
"Gas, Hebat ya lo birthday party tapi gak ajak-ajak kita" omel Dita pada cowok yang yang bernama Bagas.
"Tau ni, lo anggap apa hubungan kita selama ini ha?" Ucap cewek satunya lagi mengompori Dita, Yang tak lain tak bukan adalah Lala sahabat sejolinya Dita.
Sementara cowok yang dipanggil Bagas itu memandang kedua cewek itu dengan tatapan sinisnya.
"Eh upil Sunbokong. Gue udah ajak lo ya" tunjuknya pada Dita, "tapi lo nya aja yang gak datang" lanjutnya.
"Ha? Kapan?" Tanya Dita mulai kumat penyakit lemotnya.
"Kemarin waktu di perpus. Gue bilang 'Dit jangan lupa nanti malem'" ucap Bagas mengingat kan.
"Jangan bilang lo lupa Dit" tebak Lala ikutan sinis pada Dita.
Dita cemberut "gue beneran lupa La" sahut Dita membuat Lala dan Bagas menggeleng bersamaan.
"Gue kira ucapan Bagas waktu itu ngingatin gue sama tugas yang di kasih Bu Mer buat hari ini" lanjutnya dengan senyum terpaksanya.
"Dita, Dita" lirih Lala merasa takjub dengan kelakuan temannya itu.
"Lo juga" ucap Bagas menggeplak bahu Lala, "Gak usah sok sibuk sampai gak bisa datang ke acara gue".
"Dih gue emang sibuk kalik, emang kayak Dita ni pengangguran sejati" balasnya membuat Dita mengerucutkan bibirnya tak terima di katain seperti itu.
"Sibuk apa lo?" Sinis Dita.
"Banyak lah, makan, main musik, gowes, ajak kucing gue jalan-jalan" jawab Lala dengan santainya.
"Cape gue ngomong sama lo berdua" ucap Bagas yang nyerah dengan kedua temannya itu lalu berjalan mendahului Lala dan Dita.
Belum sempat berjalan beberapa langkah dari kedua cewek itu, tas Bagas ditarik oleh Dita.
"Mau kemana Gas? Buru-buru Banget. Lo harus traktir kita dulu baru lo bisa balik" Ancam Dita dengan berusaha menyeramkan wajahnya.
Bagas mengangkat kedua tangannya tanda menyerah "kemana?" Tanyanya tak bersemangat. Ia tau betul kelakuan kedua teman ceweknya ini, tampangnya saja yang cewek tapi kelakuan kayak cowok dan Bagas selalu jadi korban dari keduanya. Dan bodohnya lagi Bagas masih aja betah berteman dengan Dita dan Lala.
"McDonald's gimana? Lagi pengen burger gue" jawab Dita memberi ide.
"Burger di Burger King juga enak Dit" timpal Lala membuat Dita bingung dengan pilihannya.
"Duh gue jadi pengen kedua-duanya" sahut Dita dengan muka pengen.
Mendengar itu membuat Bagas langsung tegak pinggang "Gak ada ya dua. Pilih salah satu, uang jajan gue bulan ini udah seret" balas Bagas sedikit emosi.
Dita dan Lala kompak mencibir.
"Pelit lo" ucap Lala membuat Bagas memelototi gadis itu.
"Iya atau nggak? Kalau iya Ayo. Kalau nggak, gue balik ni. Gue mau kencan sama pacar gue" ucapnya lagi.
"Kemana?" Tanya Dita dengan tampang polosnya.
Mendengar pertanyaan ngeselin dari Dita membuat Lala dan Bagas mengepalkan tangannya diudara ingin menonjok Dita sangking geramnya sama cewek itu.
"La, temen lo gue ceburin ke got boleh gak?" Bisik Bagas datar tanpa ekspresi melirik Dita.
"Gue malah sujut syukur kalau lo ceburin Gas" jawab Lala santai.
"Lo berdua ngomong apa? Gue gak denger ****".
"Gak ngomong apa-apa, yuk pergi" ajak Bagas mengalihkan pembicaraannya bersama Lala.
"Yaudah ayo. La, ayo" ajaknya menarik tangan Lala.
"Dit, Gas. Gue gak ikut ya, gue udah ada janji sama kacit makan bareng hari ini dirumah sakit" ucap Lala memberi alasan.
"Terus gimana dong? Gue lagi pengen burger banget ni" lirihnya cemberut.
"Yaudah sih lo pergi sama Bagas berdua. Udah biasa jugakan".
"Gas gimana?" Tanya Dita meminta pendapat.
Bagas yang terlihat santai mengangguk setuju "ya gue gak masalah, udah lama kan lo gak ngedate bareng cowok ganteng kayak gue" timpal Bagas dengan songongnya.
"Najis, yuk ah. Bye La have fun ya" ucap Dita menarik tangan Bagas menjahui Lala yang geleng-geleng kepala liat kelakuan kedua temannya itu.
ππππ
"Bun, Noval ada ninggalin map warna biru gak kemarin disini? Noval lupa naruhnya dimana" ucap Noval yang baru datang lalu bertanya pada wanita yang sudah berusia kepala empat tersebut dimana sedang menggendong Zeka dipangkuannya.
"Warna biru ya?" Ulang Nana yang dianggukin Noval, "Kemarin ada liat di meja makan, Bunda kira itu punya ayah. Bunda letak aja diruang kerja ayah. Bentar ya Val Bunda ambil" lanjutnya menurunkan Zeka dari pangkuannya dan meninggalkan Zeka bersama Noval berdua diruang keluarga.
Noval yang melihat wajah cemberut Zeka berjalan mendekat dan menyentuh kepala anak kecil itu.
"Zeka kenapa? Kok cemberut gitu?" Tanyanya.
"Adek tu jahat" jawabannya dengan melengkungkan bibirnya kebawah.
"Jahat gimana?" Lanjut Noval bertanya dengan mengelus kepala Zeka.
"Biasa Val, berantem" sambung Nana yang datang membawa map berwarna biru seperti yang Noval tanyakan tadi.
__ADS_1
"Berantem?" Ulang Noval, "tumben, bukannya adek sama Zeka deket banget bun. Masalahnya apa?" Lanjutnya penasaran.
Nana tertawa mendengar ucapan Noval. Walau anak-anaknya itu akur, tapi tak jarang juga mereka itu berantem. Terutama Arka dan Zeka. Tiada hari tanpa berantem. Walau hanya adu mulut kecil saja membuat rumah lebih ramai lagi seperi dulu waktu masih ada Raka.
"Arka baru balik sekolah, mungkin capek karena habis belajar tambahan. Eh, Zeka malah minta antarin ke McDonald's sama Arka. Arkanya gak mau, jadi ya gitu ngambek" jelas Nana mengerahkan map tersebut kepada Noval.
Noval mengangguk dan menerima map tersebut "yaudah Ayo sama Masval aja ke McDonald's" ajak Noval yang membuat Zeka langsung menyunggingkan senyum merkahnya.
"Boleh ma?" Tanya Zeka pada mamanya dengan wajah memohon.
"Tanya dulu, Masval nya sibuk atau nggak?".
Zeka membalikkan badannya menoleh kearah Noval "Masval sibuk?" Tanyanya dengan manja.
Noval yang berada disamping Zeka meraih badan kecil gadis itu lalu dinaikkannya keatas pangkuannya "Gak dong" jawabnya mengusap hidungnya ke pipi Zeka dan hal itu membuat Zeka tertawa karena merasakan geli.
"Siap? Kita berangkat?" Tanya Noval kembali.
"Siap boss" ucapnya riang mengalungkan kedua tangannya di leher Noval.
"Bun, Noval bawa Zeka bentar ya" izin Noval pada Nana.
"Hati-hati ya Val. Zee, ingat gak boleh makan ice banyak-banyak" pesan Nana pada keduanya.
"Iya ma" jawab Zeka
Sesampainya mereka di McDonald's yang tidak terlalu jauh dari rumah, Zeka dan Noval mengantri untuk memesan makanan take away.
"Zeka pesan apa?" Tanya Noval pada Zeka yang menggengam tangannya sambil menunggu giliran mereka.
"McFlurry rasa strawberry dua ya Masval" jawab Zeka menunjukkan tangannya me bentuk huruf V.
"Kok dua? Satu aja. Tadi mama bilang apa? Zeka gak boleh banyak-banyak makan ice kan?" Ucap Noval mengingatkan kembali pesan Nana tadi.
Zeka cemberut "Gak buat Zeka semua kok Masval. buat adek juga, adek suka McFlurry juga soalnya" jawabnya.
Mendengar jawaban Zeka membuat Noval menyunggingkan senyumnya bangga. Padahal ia tau kalau Zeka tadi habis berantem sama abangnya itu, tapi lihat sekarang dia masih ingat untuk membelikan buat Arka.
"Udah gak kesel lagi sama adek?" Tanyanya.
Zeka menggeleng "Zeka yang salah, adek capek pulang sekolah Zeka malah minta jajan" balasnya.
"Ntar minta maaf ya" suruh Noval membuat Zeka mengangguk mengiyakan.
Setelah selesai mengantri dan memesan pesanan mereka. Noval dan Zeka berjalan menuju area parkir dimana mobil Noval terparkir.
Disana tanpa sengaja Zeka melihat cewek yang memakai seragam sekolah berjalan bersama cowok dengan sesekali lempar canda tawa.
Noval yang penasaran menoleh kearah yang ditunjuk Zeka. Dan benar disana diparkiran mobil ada Dita yang tengah asik bergurau dengan seorang cowok yang seragamnya sama seperi yang digunakan oleh Dita.
"Zeka panggil ya" lanjutnya membuat Noval langsung menutup mulut gadis kecil itu dengan tangannya.
"Gak usah Zee, kan kita mau pulang. Lagian Masval buru-buru masih ada kerjaan di kantor" alasan Noval yang membuat Zeka mengangguk.
Zeka yang tidak tau apa-apa, nurut saja ketika Noval menarik tangannya masuk kedalam mobil. Sementara Noval sendiri sempat menoleh kembali ke arah mobil yang yang naiki Dita bersama cowok tersebut.
Dengan senyum kecut Noval menarik nafasnya secara kasar.
ππππ
"Adeeek, adeeeek" teriak Zeka masuk kedalam rumah membawa belanjaan yang dibelinya bersama Noval.
Sementara Noval yang mengikuti Zeka dari belakang hanya mengamati tingkah lucu anak kecil itu.
Arka yang lagi tiduran didepan TV langsung bangun mendengar suara cempreng adiknya itu.
"Adek" panggilnya kembali dan langsung naik kepangkuan Arka.
"Zeka beli McFlurry. Ini Satu buat adek, satu lagi buat Zeka" ucapnya dengan cengiran melupakan kejadian yang terjadi sebelumnya dan menyerahkan satu gelas McFlurry untuk Arka.
"Kita sekarang temen ya" lanjutnya lagi dengan mengedipkan kedua matanya berkali-kali, membuat Arka tak tahan dan langsung memeluk adiknya itu.
"Iya temenan. makasih ya Zee. Sayang Zeka banyak-banyak" ucap Arka membuat Zeka mengangguk dalam pelukan abangnya.
Setelah memberi gelas minuman kepada abangnya, Zeka berjalan kedapur menyusul mamanya. Dan tinggallah Arka dan Noval yang sedang duduk berdua didepan TV yang menampilkan acara pertandingan basket.
Noval memandang lurus kearah TV, tapi pikirannya entah berada dimana sekarang. Dari awal meraka duduk berdua sampai sekarang, Arka sudah beberapa kali mendengar helaan nafas kasar dari abangnya itu.
"Masval Kenapa?" Tanya Arka yang sudah tidak tahan dengan kelakuan abangnya itu.
Noval menoleh "Kenapa gimana dek?" Tanyanya pura-pura tidak tau.
"Dari tadi adek dengar Masval menghembuskan nafas kasar gitu. Kenapa? Ada masalah?".
Mendengar pertanyaan dari Arka membuat Noval tersenyum tipis berusaha menyembunyikan perasaan kesal yang dialaminya.
"Masval gak kenapa-kenapa, lagi banyak kerjaan aja" bohong Noval yang membuat Arka mau tak mau percaya dan kembali menonton acara yang ditampilkan di TV.
Sebenarnya Noval dari tadi lagi berfikir keras, apakah ia harus menanyakan siapa cowok yang bersama Dita di restoran cepat saji tadi yang seenaknya merangkul cewek itu atau di pendam saja.
Tapi dia terlalu gengsi untuk menanyakan hal itu, takut kalau Arka bakal berfikir yang aneh-aneh tentangnya.
__ADS_1
Noval yang sudah tidak kuat dengan perasaan penasarannya memulai obrolan kembali dengan berdehem yang membuat Arka menoleh padanya dengan kening berkerut bingung.
"Masval ada yang mau diomongin sama adek? Dari tadi mukanya tegang gitu" timpal Arka menebak membuat Noval mengumpat dalam hati.
****, batinnya memaki.
"Kalau mau ngomong, ngomong aja Masval, adek dengerin kok. Ini adek nontonnya gak serius-serius banget" lanjut Arka kembali berusaha membujuk Noval.
Mendengar itu membuat Noval membenarkan duduknya agar terlihat nyaman.
"Tadi masval liat Dita di McDonald's sama cowok, tapi dia gak liat Masval" ucap Noval akhirnya.
Arka langsung menoleh pada cowok itu begitu mendengar kalimat yang diucapkan Noval.
"Cowok? Siapa?" Tanya Arka bingung.
Noval yang berusaha terlihat santai mengidikkan bahunya.
"Ya Masval gak tau siapa, gak pernah liat soalnya" lanjutnya.
"Ciri-cirinya gimana Masval?" Lanjut Arka penasaran.
Noval diam sejenak mengingat penampilan cowok itu.
"Pakai seragam yang sama kayak Dita, postur tubuhnya tinggi kayak adek, terus kulitnya sedikit lebih gelap" jelas Noval mendeskripsikan cowok itu.
"Siapa ya?" Tanya Arka masih belum bisa menebak siapa cowok tersebut.
"Kalau gak salah dia pakai mobil CRV grey, dengan plat B 494 S" lanjut Noval memberi clue
"CRV grey B 494 S?" Ulang Arka, "lah itu mah si Bagas, Masval" ucap Arka yang berhasil mengetahui siapa cowok itu.
"Bagas?" Ulang Noval dengan tampang sedikit menahan kesal.
Mendengar nama Bagas di sebut oleh Arka, Noval langsung memasang wajah datarnya.
Arka sendiri melihat perubahan raut wajah dari Abang satunya itu.
Dengan senyum tipis, ia memiliki ide untuk memperi pelajaran pada abangnya Satu ini.
Arka mengangguk "iya bagas. Cowok yang ngejar-ngejar Dita dari zaman SMP sampai awal SMA. Tapi kan Masval tau kalau Dita malah ngejar masval" ucap Arka membuat Noval meliriknya sekilas.
"Tapi itu dulu loh Masval waktu masih baru masuk SMA, sekarang adek udah gak tau kelanjutan cerita mereka, udah jadian atau belum. Dita udah lama gak cerita ke adek lagi. Tapi adek sering sih liat mobil Bagas mampir kerumah Dita" lanjut Arka memanas-manasi Noval.
Dan sepertinya itu berhasil jika melihat tampang Noval yang sudah menegang dengan wajah yang memerah dan juga tangannya yang sudah mengepal diatas pahanya.
Dalam hati Arka sudah menertawai tampang kesal dari abangnya itu yang percaya dengan ceritanya.
Padahal semua ceritanya itu adalah bohong belaka. Arka kenal betul siapa Bagas itu, Bagas adalah teman mereka se waktu SMP yang sampai sekarang berlanjut berteman dengan Dita.
Dan Arka tau betul kalau Bagas dan Dita itu pure berteman karena Bagas sudah punya pacar yang Satu sekolahan dengan Arka.
Arka melirik Noval yang terdiam ditempatnya dengan senyum tipisnya.
Makanya kalau suka itu bilang Masval bukan di pendem, emang gak capek apa nunggu. Batin Arka bergumam.
Noval melirik jam di tangannya lalu berdiri dari duduknya "yaudah Masval balik ke kantor ya Dek, bilang sama Bunda Abang pamit" alasannya pamit, padahal nyatanya ia ingin segera pergi dari hadapan Arka agar bisa melupakan kekesalannya Yang dari tadi rasa kannya sampai saat Arka menceritakan hal yang membuat emosinya kian naik.
Arka mengangguk "hati-hati Masval" balasnya ucapnya berusaha telihat tenang.
Tapi setelah suara mobil Noval terdengar menjahui rumahnya tawa Arka Yang dari tadi ditahannya pecah begitu saja membuat Nana dan Zeka yang berada didapur datang menyamperi Arka dengan tampang bingug dan bertanya.
"Dek, kenapa? Sehatkan?" Tanya Nana khawtir.
Arka yang masih tertawa ngakak hingga guling-guling dikursi tak bisa menjawab pertanyaan dari mamanya itu.
"Dek, kenapa? Jangan bikin mama takut ih" ulang Nana kembali.
Arka berusaha bantun dari tidurnya masih dengan sisa-sisa tawanya "itu Masval" ucapnya masih terkikik.
"Masval Kenapa?" Tanyanya Nana penasaran.
Zeka yang ada disana sudah duduk disamping Arka tidak mempedulikan percakapan kedua orang dewasa itu, ia asik menghabiskan minuman Arka yang masih tersisa banyak.
"Masval cemburu liat Dita jalan sama cowok di McDonald's tadi" jawab Akra menyudahi tawanya Yang membuat perutnya kram.
"Cowok? Siapa?" Tanya Nana penasaran.
"Itu Bagas. Temen adek waktu SMP yang sekarang satu sekolahan sama Dita juga, yang sering mampir dirumah Dita itu ma" jelas Arka membuat Nana mengangguk paham.
"Oh itu. Dita sama Bagas pacaran? Bukannya Dita suka sama Masval ya Dek?".
Arka menjawab dengan gelengan "Gak ma, mereka temenan kok, Bagas udah punya pacar di sekolahan adek. Tapi tadi adek bilang aja kalau Dita sama Bagas lagi pedekate" jelas Arka kembali tertawa mengingat tampang kesel yang jarang di lihat nya dari abangnya itu.
Melihat Arka tertawa membuat Nana ikutan tertawa bersama anaknya itu "adek rese ih, ntar kalau Masval tau adek bohong gimana?".
"Biarin ma, salah Masval sendiri Udah tau suka tapi sok-sokan jadi tsundere gitu" timpal Arka yang dianggukin Nana.
"Sekali di panasin gitu langsung kebakaran jengkotkan" lanjutnya kembali tertawa bersamaan dengan Nana.
Nextπ
__ADS_1
19-03-2020