Untuk Kamu Kekasih Hatiku

Untuk Kamu Kekasih Hatiku
Pindah kampus?


__ADS_3

sandra berlari sekencang-kencangnya menuju taman ia sedang tak ingin dilihat orang ia pun langsung menghindar dari diki yang ingin mendekatinya.


Diki:"sand,darimana aja sih,gue kan..."


Diki yang menyapa sandra akan tetapi sandra tak menggubrisnya dan langsung pergi begitu saja.Diki pun langsung mengejar sandra takut akan terjadi yang tidak diinginkan.


Cukup lama sandra lari dan akhirnya ia merasa lelah dan berhenti.Sandra terduduk sambil merangkul kedua kakinya dan menangis


Sandra:"huhuhu.....kenapa elo tega lakuin ini ke gue,padahal gue udah ngasih hati gue ke elo...."


Sandra:"kalau emang dari awal elo cuma penasaran elo gak usah deketin gue,entah kenapa gue muak sama elo"


Sandra:"tapi hati gue gak bisa boong kalo gue masih suka sama elo huhuhu.......sekarang gue harus gimana orang yang gue sayang ternyata malah pacaran sama orang lain"


diki yang mendengarnya pun hanya terdiam,karna yang sandra suka bukanlah dia.


Akan tetapi diki mencoba menghibur sandra


Diki:"udahlah sand,elo gak bisa terpuruk kayak ngini terus"


Diki:"sedangkan yang disana gak mikirin perasaan elo kayak apa sehancur apa hati elo mending elo lepasin dia biar dia bahagia"


Sandra:"gimana gue ikhlas ngelepasin dia ngitu aja? sedangkan dia sama gue itu punya banyak kenangan gimana bisa gue lupain ngitu aja huhuhu...kenapa juga perasaan ini muncul saat dia sudah menjadi milik orang lain" sambil memukul dada diki karna saking kesalnya.Diki pun menerimanya karna ia tau seberapa sakit hatinya sandra.Dia sebagai kakak senior pun tak tega dan tak mau juga sandra sedih terus.


Diki:"udah lah,gue nyakin elo bisa sand,gue tau elo itu tegar"


Sandra:"ki,elo bisa engga bantuin gue pindah kampus,kayaknya gue gak sanggup deh kalau harus lihat rio jalan dengan wanita lain"


Diki:"iya sand,gue pasti bantu elo kok"


*sand,sebegitu sukanya elo sama rio tapi elo udah disia-siain sand,sebagai teman sekaligus kakak buat elo gue ngerasa sedih sand san gak terima*ucap diki di dalam hati.


Setelah semua berkas surat pindah sandra telah disetujui ia pun langsung bergegas pulang.Sandra tak memberitahu rio karna baginya mungkin rio sudah melupakan kisah tentang mereka jadi dianggap engga penting juga emangnya rio bakal peduli dengan sandra itupun belum pasti.Jadi sandra memutuskannya sendiri dan berencana untuk pindah kost-an ibunya pun ikut mendukung sandra karna baginya anaknya lah yang paling penting.


Setelah sampai di kost mereka pun langsung membereskan barang bawaan mereka,dan setelah selesai mereka mandi dan berbincang-bincang di meja makan.Oh ya diki pun ikut membantu saat pemindahan barangnya cuma karna masih ada matkul(mata kuliah) hari ini jadi ngga bisa bantu sampe tuntas,setelah membantu diki langsung pamit dan ke kampusnya.


Mama sandra:"sand,semoga kamu bisa lebih bahagia ya disini,soalnya beberapa bulan lagi mama bakal ke luar negeri nyusul papa kamu katanya butuh bantuan mama"

__ADS_1


Sandra:"iya mah,papa kan emang dari dulu engga pernah ada buat sandra"ucapnya ketus.


Mama sandra:"huss...enggak boleh bilang ngitu,selama ini kan kamu bisa sekolah karena kerja keras papa kamu"


Sandra:"iya mah,sandra juga tahu,cuma papa engga pernah ada saat sandra butuh akan kehadiran papa"


Mama sandra:"kan mama selalu ada sand"


Sandra:"tapi mah,sandra harus bilang sama temen-temen sandra kalau papa kerja ngitu sudah dari dulu papa ngga pernah sekalipun hadir saat sandra wisuda mah,sandra juga butuh kehadiran papa mah"tak terasa air mata sandra keluar begitu saja membasahi pipinya.


Sandra pun berlari menuju kamar dan mengunci pintunya ia sedang tak ingin di ganggu untuk saat ini.Mama nya hanya pasrah karena bagaimanapun memang papanya sandra ini tak pernah datang saat disuruh datang ke wisuda anaknya itu.Karena menurutnya pekerjaan penting jika tak kerja maka mau makan apa anak dan istrinya nanti sudah bertahun-tahun lamanya masih tak berubah.


Sandra menangis di ranjang kamarnya,setelah lelah menangis dan pada akhirnya ia tertidur.


Keesokan harinya


Sandra bangun seperti biasanya ia bersiap-siap untuk pergi ke kampus barunya.Ia senang sekali dan berharap di kampusnya ini ia tak lagi merasa sakit hati seperti di kampusnya yang lama.


Sedangkan disisi lain


Diki yang merasa ada yang manggil pun menoleh


Dengan santainya diki menjawab,:elo manggil gue?"


Rio:"kalau bukan elo siapa lagi disini"


Diki:"ada apa?" dengan wajah tak sukanya sengaja ia perlihatkan karna ia kesal karna adiknya itu dikecewakan dengan laki-laki seperti dia


Rio:"elo pasti tau kan,kalau sandra pindah kampus?"


Diki:"apa peduli elo,urus urusan mu sendiri"


Rio:"maksud elo apa?!"rio telah habis kesabarannya


Diki:"yang harusnya bilang itu gue,elo udah nyakitin sandra"


Rio:"gue gak bermaksud nyakitin dia malah yang ada hubungan gue kayak ngini gara-gara elo tau"

__ADS_1


Diki:"gue?,emang gue ngapain sampe-sampe semua salah gue".Diki merasa kesal karna ia seperti disalahkan padahal dia tak melakukan hal yang merugikan rio.


Rio:"gak usah pura-pura gak tau lo!,elo deketin sandra biar gue cemburu kan?!"


Diki:"maksud elo apa hah?! dateng dateng tiba-tiba marah gak jelas"


Rio:"pokoknya elo perusak hubungan orang"


Diki:"gak jelas lo,maksud elo apa hah?!"


Rio:"halah elo pasti suka ama sandra tapi elo gak mau ngaku"


Diki makin lama tersulut emosi tapi ia berusaha menahannya karna jika rio terluka maka sandra akan menyalahkan dirinya.


Diki:"iya gue suka sama sandra kenapa emangnya hah? masalah buat elo?"


Rio:"jangan deket-deket lagi dari sandra,elo harus jauh-jauh dari dia"


Diki:"elo punya hak apa emang elo kakaknya? pacar? juga bukan kan?"


Rio diam terpaku karena memang statusnya saat ini sedang menjadi pacar orang dan dia merasa bersalah juga.


Rio:"pokoknya elo jangan deket-deket sandra?!"


Diki pun menarik pakaian rio


Diki:"elo yang udah ngecewain sandra,dan sekarang elo malah marah-marah sama gue?,elo sadar gak yang elo buat saat ini sama aja kayak pecundang tau gak?,cuma bisa nyalahin orang"


Rio:"maksud lo apa hah?! elo ngatain gue pecundang?"sambil berteriak


Diki:"iya hah,dasar pecundang"


Dan pada akhirnya banyak murid yang melerai mereka sebelum ada pertikaian yang tak diinginkan.


Setelah tenang rio pun mencerna kata-kata diki meskipun ia belum tau siapa namanya tapi ia ingat jelas wajahnya.Ia ingin memperjelas apa hubungan dia dengan sandra apa dia pacar atau bukan.Karena sedari dulu ia tak pernah bertanya sekalipun pada sandra dan apada akhirnya ia yak pernah bertemu sandra lagi.Ini membuatnya gelisah.Dan pada akhirnya rio pun memberanikan diri untuk bertemu diki lagi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2