VERLOREN

VERLOREN
Chapter 10


__ADS_3

Chapter 10


“ Rachel sekarang kamu sudah boleh pulang tapi ingat, minum obatnya ya !” kata dokter sambil tersenyum


“ Wali Rachel, Ibu Suryati, jadi Rachel ini mengalami DIMENSIA SENELIS karena ia sering menganggap bahwa dirinya sangat kesepian, dan itu buruk untuknya dan pertumbuhannya, saya takut kalau ini akan mengancam psikologisnya oleh karna itu pastikan ada seseorang yang selalu setia mendampinginya untuk mengurangi kemungkinan bahwa ia akan menjadi sedikit bingung. Saya memberikan beberapa obat untuk mengurangi gejalanya yaitu sering pingsan, selalu mengurung diri dikamar, dan nafsu makannya tak seperti biasanya, tolong dikontrol ya bu. ” kata dokter itu


“ Terima kasih ya dok ” kata bunda lalu kami keluar dari ruangan dokter itu dan pulang “ Inget Ra, kalau ada apa - apa ngomong sama bunda, bunda siap sedia kok buat dengerin kamu ” kata bunda ketika perjalanan pulang


Sesampainya di asrama.


“ Rachel ! ! ” “ Hai ! Rachel ” “ Rachel ” “ Kamu kemana aja ra ? Kami kangen loh sama kamu ” aku menjawab pertanyaan – pertanyaan mereka dengan tersenyum


“ Oh iya bun, hand phone aku mana ? ” tanyaku sambil menadangkan tanganku “ Sebentar bunda ambil dulu ya ” kata bunda. Aku ingin tiduran dikamar ah … sakit sekali kepalaku seakan - akan di remas – remas


Tok tok tok … ( seseorang mengetok pintu ) “ Rachel, bunda cariin kamu kemana aja ? Ternyata di kamar, nih, hand phonenya, bunda bingung kok kamu bisa punya benda secanggih ini ternyata karena ayahmu orang mampu toh … baterainya masih ada, karena bunda tinggal dalam keadaan mati, bunda keluar dulu ya, mau nyuruh mandi anak – anak, jadi kamu istirahat dulu aja disini, di rumah sakit kamu sudah mandi kan, bunda tinggal ya ” kata bunda sambil memberikan hand phone ku


Hah … ( menghela nafas ) seharusnya dulu, Daniel jangan pergi, seharusnya ia tetap disisiku, disini ! eh … kok ada banyak pesan ini dari HAH ! ! ! Dari Daniel ?


From: Daniel


. Ra, sebenernya aku tidak pergi jauh, aku hanya ingin kamu aman, yang mereka incar itu aku ! bukan kamu, jadi aku hanya mau menjaga jarak sedikit saja dari mu kamu tau aku tidak bisa tanpa mu


. Rachel kok kamu disana ? Di rumah besar itu ?


. Kok banyak anak - anak ra ?


. Rachel ! Kamu kok enggak bales? Oo … mungkin low battery karena aku enggak ngasih chargernya, maaf ya, minjem orang dulu, nanti aku kasih lewat pos


. Tungu yaa ! ! !


. Sudah ku kirim kamu dimana ?


. Ra, sekarang aku lagi lihatin kamu main sama anak - anak lain, sampe basah gitu ya ampun


. rutinitas ku sekarang di perpustakaan dan membaca buku ra, dan kayanya kisah kita harus jadi buku deh !


. Pasti seru ! ! !


. Ra, kayanya kamu belum nemu charger yang ku kirim ya, mau ku kirim lagi? Uangku masih banyaaaaaak


. Ra, ngambek?


. Ra gawat, kayanya aku mulai puber deh ! Aku mulai memikirkan hal - hal jorok, aduh bagaimana nih ?


, akhirnya aku baca buku romansa deh, abisnya bikin deg - deg an


. Hari ini aku dapat pekerjaan tapi jadi tukang sapu jalanan, tak apalah biar bisa lanjut sekolah smp aku


. Kata buku yang ku baca kemarin, aku bisa ambil sekolah paket ! ! !


. Tapi ambil sekolah berbentuk paket dimana ya ? Kamu tau ?


. Oh iya, Kamu tidak pernah keluar dari rumah itu ? Kamu memang tidak sekolah ?


. Bagaimana lulusan sd mu ?


. Bukannya kamu mau jalan - jalan denganku ?


. Aku rindu rumah tua di tengah hutan itu. Kamu gimana ?


. Sepertinya kamu sangat menyukai rumah besar itu, kamu sudah lupa padaku ra ?


. Ada seorang wanita dewasa sepertinya ia sudah seumuran denganku, dia mennyakanku, aku lahir tahun berapa, aku harus jawab berapa ra ?


. Katanya wajahku terlihat muda


. Sepertinya wanita ini menyukai ku, apa aku tinggalkan saja kamu ?


. Ha ha ha ha tenang - tenang, aku ini pria yang setia kok


. Eh, dia menyatakan perasaanya padaku, aku harus bagamana?

__ADS_1


. Ah,maaf ra, aku menerima dia jadi pacarku


. Gak deh bohong, mana mungkin aku meninggalkan adik kesayanganku


. Umur kita sekarang sudah jauh sekali loh.


. Eh … tadi pagi aku membantu ibu - ibu yang sedang memindahkan barang rongsokan dan membantunya, beliau bilang padaku, aku anak yang baik, tampan dan beliau bilang kalau aku punya istri pasti istriku sangat bahagia


Apakah aku terlihat begi tua ra? Sehingga ibu – ibu itu menyangka kalau aku sudah menikah


. Nih fotoku ketika aku berfoto di taman tengah kota


. 20091221fotoku.jpg


. Ra, lagi apa?


. Aduh cape nih, pulang kerja


Kamu belum menikmati gajiku yaa, … keluar dong aku tunggu di depan jalan ya


Ra, kamu ga mau jalan keluar, raaaa


. Udah malem, kamu gamau keluar aku tunggu loh … yaudah deh aku pulang ya, dadah..


. Ra, aku kecelakaan. Jadi tuh aku lagi nyapu jalanan, eh …. Gagang panjag sapunya itu tertabrak mobil badanku tertolak dan ter tabrak oleh mobil dibelakangnya, jadi sakit deh


. Tapi sudah di perban kok, jadi kamu jangan khawatir nih,


. 20091215fotoku.jpg


. Lihat sudah diperbankan?


. Kata dokternya aku ga bisa jalan dulu, jadi tunggu aku sembuh lalu keluar rumah besar itu ya


. 20091214fotoku.jpg


. Ini pemandangan rumah sakitnya bagus ya …


Gratis lagi, karena kecelakaan saat bekerja


. Ra, hutan kita terbakar ra ! ! ! hutan yang ada rumah tua nya, bagaimana ini ? dalam 1 jam kalau kamu tidak keluar aku akan ke hutan sendirian, bagiku rumah itu sangat berharga ra,


. Akhirnya aku naik taksi deh, aku duluan ya …


Huaaaa ~ ~ ~ ~ rumah tua kita juga terbakar, gimana dong Ra? Yang penting kamu aman deh love you Ra!


. Ra, kayanya ada yang ngikutin aku deh dari kemarin, dari pas aku ke hutan


. Kamu ?


. Ternyata poliddsssd


. Polisi


. Aduh, padahal udah dua bulanan, kok mereka masih ngincer aku sih ?


. Ra tolong aku, aku ada di sini di dekeet rumah besarmu


. Tolong ra ! !


. Aku percaya padamu ra ! ! !


. Raaa ! ! ! aku lari ke jalan raya yah, buat nyamar ! di kerumunan orang - orang


Babai … love you Rachel Pandiaaangan


Ah ? Daniel ? Daniel ?


Aku berlari sambil menangis dan sambil memegang hand phone ku, aku menangis keras, keras sekali, ketika aku butuh Daniel, Daniel selalu ada, dan ketika Daniel butuh aku, aku tidak pernah ada disisinya, bagaimana ini ? Akkh … perasaan LELAH ini lagi, aku, aku


brugh ! (aku jatuh )

__ADS_1


Ah … kepala ku sakit,


Bunda datang dan langsung memeluk ku, “ Kamu tidak apa - apa ra ? Bunda khawatir loh, kenapa sih kamu lari - lari sambil nangis gitu ? ” Tanya bunda sambil mengelus kepalaku


“ Bunda ~ ~ ~ oh, hand phone aku mana bun ? ” tanyaku “ Oh, handphone mu itu rusak, bunda service dulu deh, abisnya kayanya kamu sayang banget sama hand phone itu jadi bunda langsung service ” kata bunda, lalu bunda bertanya lagi “ Memang ada apa Ra ? Coba cerita dulu sama bunda ”


“ Bundaaa ~ ternyata Daniel mengirim pesan padaku, dia mengalami banyak kesusahan karena aku, karena aku … dia tertabrak mobil, lalu sendiri, dia dapat kekasih baru, lalu rumah tua kami kebakaran, dia selama ini mengintai ku, dia memperhatikan ku, dia setia, bahkan dia menunggu lama sekali, oh ! ! ! jadi semak semak yang selama ini suka bergerak sendiri itu dia ? astaga, aku tidak menyadarinya. Ia kesepiaan, sedangkan aku bermain dengan anak – anak, dan di pesan itu, ada yang terakhir ia kirim yang tertulis, ‘I love you Rachel Pandiangan’ hancur aku ! aku merasa aku tidak berguna untuk hidup, kenapa enggak aku aja yang mati ? … .” kata ku sambil menangis tersedu – sedu


“ Eits ! ! tidak boleh berbicara seperti itu, ini semua adalah takdir, kamu harus menerimanya dengan lapang dada, Rachel tau kan kalau Daniel sangat sayang pada Rachel, sehingga ia mengorbankan dirinya, supaya kamu ! Rachel pandiangan ! bisa hidup dengan aman dan nyaman, itu yang diinginkan Daniel, jadi kamu hanya perlu mewujudkannya, yaitu hidup dengan aman dan nyaman, kamu harus mewujudkan keinginan Daniel, itu keinginan terakhirnya, itu kewajibanmu yang mutlak dalam hal ini, jadi Rachel harus sehat sehat, jangan bikin hidup Rachel terganggu karena hal ini mengerti ? ” kata bunda, lalu aku mengangguk


“ Bunda ini lulusan psikopat ya ? ” Tanya ku “ Bukan psikopat, tapi psikolog ” jawab bunda sambil tersenyum


“ Rachel tau ? ” Tanya bunda “ Enggak, kenapa ? ” jawabku


“ Bunda, juga seorang penulis loh, bunda mau bikin kisah kamu jadi sebuah buku, dan kamu bisa menentukan kamu mau beri judul apa atau apapun itu, bisakah kamu mengizinkannya untuk bunda ? ” Tanya bunda


“ Em … tunggu pas sampai dirumah ya, Rachel pikir pikir dulu ” kataku sambil bergaya berpikir, bunda pun tersenyum tersiratkan mengatakan bahwa ‘ ih, anak ini ’


“ Gimana ra ? Boleh ? ” Tanya bunda ketika sarapan pagi “ Tunggu sebentar ya bun, ” jawabku dan langsung lari menuju kamarku,


“ Boleh kok bun, tapi jangan lupa cantumkan ini ” kataku sambil memberikan robekan kertas “ Apa ini Ra ? ” Tanya bunda sambil melihat - lihat sehelai kertas itu “ Itu puisi pertama yang dibuat oleh Daniel, tapi menggunakan bahasa kami. ” jawabku “ boleh ibu tahu apa arti dari simbol – simbol ini ? ” Tanya bunda


“ Boleh, tapi ketika ibu membukukan kisahku, jangan di tulis ya artinya, itu rahasia ” jawab ku, lalu bunda mengangguk


Aku melihatmu lagi hari ini


Di jalanan kerumunan orang


Menepikan rambutmu ke belakang telingamu


Bolehkah aku mengabadikanmu dipikiranku ?


Aku meletakan perasaanku di buku ini


Setelah bulan, diawal pagi menyongsong


Serpihan kata - kata ini menuju ke arah mu


“ Wah, tapi sepertinya itu bukan puisi ” kata bunda “ Aku juga kurang tahu bunda hehe … ” kataku


“ Bunda hand phone ku sudah sembuh ? soalnya aku pengen nulis pesan pesan Daniel ke dalam buku besar ku ” tanyaku sambil lanjut sarapan “ Nanti bunda cek dulu ya ke tokonya, katanya sih enggak lama, seharusnya sekarang sudah selesai ? ” kata bunda



“ Mana bun ? Belum sembuh juga ? ” tanyaku ketika bunda pulang dari toko “ Ra, coba jujur sama bunda dimana kamu dapat hand phone secanggih itu ? omnya bilang kalau hand phone ini seharusnya belum dibeli, dan ada padamu ? coba jelaskan ke bunda ” kata bunda “ Kan bunda tahu kalau ini hand phone dari Daniel, Daniel mengambilnya dari toko, lalu memberikannya padaku, jadi Daniel hanya menaruh uangnya di dekat hand phonenya, mungkin, tapi tidak tau juga sih, trus gimana bun ? Gabisa balik hand phone ku ? ” Tanya ku


Bunda menggeleng, lalu secara tidak sadar air mata jatuh dan menggelinding di pipiku.


“ Bagaimana bisa bun ? Bukannya kalau kita memegang hand phone tersebut, hand phone tersebut menjadi milik kita ? Bagaimana bisa bun? Hanya itu satu satunya bukti kalau Daniel sangat memperhatikanku, bunda tolong ! ayo, kita ke tokonya bun, ayoo, aaa ~ ~ ” tangisku


Aku tidak mengerti mengapa seakan akan dunia memisahkan aku dan Daniel ? sungguh kacau, aku merasakan aakh … Lelah ini lagi


“ Ayo, ayo bunda temenin, tapi kamu jangan nangis ya, jangan pernah berpikir kalau kamu itu sendiri ” ajak bunda lalu bunda menarik aku masuk kedalam mobil dan kami pergi ke toko tersebut


“ Maaf nak, kami tidak bisa, besok hand phone ini akan kami serahkan ke pusat untuk di reset ulang ” kata om tersebut “ Aku mohon om, hanya hand phone ku saja, berapa sih harganya? Aku beli kok … ” permohonan ku “bukan masalah harganya nak, kalau kamu mau beli, kami harus memberikan yang baru, oleh karena itu, hand phone ini kami reset terlebih dahulu, ” jawab omnya yang terdengar sangat rasional


“ Enggak ! ! ! Jangan di reset, JANGAN ! ! aku hanya perlu itu, hanya itu, aku Cuma mau chatan nya, chatan nya ! ! aku Cuma mau itu ! Tidak bisakan om menyalin pesannya ? Aku hanya butuh pesannya, pesan dari Daniel aku mohon, aku mohon, om tidak tahu ya ? hidup ku ini sudah sangat rumit dan om mau memperumitnya lagi ? Om mau mendengarkan ceita hidupku ? mungkin hanya 100 orang dari jumlah populasi manusia di bumi yang mengalami hidup serumit hidupku, lihat ! ! umurku baru 12 tahun 9 bulan lebih 1 minggu, tapi caraku berkata kata sudah seperti orang dewasa bukan ? Aku juga heran om, malah aku tidak jadi lulus sekolah dasar karena permasalahan ini!! Sekarang om mau memperumitnya ? ” kataku


Ini hal paling menyebalkan dalam hidup, ketika kamu marah - marah, dan marah - marah. Tiba tiba air mata mu jatuh, kamu pasti sangat kesal dengan kejadian seperti itu. Aku juga


Bunda menangis di belakang ku lalu seorang perempuan datang entah dari mana ia mendengarkan ceritaku dan berkata “ Mereka hanya butuh salinannya, hanya salinannya, boleh kan mas ? Aku turut bersedih dengan anak ini ”


“ Baiklah, om akan memberikan salinannya, kamu jangan menangis lagi ya nak, tunggu disini sebentar om menyalinya dulu dibelakang ” kata om itu sambil mengelus – eluskan rambutku


Aku tersenyum kearah bunda, dan baru menyadari kalau bunda benar - benar menangis


“ Nih, jangan sampai hilang ya, karena aku tidak akan memberikan salinannya lagi ” kata om itu “ Terima kasih om, kami pulang dulu ya, dadah ! ” kataku sambil melambai - lambaikan tangan “ Hati – hati ! ” kata om


Asik, dapet salinan chat dari Daniel, nanti sampai dirumah bisa langsung temple deh … haa … senangnya. Dapat barang untuk mengingatkanku pada Daniel


Ah ~ ~ sudah saatnya aku berpisah dari bunda yati, ayahku sudah menjemput dan katanya kasusnya sudah selesai, berat untuk melepaskan bunda yati, beliau adalah orang yang baik, pengertian dan sangat penyayang, aku sangat bangga pada bunda yati, sehingga aku mempromosikan bunda yati kepada ayah, dan ayah hanya mengatakan

__ADS_1


Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan ayah


Aku tidak tahu apa artinya, tapi sepertinya aka nada berita baik, ternyata bunda benar, bahwa ayah sangat menyayangi aku, meski aku bukan anak kandungnya. Bunda benar tentang segala hal, segalanya, mungkin karena ia adalah seorang psikopat, eh … bukan … psikolog


__ADS_2