Villain Viewpoint

Villain Viewpoint
Bab 003 - Melarikan diri dari istana kastil yang akan hancur bagian 2 [Selesai]


__ADS_3

Tak tak tak tak tak tak


Suara langkah kaki yang bisa terdengar jelas dari seseorang.


Aku saat ini sedang berlari mencari jalan keluar untuk keluar dari tempat ini. Aku mendapatkan sebuah peta dari salah satu bawahan ku. Dan peta nya bukan sekedar peta saja.


Walaupun peta itu adalah peta dunia ini tetapi peta itu bisa berubah sesuai keinginan pemilik.


Yang tadinya aku ingin mengetahui lokasi denah kastil ini sekarang bisa mengetahui nya. Gambar peta mengganti menjadi gambar denah lokasi kastil saat ini.


Ada tanda titik biru yang saat sedang bergerak. Ya, itu aku pastinya yang sedang berjalan mencari jalan keluar.


Kastil ini lumayan besar dan memiliki banyak ruangan, sehingga tidak heran jika tadinya aku berjalan memutar- mutar secara terus menerus.


Dan sekarang itu tidak akan terjadi.


Senyum mengembang dari wajahku yang menandakan bahwa aku saat ini sedang senang.


"Akhirnya sampai juga."


Aku berhenti tepat di depan pintu lumayan besar. Itu adalah jalan turun ke lantai empat.


Kastil ini memiliki lima tingkatan lantai sesuai kriteria.


Lantai pertama adalah lantai pemula untuk seorang yang barusan menjadi seorang villain.


Lantai kedua adalah mereka yang menjadi villain beberapa tahun belakangan.


Lantai ketiga adalah lantai bagi mereka yang telah setia pada organisasi dan tidak akan mengkhianati kepercayaan mereka.


Lantai keempat adalah lantai dimana bawahan setia dari komandan utama villain berada, lantai ini sangatlah berbahaya bagi Hero karena memiliki musuh yang cukup tangguh.


Lantai terakhir yaitu lantai kelima merupakan lantai nya para komandan berkumpul. Biasa nya lantai ini ditempati oleh pemimpin villain dan sangat berbahaya.


Keberadaan komandan villain sangatlah berbahaya. Sehingga setidaknya membutuhkan seribu pahlawan suci dan seratus pahlawan dari dunia lain untuk mengalahkan satu komandan villain.


Satu komandan villain saja! Ya, satu saja. Membutuhkan banyak pasukan untuk mengalahkan satu orang saja.


Kastil ini sangatlah besar dan tinggi. Mau tidak mau aku harus turun ke lantai satu ke lantai lain nya secara berurutan.


Aku saat ini berada di dunia lain yang tidak aku ketahui. Sehingga aku tidak bisa meminta bantuan kepada teman-temanku.


Lagipula ketika aku tersadar bahwa aku berada di tempat yang tidak aku kenali. Aku tidak memiliki apapun selain baju yang sedang aku pakai, dan pedang yang tiba-tiba ada di pinggangku.


Aku berharap setidaknya ada orang yang mau menolongku di saat seperti ini walaupun kemungkinannya kecil.


Sreeeet


Pintu menuju lantai keempat telah di buka.


"...."


Sungguh pemandangan yang tidak sedap untuk dibaca.


Banyak mayat dan darah yang bertebaran dimana-mana. Kepala manusia, tangan manusia, organ dalam tubuh yang kelihatan jelas, mayat yang badan nya kebakaran hingga hangus, dan lain-lain sebagainya.


Sungguh ini adalah pemandangan yang mengerikan. Akan tetapi…


Mereka adalah pihak yang menyerang tempat ini bukan pihak dari tempat ini. Sehingga membuat diriku sedikit tenang dengan hal itu.


Karena saat ini aku berada di pihak tempat ini dan melihat mayat pihak lain seakan-akan memberikan kelegaan untuk diriku sendiri.


"Baiklah! Saat ini untuk fokus untuk saat ini."


Aku menggelengkan kepalaku kemudian menepuk nya.


Aku berlari sekencang mungkin karena tidak ingin melihat mayat tergeletak dimana-mana. Pandangku cuman fokus satu titik yaitu pintu lantai ketiga.


Rrrrtttt


Semburan api besar muncul dihadapan ku. Aku menghentikan langkahku dan melihat ke arah sebelah kiri


"....!"


Seekor naga besar mengepakkan sayapnya berwarna merah tua saat ini sedang melihat diriku yang ada di hadapannya.


Tanpa pikir panjang aku langsung berlari sekuat tenaga.


"Grrrrr!"


Rrrrtttt


Naga itu langsung menyemburkan api nya tapi kali ini adalah asap api.


Asap api itu lebih cepat dari lari ku sehingga membuat seluruh ruangan penuh dengan asap pekat hitam.


Asap ini bukan sembarang asap biasa. Asap ini memiliki hawa yang panas seperti semburan api tadi. Asap api ini lebih lemah dari semburan api sebelum nya dikeluarkan oleh mulut naga itu.


Salah hirup sedikit saja, kamu akan langsung mati dikarenakan paru-paru yang kebakar akibat menghirup asap api tersebut.


Aku menutupi mulut dan hidung menggunakan kedua tangan ku.


Groarrr rrrrtttt


"....!"


Naga api itu mengeluarkan bola api yang cukup besar kemudian dilempar nya ke arah saya.


Duarrr


Ruangan lantai empat menjadi hangus seketika. Tidak ada yang tidak terbakar oleh serangan bola api yang cukup besar itu.


Mayat-mayat yang sebelumnya berserak menjadi hangus dan debu. Kurasa itu lebih baik daripada sebelumnya.


Grrrrr


Naga itu melihat dengan seksama. Tampaknya ia sudah berhasil menghancurkan seseorang menjadi sebuah abu.


Puas dengan apa yang dia lihat, naga itu langsung pergi tanpa adanya rasa kecurigaan.


HEAVEN'S WINGS


Aku saat ini sedang berada di lantai dua mengamati naga itu yang sedang pergi.


"Gila. Benar benar gila!"


Sepertinya keajaiban berada di pihak ku, saat hampir kena oleh bola api yang sangat besar itu. Aku terlempar keluar dan akan jatuh dari ketinggian menghantam tanah.


"Wo-woahh. Sial! Aku akan jatuh sekarang."


Aku mengambil salah satu koin kristal di holder secara acak.


"Baiklah."


Ambil dan pegang pedang kamu, buka dan masukkan koin kristal di dalam mulut serigala kemudian tutup, kemudian tarik tuas nya sebanyak tiga kali dan menekan tuas nya ke bawah ketika sudah menarik tuasnya.


Asap misterius berwarna merah muda keputihan muncul beserta amor zirah yang tampilan nya lumayan berbeda dengan armor zirah sebelumnya. Kini armor zirah tersebut memiliki sayap besar berwarna putih terpasang di belakang badan armor zirah tersebut.


Kemudian bersatulah dengan diriku. Dan terbentuklah heaven wings terpasang di diriku.


Tepat sebelum jatuh menghantam tanah, aku mengepakkan sayap yang ada berada di punggung ku.


Ssssttt


Aku mengepakkan sayap secara pelan dan turun perlahan hingga sampai kebagian lantai dua. Diluar dugaan bisa sampai ke lantai dua sesingkat ini tanpa melewati lantai ketiga terlebih dahulu. Itu merupakan hal yang luar biasa!


Yah, walaupun begitu tetap saja nyawa adalah taruhannya. Aku hampir saja menjadi sosis bakar karena asap api itu dan serangan bola api yang besar.


***


Aku berjalan dengan santai karena perut ku yang tiba-tiba sakit ketika aku ingin berlari, sehingga membuat diriku harus berjalan dengan santai agar rasa sakit nya berkurang.


"Ruangan ini…."


Ruangan ini sangatlah bersih. Tidak ada mayat atau bercak darah di lantai dan di dinding. Yang ada lantai dua ini memiliki sisi bangunan yang retak sehingga bisa saja akan roboh dan menimpa dirinya.


"Aku harus berhati-hati disini."


Ia membuat langkah kaki nya menjadi ringan agar bangunan ruang ini tidak roboh dan hancur kemudian menimpa dirinya. Ia tidak menginginkan hal tersebut.


Tak tak tak tak tak


Suara langkah kaki yang besar tapi langkah kaki itu bukan langkah kaki milik nya. Suara langkah kaki itu pasti suara langkah kaki seseorang. Aku yakin akan hal itu.


Aku dengan siaga mengangkat dan memegang pedang ku dengan kencang untuk berjaga-jaga kalau misalnya bertemu dengan musuh.


Suara langkah kaki itu telah hilang. Bukan karena orang itu telah jauh dari saya akan tetapi orang itu berhenti tepat di depan saya.


Wajah kami saling berpandangan satu sama lain.

__ADS_1


"...."


"Tidak ku sangka, bahwa ada villain yang merupakan ras binatang?"


"....?"


Aku bingung dengan apa yang dia maksud, apakah dia barusan membicarakan orang lain atau diriku itu sendiri?


Oh iya aku baru ingat.


Aku saat ini masih terpasang armor zirah heaven wings sehingga membuat diriku seperti mempunyai sebuah sayap.


"Itu bukanlah urusanmu anak kecil."


Ucapku yang cukup tegas ketika melihatnya dengan seksama. Anak itu pasti nya merupakan seorang musuh, yang terlihat jelas dari baju yang berbeda.


"Jangan begitu galak om, aku jadi takut nih hahaha."


Ucapnya kemudian langsung ketawa seolah-olah dia sedang mengejek diriku.


Aku memegang dengan erat gagang pedang dengan mata yang serius. Saat ini bukan hal yang harus ditertawakan ketika hidupmu antara selamat atau tidak.


"Baiklah om. Sudah saat nya kamu mati sekarang!"


Anak itu tiba-tiba saja berlari kencang ke arah saya sambil memegang pedang yang siap untuk membunuh saya.


Saya yang melihat reflek langsung mengepakkan sayap kemudian terbang ke atas.


Anak itu tepat berada di depan ku dan mulai melibas kan pedang nya. Akan tetapi aku bisa menghindarinya, sehingga membuat serangan nya meleset.


"Hei om jangan terbang gitu deh, nanti aku potong loh sayapnya."


Ucap anak dengan kesal karena aku berhasil menghindari serangan dan terbang ke atas.


HEHEHE~


"Ah…. Sial banget dah sekarang, Uwahh."


Aku terjatuh karena armor zirah milikku menghilang karena kehabisan waktu.


"Hehehe bersiaplah om untuk mati dengan tusukan pedang di dadamu itu."


Anak itu tersenyum manis sambil mengarahkan pedangnya ke atas agar aku ditusuk oleh pedang tersebut.


"Masih belum anak kecil."


Aku mengambil koin kristal lagi secara acak


GIVE, GIVE, GIVE, GIVE ME YOUR SOUL


LIGHTNING STRIKE SPEED


Armor zirah yang memiliki kekuatan kecepatan yang sangat tinggi, lightning strike speed. Asap misterius berwarna kuning berserta armor khusus peduli dan pada bagian kaki.


Menyatu.


"Hiyaaaaa."


Teriak diriku dengan kencang karena akan terjatuh ketanah dengan cepat.


"Eh!"


Orang itu tampak terkejut ketika melihat saya yang bergerak secepat kilat.


Aku melesat cepat jatuh ke tanah sambil memegang pedang dengan kencang.


Buhhhh


Aku jatuh tepat ke bawah dengan selamat tanpa ada nya luka sedikit pun.


Benar-benar aku melesat cepat ketika jatuh kebawah tadi. Kagum diriku dengan apa yang telah aku lakukan tadi.


Aku menghadap kebelakang dan menemukan anak itu dalam posisi diam seperti patung. Sepertinya anak itu terkena efek pembeku dari lightning strike speed.


Ketika aku mendekati anak itu dengan penuh kewaspadaan tiba-tiba….


Siingggg


Kepala anak itu jatuh ke tanah kemudian badan nya juga langsung ikut terbaring kebawah.


"Ehh!"


Kemungkinan sih iya.


Tanpa pikir panjang aku menggeledah pakaian anak itu dan mengambil barang berharga miliknya.


"Wah banyak barang bagus nih."


Ada beberapa hal yang aku heran saat ini ketika menggeledah pakaian anak itu.


Pertama, kenapa aku bisa beranda di dunia lain?


Kedua, kenapa aku bisa mengunakan kekuatan dari koin kristal dengan baik padahal baru pertama mengunakan nya.


Ketiga, kenapa ketika aku melihat mayat dan darah. Sama sekali tidak rasa takut kecuali pas masa awal-awal?


Sungguh aneh, sangatlah sungguh aneh untuk saat ini.


Yahh itu pertanyaan yang perlu di jawab oleh seseorang jika mengetahui nya.


Kuharap ada seseorang yang bisa menjawab pertanyaanku dengan penjelasan yang bisa masuk kedalam otak saya.


Sebuah kompas, botol kaca yang berisi air berwarna merah, dan tanda pengenal dari orang ini.


Barang-barang ini sangatlah berguna untuk kedepannya.


Kompas untuk navigasi jalan walaupun aku tidak bisa memakai nya karena keterbatasan informasi.


Botol kaca yang berisi cairan berwarna merah seperti nya merupakan ramuan penyembuh, ini sangat berguna jika aku mendapatkan serangan dari musuh dan menyembuhkan diri.


Dan tanda pengenal?


Alfiah rahmanida


Hmm… apa yang harus aku lakukan dengan kartu pengenal ini?


Mungkin sebaiknya aku simpan terlebih dahulu, jangan membuang nya terlebih dahulu karena siapa tahu akan berguna kedepannya.


Aku menyimpan kartu tanda pengenal orang itu ke dalam saku dalam celana.


Aku berdiri dan memperbaiki posisi.


"Hari ini benar-benar gila. Aku bahkan tidak bisa bernafas dengan normal seperti sebelumnya. Apa yang terjadi sebenarnya disini?"


Aku menghela napas kemudian berjalan dengan santai karena aku merasa kelelahan dengan hal yang terjadi sebelumnya. Aku sangat ingin sekali tidur dan beristirahat akan tetapi bukan waktu yang tepat hal itu.


***


Pintu utama menuju lantai satu akhirnya sampai juga…


Sungguh perjalanan yang melelahkan. Aku bahkan tidak sanggup untuk berjalan lagi.


"Kita istirahat dulu disini."


HEHEHE~


Sudah habis ya? Masa waktu nya.


Sepertinya kekuatan koin kristal ini bisa digunakan beberapa kali dalam sehari serta ada batasan waktu juga ketika digunakan. Menurut pengamat ku ketika menggunakan nya.


Aku duduk dan menyadarkan badanku kepada pintu. Sungguh benar-benar melelahkan.. bahkan aku tidak bisa mengatakan apapun karena saking kelelahan nya.


Srrrtttt


Pintu kemudian terbuka dengan perlahan secara sendirinya ketika aku menyadarkan badanku.


Brukk


Aku terbaring di lantai dengan penuh keringat diseluruh badan.


Ia melihat kedepannya dan melihat hal yang sama dengan lantai kedua.


Mayat dan bangunan retak yang akan siap runtuh kapan saja.


Huff


Aku bangkit dari baring ku walaupun aku merasa sangat lemah untuk berjalan. Tetapi, mau tidak mau harus seperti ini. Jika ingin menyelamatkan diri sendiri ketika orang lain tidak.


Aku memasuki ruangan lantai satu.

__ADS_1


Disini bisa dilihat bahwa mayat-mayat yang tergeletak disini sangatlah banyak ketimbang lantai sebelum nya.


Aku melewati mayat satu persatu dengan santai nya tanpa ada ketakutan ataupun jijik. Aku rasa bahwa sudah terbiasa melihat yang begini, sehingga walaupun sebenarnya aku tidak melihat orang mati sekalipun, apalagi dengan mayat seperti sekarang ini.


"....!"


Ada suara aneh dari lorong ruangan sebelah kiri.


Apa yang aku lakukan ya? Arah pintu keluar tepat berada di kiri bersamaan dengan suara aneh muncul dari ruangan itu.


"Baiklah! Tidak ada jalan lain selain jalan ini."


Aku hanya bisa pasrah menuju jalan keluar yang berisi suara aneh muncul dari dalam.


Glek


Aku menelan air liur ku dengan wajah penuh pasrah. Benar-benar kuharap bahwa aku masih hidup kedepannya.


Sepertinya jalanan ini aman aman saja tanpa ada monster seperti naga tadi dan musuh yang tiba-tiba muncul.


Langkah demi langkah terdengar jelas.


Suara itu bukan suara monster melainkan manusia.


Aku menghentikan langkah kaki kakiku kemudian bersembunyi di salah satu lemari yang ada.


Aku tidak tahu kenapa ada lemari di tempat seperti ini, yang jelas ini keburuntung ku.


Tepat setelah masuk ke dalam lemari ada beberapa orang yang sedang berjalan lewat. Sepertinya mereka tidak menyadari kehadiran diriku didalam lemari.


"Hei bukankah ini lebih baik dari sebelumnya?"


Seseorang pria berbadan besar mengatakan bahwa situasi saat ini lebih baik dari sebelumnya. Benar-benar aku tidak mengerti akan maksudnya.


"Ada apa dengan otakmu? Jelas ini saat ini sama saja dengan sebelumnya."


Ucap si anak kecil perempuan yang berada di depan nya dengan kesal.


"Lagipula cuman kita berdua saja disini dan juga, aku tidak mau bersama dengan orang seperti kamu. Huff."


"Karena cuman kita berdua saja disini marilah bekerja sama. Kan kita sama-sama kom-"


"Tunggu!


Ucap dengan tegas oleh anak kecil perempuan itu.


"Kenapa?"


Pria berbadan besar itu tampaknya terkejut dan kebingungan dengan hal sebelumnya.


"Aku merasakan ada seseorang selain kita berada di sini."


"Huh, jadi mereka mengikuti kita ya?"


"Sepertinya iya begitu."


Anak kecil itu berjalan di depan tepat berada di depan ku.


"Disini."


Dia menunjukkan jari telunjuk nya ke lemari yang ada di depan nya.


"Oh! jadi disitu ada penyusup kecil yang bersembunyi ya. Hahaha."


Ketawa pria itu dengan keras nya.


Dadaku terasa berdebar kencang ketika mereka mengetahui bahwa aku ada di lemari.


"Baiklah penyusup kecil, sepertinya kamu harus mati disini. Karena disini bukanlah tempat kamu berada saat ini."


Pria itu mengepalkan kedua tangan nya sambil berjalan menuju kedepan lemari sambil tersenyum menyeramkan.


Aku tidak boleh mati seperti ini!


Aku mengambil salah satu koin kristal secara acak untuk aku gunakan pertarungan yang akan terjadi.


Tepat pria berada didepan pintu lemari dan ingin membuka nya.


Brakk


GROUND BREAKING


Pintu lemari tiba-tiba saja terbuka dan ada seseorang di dalam nya kemudian menebas dan melompat keatas diriku.


Argh


"Ariel!"


Teriak anak itu dengan terkejutnya karena tiba-tiba diserang oleh seseorang dari dalam lemari.


"Kau! Berani berani kau…"


Aku mendarat tepat dengan sempurna tanpa ada kepeselet oleh hal sesuatu.


Ketika aku berbalik badan dan menyiapkan posisi menyerang. Anak kecil itu seketika terdiam melihat diriku.


Ada yang aneh.


Dia memandangi aku dengan lama kemudian tersadar.


"ZG!"


Seketika aku terkejut ketika dia mengucapkan namaku. Karena aku tiba-tiba saja dipindahkan ke dunia lain. Wajar saja jika diriku tidak begitu mengenal orang didunia ini.


"ZG, kenapa kamu menyerang Ariel secara tiba-tiba? Apakah kamu akan membunuh kami karena tidak bisa menjaga tempat ini?! Kumohon ampunilah nyawa kami."


Dia secara spontan meminta pengampunan nyawa.


Anak kecil itu berlutut sambil menunduk di hadapan saya dengan badan penuh gemetaran.


Ugrh


Aku melihat pria berbadan itu sedang terbaring kesakitan dengan luka yang sepertinya serius. Banyak darah yang mengalir dari tebasan di dada nya. Jika dibiarkan dia akan mati karena kehabisan darah.


"Hei! Tangkaplah ini."


Aku mengambil botol kaca yang berisi cairan berwarna merah dari dalam tas ransel yang ada di punggungku. Kemudian dilempar tepat kepada anak kecil itu.


Aku mendapatkan tas ransel itu ketika sedang berjalan di lorong ini dan kebetulan ada tas ransel yang tidak terpakai tergeletak di lantai.


"Eh… Inikan ramuan penyembuhan tingkat tinggi rating S!"


Ramuan penyembuhan tingkat tinggi rating S? Apa itu?


"Berikanlah itu kepada orang yang tidak berdaya tergeletak di sebelah sana, aku yakin dia pasti membutuhkannya."


"Ah! Iya."


Anak kecil itu segera bergegas menuju ke tempat temannya, kemudian membuka penutup botolnya. Di curahkanlah seluruh cairan berwarna merah itu kedalam mulut teman nya.


Tiba-tiba pendarahan yang ada di dada nya terhenti seketika.


Pria itu sepertinya sudah selamat dari maut akan tetapi ia masih belum sadarkan diri.


Aku mengamati jelas dia orang itu dengan seksama.


Pakaian mereka… bukankah pakaian mereka sama dengan ku?


Kalau sama berarti mereka sekutu dong atau tidak teman.


Aku membalik badan kemudian bergegas dengan berlari sekencang mungkin.


Sial!


Aku hampir saja membunuh salah satu rekan ku. Jika saja tadi dia bangun dan melihat kearah saya. Sudah dipastikan bahwa saya akan mati dibunuh oleh nya karena menyerang nya secara tiba-tiba.


Mungkin kelompok organisasi yang saat ini aku berada akan menjadi diriku sebagai pengkhianat karena menyerang salah satu rekan karena kesalahpahaman.


Kemudian mereka akan memburuku dan membawa kepala ku kepada petinggi organisasi sebagai bukti bahwa pengkhianat telah dimusnahkan.


Memikirkan saja tidak membuat diriku takut?


Ehh


Tunggu sebentar! Aku tidak takut bahwa diriku akan mati nya? Bukan nya tadi aku ketakutan setengah mati karena anak panah dan melawan musuh-musuh yang berbahaya tadi?


Ini benar-benar mengherankan. Seperti ada sesuatu yang perlahan masuk kedalam diriku.


Namun bukan saatnya untuk memikirkan hal itu.

__ADS_1


Pintu kayu tepat berada di depan saya. Sepertinya ini adalah jalan keluar dari kastil istana ?


__ADS_2