VERLOREN

VERLOREN
Chapter 11


__ADS_3

Chapter 11


6 tahun kemudian


Hah … hah … hah … hah … ( sesak nafas ) aku bangun dari mimpi


Aku sering mengaggap bahwa masa kecilku adalah mimpi, dan ternyata Tidak sama sekali, itu kejadian asli. Aku sering sekali memimpikan tentang masa kacilku itu, masa - masa paling kacau dalam hidupku. Setiap bagun tidur aku pasti berkeringat, aku heran mengapa aku tidak Bisa melupaka masa kecilku ? masa - masa itu


Hah … … ( menghela nafas )


Hari ini adalah hari kelulusanku di sekolah menengah atas, dan orang tua akan datang ke sekolahan asrama kami. Aku bersekolah asrama disalah satu sekolahan pada pulau Sumatera, aku dikirim kesini dengan tujuan mempunyai banyak teman, dan tujuan itu pun tercapai


Bangun pagi, yang pastinya karena mimpi masa lalu ku itu, lalu mandi. Di asrama ku kamar mandinya sangat terbatas, jadi aku harus bangun lebih pagi untuk mendapatkan air yang cukup, lalu merapihkan ranjangku, setelah itu berdandan untuk sesi foto nanti, mengenakan pakaian khusus di sekolah kami, lalu bercengkrama dengan teman - teman ku yang lain


Kriiiing … … kriiiing … … kriiiing … … ( bel berbunyi )


Kalau bel berbunyi 3 kali berarti kami harus berkumpul di aula, hah … sudah ku duga pasti ada pidato s*alan dari kepala sekolah dan juga kepala asrama. Ini akan menjadi waktu yang sangat membosankan,


Kenapa waktu pidato tidak digunakan untuk bersalam - salaman kek, menyapa kiri kanan kek, atau enggak menyanyikan sebuah lagu request dari murid, oleh karena itu pertemuan akan terasa lebih hangat, hei mentri pendidikan dengarkanlah kata hati ku ini, ini merupakan saran yang bagus tahu !


Hoaaam ~ ~ ( menguap ) hah ? Sudah selesai ? Huft akhirnya


“ Martha ini sudah sampai sesi mana ? ” tanyaku sambil mengelap wajah “ Sudah sesi foto – foto ! lihat itu ada camer … calon mertua. Wah aku bangga pada mu bisa dapat laki - laki sesempurna dia, dia mendapatkan galar ‘siswa terbaik’ wah … keren ~ ~ anak paskibra sih” kata Martha


“ Hei tidak usah membangga banggakan Daniel, nanti kalau dia dengar dia bisa terbang” kataku


“ Selanjutnya gelar ‘siswa\siswi tercerdas’ dimenangkan oleh … ayo tebak siapa ? ” kata pak Jono sebagai MC


“ Rachel lah ”


“ Iya pasti Rachel ”


“ Rachel itu mah ”


“ Sahabatku itu ” teriak Martha “ Hei tidak usah berisik lah ” kataku sambil menyikut dia

__ADS_1


“ Rachel Pandiagan ! ! ! ! ! ayo nak silahkan naik ke panggung ” kata MC


Tepuk tangan menyambutku naik ke panggung, aku menengok kekanan, dan kekiri, dimana ayah ? Masa ayah tidak datang setelah 6 tahun tidak bertemu dengan ku ? Hah… ya sudahlah


“ Nak selamat ya, kamu merupakan emas bagi sekolah ini ! Selamat ya ! ! dimana orang tua Rachel ? ” Tanya MC


“ Pak sepertinya orang tua saya tidak datang ” bisikku ke MC


Tiba - tiba ada suara yang sangat ingin kudengar mengatakan


“ Rachel anakku ! ! ! ” ternyata itu ayah !


Wah…. Aku senang sekali sampai ingin menangis aku dibuatnya, tunggu, siapa itu disebelah ayahku yang naik panggung ? itu bunda yati ! ! bunda jadi ibuku, wah aku senang sekali, dan juga ibu menggandeng anak laki - laki dan sepertinya dia adikku waaaaaa ! ! !


Aku punya keluarga yang lengkap ! !


“ Selamat kepada orang tua Rachel Pandiangan karena berhasil membesarkan anak yang cerdas seperti dia, ini selendangnya ayo berfoto 1 … 2 … 3 …” cekrik


Aku turun panggung dengan rasa bangga, aku tidak menyangka akan mempunyai keluarga selengkap ini, bahagianya tuh sampai ke tulang ASTAGA menuruni setiap anak tangga dengan senyuman hangat,


Mutia suryati, adalah Ibu ku, ibu yang mengerti susah payahku, yang paling ku idolakan, ia mampu masuk kedalam cerita yang ku ceritakan tanpa mimik yang ku benci itu, mimik yang mengatakan ‘apaan sih ni anak ? Gak jelas banget’ justru beliau tersenyum dan tetap mendengar ceritaku. Itu lah dia


Aku menyayangi mereka tanpa rasa ragu, belum lagi sekarang aku punya adik, serunya~ mungkin sekarang aku takkan kesepian lagi. Semua ini berkat Daniel, aku bangga padanya. Daniel love you to !


Kami duduk dibangku yang telah disediakan sungguh sangat berarti bagiku duduk dengan keluarga seperti ini, meskipun aku baru pertama kali merasakannya.


“ Ayo lihat sini, senyum semuanya 3 … 2 … 1 … ” photographer mengambil foto kami dan aku pastikan akan aku pajang


“ Kakak, ini bangku khusus keluarga kita kak ? ” kata adik kecil “ Iya, ini khusus keluarga kita, karena kaka mendapatkan gelar, nanti kamu juga harus seperti kakak ya ” jawabku sambil memegang pipi adik kecil ku


“ Oiya yah, ayah ! Ini adikku ? ” tanyaku sambil memiringkan kepala ayah mengaggukkan kepala sambil tersenyum lalu mengelus kepalaku


“ Ah ? Rachel kamu belum move on dengan Daniel ? ” Tanya bunda “ Sudah kok bun, memang kenapa ? ” Tanya ku “ Itu di lehermu ada kalung bertuliskan nama Daniel ” jawab bunda yang tambah penasaran “ Oh ini ! Ini mah bukan Daniel yang dulu, tapi Daniel yang sekarang ” jawabku sambil tersenyum


Tiba - tiba Martha datang dan mengajak foto bersama dilapangan sekolah. Lalu

__ADS_1


“ Permisi om, tante. Saya martha, saya temennya Rachel. Martha pinjem Rachel nya sebentar ya, soalnya mau foto bareng sama dani … ” kata Martha lalu terpotong oleh


“ Selamat siang om, tante. Nama saya Daniel Clinton Retify, saya pacarnya Rachel, mau minta izin untuk berfoto sebentar, boleh kah ? ” Tanya Daniel kepada ayah dan bundaku


“ Ini yah, bun, Daniel yang sekarang, kami sudah pacaran dari kelas 1 sekolah menengah atas, bolehkan yah, bun aku pacaran sama dia ? ” bisikku kearah ayah dan bundaku


Ayah dan bunda kaget, aku tidak bisa mnegatakan bagaimana ekspresi mereka, tak lama mereka mengangguk dan tersenyum. Aku senang sekali. Tiba tiba ayah berdiri dan berbisik kepada Daniel, tapi aku masih bisa mendengar bisikan ayah, ayah memang belum berubah ya …


“ Daniel klinton apalah itu, saya titip anak saya ya, jangan kamu buat dia nangis kalau tidak keeek-- ” kata ayah lalu memegang leher Daniel. Dan sepertinya sekarang Daniel mulai takut sama ayah.


“ Makasih yah, bun, aku keluar sebentar nikmati selebrasinya ! ! ” kataku lalu menarik Daniel dan Martha. Tapi Daniel enggan pergi dan dia salim sama ayah dan bunda, lalu mengelus rambut adiku. “ Ayo Rachel kita berfoto dilapangan ” katanya lalu merangkulku


Aku dan martha bingung, menganga. Karena dia memperlakukan ayah dan bunda seperti calon mertuanya aduh aku merinding ! ! ! !


Sesi foto selesai.


Daniel mengajakku ke kantin lalu kami memesan bakso dan berbincang.


“ Rachel aku ingin mengenal mu lebih dalam lagi, bolehkah aku mengabadikanmu dipikiranku? Aku telah meletakan perasaanku dikalung itu, setiap saat hatiku tertuju padamu. Maukah kau tetap setia padaku ? ” kata Daniel yang membuatku merinding


“ Iya iya… gak usah lebay lah, Daniel Clinton Retify ! Love you ” kataku sambil menghempit pipinya. Lalu wajahnya merah entah kenapa, mungkin baksonya pedas


Tunggu ! Mengabadikan dalam pikiran ? Meletakan perasaan ? Menuju padamu ? Bukankah itu mirip dengan puisi Daniel yang sudah berumur 34. Jangan - jangan Daniel yang sekarang adalah reinkarnasi Daniel yang dulu, akh tidak mungkin ! tapi itu mirip sekali dengan puisi Daniel yang dulu. Biarkan sajalah mungkin itu puisi terkenal abad 20


Lagi pula Daniel 2009 adalah Daniel yang selalu dihati dan tak pernah terganti sampai sekarang 2015 dan selama lamanya. Daniel Hutasoit Love you ! ! tidak apa apa mendua asalkan tak ada yang tahu, bunda benar mana mungkin aku move on dari orang seberharga Daniel Hutasoit. Lagian kenapa nama mereka sama sih!


*han \= panggilan Daniel sekarang, honey\hani


“ RACHEL ! ” teriak Daniel “ Apa sih han ? ” sontak aku kaget,


“ Kamu mau makan bakso aku, itu kan pedas. Kamu ngelamunin apa sih ? Sampe kaya gitu ? ” Tanya Daniel yang khawatir “ Ah, aku… ini ! Aniv kita sebentar lagi kan. Kita mau jalan - jalan kemana han ? ” jawabku asal “ Kamu gak usah pikirin itu han, serahin aja semuanya sama aku, lain kali jangan ngelamun ya han ” jawabnya yang semakin membuatku ingat pada Daniel


“ Oiya han, kamu mau kuliah jurusan apa ? ” Tanya Daniel “ Em… aku sih maunya kaya bunda, PSIKOLOG. Itu seperti tugas berharga yang Tuhan kasih sama aku untuk membantu orang lain ” jawabku


“ Wih ! ! calon isteriku mau jadi dokter, astaga ! Bangganya … ” kata Daniel dan kami langsung menyelesaikan makanan kami lalu, pergi lagi keaula dan langsung pulang, aku tinggal di asrama kurang lebih 3 bulan lagi, karena ada beberapa berkas pemindahan yang mengharuskan kami semua untuk tetap tinggal.

__ADS_1


__ADS_2