
Dafa pun mengejar Mia
Dafa:"Mia,jangan cepet-cepet larinya"
Mia:"engga lagian elo ngapain ngejar gue"
Dafa:"gue cuma mau elo ngejelasin yang tadi elo katakan dihadapan semua orang"
Mia:"engga ada penjelasan titik!"
Mia pun semakin kencang berlari sampai tak sadar jika ada batu di depannya dan mia pun langsung jatuh
Mia:"aauu!"
Dafa:"Mia!"
Dafa:"kan udah dibilang larinya jangan cepet-cepet"
Mia:"gue gak akan lari cepet kalau elo gak ngejar gue"
Dafa:"jadi salah gue nih? yaudah gue minta maaf"
Mia:"iya" dengan nada sedikit ketus
Dafa:"apaan kok nadanya ketus begitu"
Mia:"yaudah,iya gue maafin"dengan nada lembut
Dafa:"nah gitu dong"
Mia:"aduh kaki gue"
Dafa:"kayak kamu keseleo deh"
Mia:"terus gimana dong"
Dafa:"biar gue gendong"
Mia:"hah? gak mau gue"
Dafa:"elo masih mau pulang engga kalau gak mau gue tinggalin elo disini"
Mia:"jangan dong,iya iya gue mau"
Mia pun meraih pundak dafa agar ia bisa naik ke punggung dafa
Mia:"maaf ya karna gue jatuh elo harus gendong gue"
Dafa:"elo gak usah gak enak hati kayak gitu napa,lagi pula ini kan harus gue lakuin kan gue cowok sejati".
Mia terkekeh,dan sadar jika ia ditertawakan dafa pun melirik mia tajam
Mia:"engga,gue gak ngetawain elo kok"
Dafa:"boong"
*iya emang gue boong terus kenapa?* dalam hati
Mia:"engga,tadi anak kecil mukanya cemong karna main pasir hahaha"
Dafa:"masa? dimana" dafa mencari-cari anak kecil itu
Mia:"emm,itu kan tadi sekarang anak kecilnya udah pergilah"
Dafa:"awas ya lo kalau boongin gue"
Mia:"idih gak percaya banget sih"
Dafa:"emang"
Mia pun terdiam,dafa merasa menang berdebat dengan mia pun akhirnya buka suara
Dafa:"kali ini gue yang menang"
Mia:"menang apaan lo? menang lomba hah?"
Dafa:"menang berdebat sama elo"
Mia:"idih gue diem karna gue udah males ngomong ya"
Dafa:"bisa aja ngeles nya"
Mia:"elo..."
tak terasa mereka sudah sampai di tempat kencan rio dan sandra
Sandra:"Mia sini" sambil melambai-lambaikan tangannya
__ADS_1
Dafa dan Mia pun berjalan kearah sandra
Sandra:"loh mia kok elo digendong dafa?"
Dafa:"iya tadi ada kecelakaan sedikit"
Sandra mungut-mungut tanda mengerti
Rio:"tapi gak apa-apa kan?"
Mia:"gue cuma keseleo"
Sandra:"harus diobati itu"
Mia:"udah,gak usah nanti pulang gue olesin salep nanti juga sembuh"
Mia:"lagi pula ini udah sore takut nanti pulangnya kemalaman"
Sandra:"iya juga"
Rio:"yaudah gue antar sandra pulang dulu"
Mia:"terus gue sama siapa?"
Rio:"sama yang gendong elo tuh"
Mereka pun saling tatap-tatapan
Dafa:"udah gak usah takut gue gak bakal ninggalin elo di pinggir jalan tenang aja"
Mia:"dih,awas ya elo harus antar gue sampe rumah"
Dafa:"iya"
Sandra:"tapi kaki elo jangan lupa diobatin ya"
Mia:"udah elo tenang aja sand"
Rio:"yaudah gue pulang dulu sama sandra"
Dafa:"udah sana"
Rio:"mau berduaan ya sama mia?"
Dafa:"apaan sih elo udah cewek lo nungguin tuh"
Dafa:"harus ya?"
Rio:"ya harus lah lo kan sahabat gue men"
Dafa:"udah nanti gue ceritain udah sono"
Rio pun pergi meninggalkan mereka berdua
Dafa:"kita juga pulang"
Mia pun mengangguk
di pertengahan perjalanan
Mia:"loh kok elo berhenti?"
Dafa:"ada yang mau gue beli,elo disini aja jangan kemana-mana"
Mia:"iya"
setelah menunggu beberapa menit
Dafa:"nih salep buat obatin kaki elo"
Mia:"makasih padahal gue juga punya dirumah"
Dafa:"udah elo terima aja apa susah nya"
Mia:"iya gue terima kok"
Tak lama mereka sampai di rumah mia
Mia:"elo gak mampir?"
Dafa:"engga udah malem nanti gue nganggu"
Mia:"yaudah hati - hati"
Dafa:"iya,elo jalannya pelan-pelan aja"
Mia:"iya elo tenang aja"
__ADS_1
Dafa pun menyalakan mobilnya dan melajukannya meninggalkan pelataran rumah mia
Mia pun masuk ke dalam rumah
Mama mia:"kemana aja kamu kok baru pulang"
Seketika mia kaget,dan berusaha menahan kakinya agar stabil
Mia:"tadi mia masih ada urusan mah"
Mama mia:"kaki kamu kenapa? kok jalannya begitu"
Mia:"tadi mia gak sengaja jatuh mah"
Mama mia:"mama ambil obat dulu kamu duduk di kursi"
Mia:"iya mah"
Mama mia mengoleskan obat di kaki mia
Mama mia:"lain kali kalau jalan tuh hati-hati"
Mia:"iya mah,mia gak lihat kalau di depan mia ada batu dan mia jadi jatuh"
Mama Mia:"kamu ada-ada aja sih,udah kamu sekarang mandi dan makan di ruang makan udah mama siapin"
Mia:"iya mama emang mama terbaik"
Mama Mia:"kamu mah bisa aja mujinya biar mama gak marah"
Mia:"tapi mia serius loh mah"
Mama mia:"udah sana,malah bicara mulu"
Mia:"hehehe"
Mia pun berjalan dengan pelan menuju ke kamarnya
Di rumah sandra
setelah mengantar sandra rio pun langsung pulang.
Mama sandra:"gimana kamu udah baikan sama rio"
Sandra:"u..udah mah"sambil tersipu malu
Mama sandra:"Lain kali kalau ada masalah itu dibicarakan baik-baik jangan langsung berpikir negatif"
Sandra:"iya mah sandra tau kalau sandra mengambil keputusan yang terburu-buru"
Mama sandra:"hm,lagi pula surat pindah kamu belum disetujui oleh kepala sekolah jadi kamu masih bisa sekolah disana"
Sandra:"serius mah? jadi sandra gak perlu laporan lagi dong?
Mama sandra:"iya sayang"
Mama sandra:"udah kamu makan dulu abis itu tidur ya besok kan masih sekolah"
Sandra:"siap bos"sambil menggangkat tangannya dengan posisi hormat.
Mamanya pun hanya tersenyum melihat tingkah anaknya itu.
Sandra:"mah,ada yang mau aku omongin sama mama tapi mama jangan marah sama sandra ya"
Mama sandra:"apa sayang?"
Sandra:"sandra sama rio udah resmi pacaran"
Mama sandra:"ya bagus dong itu berarti hubungan kalian udah ada peningkatan"
Sandra:"mama gak marah?"
Mama sandra:"buat apa mama marah ya engga lah"
Mama sandra:"kamu takut ya kalau mama bakal marah kalau kamu pacaran?"menebak isi hati anaknya
Sandra:"iya,kan dulu mama yang larang"
Mama sandra:"iya memang mama larang,tapi itu juga demi kebaikan kamu tapi setelah mama pikir-pikir nak rio itu baik jadi mama bisa tenang kalau kamu pacaran dengan rio"
Sandra:"apasih mama"tersipu malu
Mama sandra:"halah bilang aja kamu seneng kan mama puji pacar kamu"
sandra membalasnya dengan senyuman
Mama sandra:"udah sana mandi"
__ADS_1
Sandra:"Iya mah"