Villain Viewpoint

Villain Viewpoint
Bab 010 - melawan para pengkhianat kerajaan bagian 1


__ADS_3

Apa yang telah terjadi?!


Ada sebuah ledakan besar yang berasal dari arahnya Ashton berada.


"Ada pengkhianat, ada pengkhianat!"


Teriak salah satu prajurit dari sana yang ternyata masih selamat kemudian…


Sreet


Sebuah anak panas ditembak tepat di kepala orang itu kemudian orang itu jatuh ke tanah dengan posisi tidak sadarkan diri.


Hehehe-


Sebuah ketawa kecil yang


Slash Slash


Ugrh


Tiba tiba salah satu dari mereka menebas rekan mereka sendiri.


"Apa yang telah kamu lakukan!"


Tanya salah prajurit yang menahan pedang rekan nya yang ingin membunuhnya.


"Diam kau bodoh."


Slash, ugrh


Bruk


Orang itu langsung terbaring ke tanah dengan darah bercucuran kemana-mana.


Ini lagi?


Sebuah kegaduhan yang luar biasa terjadi. Mereka saling membunuh satu sama lain, sama seperti ketika aku berada di dalam kastil istana sebelumnya.


"Hei kau jangan diam saja, hiyaaaaa!"


Teriak seseorang dari belakang sambil mengarahkan kapaknya ke arah aku.


Miss


Aku berhasil menghindari serangan kapak itu sambil mengangkat anak itu agar tetap aman kemudian mundur kebelakang sambil berjaga-jaga.


Trup trup trup


Sekumpulan prajurit datang ke arah kami dan mengepung kami kemudian mengangkat pedang nya kepada kami.


"Dae, nama kamu sekarang adalah Dae."


Ucapku memberikan anak itu sebuah nama walaupun seperti nya ia sudah mempunyai nama sebelumnya.


"D-Dae…"


Anak itu terdiam sejenak ketika mendengar aku memberikannya sebuah nama baru untuk nya.


"....?"


Anak itu tiba-tiba tersenyum dengan sendirinya.


"Kamu kenapa?"


Tanyaku kepada Dae.


"T-tidak bukan-bukan kok."


Jawab anak itu dengan terbata bata.


"Matilah kalian!"


Salah satu prajurit yang mengepung berlari kearah kami dengan memegang sebuah tombak.


Syungg


Sebuah anak panas di tembak tepat di kepala prajurit itu.


Bruk


Prajurit itu langsung terbaring ke tanah setelah kepala nya kena tembak oleh anak panah.


"Hei kau harus te-"


Aku mengatakan kepada Dae untuk tetap bersama tetapi ia memiliki sesuatu di tangan nya yang sebelumnya ia tidak punya.

__ADS_1


Dae memegang sebuah busur beserta dengan anak panah nya.


"Darimana kamu mendapatkannya?"


Tanyaku kepada Dae.


"Aku mengambilnya dari mayat yang ada di sebelah kita."


Dae menunjuk ke arah mayat yang tergeletak di tanah tepat di samping kami berdua.


Oh gitu ternyata. Dia mendapatkan senjata itu dari mayat prajurit yang telah mati tepat disebelahnya.


Ternyata dia cukup pintar juga ya.


Aku melihat Dae dengan senyuman kecil.


"Aku akan membantumu dari belakang paman. Percayakan saja kepada ku!"


"Ya tentu saja. Ku percayakan pundakku ini denganmu."


Ujar Gz kepada Dae.


Aku berlari kearah salah satu prajurit dan berhasil membunuhnya dengan mudah seolah-olah itu adalah patung yang tidak bergerak.


Kemudian ak u berlari ke arah prajurit dan tepat ketika ingin menyerang nya.


Tang


Serangan ku diblokir oleh sebuah perisai yang cukup besar.


Salah satu temannya melindungi dirinya menggunakan sebuah perisai. Seperti nya job orang itu adalah seorang paladin.


Burrn


Sebuah bola api besar muncul dan melesat cepat mengarah kepada saya.


Aarrgghh


Aku tidak bisa menghindarinya dan terkena oleh serangan bola api itu.


"Paman!"


Aku terlempar cukup keras dan terbentur ke batang pohon yang ada di belakangKu.


"Paman kamu tidak apa-apa kan?"


Tanya Dae dengan khawatir akan kondisi ku saat ini.


"Tidak apa-apa. cuman tadi cukup terkejut saja karena tiba tiba ada serangan bola api yang datang mendadak."


Jawabku kepadaku Dae.


"Bola api, itu berarti ada witch di sekitar sini."


Ujar Dae.


Apakah itu tadi serangan buta atau memang ada yang mengincar diriku?


"Paman sebelah situ."


Dae menunjuk kearah seseorang dari kejauhan.


Orang itu memiliki topi kerucut yang cukup besar beserta memegang tongkat yang besar dengan bentuk yang aneh.


Tidak salah lagi, sudah pasti orang itu adalah seorang witch.


Burrn


Sebuah bola api diluncurkan ke arah musuh yang ia lihat.


Aku memberikan kode kepada Dae untuk menebak witch itu.


Dae mengangguk


Sepertinya ia mengerti apa yang aku inginkan. Segera ia menarik tali busur nya dan.


Syungg


Anak panah mengenai target dengan tepat.


Brukk


Witch langsung terbaring ketanah seketika setelah kepalanya kena tembak anak panah.


Aku menoleh kearah Dae dan memberikan nya sebuah jempol karena berhasil mengenai target.

__ADS_1


Dae yang melihat aku memberikannya sebuah jempol, senyum manis mengembang di muka nya.


Sepertinya ia puas dengan apa yang telah ia lakukan.


Tanpa membuang waktu, aku langsung bangun dan berdiri kemudian berlari ke arah musuh untuk mengalahkan mereka satu persatu.


Aku mengalahkan mereka dengan mudahnya tanpa ada kesulitan seperti melawan para Hero sebelumnya.


Saat aku hendak berlari ke arah musuh selanjutnya untuk dibunuh. Tiba-tiba saja muncul seorang musuh yang menggunakan perisai tadi yang sebelumnya menghadang jalan saya.


"...."


Kami berdua berdiri ditempat.


Aku ingin sekali menyerang nya akan tetapi tidak ada celah untuk menyerangnya karena ia memiliki perisai yang cukup besar dan keras.


Baiklah kalau begitu.


Aku membuka holder yang berada di pinggang ku dan mengambil koin kristal yang ada.


GIVE, GIVE, GIVE, GIVE ME YOUR SOUL


EARTH HUG


Sebuah asap misterius berwarna coklat kehitaman muncul dan tangan yang hancur tiba-tiba saja berubah menjadi armor dan menyatukan denganku.


Baiklah!


Aku memegang erat pedang ku kemudian mengangkatnya ke atas dengan cepat.


Brukkuk


Sebuah pukulan tanah muncul dan menghantamkan perut orang itu.


Orang itu terlempar ke atas langit dengan cepat nya.


Tap tap tap


Suara langkah lari seseorang dari belakang.


Dengan reflek aku langsung menghadap kebelakang dan ternyata yang sedang berlari itu adalah Dae.


Akhirnya Dae sampai dihadapan dengan napas ngos ngosan.


"Kenapa, apakah ada sesuatu yang terjadi?"


Tanyaku kepada Dae.


"Tidak, t-tidak apa-apa."


Jawab Dae dengan tergagap gagap.


"Jadi?"


"Aku datang kesini karena ingin bersama dengan paman, itu saja kok."


Ucap Dae dengan percaya diri.


"Baiklah kalau begitu."


Dae melihat sesuatu yang menarik perhatian nya.


Ia pun berjalan dan mengambil benda yang telah menarik perhatian nya.


Tidak lain tidak bukan adalah perisai musuh yang tadi lepaskan ketika terlempar ke udara.


Dan kini ia memiliki nya.


"Paman boleh aku bawa ini?"


Tanya Dae dengan mata berbinar-binar.


"Ya bawa saja."


Jawabku dengan singkat sambil melihat sekeliling yang sudah kacau balau.


"Ayo pergi sekarang."


Perintah ku pada Dae untuk segera bergegas.


Aku berlari dengan cepat kearah Ashton berada sebelumnya.


Aku hanya ingin memastikan gimana kondisinya saat ini. Apakah dia masih hidup dan baik baik saja atau sudah mati dan saat ia sedang sekarat


Dae pun mengangkat perisai nya dan segera menyusul ku dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2