Villain Viewpoint

Villain Viewpoint
Bab 004 - Mencari jalan tujuan untuk bertahan hidup


__ADS_3

Udara dingin yang segar serta banyak nya pepohonan disana sini.


Ini membuat diriku lega.


Aku telah keluar dari kastil istana itu sebelum hancur sepenuhnya. Aku sangat senang sekali karena terbebas dari tempat semengerikan itu.


Banyak mayat, musuh yang dikenal, dan juga monster dari fantasi umumnya yaitu naga.


Itu membuat kepala sakit ketika memikirkan, karena saat ini aku benar-benar berada di dunia lain dan tidak sedang bermimpi.


Jika aku saat ini telah mengalami mimpi, kemungkinan bahwa aku punya banyak dosa yang harus ditembus. Atau mungkin saja diriku saja ini sedang koma dan terbaring di rumah sakit karena tekanan darah yang tinggi.


Terbaring koma di rumah sakit ya? Hmm… sepertinya aku harus menghentikan kebiasaan begadang di tengah malam.


"Oh!"


Seekor kupu-kupu berwarna warni layaknya warna pelangi lewat di hadapan ku.


"Indahnya… benar-benar luar biasa!"


Terkagum dengan apa yang aku liat ketika melihat kupu-kupu tersebut.


Dan sekarang adalah poin penting untuk saat ini adalah!


Kenapa aku saat ini sedang berada di dunia lain?


Yang terakhir aku ingat bahwa aku melihat sesuatu cahaya terang berwarna-warni kemudian dengan tertidur pulas.


Itulah yang aku ingat untuk terakhir kalinya sebelum terbangun di kastil istana itu.


Apakah cahaya terang itulah yang mengirim diriku di dunia ini?


Hmm… huff haaa


Aku menghelakan nafas dengan panjang karena telah berpikir keras tentang diriku yang berada di dunia lain secara tiba-tiba.


Aku saat ini butuh istirahat.


Aku kemudian berhenti berjalan dan duduk bersandar di salah satu pohon yang berada di sampingku.


Angin yang sejuk barusan lewat sehingga membawa hawa yang dingin. Cahaya matahari yang cukup hangat sehingga membuat diri mu ingin tertidur lelap.


Ini benar-benar hutan yang hebat!


Mataku mulai mengantuk, aku tidak bisa menahan nya lagi. Aku benar-benar tidak bisa membuka kedua kelopak mataku dengan benar.


Dan akhirnya aku tertidur lelap tanpa sadarkan diri.


[ Hei! Hei! Heeeeeeeey! ]


Sentak aku langsung terbangun ketika mendengar seseorang memanggil ku.


"Apa apa? Ada seseorang? Siapa siapa?"


Ucapku ketika mengatakan nya dengan setengah sadar.


Aku melihat di sekitar beberapa kali namun tidak menemukan seseorang kecuali diriku sendiri.


"Ini benar-benar aneh, apakah aku barusan bermimpi mendengar seseorang memanggil diriku?"

__ADS_1


Tanya didalam diriku ketika mendengar suara yang telah aku dengarkan barusan sebelumnya.


[ Gimana tidurmu, nyenyak? Sudah pasti seharusnya begitu. ]


Suara itu muncul lagi untuk kedua kalinya namun dengan bicara yang berbeda.


Aku sentak terkejut ketika mendengar suara itu lagi. Suara itu adalah suara yang memanggil diriku sebelum nya.


"Kamu?"


[ Masa kamu tidak ingat sama aku? Padahal kita waktu itu masih telponan loh. ]


"Telponan?"


Telponan? Sejak kapan aku telponan dengan diri nya. Kapan ya, apakah itu kemarin atau kemarin lusa nya?


Aku berusaha mengingat dengan benar-benar bahwa aku telponan dengan seseorang.


"Oh! Itu kamu."


[ Yapp tepat sekali, itu adalah diriku. ]


Setelah di ingat-ingat kembali bahwa aku sedang telponan dengan seseorang sebelum berada di dunia lain.


Perempuan itu…


"Hei dimana kamu sekarang? Kenapa cuman suara kamu aja yang saat ini saya dengar."


[ Aku? Yahh aku saat ini sedang berada di rumah bersama dengan suamiku dan anakku saja. Hahahaha ]


"Hah?!"


Tapi ini aneh. Mana mungkin rumahnya berada di sekitar hutan ini. Benar-benar tidak masuk akal.


Padahal dia merupakan orang yang sama dengan diriku yaitu hidup di perkotaan.


[ Kamu pasti bingung ya, kenapa kamu bisa berada di sini? Hmhm~ ]


"...."


Dia menanyakan itu tanpa aku harus bilang bahwa diriku saat ini sedang berada di dunia lain.


[ Aku lah yang telah mengirimmu di dunia ini. Dunia buatan itu mu sendiri. ]


"Haah?"


[ Dunia ini merupakan cerita dari novel mu. KSP atau kembalinya sang pahlawan. ]


Glek


Aku terdiam membeku seperti layaknya patung serta keringat dingin ketika mendengar hal itu.


Apa-apa ini? Aku merasakan tekanan yang luar biasa! Seperti setiap kata yang diucapkan itu mengerikan.


[ Aku mengirimkanmu berada di dalam cerita novel mu untuk sebagai hadiah pensiunan. ]


"Hadiah pensiunan?"


[ Ya. Hadiah yang kumaksud adalah kesepakatan yang telah ia buat. ]

__ADS_1


"Kesepakatan?"


[ Kamu telah bekerja keras hingga begadang terus menerus walaupun itu cuman menulis cerita fiksi untuk novel mu. ]


"...."


[ Kamu adalah author dari cerita novel ini, dan sekarang kamu berada di dalam cerita novel saat ini. Kamu seharusnya sudah tahu banyak hal tentang hal-hal yang akan terjadi kedepannya dalam cerita novel ini. ]


"Jadi?"


[ Seperti yang aku bilang bahwa ini adalah hadiah pensiunan. Gunakan pengetahuanmu akan dunia novel buatanmu ini untuk mencari hidup tenang dan aman seperti yang kamu inginkan. ]


Mata ku mulai berbinar-binar ketika mendengar hal itu.


Dulu aku ingin sekali hidup dengan tenang dan aman serta hidup di dunia ala fantasi. Adanya sihir, makhluk ras lain, kerajaan dan lain lain sebagainya.


Aku ingin sekali hidup seperti itu ketika aku masih masih duduk di bangku smp, dan sekarang keinginan itu langsung terwujud.


Lagipula aku saat ini berada di dalam cerita novel buatan ku sehingga aku akan tahu apa yang terjadi kedepannya. Ini benar-benar mantap luar biasa!


[ Baiklah, sudah saat ini untuk membangunkan suamiku. Kalau gitu sampai sini saja ya percakapan kita. ]


"Ya tentu saja!"


Jawabku dengan semangat.


[ Hmm… sebelum aku pergi, ini ada oleh-oleh buat kamu. Silahkan gunakan ini baik baik ya. hehehe~ ]


Sebuah koin kristal jatuh dari langit dan dengan sigap aku menangkap nya.


"Ini…."


Koin kristal bergambarkan motor.


[ Jika kamu menggunakan koin kristal itu maka sebuah motor kendaran akan muncul. ]


"Sungguh? Ini punya aku kah?!"


[ Ya tentu saja kenapa tidak. ]


Akhirnya, akhirnya, akhirnyaaaa.


Akhirnya aku mempunyai motor sendiri tanpa harus bayar cicilan kredit.


Orang ini pasti seorang dewa namun karena dia adalah perempuan maka pasti adalah dewi. Dewi yang memiliki kekuatan cukup hebat sehingga membuat cerita novel fiksi menjadi kenyataan, benar-benar luar biasa.


"Makasih ya Dewi yang mulai. Akan mulai menyembah mu sebagai tanda syukur ku."


[ Tidak perlu begitu! Kamu tidak perlu menyembahku sebagai Dewi yang kau puja. Menerima terima kasih dari kamu sudah cukup kok~ ]


"Baiklah! Makasih banyak untuk semuanya."


[ Oh iya sebelum aku pergi. Aku telah mengirimmu ke dalam dunia novelmu sebagai karakter antagonis sehingga akan ada perubahan dalam dirimu secara perlahan. Tidak perlu protes ok~ ]


"Ba-baik!"


[ Kalau gitu byee~ ]


"Dadaaah"

__ADS_1


Aku melambaikan tangan ku di langit dengan berharap ia melihatku dari atas.


__ADS_2