Villain Viewpoint

Villain Viewpoint
Bab 001 - Berada disuatu tempat yang ia tidak kenal


__ADS_3

Pada dasarnya bahwa manusia itu adalah mahluk serakah yang tiada beda nya dengan binatang di dunia ini.


Dan juga sama dengan hal lain nya juga.


Mereka yang hidup tidak berkelompok dari kehidupan lain nya, akan di anggap tidak berguna karena mereka cuman sendirian dan tidak punya apa-apa.


Aku cuman kebingungan akan hal itu, apakah itu adalah dasar dari sesuatu atau sebuah rahasia?


Jika masalah telah datang maka pikirkanlah solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan nya sebagai perlawanan.


Malam hari yang sunyi tanpa ada nya suara pun terdengar. Seorang perempuan yang saya tidak kenal menelpon saya untuk sekian kali nya.


Sepertinya kamu bingung dengan apa yang saya maksud? saya akan menjelaskan sebagai dasarnya saja


Penjelasan nya.


Saya adalah seorang novelis dari sekian banyak novel yang tidak terhitung jumlah nya.


Namun ketika aku kehabisan ide untuk cerita tersebut maka aku membuat cerita baru dengan judul yang baru.


Tentu saja ini bisa membuat cerita gantung di judul sebelum nya dan terpaksa untuk tamat untuk melanjutkan cerita baru di judul baru.


Saya telah banyak kena komentar hujatan buruk di setiap novel saya, karena cerita selalu gantung dan terpaksa untuk tamat sehingga menyebabkan beberapa plot hole dalam cerita nya.


Terkadang jika aku malas untuk menulis cerita untuk bab selanjutnya di dalam novelku, aku pergi ketempat perjudian untuk bersenang-senang walaupun selalu kalah.


Mataku mulai mengantuk.


Jam menunjukkan sekitar angka hampir jam dua belas malam.


Seorang perempuan menelpon ku saat ini dan ia meminta permohonan untuk aku lakukan.


"Hei pengangguran, kau sedang apa sekarang ?"


Dia menelpon ku ditengah malam saat aku sedang sibuk membuat naskah cerita baru untuk cerita novel ku.


Sejujurnya aku tidak tahu siapa dia dan kenapa! Ya jelas bahwa dia terus menelpon ku setiap hari pas tengah malam.


Ketika aku menanyakan nama nya, dia tidak menjawab dan mengalihkan jawaban dengan topik obrolan lain.


"Sudah aku bilang bahwa aku saat ini sedang menulis sebuah cerita novel."


"Membosankan."


Perempuan ini begitu kasar dengan saya ketika sedang telponan.


Lagipula besok aku harus pindah dari rumah kos-kosan ini karena tidak ada uang untuk membayar nya.


Aku berhenti menuliskan skripsi.


Setelah itu aku membuka laptop dan beralih pada profil akun ku sendiri. Kemudian melihat semua judul novel yang telah aku ciptakan.


Ada begitu banyak nya novel yang telah aku ciptakan untuk selalu buruk pada akhirnya


Aku ada biar untuk setidaknya revisi atau remake dari salah satu novel buatan ku.


Tapi aku tidak yakin dari mana merubahnya, karena menurutku cerita novel buatan ku itu sudah sempurna tanpa ada ada nya cacat


Keputusan sulit adalah keputusan yang paling bisa dipercaya, jika mendapatkan keputusan mudah akan menerima nasib sial sebagai perbandingan nya.


"Kembalinya sang pahlawan."


"Ehh?!"


Tunggu sebentar! Perempuan itu menjawab pertanyaan ku yang tidak aku tanya langsung kepadanya?


Tapi dari sekian banyak nya judul yang ada, kenapa harus judul itu juga!


***


Kembalinya sang pahlawan.


Itu adalah judul novel pertama saya dari sekian banyak nya.


Cerita web novel pertama saya sekaligus yang terlaris karena memiliki pembaca yang sangat banyak. Web Novel ini memiliki banyak pembaca yang sejati ketimbang pembaca novel saya yang lain.


Banyak orang mengakui bahwa cerita yang mereka baca adalah suatu mahakarya.


Setidaknya itu adalah garis kasarnya.


Pertama kali aku membuat sebuah novel pas duduk di bangku smp kelas 9. saat itu ketertarikan saya akan suatu novel sedang naik nya. Saya telah banyak memakai waktu yang ada untuk membaca novel ketimbang menonton anime seperti dulu nya.


Dalam cerita web novel yang saya ciptakan memiliki banyak sekali fanservice di dalam nya.


Banyak banget karakter yang ada di dalam novel ini, wajar saja jika memiliki banyak karakter di dalam nya. 4690 Bab lengkap. Itu adalah bab dari novel tersebut yang saya buat sendiri. Aku tidak ingat secara pasti berapa lama untuk menyelesaikan cerita novel tersebut, tapi yang jelas bahwa itu adalah karya pertama saya sekaligus karya emas untuk membuat novel lain nya.


"Tunggu sebentar! Kenapa harus dengan judul itu? Padahal masih banyak judul yang ada daripada ini."


"Hmm.... tidak."


Ah menyebalkan, mendengar kata tidak dari seorang perempuan.


Sejujurnya saya cukup terkejut dengan hal tadi. Dimana dia menjawab pertanyaan saya tanpa saya tanyakan langsung kepada nya.


Apakah dia punya kemampuan untuk membaca pikiran seseorang? Kuharap tidak.


Memikirkannya saja sudah mengerikan, tentang bagaimana orang yang bisa membaca pikiran kamu. Kepala ku saat ini sedang pusing sekali karena tidak minum obat.


Apakah nantinya tekanan darah saya akan naik lagi setelah melakukan hal tersebut? Apakah aku akan mati akhirnya?


Sejujur-jujurnya saya tidak punya waktu beristirahat. Palingan ketika saya beristirahat sekitar dua atau 3 jam saja.


Pagi, siang, sore, dan malam. Penuh dengan aktivitas kerja untuk menafkahi kehidupan sehari-hari sendiri. Orang tua saya sudah tidak ada lagi, terbelit hutang serta juga tidak punya istri dan anak.

__ADS_1


Aku tidak ingin mati karena ada banyak hal yang belum aku selesaikan dan juga dosa-dosa yang ada.


Bagaimanapun ini lah kehidupan saya saat ini.


Seperti nya banyak orang yang berharap kepada saya akan hal ini.


Tidak ada suara pun dari telepon tersebut tetapi ini masih tersambung, apakah ia sedang sibuk makanya meninggal telepon nya dan membiarkannya?


"Baiklah sudah saat nya untuk hal ini."


Tiba-tiba nada suaranya menjadi serius seketika aku merasa tegang.


"Kamu adalah author dari novel KSP, dan aku rasa akan bisa memberikan hal menarik akan hal itu."


KSP adalah singkatan dari kembalinya sang pahlawan.


Hal menarik? Apa maksudnya dengan hal menarik? Aku tidak mengerti apa yang ia katakan.


Yang jelas bahwa ia menawarkan aku sesuatu yang tidak bisa aku tolak.


"Jadi gimana?"


DOORR


"...."


Suara pelatuk pistol yang sangat kencang, seperti nya dia telah menembak seseorang dari suaranya.


"Ini adalah penawaran menarik yang tidak bisa kamu tolak, pada akhirnya kamu akan memilih penawaran ini."


Tu-tunggu sebentar! Apakah dia barusan menebak seseorang? Atau dia sekedar mengancam ku saja?


Kini pun harus mengiyakan pertanyaan perempuan tersebut agar nyawa nya tetap aman.


"Bagus"


Sial! seperti nya dia bisa membunuh ku kapan saja. Apakah dia adalah seorang penembak jitu sehingga bisa membunuhku ketika masih lengah?


Aku berbaring dengan tubuh yang gemetaran akan takut dengan ancaman yang telah ia berikan. Aku bahkan tidak punya keberanian untuk menawarkan sesuatu kepada nya.


"Tidurlah"


"Eh? Tidur?"


"Tidurlah. ini sudah malam, mari kita lanjutkan esok hari saja. Kalau begitu kita akhiri saja pembicaraan ini. Bye-"


Seketika telpon pun mati dan aku merasa ada sesuatu hal yang mengawasi ku saat ini.


Ti-tidur? Apakah dia akan membunuhku jika aku sedang tertidur lelap?


Seketika aku melihat cahaya bersinar terang berwarna warna warni di hadapan ku. Cahaya terang itu membuatku semakin mengantuk sehingga sekarang aku tidak bisa membuka kedua mataku dengan jelas untuk melihat. Kemudian aku tertidur dengan pulas layaknya orang yang kelelahan.


***


Hoaaam


Aku menguap sekian lama nya.


Seketika aku terkejut dengan apa yang aku lihat saat ini. Sekarang aku sedang duduk di kursi yang lumayan mewah, dengan berwarna biru tua keunguan serta memiliki corak.


Dan juga bukan cuman itu, ruangan ini tampak megah. Banyak peralatan di rumah ini tampak sangat mewah layaknya barang mahal. Ada banyak foto seseorang yang tidak aku kenali terpanjang di seluruh ruangan.


Ruangan berwarna kuning keemasan bercampur padu dengan putih keperakan tampak begitu sempurna.


Aku jelas tidak tahu atau tidak ingat bahwa sejak kapan ia berada di tempat seperti ini.


Hal terakhir yang ia ingat adalah melihat suatu cahaya terang berwarna-warni serta tertidur dengan pulas ketika melihat cahaya itu.


Brukk


Aku menggeser kursi yang aku duduk kemudian berdiri


"Tempat macam apa ini?"


Itulah kata pertama ku ketika berada di ruangan ini. Ruangan yang tampak asing bagi dirinya, ia merasa seperti melihat tempat adegan kerajaan film yang biasa nya ia nonton ketika masih sekolah menengah.


Ah iya! Aku baru ingat.


Perempuan itu! Ya, perempuan itu! Ini pasti ulah dari perempuan itu!


Aku ingat bahwa ingat menawarkan sesuatu kepadaku, tapi ia tidak menjelaskan secara rinci mengenai penawaran tersebut.


Ia menempatkan aku di ruangan seperti ini, apakah aku akan menjadi pemeran karakter dari suatu film yang akan datang?


Aku berjalan-jalan melihat sekitar ruangan. Banyak benda-benda yang tampaknya sangat mahal dan harga nya pasti tidak setara dengan dompetnya saat ini.


"Hmm…."


Aku saat ini melihat foto panjang di dinding. Ada banyak wajah orang lain yang tidak saya kenal satupun kecuali satu yaitu saya sendiri.


Yap betul. Disalah satu foto tersebut ada fotoku terpanjang jelas di sana. Fotoku berada di atas dengan beberapa foto lain nya.


Ada enam foto terpajang bersama dengan foto diriku dan juga bingkai itu tampak begitu mewah. Bingkai foto lain nya tampak begitu biasa saja, berbeda dengan bingkai foto ku dengan bingkai foto lainnya di samping fotoku yang tampak mewah.


Bukan nya aku begitu sombong tapi itulah faktanya.


Kemudian aku mendengar sesuatu suara dari luar. Tapi karena aku saat ini tidak mau keluar dari ruangan karena tidak ingin mendapatkan masalah oleh karena itu melihat ke jendela.


Aku berlari ke arah jendela dan melihat apa yang sedang terjadi di luar sana.


Tampak sangat jauh sehingga tidak kelihatan apa yang di liat. Seperti ini kastil yang sangat tinggi.


Tanpa aku sadari bahwa ada sebuah pedang tersimpan di sebelah pinggang kiri.

__ADS_1


"Eh? Sejak kapan benda itu ada di sini?"


Tanya ZG dengan heran ketika melihat sebuah pedang berada di sebelah pinggang nya.


Ia menarik pedang itu. Pedang itu tampak lah sangat ringan dan kuat.


Hmm?


Ada yang menarik perhatian nya ketika melihat pedang tersebut. Pedang itu tampak berbeda dengan pedang lain kebanyakan.


Pedang itu memiliki gambar aneh terukir di bilah pedangnya dan memiliki semacam tuas yang bisa ditarik.


Serta ada lubang di tengah berbentuk wajah serigala.


"Eh? Kenapa tidak bisa ditarik?"


Aku mencoba menarik tuas yang ada di pedang tersebut namun tidak berhasil. Aku telah mengulang mencobanya berkali-kali tanpa menyerah, dan pada akhirnya akupun menyerah juga.


Kemudian mataku langsung tertuju dengan pinggang sebelah kanan. Tampak ada semacam holder terpasang berada di pinggangku.


Aku membuka holder tersebut dan melihat ada sekitar 21 koin kristal berada didalam nya. Dengan inisiatif aku mengambil salah satunya.


Koin kristal itu tipis dan berwarna biru dengan gambar mata terpampang dengan jelas nya. Ketika aku memegang dengan kedua tanganku, gambar benda itu berubah.


Dari sebelum mata yang tertutup kini menjadi terbuka. Aku tidak tahu apa maksudnya dengan itu.


Kuharap tidak ada sesuatu hal mengerikan akan terjadi kedepannya.


Melihat persamaan ukuran lubang di mulut kepala serigala yang ada di pedang tersebut. Dengan antara koin itu. Saya dengan inisiatif memasukkannya kedalam lubang tersebut.


Dan ternyata muat! Seketika aku merasa mulai semangat akan hal itu.


Ketika koin itu masuk kedalam slot lubang yang ada, tampak nya tuas yang tadi nya sangat susah ditarik sekarang meng longgar.


GIVE


"Wo-woah apaan itu? Barusan ia mengeluarkan suara."


Aku menarik tuas tersebut dan mengeluarkan suara yang tidak terduga


"Baiklah. Mari kita coba lagi."


GIVE, GIVE, GIVE ME YOUR SOUL


Aku menarik nya sebanyak tiga kali dan ketika menarik untuk keempat kalinya malah tidak bisa.


Tuas itu tidak bisa tarik lagi seperti sebelumnya. Apakah ada sesuatu yang macet pada tuas ini atau apa?


Secara tidak sengaja aku menekankan nya ke bawah dan sesuatu mulai terjadi…


BINOCULAR VISION


Ada asap misterius berwarna biru muncul bersama dengan baju zirah terbang bergambar ikon mata seperti pada koin kristal yang ada tersebut. Terletak di bagian pundak nya.


Ssssss


Asap misterius masuk menyelimuti badan ku kemudian armor zirah tersebut secara langsung menyatu dengan tubuhku.


"Wo-woah apa apaan ini? Ini sangatlah keren sekali, apakah teknologi jaman sekarang sudah meningkat pesat. Luar biasa patut untuk di apresiasi."


Aku yang terkesima dengan ada hal yang terjadi sebelumnya. Rasanya sangat luar biasa.


"Tunggu sebentar sepertinya…."


Aku merasa bahwa mataku bisa melihat lebih baik dari sebelumnya. Aku melihat segala dan bisa melihat secara detail dengan kasat mata.


Debu, partikel, bakteri, dan lain-lainnya sebagai. Aku bisa melihat nya tanpa alat bantuan sedikit pun.


Aku bisa melihat objek yang kecil maupun dari sudut pandang yang jauh. Aku melihat di langit terlihat begitu biru menembus awan-awan yang halus.


Kalau bisa melihat seperti ini, itu berati aku bisa.


Seketika aku melihat ke arah jendela untuk melihat hal yang sebelumnya aku tidak bisa dengan jelas. Banyak sekali tenda-tenda terpasang dengan jelas di sana.


Apakah ada acara kemah saat ini? Namun tenda tenda itu tampaknya seperti mau kebakar di lahap oleh api.


"Eh?"


Ada banyak orang disana yang mengarah pedang satu sama lain. Mereka membunuh satu sama lain. Aku bisa melihat seperti ada peperangan diantara dua kubu.


Kubu satu memakai pakaian hitam pekat serta mantel kain berwarna abu-abu


Kubu dua memakai pakaian yang sangat beda, mereka memakai pakaian jas yang berbeda satu sama lain. Membedakan nya hanyalah warna dasi yang mereka pakai.


Gila…


Bukan hanya pedang saja tetapi tongkat, pisau belati, perisai, busur dan lain lain semacamnya sebagai sengaja mereka.


Mereka memiliki peralatan yang variatif dengan sesuai kemampuannya untuk kemampuan bertarung.


Guess


Pemandangan ini sangatlah… ugh aku tidak mengatakan nya dengan kata-kata.


Mereka melawan kubu lain ke kubu lain. Ada sesuatu yang menarik perhatian ku. Ada seorang anak perempuan kecil kubu dua memegang tongkat sambil merapal mantra seperti nya.


Seketika bola bola api besar muncul dengan banyaknya melayang di langit-langit, kemudian dilemparkan secara acak membabi buta. Tidak peduli kawan maupun musuh, bola bola mengenai target nya tanpa meleset.


Orang-orang terlempar kesana sini akibat dari tabrak bola api besar tersebut.


"Sial! Argh.."


Sebuah bola api yang sangat besar dilemparkan melaju dengan cepat ke arah posisi saya. Saya yang melihatnya segera menjauh dari jendela dan berlari sambil berteriak.

__ADS_1


__ADS_2