sayang"
ucapan itu sedikit susah diungkapkan oleh rio karna ia belum terbiasa saja karna selama ini dia belum pernah menjalin hubungan dengan siapa pun.
Sindy:"aku mau nasi goreng sama penutupnya puding mangga"
Rio:"oke aku pesen dulu ya"
rio memanggil salah satu pegawai disana dan memesankan pesanan mereka
Pegawai resto:"baik itu saja,ada yang mau ditambah?"
Rio:"cukup,itu saja"
Pegawai resto:"baik"
Setelah menunggu beberapa lama akhirnya pesanan mereka datang juga
Pegawai resto:"silahkan menikmati"
__ADS_1
dijawab dengan anggukan mereka berdua dan pegawai itu langsung meninggalkan mereka.
Mereka berdua makan dengan cangung bingung mau bicara apa.setelah beberapa menit akhirnya sindy memecahkan keheningan itu.
Sindy:"yang,besok bisa anterin aku ke supermarket nggak?"
Rio:"bisa,emang kamu mau beli apa,atau aku aja yang beli yang"
Sindy:"engga aku cuma minta anterin kalau masalah beli nanti aku bisa beli sendiri sayang"
Rio:"cuma anterin aja?"
Sindy:"iya lagi pula,nanti kamu nunggu nya kelamaan soalnya banyak pesenan mama ku yang harus dibeli namanya juga belanja bulanan"
Rio:"yaudah besok jam berapa?"
Sindy:"jam 8 ya yang jangan lupa"
Rio:"iya sayang"
Rio sedikit demi sedikit mulai terbiasa dengan panggilan itu.
Keesokan harinya
Rio yang berangkat menuju ke rumah sindy tak sengaja bertemu dengan sandra yang waktu itu sedang berada di taman bersama laki-laki yang ia temui waktu itu.Rio tampak memasang raut wajah sedih.
Flashback
Diki:"assalamualaikum"
Mama sandra:"waalaikumsalam,nak diki mau ngerjain tugas bareng sandra ya"
Diki:"iya tan"
Mama sandra:"ayo masuk,biar mama panggil sandra dulu"
Diki:"engga usah tan,diki nunggu disini aja"
Mama sandra:"yaudah kamu duduk dibangku itu dulu ya"sambil menunjuk bangku yang ada di depan rumah sandra
Diki:"iya tan"
tak lama sandra keluar dengan pakaian yang sudah rapi
Sandra:"ayo dik,gue udah siap nih"
Diki sedikit terpana dengan wajah cantik sandra itu membuatnya melamun sebentar.
Diki:"yaudah ayo sand,pake motor gue ya"
Sandra:"kalau engga pake motor elo,pake motor siapa lagi coba,gue kan belum bisa naik motor"
Diki:"iya juga ya,lagian kenapa elo gak belajar ngitu sand"
__ADS_1
Sandra:"gue udah pernah naik motor cuma karna kecelakaan waktu itu bikin gue trauma"
Diki:"ohh..gitu yaudah kita langsung ke taman aja yuk"
Sandra:"ayuk"
Sandra:"siapa juga tadi yang kepo"ucap sandra kesal
Diki:"dih gue kan cuma nanya".
Setelah sampai mereka langsung duduk di bangku taman.
Rio pun melihat sandra yang sedang fokus dengan tugasnya dan ia tak lepas memerhatikan diki yang seperti ada perasaan untuk sandra.Itu sekaligus membuatnya kesal dan melajukan motornya.Setelah sampai ia memasang muka murung
Sindy:"kenapa yang?"
Rio:"engga papa kok"
Sindy:"kalau gak mau nganterin engga usah aja"
Rio:"eh aku anterin aja aku gak papa kok cuma engga enak badan aja"
Sindy:"kamu sakit?"tampak sindy khawatir pada rio
Rio:"engga paling sebentar lagi sembuh,udah ayo berangkat nanti telat"
Sindy:"yaudah ayo"
Mereka pun bergegas pergi ke supermarket dan lagi-lagi hal itu dilihat oleh sandra,sekaligus membuatnya kesal.
*aduh ini si rio kenapa sih dari kemarin dia buat gue kesel mulu,apa dia sengaja ya tapi kenapa coba*ucap sandra di dalam hati.
*tapi kayaknya akhir-akhir ini dia sering banget sama cewek itu apa jangan-jangan rio pacaran sama cewek itu pliss jangan hancurin harapan gue ri,gue percaya elo gak bakal kayak ngitu*ucap sandra sambil menyakinkan hatinya sendiri.Meskipun begitu sandra tak pernah bertanya atau pun tegur sapa dengan rio di kampus mereka hanya sibuk dengan diri mereka sendiri-sendiri.
Hal ini membuat sandra semakin bingung,menerima kenyataan kalau dia ini cuma mencintai rio secara sepihak karna ia tak sengaja mendengar percakapan antara rio dan sindy.
Itu seketika hatinya sakit,rio yang meihat sandra pun langsung mengejarnya
Rio:"gue bisa jelasin sand"
Sandra:"apa yang bisa elo jelasin lagi itu udah jelas² elo sama dia pacaran kenapa engga dari dulu aja elo gak usah bilang suka ama gue jadi gue gak berharap sama elo"
Rio:"gue gak tau harus apa sand,waktu itu gue bingung banget gue juga cemburu lihat elo sama laki-laki lain jadi gue terima aja ajakan si sindy maaf sand gue gak bermaksud khianatin elo"
Sandra:"gue pikir cinta elo begitu besar buat gue,elo mau nunggu gue,tapi ternyata cuma segini aja ngitu perjuangan elo?! gue kecewa ri kenapa juga gue jatuh cinta smaa orang kayak elo"
Rio:"sand,maafin gue,gue gak tau kalau elo juga suka ama gue,karna selama ini cuma gue yang selalu ngungkapin perasaan gue ke elo"
Sandra:"elo gan bisa lihat apa perubahan sikap gue ri,gue berusaha nerima elo cuma ternyata ngini balesan elo ke gue,hancur hati gue ri"sandra menangis dan pergi meninggalkan rio.Rio tampak terpaku ia tak bisa berkata-kata lagi.Bibirnya serasa dikunci tak bisa berkata sepatah kata pun.Ia memilih pergi dari situ juga tanpa menjelaskan hal yang sebenernya membuat hubungan ini semakin rumit.Sesekali air matanya keluar karna kebodohan dia yang tak menyadari kalau sandra juga suka padanya.
*maafin gue sand,gue nyesel tapi ini gan bakal buat elo balik lagi ke gue,gue cuma bisa bilang maaf karna gue juga gak tau harus berbuat apa gue mau nyalahin siapa ini juga kesalahan gue karna terburu-buru salah paham ke elo*ucap rio didalam hati dengan penuh penyesalan.
Bersambung........
__ADS_1