
Keesokan harinya
Hari ini adalah hari minggu
Karena hari ini libur gak ada tugas kampus rio memutuskan untuk lari pagi di sekitar kompleks nya itu.
Ia memakai baju putih dan celana hitam dan sepatu yang senada setelah itu ia turun ke bawah dan langsung berlari pagi
Di tengah perjalanan ia tak sengaja melihat ada seorang gadis dan wanita paruh baya sedang bertengkar.Rio pun mendekati mereka dan rio melihat lekat² gadis yang ia kenal.
"loh,sandra?" ucap rio
"rio kok elu ada disini?" ucap sandra melihat rio yang tiba-tiba sudah ada disampingnya
"gue abis lari pagi gak sengaja gue ketemu elo disini",balas rio
"eh elu ngapain dah ribut-ribut disini sama ibu-ibu lagi",ucap rio
"gue dari pertama emang gak mau cari masalah,cuma si ibu ini kekeh kalau gue yang nyuri jam tangan miliknya" ucap sandra dengan raut wajah kesal.
"tapi elo beneran gak ambil jam tangan si ibu kan?"ucap rio memastikan
"ya engga lah buat apa nyuri punya orang kalo bisa beli sendiri"
Rio merasa puas dengan jawaban sandra dan ia membantu sandra menjelaskan pada sang ibu paruh baya itu
"Maaf buk,boleh tanya ada masalah apa ini?"ucap rio
"Dia nih nyuri jam tangan saya mana harganya mahal lagi" ucap ibu paruh baya dengan raut wajah yang sangat kesal.
"Emang ibu yakin kalau teman saya ini yang ambil?"
"em...e... engga sih.." ucap si ibu gugup
"Temen saya ini anak yang baik-baik lho buk,mana mungkin nyuri jam tangan ibu"ucap rio menjelaskan
"coba ibu cari dulu di tas ibu barangkali ibu lupa taruh jam tangannya"
"eh coba saya lihat deh" ucap sang ibu sambil merogoh-rogoh tasnya
"Eh iya bener,ketemu alhamdulilah....",ucap sang ibu sambil menghampiri sandra
"maaf ya ibu udah nuduh kamu nyuri jam tangan ibu"ucap ibu dengan wajah menyesal
"iya bu,ibu kan juga gak sengaja,tapi bu lain kali kalau mau nuduh orang cari kebenarannya dulu ya bu jangan asal nuduh nanti takutnya jadi fitnah"ucap sandra bijaksana
"iya neng,lain kali ibu hati-hati sama ucapan ibu" ucap sang ibu.
Setelah sang ibu itu pergi sandra dan rio pun ikut pergi menuju sebuah cafe yang ada diseberang jalan
Saat di cafe...
__ADS_1
"gue gak abis pikir kok bisa² ya elo berurusan sama ibu-ibu tadi" ucap rio heran.
"ya gue mana tau kalau ibu-ibu tadi dateng-dateng langsung main tuduh aja",jawab sandra.
"Kok bisa sih lo emang dari mana kok bisa dituduh mencuri?"
"Gini ya rio,tadi kan gue abis dari toko swalayan nah niatnya gue mau beli baju tapi karena baju yang gue pengen gak ada ya otomatis gua langsung pulang....tapi pas gue milih-milih baju ada tuh ibu-ibu di samping gue dia kayaknya lagi cari tas deh terus gak sengaja dia lihat gue yang langsung pulang gak beli apa² nah gue dicurigai nyolong tas dia"
"yah kalau gitu mah kan ibunya cuma salah paham dia gak tau kalau tujuan kamu mau pulang"
"ya gitu deh,ah udah lah gak usah dipikirin mending kita pergi gue lagi pengen ke perpus deket kampus"
"gue boleh ikut gak?" ucap rio ragu-ragu
"boleh, justru kalau ada temennya lebih seru"
mendengar hal itu rio langsung tersenyum lebar.
Setelah sampai di perpustakaan Sandra langsung mencari buku yang ingin ia baca yang berjudul "teman masa kecil".Rio yang melihat sandra dengan antusiasnya itu membuatnya penasaran apa sih yang buat sandra seantusias itu.
Tanpa sadar sandra tertuju pada buku yang ada di pojok sebelah Rio
"Rio,gue boleh minta tolong gak?"
"boleh"
"tolong ambilkan buku yang disebelah lu"
"yang ini?"
"lu suka sama buku ini"
"suka banget"
"apa yang bikin lu suka sama buku ini"
"gue suka banget buku ini banyak pelajaran nya,buku ini buat gue keinget masa-masa dimana gue bisa bercengkrama dengan akrab tanpa harus adanya status apapun"
"maksud lu pacaran gitu?"
"ya"
jadi maksud sandra dia gak mau gitu diajak pacaran,seketika wajah rio lesu.
Sandra asyik membaca bukunya sampai² tak terasa sudah pukul 3 sore dan sandra memutuskan untuk pulang.
"Rio,gue pulang dulu ya udah sore nih.."
"oh,iya sand duluan aja"
"okeh"
__ADS_1
"hati-hati ya"
"iya"
Rio masih kepikiran apa yang diucapkan sandra itu entah kenapa ia merasa keberatan.
Apa mungkin ini bersangkutan dengan masa lalu nya ya?,ucapnya di dalam hati
hm udah ah mungkin cuma firasat aku aja dan rio pun pergi dari perpustakaan itu.
Dirumah sandra,Ia bergegas solat ashar dan mandi setelah itu ia mengerjakan tugas yang diberikan dosen minggu lalu,setelah selesai sandra merapikan buku² yang ia bawa besok dan solat magrib abis itu makan malam setelah makan malam solat isya dan siap-siap tidur tak lama setelah ia membaringkan tubuhnya dia di kasur ia pun terlelap.
Keesokan paginya,ia bangun pagi² sekali ia merapikan tempat tidurnya setelah itu ia sapu² abis itu ia memasak telur dadar dan nasi goreng untuk minumnya air putih saja cukup.
Setelah sarapan ia mandi dan bergegas berangkat ke kampus.
Di kampus sandra tak sengaja bertemu dengan rio yang sedang melamun, entah apa yang ia pikiran
"Pagi" ucap sandra
"pagi sand"ucap rio menjawab sapaan sandra
"lu pagi² udah ngelamun aja lagi mikirin apa sih?" ucap sandra
"engga apa-apa kok" ucap rio
"oh yaudah kita ke kelas yuk" ucap sandra
"yuk"ucap rio
Setelah sampai di kelas
"cie....berangkat bareng nih..." ucap teman sekelasnya
"apa sih kalian kita tadi gak sengaja ketemu abis itu bareng deh'' ucap sandra
"iya deh iya gue percaya" ucap temannya
"lu gak usah ngeledek ya"ucap sandra
"hehehe"ucap temannya
Sandra pun langsung duduk di tempatnya,dan di samping sahabatnya
"eh sand,lu ada hubungan apa sama rio?"ucapnya gadis disebelahnya
" gue gak ada hubungan apa-apa sama rio,lu ngapain sih tiba-tiba nanya begitu" ucap sandra
"ye.....elu mah kalau gak ditanya gak bakal ngaku ege" ucap sahabatnya
"iya juga sih"ucap sandra dengan entengnya
__ADS_1
sahabatnya pun dibuat heran dengan tingkah laku sandra dan rio yang terkesan sedang menjalani hubungan akan tetapi ia sudah memastikan bahwa mereka engga pacaran.Karena dia takut kalau sahabatnya ini pacaran nanti sekolahnya bakal keteteran.Dia sudah mengalaminya waktu SMA.eh btw nama gue mia gue kenal dia(sandra) waktu gue pendaftaran dia juga lagi nunggu tanpa terasa kita berbincang-bincang dan jadi akrab sampai sekarang.
Bersambung...