
Chapter 9
“ Bunda, bunda … minggu depan aku pulang ya ? Nanti aku pulang kemana bunda, sepertinya ayah sudah tidak perduli lagi pada ku. Dan lagi seharusnya aku sudah lulus sekolah dasar, pasti ayah akan marah sekali ketika bertemu dengan ku ” kataku sambil menunduk
“ Tidak mungkin, ayahmu pasti sayang padamu, karna kamu adalah anak nya ” kata bunda “ Tapi kan aku bukan anak kandungnya, aku hanyalah anak pungut yang sama sekali bukan darah dagingnya ” kata ku yang tiba tiba mulai menangis
“ Kamu bukan darah dagingnya ? ” Tanya bunda
“ iyah, jadi kata ayah, dulu ketika umurku kurang lebih 3 bulan, ayah dan ibu kandung ku mengalami kecelakaan, dan hanya aku dan ibu ku yang selamat, dikarenakan balon yang di depan stir ayahku tidak muncul keluar jadi kepala ayah ku terbentur keras hingga tak bisa di selamatkan, lalu ibu ku menikah lagi karena tidak sanggup mengurus ku sendirian, itu lah ayahku yang sekarang. Ibu kandungku terkena kanker serviks, aku pun tidak tau apa penyakit itu, lalu beliau meninggal. Dan ayah baru ku menikah lagi dengan seorang gadis kaya, terkesan elegan, cantik lalu pada awalnya ia terlihat sangat mencintai ayahku dan ternyata istri barunya selingkuh di depan mataku, makanya ku pikir tak akan ada yang menyayangiku, karena tak satu pun dari mereka memiliki aku ” jelasku sambil menangis tersedu - sedu
“ Aku, aku juga tau kamu bukan anak ku, dan aku juga tau, kalau anak - anak lain bukan anak ku tapi aku tetap mengasihi dan menyayangi mereka sebagaimana aku mengasihi dan menyayangi anak ku, meskipun nanti ada dari mereka yang pergi, aku ikhlas lahir dan batin, karena semuanya hanyalah titipan Tuhan, jadi aku percaya bahwa ayahmu menyayangi mu seperti anaknya” jelas bunda yati sambil mengelus - elus rambutku.
Air mata di ujung mataku pun akhirnya jatuh, dan kami berpelukan untuk perpisahan terakhir kalinya.
“ Ra, nanti sore ikut bunda ke kantor polisi ya, bunda mau melaporkan kisah mu ini, tapi tenang saja soal buku mu itu akan aman karena tidak ku catat sebagai bukti ” kata bunda sambil menggosok baju
“ Bunda, hand phone ku mana ? Bunda janji sama aku ” kata ku sambil menadangkan tangan “ Nanti setelah dari kantor polisi ya, nanti bunda langsung kasih setelah laporan ” kata bunda. Percaya ku ku berikan pada bunda yati, haah ~ ~ ~ leganya aku setelah sekian lama belum mendengar suara Daniel. Mungkin sekarang dia sudah bersuara seperti kakek – kakek hi hi hi hi
Di kantor polisi, ruangan kepala kepolisian
Aku sudah tak asing dengan ruangan ini, entah mengapa, seperti berada di rumah sendiri. Ketika bunda sedang berbicara di sofa itu aku duduk di kursi pak kepala, Aah ~ ~ empuk ~ ~ berputar ke kanan ke kiri, waa ~ ~ dingin
Tiba tiba seseorang datang tanpa mengetuk pintu, dengan wajah sumeringah lalu berkata “ Pak, kami sudah menemukan penjahat itu, dia sudah langsung kami bunuh, jadi kasusnya tidak akan merembet ke pemerintahan pak, sesuai dengan apa yang bapak perintahkan ” kata orang tersebut yang terlihat seperti kaki tangan bapak polisi itu
Tunggu, dia bilang apa ? Membunuh ? Jadi bapak kepolisian, yang ku kira baik ini bisa membunuh orang, waa ~ ~ aku tidak menyangka, memang dunia ini kejam, tanpa alas an, aku heran seberapa sabar para korban menghadapi system keamanan seperti itu
“ Eh… ibu pskiater yang merehabilitasi korban ya ? tenang bu, kasus ini akan selesai, jadi ibu tenang saja, pelakunya sudah kami bunuh kok, meski pun terlihat bukan dia tapi, sidik jari menunjukan bahwa itu dia ” kata paman yang baru datang itu.
“ Hei paman tua apa maksudmu? Siapa yang di bunuh siapa ? ” kata ku sambil menunjuk paman itu “ Eh, ada si korban, bagaimana kabarmu nak ? Mulai membaik ? ” kata paman itu sambil berjalan mendekati aku
“ Paman ! ! ! ! Paman membunuh Daniel ? Paman membunuh abang ku ? Orang yang tidak bersalah itu ? Kau sudah gila ya ? aku sudah mengatakannya berkali kali, bahwa dia bukan pembunuh! Mengapa kalian tidak percaya, pak kepala juga sudah perca . . . . ” kataku lalu berdiri dari kursi itu dan berjalan ke arah pak kepala kepolisian
“ Bapak bilang bapak percaya pada saya ! Bapak sudah mengatakan bahwa saya dan Daniel tidak bersalah tapi mengapa bapak menghukum dia ? Dia … dia … dia bapak bunuh ! Bapak bilang bapak PERCAYA, saya rela menuruti pekataan bapak untuk tinggal bersama bunda yati, saya mengikuti perkataan bapak bahwa SAYA harus mengakui di muka umum bahwa daniel adalah orang aneh ! Tapi mengapa bapak seperti itu pada saya ?, saya kira bapak adalah orang yang bisa saya percaya ” kata ku sambil menangis lalu duduk memegang kakinya
__ADS_1
“ Kumohon, kalian harus percaya padaku bahwa itu adalah Daniel. Dia adalah Daniel, dan dia tidak membunuh orang, kumohon hidupkan dia, kenapa tidak ada yang percaya padaku, yang kuceritakan semuanya adalah kebenaran ! ! ! bunda percayakan padaku ? ” tangisku dikantor kepolisian itu.
“ Maafkan bapak Rachel, bapak lupa pernah memberikan tugas itu kepada anak buah bapak, bapak tidak tahu akan menjadi seperti ini, bapak hanya ingin kasus ini cepet selesai karena bapak kasihan denganmu, bapak juga kasihan dengan diri bapak sendiri, dimana tidak ada yang memercayai bapak dan kamu, bapak sungguh menyesali itu Rachel, bapak minta maaf, bapak benar \- benar lupa, maafkan bapak ” kata bapak kepala kepolisian sambil sujud di depanku, sepertinya dia benar \- benar menyesalinya
“ Apa ini ? Aku tidak mengerti apa \- apa disini ? Mengapa semua orang menangis ? Ada apa ? apa saya membuat kesalahan pak kepala ? ” Tanya paman yang baru datang itu
Huaaaaa … … … … … … … \(tangisan ku dikantor polisi itu \) pikiranku kacau, semuanya hancur tak ada lagi yang dapat ku harapkan dalam hidupku, aku, aku tidak mengerti dengan situasi ini, dan aku pun tidak mau mengerti, apa yang harus aku lakukan ? Apa kesalahanku ? Dimana aku dapat bersandar disituasi seperti ini ?
Sesuatu terlintas dipikiranku, bahwa aku. Rachel Pandiangan yang baru saja berusia 12 tahun 9 bulan. Sudah mengalami kejadian berat seperti ini. Aku tidak mengerti lagi, yang aku pikirkan hanyalah bahwa aku. HANYA AKU. Yang mengalami sebuah kekacauan paling kacau dihidup ini. Yang mengalami sebuah kejadian paling absurd dalam hidup ini
Sujud jatuh aku dibuat situasi itu, semuanya, semuanya telah diambil! Dirampas, bisakah waktu tidak berputar ketika aku bersama Daniel ? kacau !
Aaaagh … aku lelah, lelah sekali, mulai dari kematian ayahku, ayah baruku yang super sibuk, kematian ibuku karena kanker itu, dan aku sendiri, laludatang seorang teman yang baik, lalu menjadi sahabat, menjadi kekasihku, lalu setelah kebahagiaan itu, kebahagiaan yang berasal dari orang sesederhana itu
Dunia seperti melarang ku untuk bahagia, dunia merenggangkan waktu kami, usia kami, lalu sekarang dunia memisahkan kami, kami benar - benar terpisah dan tak akan pernah bertemu lagi, aku. AKU LELAH dengan semua ini lelah sekali ! ! ! aku belum kuat, dan aku tidak akan kuat aku sangat LELAH
.We keep this love in a photograph, we made this memories for ourselves and time forever frozen still.
BGS: Photograph – Ed Sheeran
Rachel:
Daniel:
No one can rewrite the star, how can you say you’ll be mine ? , everything keep us apart. And I am not the one you were meant to find … …
Rachel:
You know I want you, it’s not a secret I try to hide, but I can’t have you, we’re bound to break and my hands are tied
BGS: Rewrite The Star – James Arthur, Anne Marie
Kresek kresek … . Dimana, dirimu beradaaa … … hampa terasa hidupku tanpa dirimu, apakah … kresek kresek …
__ADS_1
Sound: Hampa
Suara, aku mendengar suara, seperti suara kaset rusak, akh … tolong matikan itu, ish … terang sekali, dimana ini ? selimut putih, selang, infusan, seorang ibu - ibu, eh … bukan ini bunda yati. Kok ada bunda? Ini seperti
Rumah sakit
Aku meraih tangan bunda yang terletak di perutku, “ Bun, ” kataku “Emh … kamu sudah sadar, ah ~ syukurlah … ” kata bunda sambil tersenyum padaku
“ Kok aku bisa disini bun ? Boleh matiin lagunya bun ? Sepertinya signal radionya jelek ” kataku sambil menunjuk kearah sumber bunyi itu lalu, aku mencoba untuk duduk, akh … terasa berat sekali badanku. Bunda mematikan sebuah benda di pojok ruangan ini, lalu kembali duduk disisiku
“ Kemarin, dikantor polisi kamu pingsan, dan semua orang panik, termasuk pak kepala kepolisian itu, ini surat permintaan maafnya padamu ” jelas bunda yati “ Apakah ayahku datang bun ? ” tanyaku sambil merapihkan rambutku sam acak – acakan. “ Kemarin beliau datang, tapi kamu belum siuman, jadi beliau menitipkan mu pada bunda ” jelas bunda sambil mengikat rambutku
Tok tok tok … ( suara seseorang mengetuk pintu ) lalu seorang suster cantik masuk dengan membawa nampan yang berisikan makanan diatasnya “Permisi, ini makan siangnya, dihabiskan ya. Jangan lupa minum obatnya ” kata suster itu lalu pergi begitu saja
“ Bun, aku sendiri disini ? Mengapa ruangan ini hanya mempunyai 1 tempat tidur, kan boros, disana ! Seharusnya bisa tempat tidur lagi, malah ada tv - nya besar sekali. Eh… itu bunga untuk aku bun ? ” tanyaku sambil menunjuk – nunjuk dan melihat kesegala penjuru kamar
“ Bunda juga tidak tahu, setahu bunda, semakin sedikit kamarnya semakin mahal pembayarannya, mungkin pak kepala kepolisian sangat merasa bersalah padamu, jadi dia memberikan sebuah permintaan maaf yang tak terlihat, kalau soal bunga itu bunda kurang tahu, mungkin itu hanya hiasan disini, bukan untuk mu ” Jelas bunda sambil menarik meja lalu meletakan makanan di hadapanku
“ Ha ? Pak kepala kepolisian yang membayar ? tapi mengapa ? Kan ayahku termasuk orang mampu ? ” tanyaku, lalu bunda menyuapi aku, dan mulutku pun penuh. Bunda hanya mengangkat kedua bahunya secara bersamaan, seperti mengatakan bahwa ia tidak tahu
Setelah habis bubur tidak jelas ini bunda menyuruhku meminum kuah sopnya yang belum tersentuh sama sekali, terpantul wajahku kesup tak berasa itu
“ Bunda ! ! ! Kok mataku bengkak ? ” tanyaku sambil mencari cermin. “ Kamu kan nangis kemarin, jadi bengkak, bunda aja heran kok ada orang yang bisa nangis ketika tidur. Hadeh … kamu ini ” kata bunda sambil merapihkan peralatan makan itu, dan menyingkirkannya dari hadapanku
Aah ! ! Jadi selagi memimpikan itu aku menangis, tapi backsound mimpiku bagus banget, ga ngerti lagi, seakan – akan akulah tokoh lagu itu.
“ Kamu istirahat dulu aja, nanti bunda bangunin 10 menit lagi untuk minum obat ” Kata bunda lalu menarik selimut ke arahku
Sambil tiduran aku menatap bunda yang sedang mengikat rambutnya, terlintas dipikiranku untuk berterima kasih pada bunda, bunda yang awalnya aku kira jahat karena menyuntik aku, ternyata ia baik, baik sekali
“ Oh iya bunda, asrama kita gimana bun ? Siapa yang mengurusnya ? ” Tanya ku “ Teman bunda sudah menanganinya ra, jadi tidak usah kuatir oke ! ” kata bunda sambil mengelus rambutku, “ Bunda, terima kasih ya, selama ini bunda baik banget sama aku, bunda sudah menikah belum ? ” Tanya ku sambil bernada lucu
“ Baru tahun kemarin bunda lulus, masa mau langsung nikah, lagian juga kayanya tidak ada yang mau sama bunda ” jawab Bunda Yati “ Mungkin ayah baruku mau ” kataku yang tetap bernada lucu
__ADS_1
Bunda menggeleng sambil tersenyum lalu berjalan ke arah toilet