
Chapter 12
“ Rachel ! Besok kan kamu anniversary, kok ga siap – siap ? ” Tanya Martha dengan kasar “ Kan besok, masih lama lah, palingan 1 jam sebelum pergi ” jawabku sambil mengasah kuku “ Bukan itu maksudku keong ! Maksudku maskeran, gulungin rambut dan lain lain ” katanya “ Ah… males ah ! ” kataku yang memeragakan gerakan malas
“ Gak boleh malas, ayo sini aku maskerin ! ” kata martha dan langsung menarikku masuk ke kamar mandi dan dia mencucikan muka ku.
“ Mukaku dikasih air panas tolong bundaa ini pelecehan ! ” teriakku dengan nada datar “ Ini bukan dikasih air panas keong, ini di steam biar pori - porinya terbuka, lagian juga kalau aku siram kau pake air panas, itu bukan pelecehan keong, itu kekerasan gimana si kau. Besok besok aku ajalah yang jadi pacarnya Daniel, ” kata Martha
“ Ambil aja, ” kata ku “ Hah ? Serius boleh ? ” teriak Martha yang antusias “ Boleh tapi tunggu aku mati dulu ya, atau di kehidupan selanjutnya aja oke ! ” kataku yang mengerjai dia. Dan dia menggeleng lalu meremas pipi ku
“ Liat, cara ngoles maskernya tuh harus segaris, gaboleh ngulang - ngulang oke, biar nanti kalo aku pergi, kau bisa cantik sendiri ” kata Martha “Dengar ya mama Martha, aku tuh kalo enggak diapa apain juga sudah cantik mama mengerti ? ”
Dia Martha, temanku yang paling lucu, logat bataknya membuatku tertawa, dia orangnya seru, aku menyayanginya. Meskipun aku selalu bersama Daniel dia sangat perhatiaan padaku, martha kamu pantes dapet sesuatu yang menakjubkan dari dunia ini, lihat cara dia menggulung rambutku, seperti ibu kos. Ha ha ha ha
“ Kenapa tertawa ? Aku lucu ya ? ” kata martha sambil berlagak imut
“ Iya iya, kamu lucu ” aku pasrah dengannya dia tuh lucu banget, tubuh mungilnya, pipi tembamnya seperti meneriakan ‘ aku lucu ! ! ! ’ marthaa ~ ~ martha ~ ~ .
Keesokan harinya.
“ Maaf ya Rachel, karena tidak bisa mengajakmu ke tempat yang bagus di anniversary kita yang ke 3 tahun, tapi aku janji tahun depan kita ke dufan deh ~ ” kata Daniel yang sedang duduk dikursi taman
“ Tak apa han, ini saja sudah cukup kok, pemandangannya bagus rumputnya hijau, aku suka sekali, belum lagi aku tiduran dipangkuanmu, itu sudah cukup bagiku han. Kamu tau? Wilayah ini adalah wilayah konstruksi ayahku, tapi bukan disini, kurang lebih 400 meterlah dari sini ” kataku sambil melihat hijaunya pemandangan
“ Ooo … Rachel, kamu tau.? ” Tanya Daniel yang sama sekali tidak membuat ku penasaran “ Apa ? ” tanyaku dengan wajah datar. “ Aku merasa seperti déjà vu ketika ditaman ini ” kata Daniel “ Déjà vu bagaimana maksud mu ? ” Tanyaku dan langsung duduk tegak disampingnya
“ Kamu tahu lapangan berumput hijau di hadapan kita ? Jadi tuh, aku seperti merasa aku pernah menunjukan hal yang kupercaya sejak kecil kepada seorang anak perempuan ” jawab Daniel
“ Hmm ? hal yang kamu percaya sejak kecil ? ” tanyaku lagi “ Aku percaya bahwa aku bisa terbang dalam keadaan tidur ” jawab Daniel sambil melihat ke langit “ Hah ? Maksudnya ? gimana caranya ? ” tanyaku yang tambah bingung
“ Lihat langkahnya nih Ra, pertama - tama kamu harus tidur dengan tenang, tanpa gerakan kurang lebih setengah jam ” Jelasnya sambil berbaring di rerumputan
What ? Berarti aku harus nunggu setengah jam ? tunggu, APA ? ? “ Coba ulang, gimana – gimana ? ” tanyaku yang seperti merasakan déjà vu juga !
“ Kamu harus tidur dengan tenang, tanpa gerakan kurang lebih setengah jam ” jelasnya lalu duduk di sebelahku lagi “ Ada apa han ? Kamu merasa aneh denganku ? ” Tanya Daniel yang terlihat khawatir “ Bukan, bukan begitu han, dulu ada seorang anak laki laki yang menunjukan cara itu juga, dan cara dia menjelaskan sama seperti caramu menjelaskan, namanya pun sama ! Daniel, tapi dia Daniel Hutasoit dan kamu Daniel Clinton Retify aku bingung ” jelasku
“ Tunggu kamu bilang, dani … Daniel Hutasoit. Aku pernah bermimpi, dan aku langsung mencatatnya karena takut lupa. Ini aku selalu bawa kertasnya aku baca in ya …
‘ halo, namaku Daniel Hutasoit, nanti kamu akan bertemu dengan seorang perempuan bernama Rachel Pandiangan, dia adalah pacarku dan aku adalah kamu. Aku tau ini sedikit membingungkan tapi Tuhan tak sejahat pikiran kita, Ia memberikan kesempatan padaku untuk tetap berhubungan pada Rachel tapi melalui kamu. Aku akan sangat berterima kasih padamu jika kamu mau menjaga Rachel mulai dari sekarang, sebagai gantinya buku yang sudah kubaca yang tersimpan dalam memoriku, kamu dapat memilikinya. Itu akan membantu kamu untuk menyelesaikan sekolahmu, em … apapun keputusanmu, aku akan menghargainya dan akan berterima kasih ” itu katanya
“ Em … setelah kamu menunjukannya, menunjukan hal itu. Apa yang kita lakukan kamu ingat ? ” tanyaku untuk menguji apakah benar yang dia katakan “ Aku kurang tau sih, sepertinya kamu marah - marah karena kita ketiduran kelamaan benar ga ? ” jawab Daniel
“ Iya benar, jadi kamu pacaran sama aku karena … ” tanyaku “ Awalnya sih gitu, tapi lama kelamaan ada perasaan yang tumbuh dan lama kelamaan aku kamu tak terpisahkan” sela Daniel untuk menyatakan yang sebenarnya
“ Kamu tau Rachel, aku merasa kamu adalah orang yang telah ditakdirkan Tuhan untukku. Sejak bersamamu semuanya terasa berbeda, seperti mendapatkan jackpot, ini sungguh membuatku bahagia ra, em… kamu boleh menganggap aku sebagai Daniel yang lain jika kamu mau, aku tau perasaanmu untuk Daniel yang lain lebih besar dari pada untukku. Jadi bagiku kamu tetaplah kamu, aku cinta kamu meski kamu menganggap aku adalah Daniel yang lain, it’s okay ” kata Daniel Clinton Retify lalu ia menunduk seperti orang bersalah
Aku merasa tidak enak padanya, tapi dia sangat baik padaku, apakah semua Daniel adalah orang baik ? aku tau masa lalu ku sangat buruk, bahkan hampir semua pak polisi menegenalku dapa masa itu. Aku merasa beruntung Daniel Hutasoit benar, kalau Tuhan tak sejahat pikiran kita.
Di sore hari yang hampir menjemput malam kurang lebih pukul 17 : 40 an aku berdiri dari kursi taman itu, berjalan ke hadapan Daniel yang sedang menunduk, dia hampir menangis. Aku, aku sudah dari tadi meneteskan air mata, pada anniversary kami ke 3 tahun. Menatap dengan tatapan bersyukur kepada Daniel, lalu memegang wajah Daniel mengangkatnya hingga menatapku, lalu aku menciumnya, setelah itu kuucapkan terima kasihku yang terdalam dan dia membalas ciumanku
Lalu rintik hujan turun dan mengganggu kami, kami langsung berteduh di samping gudang didekat panti asuhan Daniel Hutasoit, wajahku mungkin terlihat unggu \ merah sekarang, Astaga. Jika hujan tidak turun itu akan menjadi ciuman yang panjang
“ Kamu mau aku antar ketempat tinggal ayahmu ? Tidak mungkin kita ke asrama sekarang, hujannya deras sekali ” saran Daniel “ Aku sih tidak apa – apa, tapi kamu ? ” tanyaku sambil menyeka cipratan air hujan di kakiku “ Emm… tidak apa – apa yang penting kamu jangan basah. Baju mu putih ” kata Daniel. Dan aku baru sadar kalau bajuku putih, untung saja belum basah.
“ Ayo lari, nih pakai tote bag untuk menutupi kepalamu han ” kata Daniel “ Kamu ? ” tanyaku “ Tidak apa – apa ada payung ” jawab Daniel “ Maksud kamu aku pakai tote bag kamu pakai payung ? gak adil ” kataku yang hampir kesal “ Bercanda kok, kan tidak ada payung, gimana sih kamu. Nah dah rapih ayo lari ” kata Daniel yag baru saja selesai mengikat tali sepatu ku
Kami berlari sambil tertawa, wah… ini pertama kalinya aku mandi hujan. Selama ini aku belum pernah kepikiran untuk melakukan ini, ini seru sekali ! kami berhenti disetiap atap yang ada, setidaknya untuk istirahat.
Tok … tok … tok … ( aku mengetuk pintu ) “ Assalamualaikum ”
__ADS_1
“ Sepertinya tidak ada orang Rachel, kita lewat pintu belakang saja yuk ” saran Daniel
“ Kok kamu tau ada, … oiya ” kataku lalu menepuk jidat
“ Kita harus cepat masuk, ba, baju mu Rachel ” kata Daniel yang entah mengapa tidak berani menatap mata kuu, aaa ! Iya lupa baju putih Astaga ! ! ! aku langsung mengambil kunci pintu belakang dan membuka pintunya lalu masuk.
“ Assalamualaikum, ayah… bunda… adik…. Kamu benar, di rumah tidak ada orang. Yaudah aku ke kamar dulu mau ganti baju, kamu tunggu di ruang tamu, punya tangan kan ? Ambil minum sendiri yah han ~ ” kataku
Berjalan secepat mungkin ke kamar dan berganti baju, ketika bajuku baru sampai leher dan tangan kanan, bunyi keras di lantai kayu rumahku “ BRUUGH ! ! ” sebuah suara benda jatuh. Aku kaget dan langsung LARI keluar kamar tanpa menyelesaikan misi ku untuk mengganti baju. Aku trauma atas kematian Daniel Hutasoit
“ Daniel, ada ap … ” tanyaku dan langsung kaget ternyata ada bunda yang sedang, ah?
“ Bunda, bunda ngapain ? ” tanyaku “ Loh kakak, kamu disini ? ” Tanya bunda balik “ Tunggu, bunda menyuntik Daniel ? ” Tanya ku panik “ Iya, bunda takut. Dia buka kulkas kita. Soalnya di daerah sini banyak maling jemuran, ya bunda takut lah wajar kan ? Mulai hari itu bunda selalu bawa suntikan bunda, tapi tenang itu steril dan baru kok ” jelas bunda sambil membangunkan Daniel dengan beberapa tamparan
“ Jangan ditampar bunda, itu pacar kakak ” kataku sambil mencoba menamparnya juga “ Tunggu pacar kakak sampai siuman aja, palingan 20 menit, ya itung - itung sambil nunggu selesai hujan. Oiyah jangan berisik ya, adik lagi tidur ” kata bunda dan langsung ke kamar adik untuk mengecek apakah adik masih tidur
“ Oiya bun, bunda dari mana ? ” tanyaku sambil membenarkan bajuku yang belum rapih “ Dari kamar mandi, toilet kita mampet jadi bunda bersihkan dulu ” jelas bunda “ O gitu, pantes tidak dengar salam kami, kalau ayah ? ” tanyaku lagi “ Ayah melanjutkan konstruksinya di hotel itu ” jelas bunda “ Belum selesai juga ? ” tanyaku yang kaget
“ Kalau hotelnya sudah, tapi yang punya hotel minta dibuatkan aula tambahan untuk disewa, jadi ayahmu sibuk deh ” jelas bunda sambil melipat kain “ Yah… bunda sendiri dong … ” kataku “ Enggak dong~ kan ada adikmu Ronald ” jawab bunda sambil tersenyum
“ Nama adiku Ronald ? Ronald apa ? perasaan nama ayah bagus, nama bunda bagus, nama adiku bagus, namaku doang yang terdengar kuno, Rachel Pandiangan ” keluh ku “ Ronald Lindson. Loh, namamu masih bermarga Pandiangan ? pas pemberian gelar juga masih Pandiangan ” Tanya bunda yang bingung “ Oiya lupa, Rachel Lindson, aku belum terbiasa bun, kalau itu mungkin karena aku masuk asrama dari kelas 1 smp dan pergantian kartu keluarga di kelas 2 smp. Mungkin pihak sekolah malas menggantinya, padahal ayah sudah datang kesekolah ” jawabku
“ Lain kali jangan lupa ya kak, kita ini keluarga lindson ingat ” kata bunda “ Siap bun ” jawabku lalu mengambil segelas air. “ Kakak tau, bahwa Ron adalah anak angkat ? ” kata bunda
“ Hah ? Ronald anak angkat ? ” aku kaget dan hampir tersedak air, lalu bunda mengangguk “ Bunda serius ? tapi kenapa ? ” tanyaku “ Sebenarnya alasan bunda belum menikah adalah karena bunda tidak bisa punya anak, ” jelas bunda “ Ta, tapi kenapa ? ” tanyaku
“ Dulu bunda adalah seorang pembalap sepeda, bunda selalu menang berkompetisi sampai ke tingkat kecamatan, dan mewakili kecamatan tempat tinggal bunda, suatu ketika bunda menabrak motor dan brugh jatuh, jika orang - orang kepalanya bocor bunda tidak, justru perut bunda terhantam stang karena bunda paksa belok. Bunda kerumah sakit dan dokter bilang ada sebuah masalah di rahim bunda, meski sudah remaja, balapan sepeda itu seru sekali, sampai bunda lupa belajar, lupa makan dan lain – lain. Cuma ayahmu yang mau menerima bunda seutuhnya tanpa mengeluh, bunda sangat beruntung. Setelah insiden tersebut bunda jadi sering dirumah, oleh karena itu bunda bisa giat jadi dokter ” jelas bunda
“ Dan oleh karena itu juga bunda jadi penyayang pada semua anak tanpa memandang fisik dan derajat. Aaa ~ ~ bunda. Jadi sayang ~ ~ ” kata ku “ Dan kamu mau tau lagi ? ” Tanya bunda lalu aku langsung menjawab “ APA ? ”
“ Ronald ibu angkat dari panti asuhan yang sama dengan panti asuhannya Daniel yang lain ” kata ibu “ Hah ? Serius bun ? ” tanyaku yang semakin penasaran. Tiba – tiba sesuatu menggenggam betisku dan air yang baru saja ku minum, yaa ~ gitulah
*hibernasi : tidur panjang hewan
“ Baru bangun kamu ? ” tanyaku untuk basa – basi “ Han, kamu nyemburin aku air ? jahat banget kamu han ” kata Daniel dengan nada sedih, “ Itu enggak sengaja han, lagia kamu pegang - pegang kaya gitu kan kaget, maaf deh aku ambil handuk kecil dulu ” kataku dan permintamaafanku yang singkat dan padat.
“ Munaa ! ! !, muna ! ! Munda dimana ? ” teriak adik kecil ku yang menangis dari kamarnya. “ Bunda adik nangis ! ” teriakku dari dapur yang sibuk mencari handuk kecil “ Tolong dong kakak, bunda lagi ngeluarin kain dari mesin cuci sebentar, tolong ya kakak ” kata mamah dari belakang
“ Bentar ya Daniel, aku lihat adiku dulu ” kataku dan ia mengangguk, aku membawanya ke ruang tamu, dan mendudukannya disamping Daniel, lalu Ron berhenti menangis, entah mengapa aku heran. Mungkin dia butuh teman laki - laki di rumah
“ Nanti bunda kesini, kamu tunggu sebentar ya, sabar aja ok. Bunda lagi sibuk tuh ngerti ya .. adik kecil kakak ” kataku dan mengelus kepala adikku
“ Aku carikan handuknya lagi ya, tolong jaga R … ” kataku lalu tersela dan Daniel langsung bebicara “ Tak apa, air semburanmu sudah masuk kedalam pori - poriku dan aku akan menderita penyakit HIV ” katanya “ Heh, siswa terbaik, penularan HIV itu melewati 4 kontak cairan yaitu darah, A S I, air semen, dan satu lagi lupa … mengerti ? ” ledeku
“ Iya siswi tercerdas, ” katanya yang membuatku jengkel
“ Kakak Daniel pacar kakak ku ya ? ” Tanya Ronald pada Daniel, “ Bukan ” jawabnya yang membuatku tambah jengkel “ Tapi dia adalah pasangan hidupku ” kata katanya yang mungkin membuat pipi ku sekarang berubah warna.
“ Kakak Daniel, kakak seperti kakak daniel yang diceritakan bunda panti ku, tapi bukan kakak, melainkan kakak yang lain, kakak Daniel, dengan kakak Daniel sangat mirip ” kata Ronald yang membuatku tercengang
“ Memang bunda panti kenapa cerita sama kamu Ron ? ” Tanya Daniel yang sangaat kepo
“ Bunda bilang kalau kakak Danielku itu ditemukan di depan panti dalam suasana hujan, jadi bunda langsung menyelamatkan, bunda bilang wajahnya seperti mengatakan bahwa ‘ bunda bantu aku aku mohon, maka aku akan berbalas budi’ kemudian panti kami menjadi lebih besar, lebih diperhatikan pemerintah dan lain - lain, itu yang diceritakan sama bunda panti, setiap ada acara sumbang menyumbang di acara kami, bunda sangat membanggakan kak Daniel, aku saja tidak mengerti mengapa ? ”
“ Ronald tidak pernah bertemu dengan kak danielku, tapi aku merasa seperti kak daniel ada disebelah ku, aku suka kakak Daniel ! ” jelas panjang kali lebar Ronald, Ronald jadi banyak bicara ketika Daniel ada di rumah
“ Terima kasih karena telah Menyukai ku Ronald, aku juga menyukaimu, kamu anak yang gembira, dan tidak cengeng aku suka Ronald ! ” kata Daniel yang bernada seperti ronald
Aku meneteskan airmata tiba - tiba sangat tiba – tiba, aku tidak tahu dimana bagian sedih dari cerita ini tapi aku menangis, ini apa sih maksudnya, apa maksudnya ‘tapi aku merasa seperti kak daniel ada disebelah ku,’ kenapa Ronald mengatakan hal seperti itu ? Ah ~ aku, aku lelah …
__ADS_1
BRUGH ( aku jatuh )
Eh … gelap semuanya gelap, aku buta ?
“ Bunda … Daniel … ” teriakku dalam kegelapan
“ Ish … han gausah berisik deh, ada aku disini tenang saja ” kata Daniel
“ Han kamu dimana ? ” tanyaku “ Sebentar aku nyalain lampu dulu ” kata Daniel dan sepertinya ia langsung jalan meraba - raba ke arah sakelar lampu
“ Aaaaaa … … kenapa kamu pakai baju ayah ku ? ” teriakku dengan suara pelan karena tiba tiba dia menaruh jari telunjuknya di depan mulutnya.
“ Adikmu lagi tidur rachel, jadi jangan berisik ” bisik Daniel
“ Tapi kenapa kamu pake baju ayahku ? ” tanyaku yang juga berbisik “ Bunda bilang bajuku bau jigongmu, jadi dia memberikan baju ini plus celananya ” kata Daniel yang sambil bergaya - gaya dihadapanku
“ Terus kenapa aku di kam … ” Tanya ku dan aku teringat sesuatu bahwa aku tadi pingsan dan “ Siapa yang gendong aku ke kamar han ? ” tanyaku dan mulai duduk di tempat tidur
“ Siapa bilang kamu di gendong, kamu diseret ! ” kata Daniel yang mulai meledekku “ Ish serius han ” kataku dengan manja “ Ya kamu pikir aja han, siapa yang kuat gendong kamu selain. Aku ! ” katanya yang menyombongkan dirinya
“ Daniel, kakak sudah bangun ? ” Tanya bunda dari luar kamar lalu bunda masuk dan
“ Oh, kakak sudah bangun. Ayo makan malam di ruang tamu, ajak Daniel juga ya ” kata bunda alu pergi dengan celemek bau rendangnya itu “ Ayo han ke luar, bunda sudah suruh makan, mungkin kamu akan menginap disini semalaman, karena hujan belum berhenti tuh ” kata ku sambil melihat ke jendela.
“ Ayo ayo keluar aku lapar ~ ~, mmmm … … baunya kaya rending nii~ ” kata Daniel
“ Jangan ! Itu makanan kesukaan aku, kamu makan sayur aja haaan ” teriakan manjaku mengejar dia yang keluar dari kamar
“ Han, rendangnya punya aku … ” kataku di meja makan “ Apa sih kalian dari tadi han. Han, han, han, han, ha itu apa siih ? ” tanya bunda yang geram dengan kebisingan kami
“ Jadi bunda han itu di panjangin jadi hani, di inggrisin jadi honey, honey itu madu, madu itu manis, jadi kami saling manggil manis bun,” jelas Daniel yang menganggap bunda ku sebagai bundanya
“Assalamualaikum, ayah pulang ” kata ayah ketika masuk rumah dan melepas kaus kakinya, Ronald langsung berlari dan memeluk ayah, aku. Aku mau juga
“ Ayah … aku juga mau di peluk ayah … ” teriakk didlam rumah
“ Ayah … aku juga mau ~ ~ ” Daniel juga ikut memeluk ayahku
Mimik ayahku seakan akan menjelaskan bahwa ‘anak siape ni ?’ ha ha ha
“ Bunda juga mau ayah … ” bunda juga datang dan memeluk ayah, ayah sepertinya bingung, apa yang terjadi di rumah ini,
“ Hmmm … … … bunda masak rendang ya … ayo makan semuanya. Ayo Daniel klinten ” kata ayah mengajak makan karna mungkin ayah satu satunya oran yag paling lapar dirumah ini
“ Mohon maaf ayah mertua, nama saya Daniel Clinton Retify. ” jelas Daniel kepada ayh dana yah hanya mengangguk, lucunya~~
Bahwa kehadiran kebahagiaan tidak harus bersama Daniel melainkan bersama orang yang memiliki sifat kekeluargaan dengan kita, yang menjadikan alas an kita untuk pulang dan memeluk mereka
Ini memberiku pelajaran hidup, bahwa semua yang berawal buruk tak pernah berakhir buruk, dan semua yang berawal baik, belum tentu berakhir baik. Keluarga bukan hanyalah terdiri dari hubunya darah atau pun SARA melainkan hubungan dimana adanya kehangatan yang membuat hati nyaman, senantiasa bahagia, menjadi motivasi atau tempat keluh kesah,dan juga adalah sekumpulan orang yang menerima kita apa adanya.
Aku bersyukur pada Tuhan Y M E karena telah memberikanku sesuatu yang indah se indah keluarga, meskipun terkadang sulit kita bisa melakukannya bersama sama. Dari beberapa persamaan pun bisa membangun rasa kekeluargaan contohnya antara aku dengan anak nak di rumah besarnya bunda yati, aku sangat akrab dengan mereka meskipun awalnya belum. Hehe
Sesuatu yang manis, akan terasa lebih manis, jika dinikmati bersama rasa
KEKELUARGAAN
SALAM HANGAT
TIKA
__ADS_1