
Noval duduk dibangku taman yang terletak ditengah kota seorang diri dengan ditemani satu pack minuman soda disampingnya.
Sudah beberapa jam ia habiskan waktunya untuk duduk menyendiri seperti itu, dari matahari masih terik-teriknya, hingga sekarang sudah berubah gelap dan gantikan dengan bintang dan bulan.
Noval menarik nafas dalam lalu menghembusnya secara kasar, begitulah yang selalu dilakukannya berulang-ulang.
Hari ini merupakan hari terberat selama hidupnya, lebih berat lagi dari pada janjian sama dosen tapi dibatalkan begitu saja.
Pasalnya hari ini, pacarnya yang di pacarinya beberapa tahun lalu, meminta putus secara tiba-tiba di saat Noval sudah begitu sayang pada gadis itu dan sudah melakukan banyak hal untuknya.
Dan liat, apa balasan gadis itu padanya. Seenak jidatnya dia meminta putus tanpa angin tanpa hujan.
Noval berdecak sinis mengingat kata-kata gadis itu padanya.
"Aku rasa kita udah gak cocok. Kamu jauh disana dan aku disini. Kita gak bisa melanjuti hubungan ini. Aku butuh seseorang yang ada disamping aku, Yang bisa support aku secara langsung"
Begitu lah kira-kira kalimat yang diucapkan gadis itu terakhir kali waktu ia menelfonnya.
"*******" maki Noval akhirnya yang dari tadi di cobanya untuk menahan agar tak mengumpat.
Noval mengacak rambutnya yang biasanya selalu dijaganya agar terlihat rapi.
"Gue pikir lima tahun bersama, gue tau mau dia gimana. Nyatanya *** kucing lah" lirihnya tersenyum hambar.
Ini bukan tampilan Noval yang selalu ia tunjukkan didepan umum. Noval yang orang-orang kenal itu, cowok kalem Yang selalu terliat rapi dan menarik dikalangan cewek, walau memiliki mulut yang pedas dan sifat yang dingin tapi Noval bukan orang yang gampang mengutarakan makian atau umpatan kasar seperti ini, kecuali didepan sahabatnya.
Karena didepan sahabatnya ia bebas menjadi dirinya sendiri.
Noval meneguk minuman kalengnya hingga habis lalu dilemparnya asal ke tong sampah yang ada didekatnya, tapi sayang lempatan Noval tak masuk dengan mulus kedalam tong sampah tersebut.
Noval tau itu, tapi karena kali ini moodnya sedang hancur maka ia tak mempedulikan itu. Ia masih berada diposisi awalnya meratapi nasib malangnya.
Noval memejamkan matanya mencoba untuk menenangkan pikirannya yang udah kacau dari siang tadi.
__ADS_1
"Om, kalau buang sampah jangan sembarangan dong, kasian petugas pembersih mesti kerja dua kali lipat karena ulah om".
Noval mendengar suara itu berada tidak jauh darinya yaitu disebelahnya, tapi ia tak mau menoleh, bahkan untuk membuka matanya sebentar.
"Om, denger aku ngomong gak sih?" Berang suara itu lagi yang membuat Noval membuka matanya dan menoleh pada gadis kecil yang sudah duduk disampingnya.
Noval memandangi gadis itu dari atas rambut hingga bawah yang membuatnya berdecak sinis.
"Apa?" Tanya Noval yang ditatap dengan plototan dari gadis itu.
"Kalau Om gak bisa nolongin petugas pembersih, setidaknya Om kurangin beban kerja mereka dong" omel gadis itu.
"Emang saya ngapain?" Tanya Noval membuat kening gadis itu berkerut.
"Mana saya tau Om ngapain, malah nanya sama saya"jawab gadis itu dengan jutek.
Noval menggeleng melihat kelakuan gadis Yang Yang disampingnya yang sedang memegang sekotak susu strawberry.
Dita menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Tapi seperkian detik dia ingat hal apa yang membuat ia marah pada pemuda dewasa itu.
"Aku ingat! Om eh Mas buang kaleng minumnya sembarangan. Makanya aku marah. Bisa kali buang sampah itu pada tempatnya, tau kan fungsi tong sampah itu apa?" Jelas Dita panjang lebar membuat Noval melihat saja dengan tak minat pada gadis itu.
Dita adalah, gadis kecil yang masih duduk dibangku SMP, pantes saja Noval tak minat melihatnya bahkan untuk meliriknya saja tidak ada terbesit dipikirannya.
Bukan karena Noval lelaki kurang ajar, tapi karena ia memiliki adik yang juga seorang gadis yang masih duduk dibangku SMA. Jadi tak pernah terfikir untuk melirik gadis yang pantes untuk dianggap adik oleh nya, apa lagi gadis yang didepannya ini menyebutnya dengan panggilan om.
"Sorry" ucap Noval kembali memejamkan matanya.
Meladenin bocah kecil bukan hal yang baik untuknya saat ini.
Tapi kalau Gio ada didepannya mungkin dengan senang hati ia akan meladeninnya. Hanya temannya itu yang dengan gampangnya bisa diajak ribut, tanpa memendam keributan itu.
__ADS_1
"Buat?" Tanya Dita dengan polosnya.
Noval membuka matanya yang terpejam tadi lalu menoleh pada gadis itu.
"Ya buat apapun yang menurut Kamu kesalahan saya" jawab Noval males, "lemot" lanjutnya sedikit berbisik menatap wajah polos gadis itu lalu lanjut memejamkan matanya tak peduli hal apa yang dilakukan gadis itu selanjutnya.
"Ni Om" ucap Dita menempelkan sekotak susu itu dipipi Noval, yang membuat Noval terbangun untuk kesekian kalinya akibat gadis itu.
Noval tak menerima susu itu tapi menatapnya dengan kening yang berkerut, bingung tujuan gadis ini apa memberinya susu kotak itu.
"Biasanya minum susu rasa strawberry bisa baikkin mood yang jelek loh om" Jelas dita walau tanpa diminta.
"Itu berlaku untuk cewek. Dan juga udah berapa kali saya bilang jangan panggil saya Om" balas Noval dingin, tapi tak mengurangi rasa keberanian gadis itu untuk bicara padanya.
"Eh sorry. Emang cowok nggak yah? Cobain dulu biar tau jawabannya" paksa Dita.
Noval menatap tajam dan lurus ke arah gadis yang duduk disampingnya itu.
Noval memejamkan matanya lalu membukanya kembali "Kamu gak pakai celana ya?" Tanyanya sinis memberanikan diri bertanya yang dari awal tadi ingin ditanyainya.
"Pakai lah, om eh Mas kira aku cewek apaan" jawab Dita terlihat tidak terima dengan tuduhan lelaki itu.
"Mau bukti? Ni liat, aku pakaikan" ucapnya mengangkat hoddy yang dipakainya dan menunjukkan celana yang tertutup oleh hoddynya yang kepanjangan.
"Lain kali gak usah pakai kalau gak keliatan gitu. Percuma" ucap Noval tajam lalu pergi begitu saja meninggalkan Dita dengan tampang cengonya.
"Gila, itu tadi cool banget sih" lirih Dita terkagum-kagum setelah kepergian laki-laki itu.
Di langsung menengadahkan tangannya keatas menatap punggu laki-laki itu "tuhan, kalau aku ketemu lagi fix ya dia jodohku. Tapi kalau aku gak ketemu-ketemu lagi, bantu atuh lah ketemuin biar jodoh. Aamiin" ucapnya dengan cengiran lalu mengusap tangannya ke wajahnya.
Next🍂
4-03-2020
__ADS_1