VERLOREN

VERLOREN
Chapter 3


__ADS_3

Chapter 3


Hari ini rapat guru jadi sekolah selesai jam 9 pagi, ketika keluar gerbang sekolah aku melihat Daniel dan 3 orang temannya sedang berdiskusi dibawah pohon yang tak jauh dari gerbang sekolah. Aku temui ahh …..


“ Hai Daniel, lagi apa sama mereka ? ” tanyaku. “ Kami merencanakan untuk melihat penanaman paku beton didekat danau ” jawab Daniel. “ Aku mau ikut Daniel ” jawabku


“ Hei Daniel, apa yang kau lakukan?mengapa kau memberi taunya? Kalau dia member tahu guru gimana ? ” sela William. “ Anak perempuan dilarang ikut, karena ketika mendengar suara dentuman besar anak perempuan akan menangis, aku benci melihatnya ! ” ditentang Michael



“ Wohooo…. Lihatlah teman ku ini Michael, dia tak pernah menangis, kerja bagus boy ! ”kata Nathan sambil mengunyah roti



“ Aku takkan menangis, dan aku takkan memberi tau rencana kalian kesekolah ”balasku



“ Aku tetap tidak percaya, anak perempuan itu manja, dan tidak mau kotor ” ditentang Michael lagi.


“ Hei hei …. biarkan Rachel ikut, aku akan menjaminnya untuk tidak membuat kita repot ” jawab Daniel dengan meyakinkan


“ Yaudah yuk sekarang kita kesana ! ” ajak Michael


“ Siapa yang mau masuk duluan kedalam pagar ini ? ” Tanya Nathan


“ Biar aku saja ! ” sela ku dengan berani. “ William ? Kau ga masuk ? ” Tanya Michael. “ Ibuku sms dan menyuruhku pulang untuk les privat, maaf aku harus pergi sekarang bye, hati hati teman ! ” jawab William lalu pergi


“ Teman teman, ayo foto 1 2 3 ! ! oke lanjut ! ! ” kataku. “ Mana? Kok gak dipaku\- paku betonnya? ” tanyaku “ Bersabarlah ra … sebentar lagi juga dipaku kok ” jawab Daniel yang dari tadi menyuruhku untuk sabar.


“ Hei Michael, itu bukannya penjaga kontruksi ya ? ” kata Nathan sambil ketakutan.


__ADS_1


“ Ayo pergi dari sini! sebelum mereka menemukan kita dan melaporkan kita ke sekolah ! ” perintah Michael


Dari konstruksi itu, kami hanya berlari, lari dan lari karena takut ketahuan. Hingga tanpa sadar kami masuk hutan dan berada tepat dibawah sebuah pohon aneh dengan lubang dibatangnya. Entah kenapa insting kami berempat adalah mencoba masuk kedalam pohon tersebut.


“ hom pim pa alai yum gam breng, nek ijah pake baju romm beeng ~ ”


“ Haha~ ayo masuk Nathan ” kataku “ Ish dasar gendut, kau lama sekali~ cepat masuk, kami akan ada dibelakangmu ” Michael.


“ Ukhh… sempit sekali ” Nathan “ Tetaplah merangkak Nat, siapa tau ini terowongan ketambang emas ” Michael.


Seperti gua, tempat ini sangat gelap dan lembab. Untung aku membawa ponselku sebagai sumber cahaya, tapi tunggu, itu cahaya dari mana ?



“ Daniel !, sini deh ada cahaya dari dalam air ini ” kataku. “ Wah benar itu seperti batu yang bersinar ! ” Michael “ Sepertinya bukan batu, melainkan telur, aku akan mengambilnya. Rachel berpalinglah ! Jangan lihat sampai aku bilang boleh ” kata Daniel.


Aku tidak tau rincinya bagaimana, tapi menurutku, kedalaman air itu kurang lebih 2 meter, apakah dia bisa ? Dia kan pendek.


“ Sudah !, lihat ini seperti telur!, loh cahayanya meredup, ayo kita bawa keatas! ” kata Daniel. Tiba tiba gua tersebut bergetar dan kami langsung keluar, aku pikir gua itu bergetar karena penanaman paku bumi.


“ Jangan kata kakek ku telur yang bertekstur batu itu telur ALIEN, dan beliau bilang kalau telur itu pecah diantara kamu maka, waktumu akan terampas, seperti anak kecil akan menjadi dewasa dan orang dewasa akan bertambah tua ” jelas Nathan dengan raut wajah yang gelisah


“ Kakekmu bukannya dirumah sakit jiwa Nat ? ” sela Michael. “ Sudah ku bilang itu panti jompo, bukan rumah sakit jiwa ” jawab Nathan sambil membersihkan bajunya yang terkena tanah.


Aku reflek mengikuti Nathan, tak lama aku menyadari aku kehilangan sesuatu. “ Daniel, aku turun sebentar ke gua, jepitan peninggalan ibuku jatuh ” kataku, dan Daniel pun mengangguk.


Ah.. itu dia jepitanya. Eh… kok ada sumber cahaya lagi dari air, ketika aku lihat, ternyata ada telur lain persis sama seperti telur yang tadi, bersinar, terlihat kasar dan ringan.


Em… kemana mereka ? Kok tidak ada ? “ DANIEL ! ! ! ! ! MICHAEL ! ! ! ! ! NATHAN ! ! ! ! ! , kalian dimana ” teriakku mencari mereka, dari siang sampai malam, aku keliling hutan dan tak menemukan siapapun. Akhirnya aku pulang dan langsung tidur, mungkin mereka pulang duluan.


Disekolah.


“ Rachel ! ! ! Daniel, Michael, dan Nathan ada dimana? Mereka belum pulang kerumah loh, kalian ngapain aja sih ? ” kata William. “ Loh aku pikir mereka sudah pulang karna ketika aku cari diseluruh hutan tidak ada, jadi aku pulang deh ” jawabku

__ADS_1


“ Loh, tapi mereka belom pulang ! Aku akan bilang sama orang tua mereka kalau kamu orang yang terakhir main sama mereka ” ancam William


Lah .. Kan aku gatau, kok jadi aku yang disalahin sih ? Udah lah bodo amat, tapi kemana ya mereka ?


Sepi juga pulang sekolah tidak lihat Daniel, serasa ada yang kurang. Loh .. kok ada mobil polisi didepan panti asuhan dia ? Apa benar dia belum pulang dari kemarin ? Sudahlah pulang aja.


Eh, ada mobil polisi juga dirumahku ? Ada apa ini ?


“ Assalamualaikum, ” sapaku “ Apa benar ini Rachel Pandiangan ? ” Tanya pak polisi. “ Ya benar saya Rachel pak, ada apa ya ? ” jawabku “ Ayo ikut saya ke kantor polisi dan kamu akan dimintai keterangan disana ” kata pak polisi.


Apa maksud dari semua ini aku tak mengerti!


Sampai disana aku melihat orang orang tua menangis. “ Kamu hafal nomor orang tuamu Rachel ? ” kata pak polisi “ Aku tidak punya orang tua ” “ Jadi kamu tinggal sendiri ? ” tanya polisi itu lagi “ Tidak, aku tinggal bersama ayah baruku ? ” jawabku dengan sinis “ Jadi kau hafal nomornya ? ” “ Tidak ” jawabku seperti berkata bodo amat


“ Jadi kau Rachel ! ! Dimana anakku ! ! ! Dimana Nathanku ! ! Dia sedang sakit asma, dan kau membawanya ke tempat berdebu, apakah kau G*LA ? Dan mengapa kau menaruh bajunya didepan rumah kami ? Kau mengancam kami ? Berapa uang yang kau butuhkan?, aku berikan tapi tolong kembalikan anakku ” mama Nathan yang menangis sangat keras di kantor polisi


“ Hei anak jalang ! ! Dimana Michael ku, dimana ? ? Kau membawa dia kemana, aku mendidiknya menjadi laki-laki yang kuat! Dimana kau sembunyikan DIAA !! Mana orang tuamu agar saya tuntut karena tidak bisa mendidik anak dengan baik!”teriak mama Michael didepan wajahku sambil menangis


“ Hei hei focus Rachel, dengar ! Dimana kau terakhir melihat Nathan dan Michael ? Oh dan juga Daniel ? ” Tanya pak polisi dengan halus.


“ Terakhir kali aku melihat mereka ketika kami main dihutan, dan . . . . . . . .” aku menceritakan semua kejadian, termasuk kejadian dimana mereka menghilang


“Baiklah kami akan menyisir hutan dan tepi danau dekat hutan, kamu jangan kuatir kami akan menemukan teman temanmu, berhentilah menangis ” kata pak polisi


Ah … tanpa sadar air mataku jatuh, apa yang terjadi dengan mereka.


2 hari setelah hari interogasi.


“ Mohon maaf karena menyusahkan ibu \- ibu untuk datang ke kantor ini, kami menemukan jasad seorang anak kecil terkubur ditepi danau dan seorang orang dewasa terdampar mati ditepi danau, mungkin kalian bisa mengenali anak anak kalian ” kata pak polisi sambil memegang catatan


Kyaaa …… \(teriakan mama Nathan\) membuatku tercengang, dan terlebih lagi aku melihat temanku, seorang yang selalu makan itu, si Nathan mati dalam keadaan duduk silang, aku kaget, dan langsung memikirkan apa yang terjadi pada Daniel


“ Mohon maaf Rachel kamu saya tangkap karna tuduhan kasus pembunuhan, besok pokoknya orang tua angkatmu harus datang ke kantor polisi” kata pak polisi.

__ADS_1


“ Anak saya tidak mungkin melakukan hal tersebut, putri saya sangat lugu” kata ayahku. “ Mulai sekarang anakmu akan melalui masa percobaan lewat psikiater selama 2 minggu, kesaksiannya akan direkam ” kata pak polisi.


“ Jawabannya selalu sama, saya rasa dia jujur bahwa ia tidak tau kemana teman temannya pergi, lalu siapa yang membunuh Nathan ? Kasus ini akan rumit karena orang tua korban tidak mau melakukan otopsi, dan lagi cerita dari saksi dan tersangka berhubungan. Mana mungkin anak anak itu benar benar menghilang sungguh rumit ” kata pak polisi, terhadap kepala kepolisian tangerang.


__ADS_2