
Chapter 5
“ Ayo kepanti Dan ! ” ajakku.
Kami berjalan dari hutan ke panti asuhannya dia.
“ Bunda aku Rachel aku ingin member tahumu bahwa Daniel masih hidup, tapi dia tidak lagi muda, dia menjalani waktu sendirian jadi kurang lebih sekarang umurnya 20 tahun, apakah bunda percaya ? ” jelasku
“ Em .. aku percaya. Bunda tahu ini berat untukmu Rachel, kau bisa bermain dengan anak anak lain jika kau sangat rindu pada Daniel, hanya itu yang dapat saya lakukan untukmu Rachel. Sebentar ya Rachel aku harus menelepon seseorang ” kata bunda
‘halo ini Angelita dari panti asuhan kasih bahagia, sepertinya ada orang yang mengaku bahwa dia adalah Daniel, Daniel yang hilang digunung itu. Saya takut kalau ini perampokanatau pun penipuan, jadi mohon datang secepatnya, saya mohon.
Baiklah mohon tahan sebentar beberapa polisi akan dikirim ke pantimu, mohon tunggulah dan jangan gegabah’
Lalu bunda panti kembali ke ruangan kami mengobrol dan kaget karena melihat Daniel sedang memeluk teman pantinya Simon.
“ Kumohon nak, jangan sakiti simon ku, aku tidak mau kehilangan anak ku lagi, simon, sini nak. Masuk ke kamar dan jangan keluar ! Peringatkan juga teman - temanmu. Cepat !”perintah bunda panti ke Simon
Tiba tiba.
__ADS_1
“ Ini dari kepolisian mohon jangan bergerak, kami hanya menangkap orang dengan tudung hitam, jadi jangan bergerak ! ” kata pak polisi
“ Apa yang mau kau lakukan pak ? Dia ini temanku ! ” kataku
“ Dengar Rachel, ada dua pihak yang melaporkan orang ini, pertama ayahmu, dan bunda Suryati. Jadi ini menguatkan bukti bahwa dia adalah orang yang membunuh anak anak digunung hari lampau ! MINGGIR ! JANGAN MENGHALANGI POLISI ” perintah pak polisi.
Daniel mengelak, menarik tanganku lalu lari menuju ke rumah tua.
“ Apa yang mau kamu lakukan Daniel ? Untuk apa semua baju itu ? ” kataku “ Kita akan pergi sejauh mungkin apakah kau bisa ? Aku tak bisa hidup tanpamu, aku tidak suka bersama mereka hanya kamu yang mengerti aku, lihat aku punya banyak uang, kita bisa pergi sejauh mungkin ! Apakah kau bersedia pergi dari sini ? ” katanya sambil terengah\-engah
“ Aku ikut denganmu, bahagia bersamamu. ” kataku yang juga mengharapkan kebebasan
Ketika Daniel sedang siap siap aku pergi menuju pohon dimana batu ALIEN itu berasal dan mengambil batu untuk yang kedua kalinya, ketika aku keluar dari pohon itu, pohon itu tumbang dan jatuh ke arahku
“ Apa yang kau lakukan ra ? Kau ingin mati ? Ajak aku dong ! Ini apa ini ? Mengapa kau mengambil batu s\*alan ini lagi ? ” kata daniel
“ Loh kok kamu bisa disini ? Jadi kamu sering mengikuti aku ya ? Pantesan kamu bisa menyelamatkan aku ketika aku dikunciin dikamar. Emm … ... waktu itu, ketika aku turun untuk mengambil jepitan aku melihat cahaya yang sama seperti cahaya batu itu, dan ternyata ada batu lain. Aku mengambilnya untuk mengantisipasi jika ada hal buruk yang menimpa kita, jadi kita bisa tumbuh bersama dan memiliki dunia sendiri. Lalu bertindak seperti tak ada seseorangpun yang mengenal kita ” jelasku
__ADS_1
“ Tidak! Kau tidak boleh memecahkan batu itu ! Kau tidak pernah tau sesepi apa dunia nanti ! Pokoknya aku melarang kamu memecahkan batu itu. Jika kamu sekali kali memecahkan batu itu maka aku akan ” kata kata Daniel dan aku menyelanya
“ Iyah iyaa Daniel ku, tapi izinkan batu ini ikut kita ya ” kataku sambil memohon lalu Daniel mengangguk
Kami pergi kebandara dan memesan tiket pesawat tiba tiba dimonitor, terdapat wajah kami yang dinyatakan sebagai buronan. “ Aduh bagaimana ini Dan ? ” Tanyaku yang semakin khawatir
“ Ayo naik taksi saja ! ” kata Daniel
Huft akhirnya kami bisa pergi dari cengkraman polisi tersebut.
“ Mau kemana mas ? ” kata supir taksinya. “ Eh .. Rachel kita mau kemana?” Tanya Daniel “ Em … kita ke ciledug ya pak ” kataku ke pak supir itu.
Setelah sampai disana. Kami menyewa sebuah kontrakan dan tinggal bersama sebagai seorang kakak beradik, meski Daniel pengangguran kami tetap bisa mencukupi hidup, kami belanja bulanan bersama, makan bersama, main bersama layaknya keluarga yang aku inginkan.
“ Daniel kok ada uang disini, banyak sekalii, sepertinya lebih banyak dari punyamu ” kataku. “ Rachel, biasakan untuk memanggilku kakak atau abang, nanti orang orang curiga ! itu uangnya Michael, sepertinya dia mengambil lebih banyak dari kesepakatan kami. Dari pada tertinggal dirumah itu lebih baik ku bawa, hehe ” kata Daniel
“ Rachel, kau mau melanjutkn sekolah mu ? ada banyak sekolah dasar disini, mumpung kita punya uang banyak ” Tanya Daniel
“ Mau ~ mau banget malahan, tapi emang cukup bang Daniel ? ” tanyaku sambil mengunyah sarapan pagi
__ADS_1
“ Sepertinya cukup, nanti setiap kau pulang sekolah kamu harus mengajarkan ku materi yang kamu pelajari ” jawab Daniel
“ Siap boss ! ! ” kataku dengan antusias “ Ishh muncraaat Rachel ” kata Daniel sambil menyeka nasi yang diwajahnya