
Mia kalang kabut telang dipojokkan mamanya,mia berusaha untuk tetap tenang agar dafa tak curiga yang jelas perasaan dia terhadap dafa tempo lalu memang murni dia suka akan tetapi mia termasuk orang yang gengsinya tinggi jadi dia menunggu dafa suka dengan dirinya dulu.
*kok tadi gue denger sandra ngomong persis kayak mama mia saat ini ya apa ini engga kebetulan atau emang bener mia type keras kepala tapi apapun itu dia kan temen gue jadi gak masalah*ucap dafa di dalam hati
"eh temen-temen diminum dong,kasihan mama gue udah nyiapin masa gak diminum sih"Kata mia
"ini juga mau minum mia"jawab sandra
Dan mereka bertiga meminum minuman yang disediakan mama mia yaitu es teh
"hem,seger banget lega rasanya"kata sandra
"kalian pasti capek pulang sekolah langsung kesini"balas mia
"kita gak capek mia,lagipula kita kesini karena kita memang mau jenguk elo kita khawatir dengan keadaan elo"ucap sandra
"uuuhhh,terenyuh gue sama ucapan elo"jawab mia terharu
"bagaimanapun keadaannya kita tuh sahabat susah seneng bareng"ucap sandra senang
Mereka pun saling berpelukan
Rio dan Dafa tersenyum senang dengan tingkah mereka berdua ya mereka sudah tak asing lagi dengan kejadian ini mereka sudah terbiasa
"eh kalian udah makan belum?",tanya mia
"em..,belum"jawab sandra
"kita makan bareng-bareng yuk mama gue kayaknya masak banyak"kata mia
"Jangan mia gue gak enak sama mama elo"kata dafa
"udah elo anggap ini rumah elo sendiri aja"jawab mia
"ekhem, apa nih kok pake dianggap rumah sendiri daf elo dianggap keluarga tuh ama mia"kata rio berusaha menggoda sahabatnya itu
"Rio,mia ngomong gitu karena biar kita nyaman bukan maksud lain,benerkan mia?"kata dafa berusaha mendapatkan dukungan
"iya gak ada maksud apa-apa"ucap mia santai
Tetapi dibalik santainya mia ia sudah dibuat dag dig dug dengan perasaanya saat ini antara ia harus jujur atau tidak pada lelaki yang berada dihadapannya ini
"emm,kalian ikut gue ke ruang makan ya"ucapnya mengalihkan pembicaraan agar dia tak mati kutu di situ saking nervousnya untung saja respon mereka bagus
"iya!"ucap mereka kompak
"kompak banget kayak udah sahabatan lama aja",ledek mia
"hahaha"mereka semua tertawa
Ternyata mama mia langsung pergi ke dapur dan masak makanan
"eh kalian udah turun,pas banget tante baru aja selesai masak sini duduk disini"kata mama mia
"iya tan"jawab sandra mewakili teman-temanya
Mereka makan dengan tenang itu tak berjalan lama sampai mama mia mengajukan pertanyaan
"ehm,mia kok kamu bisa kenal kedua cowok ini biasanya kan kamu ngga pernah bawa cowok ke rumah"kata mama mia memulai pembicaraan
__ADS_1
Mia tersedak dan dengan cekatan dafa mengambil gelas yang ada disampingnya
"ini minum,pelan-pelan aja makannya"kata dafa khawatir
Mama mia tertegun begitu juga dengan sandra dan rio mereka tak kalah kagetnya dengan sikap uwu kedua makhluk itu dihadapannya
"ekhhmm,cie mau sampai kapan pandang-pandangannya",kata sandra
Ucapan sandra sukses membuat wajah mia merah merona begitu juga dengan dafa yang langsung menutupi wajahnya karena salah tingkah
"udah dilanjut makannya",ucap mama mia
"iy...a tan"ucap dafa sedikit terbata karna gugup
"hmm kenyangnya"ucap sandra dan terulas senyum diwajahnya
"gimana gak kenyang nambah 2x",ledek mia
"huss diem,sekarang gue lagi gak diet"ucap sandra sambil menaruh telunjuknya di mulut
"alasan"ucap mia malas
Mia pun mengedarkan pandangannya pada rio yang sejak tadi senyum-senyum sendiri
"Rio"panggil mia
"Ya?"jawab rio dengan menutup mulut menahan ketawa
"elo gak malu apa punya pacar kayak Sandra dia kurus begitu porsinya kuli tahu"kata mia
Rio yang sedari tadi menahan ketawanya pada akhirnya tawa itu lepas begitu saja
Semua yang ada dimeja makan kaget akan reaksi rio apakah ia jadi ilfeel sama sandra? atau dia gak mau lagi sama sandra? semua yang ada dimeja makan bertanya-tanya sambil menunggu jawaban dari rio
"eh sorry,sorry bukan gitu maksud gue mau bagaimanapun sandra gue suka sandra apapun tentang sandra baik kekurangan dan kelebihan gue terima dia apa adanya"ucap rio memberikan penjelasan panjang dan lebar
Dan mereka pun yang tadinya tegang menjadi lega karena asumsi mereka tadi itu tak terjadi.
"yaudah kalau gitu kalian ke ruang tamu dulu,gue masih harus cuci piring"kata mia
Tiba-tiba saja dafa inisiatif ingin membantu mia
"boleh aku bantu?"tanya dafa
"engga usah kamu kan tamu disini jadi langsung duduk di ruang tamu aja"ucap mia santai
Aduh temanku yang satu ini engga peka apa gimana sih harusnya jawab mau gitu,kayaknya aku harus bantu dafa kali ini kalau begini terus bagaimana hubungan mereka bisa berkembang
"Udah mia biar dafa bantu kamu aja,kamu pasti capek lagi pula kaki kamu emang engga pegel?"kata sandra
Dan itu tidak bisa dipungkiri oleh mia memang sedari tadi kakinya itu terasa pegal terus-menerus berjalan membantu mamanya membawa hidangan dari dapur ke meja makan
"iya mia,biar gue bantu elo ya?"ucap dafa dengan wajah memelas
"yaudah iya elo cuma bilas aja ya biar gue yang cuci pake sabun"ucap mia membagi tugas
"siap nona"kata dafa antusias
"apasih pake manggil nona segala gue mia bukan nona dikira gue anak kolongmerat apa?"kata mia heran
__ADS_1
"emang"kata dafa membenarkan ucapan mia
Mata mia terbelalak kaget sekaligus bingung bagaimana jawabnya
"udah elo tuh gak usah merendah lagipula kan papa lo kerja di luar negeri jadi pasti banyak uanglah" Ucap sandra apa adanya
"Sandra"kata mia sambil menatap sandra dengan pandangan yang sulit diartikan
"kalian ini jadi mau cuci piring atau engga kalau engga biar mama aja"kata mama mia yang mendengar suara berisik dari dapur
"engga mah,biar mia sama dafa aja mama pasti capek"kata mia perhatian
"iya tan,biar dafa sama mia saja yang cuci piring",dafa menimpali
"yaudah kalau gitu mama mau ke kamar dulu,mau istirahat"ucap mama mia sambil mengusap lehernya karena rasa kantuknya sudah tak tertahan lagi ingin cepat-cepat memejamkan mata
"iya mah",jawab mia
Dan Mia mencuci piringnya dengan hati-hati lalu dafa pun dengan cekatan membilas piring-piring itu seolah ia sudah sering membantu mamanya di rumah
padahal tidak sama sekali karena ia cepat tanggap jadi itu bukan hal yang sulit bagi dafa
Tak berapa lama mereka selesai berkutat di dapur dan memutuskan pergi ke ruang tamu
dan tampaklah sosok sandra dan rio yang sedang nonton tv
Rio dan sandra yang asik nonton pun tak sadar jika dafa dan mia sudah ada disamping mereka
"seru ya nontonnya sampe kita dateng gak lihat gitu"kata mia sambil meninggikan suaranya tapi tak sampai berteriak
"eh hehe bukan gitu maksud gue"kata sandra bersalah bukan karena ia tak lihat cuma ia sedang fokus saja dengan film yang ia tontin saat ini
"udah sore nih,kalian engga pulang? gue takut kalian dicariin sama orang tua kalian"kata mia
"yaelah gue mah gampang gue bisa nginep di rumah elo kan"kata sandra enteng tanpa beban
"itu elo,tapi nasib cowok elo sama dafa gimana?"kata mia
"yaudah rio,elo pulang aja duluan gue nginep di rumah mia"kata sandra
"oh oke",kata rio
"besok elo gak usah jemput gue sampe ke rumah mia biar besok gue bareng sama mia aja gak masalah kalau pulang baru sama elo"kata sandra menjelaskan agar rio tak sakit hati
"kalau gitu gue pulang dulu",pamit rio
"iya hati-hati"ucap sandra dan mia berbarengan
"loh daf,elo gak pulang?"ucap mia heran karena sedari tadi dafa hanya diam saja
"eh gue pulang kok, rio! tungguin gue",ucapnya sambil sedikit berteriak
Sandra dan Mia hanya mengeleng-gelengkan kepala akan tingkah mereka yang membuat hatinya terhibur.
"yaudah yuk masuk",ajak mia
"ayuk"jawab sandra senang
Bersambung
__ADS_1