VERLOREN

VERLOREN
Chapter 8


__ADS_3

Chapter 8


Wah ! ! ! ... ternyata bermain sepak bola seru ya, bikin keringetan juga. Huh semoga aku cepat tinggi deh agar bisa berpacaran dengan bang Daniel, tapi kan sekarang bang Daniel punya uban, gimana ya ? dah lah nati aja mikirnya. Huaaaaah … … bajuku basah semua, sering - sering main sepak bola aah ~ …


Eh ada apa itu ? Kok rumputnya bergerak ? Ah bodo amat lah, palingan anak - anak main petak umpet Pikirku. Aku langsung masuk ke rumah dan mandi. Ahh ~ ~ … segar nya ~ ~ …


Eh… hari ini hari kamis ya, berarti konsultasi sama bunda yati, masih ada waktu lah 1 jam lagi, nonton tv ah ~


“ Permisi bunda, ini Rachel. Rachel datang mau konsultasi ” kata ku yang perlahan - lahan membuka pintu “ Oh Rachel, sini masuk dan duduk ” kata bunda yati “ Disini bun ? ” tanyaku sambil menunjuk sebuah kursi empuk dengan kamera di depannya. “ Bunda mempersiapkan ini untuk apa sih bun ? ” Tanya ku sambil memiringkan kepalaku


“ Oh, ini untuk konsultasi mu Rachel ” jawab bunda yati “ Mengapa harus ada kamera bun ? ” Tanya ku lagi “ Ingatan bunda kurang tajam, jadi bunda rekam untuk membantu ingatan bunda, dari pada Tanya pada mu lagi, akan merepotkan kamu, jadi lebih baik bunda rekam ” kata bunda yang sempat membuatku binggung, kok raut wajahnya terlihat bohong ya ?


“ Ok rachel, sekarang kamu harus menceritakan semuanya dari awal, semuanya, semua – muanya. Dengan jelas sesuai dengan apa yang kamu lihat tanpa kamu simpulkan. Jika kamu berbohong bunda akan tau Rachel ” kata bunda


“ Tapi bunda, itu tuh panjang banget, apa yakin bunda mau mendengarkannya, soalnya aku muak dengan orang yang hanya mendengarkan tanpa mengerti ” kataku sambil melipat tanganku


“ Oleh karna itu kamu disini kurang lebih dua bulan, jadi kita selesaikan ceritamu secara sedikit demi sedikit, hingga kita dapat dimana kunci permasalahannya, oke ? ” kata bunda


Aku mengangguk dan langsung memulai konsultasiku, sedikit demi sedikit, bunda merasa tertarik dengan ceritaku, dia semakin antusias mendengarkan ceritaku, hingga satu saat dia ingin aku memperlihatkan buku ku.


Konsultasi ke - 2

__ADS_1


“ Boleh bunda lihat buku itu? Siapa tau bisa bunda serahkan ke kantor polisi untuk menjadi bukti ” pinta bunda “ Em.. boleh sih, tapi sebaiknya jangan di serahkan ke kantor polisi, nanti mereka mengambil buku ku. Aku tidak mau itu ! ” kata ku “ baiklah bunda hanya akan melihat dan merekamnya saja ” kata bunda yang membuatku yakin bahwa bunda memihak ku


“ Ini bunda ” kata ku sambil menyerahkan buku ku itu ke bunda yati. “ Bagaimana cara membacanya rachel ? ” Tanya bunda sambil membalik - balikan buku itu. “ Ada dibelakang bukunya bunda, pokonya aku kasih pinjam buku ini ke bunda hanya Selama satu malam, setelah itu bunda harus kembalikan. Setuju ?”


“ Tapi bagaima seseorang bisa membaca buku ini dalam semalam ? ” kata bunda. “ Bunda tidak bisa ? Daniel yang kelas enam sekolah dasar saja bisa membaca itu semalaman, eh… bukan membaca, melainkan menghafal ! masa bunda tidak bisa ? kalau tidak bisa lebih baik tidak usah ku perlihatkan tadi ” ancam ku


“ Baiklah akan bunda baca, sekarang kamu balik ke kamar mu aja, biar bunda baca dari sekarang ” usir bunda yati, lalu ia menyambar kacamatanya dan membacanya.


Hoaaaam … … ( menguap ) eh kenapa ni ? Kok sudah terang anak anak masih di ranjag semua ? Biasanya aku bangun terakhir, apa jangan jangan ! ! !


Aku berlari menuju ruangan bunda yati, aku takut bunda pergi membawa bukuku, “ Bunda ! ! ! bunda, bunda dimana ? ” teriakku di sepanjang lorong aduh bagaimana nih kalau bunda membawa kabur buku ku ? Ketika berada di depan lorong ruangannya bunda yati , pintu ruangan bunda yati bergerak dan


“ Bunda ! ! bunda kenapa tidak membangunkan kami ? Ish ! ! Aku kira bunda membawa pergi bukuku ah ah ” kata ku sambil terengah - engah


“ Baiklah hanya satu malam, huh … bunda bikin aku kaget aja ” kataku “ Em … Rachel, boleh bunda minta tolong ” Tanya bunda “ Tolong apa bun ? Kalau susah aku tidak mau yaa ” kata ku “ Iya, tolong bagunkan teman - teman mu dan suruh mereka sarapan oke ? ” pinta bunda. Dan aku pu mengangguk lalu lari ke kamarku dan melakukan sesuai dengan perintah bunda


Seru juga bangunin orang - orang disini, ha ha ha ha besok - besok aku yang bangunin ah ~ ~ . aku tidak bisa membedakan mana kakak dan mana adik, mereka semua terlihat sama, sekarang kan tinggi badan tidak menentukan umur.


Bangun pagi, berlari menuju ruangan bunda yati. Tok tok tok tok … … ( mengetuk pintu ) “ Bunda, bunda ! ! ! ! BANGUN, bunda … … ” teriakku di depan ruangan bunda yati. “ Iya, iya kamu mau apa ? ” kata bunda sambil membuka pintu dan mengikat rambutnya


“ Bunda mana buku ku ? ” Tanya ku sambil melompat – lompat “ Ini Rachel, sudah ibu baca nanti kita bahas ketika konsul ya ” kata bunda “ Bunda~ tunggu, aku mau minta sesuatu ” tanyaku “ Kamu mau apa sih Rachel ? ” Tanya bunda yati lalu jongkok dan memegang rambut ku

__ADS_1


“ Boleh tidak aku membangunkan anak - anak seperti kemarin ? ” Tanya ku sambil mengedipkan mata. Lalu bunda yati tersenyum dan aku langsung lari dari bunda, mengetuk semua pintu yang aku lalui dan meneriaki bangun aaa ~ ~ itu seru sekali.


Konsultasi ke – 3


“ Sudahlah Rachel, kamu tidak perlu menangis, semua yang terjadi adalah takdir Tuhan jadi kita tidak bisa mengelak. Bersabarlah setelah treatment mu selesai kamu akan di izinkan untuk bertemu dengan Daniel. Dan lagi sepertinya dia memiliki banyak kasus yang mecurigakan ” jelas bunda yang terlihat murung


“ Hah? Kasus? Kasus apa lagi sih bunda, Daniel tuh tidak melakukan apa apa. Apakah tidak melakukan apa apa adalah sebuah kesalahan ? ” Tanya ku. Lalu jatuhlah air mataku


“ Dengar, dengar dari salah stasiun televisi katanya dia terkena kasus, penculikan anak dibawah umur, pembunuhan dua orang anak, pencurian uang, dan ada pula yang menyiarkan bahwa ia melakukan hubungan seksual terhadap anak dibawah umur. ” jelas bunda yati


“ Apa ? Bagaimana mungkin ? ” kataku sambil mengerutkan alisku “ Akh.. masa setiap konsultasi sama bunda aku nangis terus, pasti adaa ~ ~ aja kabar buruk yang menghampiri telingaku. Kenapa dunia begitu kejam dengan Daniel ? ” kataku yang sambil menangis, menangis dan hanya menangis selama konsultasi


Konsultasi ke – 4


“ Dengar Rachel, karena kisah yang kamu ceritakan sudah tamat sebagai mana jadinya, aku ingin di konsultasi terakhir ini, kamu menceritakkannya dari awal, oleh karna itu konsultasi terakhir ini dimulai jam 7 pagi ” kata bunda sambil mempersiapkan kamera


“ Em … … Terus bagaimana dengan anak anak yang belum bangun bunda” Tanya ku. “ Bunda sudah membawa teman bunda dan dia akan mengurus anak anak selama satu hari. Jadi kau tenang saja, hari ini kau usdah bangunkan mereka kan ? ” Tanya bunda.


Lalu aku mengangguk menandakan ‘iya sudah’


Aku bercerita, dan menangis. Tenang, bercerita dan menangis lagi hanya itu yang ku lakukan di hari terakhir konsultasiku. Tiba - tiba ada petir dilangit yang menandakan hujan, tetapi langit masihlah cerah, ada apa ini ? Perasaanku tidak enak.

__ADS_1


Konsultasi tersebut selesai pada pukul 3 sore, di potong dengan waktu makan siang dan klasifikasi video dihari - hari lampau. Aku pastikan di akhir video aku meneriakkan bahwa Daniel tidak bersalah, entah mengapa hal itu membuatku lebih nyaman


__ADS_2