
*A-aduh duh, untung masih bisa selamat"
Sebelumnya bola api itu terlempar kearah saya dan saya berusaha untuk menghindari nya. Tapi sayang sekali bahwa bola api itu sangatlah cepat.
Ketika saya berbalik badan, bola api sudah mengenai dan menghancurkan jendela sehingga membuat diriku terlempar ke dinding. Untung nya aku tidak mengalami cedera yang cukup serius, cuman luka kecil saja.
Brrrttt
Ruangan menjadi bergetar seketika akibat bola api yang menghancurkan setengah ruangan. Sehingga bisa terlihat jelas dari luar bahwa bola api yang menghancurkan dinding luar sehingga terlihat jelas ruangan dalam.
Aku segera bangun dan berdiri serta membersihkan pakaian ku yang kotor akibat serangan bola api tadi.
Aku berjalan kedepan dan melihat bahwa suasana sekarang udah makin menjadi.
"Itu! Sebelah sana, bunuh dia."
Seorang perempuan melihat ku dari kejauhan sambil berteriak bahwa aku akan dibunuh
Sontak aku terkejut mendengar suara keras yang terdengar jelas dari mulut perempuan itu.
Karena situasi yang semakin menjadi-jadi, aku melangkah beberapa langkah mundur kemudian terjatuh. Ada anak panah yang barusan meleset melewati rambut ku sehingga membuat potongan kecil pada rambut ku.
Badanku gemetaran karena ketakutan.
"I-ini bukanlah mimpi atau syuting film, melainkan sesuatu hal yang nyata!"
Mengetahui bahwa hal yang barusan ia rasakan merupakan hal nyata, dan bukanlah sebuah mimpi. Aku seperti nya telah ngompol karena ketakutan.
Aku berdiri dengan nafas yang masih tidak teratur.
"Sekaranglah bukanlah saatnya untuk ketakutan saat ini, yang terpenting adalah amankan nyawa diri sendiri atau selamat diri."
HEHEHE~
Armor zirah yang dipakai saat ini telah menghilang dengan sendirinya tanpa adanya penjelasan.
"Armor zirah nya hilang, apakah ada batasan waktu untuk menggunakan nya?"
Brrruukkk
Ruangan mulai bergoyang dengan keras sehingga membuat ku terjatuh. Sepertinya tempat ini akan hancur akibat serangan dari kubu yang terus menerus.
Aku segera berdiri dan berlari kedepan pintu utama namun pintu itu tidak bisa dibuka. Sepertinya ada sesuatu menguncinya dari luar sehingga tidak bisa dibuka.
"Sial! Jika tidak bisa keluar dari sini maka tamatlah riwayatku."
Tanpa pikir panjang aku mengambil koin kristal yang ada di dalam holder.
Kemudian memasukkan koin itu di dalam mulut kepala serigala, menutupi nya dan menarik tuas.
GIVE, GIVE, GIVE, GIVE ME YOUR SOUL
Menekan tuas ke bawah untuk mengaktifkan nya.
POWER STRONG
Aku sendiri tidak tahu kenapa aku bisa menggunakan benda ini dengan baik walaupun sekali percobaan. Seperti bahwa pedang ini adalah diriku sendiri.
Asap misterius berwarna berbeda dengan sebelumnya, kini berwarna merah bersamaan dengan armor zirah yang tampak gagah, serta di pundak bergambar tanda tangan jempol.
"Bagus!"
Dengan segera aku memegang gagang pintu dengan sekuat tenaga untuk menarik nya. Namun sayang sekali bahwa pintu itu tidak terbuka.
Aku yang sangat panik karena guncangan yang semakin besar. Segera menghancurkan pintu itu dengan pukulan tinju yang cukup keras, sehingga pintu itu sudah tidak ada lagi.
Tanpa pikir panjang aku segera berlari mencari jalan keluar.
Asap hitam mulai bermunculan di dalam ruangan seperti nya ada kebakaran di tempat lain.
"Argh sial. Kenapa ruangan kastil ini sangatlah besar!"
Aku yang protes karena dari tadi selalu masuk ke dalam ruangan yang sama seolah-olah berada di ruangan yang berputar.
Craaack
Seseorang yang terlempar dari luar masuk dan merusak kaca jendela sehingga membuat ku kaget.
Dengan siaga aku berhenti berlari dan kemudian mengamati dengan penuh kewaspadaan.
Orang itu berlumuran darah serta tangan sebelah kiri nya terpotong. Aku yang melihat kejadian itu sentak bersikap tenang seolah itu hal yang wajar.
Orang itu mulai menggerakkan tubuhnya kemudian kepala mengarah ke depan melihat aku berdiri dihadapan nya.
"Ko-komandan"
"....!"
Orang itu barusan memanggil ku sebagai komandan. Seperti nya ia telah mengenal ku walaupun aku tidak mengenalnya.
Aku yang penasaran kenapa dia mengenalku walaupun aku tidak mengenal nya. Segera menurunkan kewaspadaan dan berlari di hadapannya.
__ADS_1
"Ko-komandan. maafkan aku tidak bisa melindungi tempat ini."
"Apa yang kau bicarakan?!"
HEHEHE~
Untuk kedua kali nya bahwa armor zirah yang sedang aku pakai menghilang seketika.
Orang itu tersenyum ketika aku menanyakan apa yang ia katakan barusan.
"Ini u-untuk komandan."
Dia memberikan sebuah gulungan kertas berwarna kuning seperti kertas model lama. Ketika aku membuka gulungan kertas tersebut, ternyata berisi peta dunia ini.
Ini adalah bukti yang sudah jelas! Bahwa aku saat ini telah berada di dunia lain bukan duniaku sebelum nya.
Ketika aku ingin berterima kasih kepadanya karena memberikan aku sebuah peta dunia lain.
"...."
Orang itu telah mati sambil melihat ku dengan wajah yang tersenyum.
Aku cuman bisa melihat dengan mata penuh kesedihan seolah orang itu adalah seseorang yang berharga bagiku.
Aku mengusapkan mata nya yang terbuka kemudian menutup nya dengan pelan. Memegang kedua tangan nya kemudian di angkat ke atas.
"Ku harap kamu tenang disana, makasih walaupun aku tidak begitu mengenalmu."
Aku meletakkan tangannya di dada nya kemudian bangun secara perlahan sambil melihat orang itu.
Ketika aku hendak berdiri aku melihat sesuatu di saku dada nya. Ada nama yang tertera di situ.
Dimas anggara
Nama yang bagus, kuharap bisa mengingatnya hingga akhir hayat ku.
Tanpa pikir panjang aku langsung berlari di ruangan koridor yang sangat luas untuk mencari jalan keluar.
***
Kami saat ini telah melakukan penyerangan besar-besaran kepada wilayah musuh yang cukup berkuasa di wilayah ini.
"Hei! Jaga pintu depan, jangan sampai para Hero itu bisa berhasil masuk kedalam."
"Ya tentu saja, kami tahu akan hal itu."
"Bagus! Sekarang semua nya serang."
"YAAA."
Walaupun kami kalah jumlah tetapi kekuatan kami jauh diatas rata-rata pasukan para villain. Ini tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan villain yang sesungguhnya.
Bisa melawan pasukan para villain dengan selamat dan berhasil mengalahkannya adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Biasa nya itu bisa dijadikan sebagai penghargaan, karena berhasil mengalahkan para pasukan villain yang memiliki kekuatan di luar nalar.
Kemampuan para villain rata-rata di luar nalar semua termasuk dengan pasukan nya. Bahkan jika kemampuan hero dan demon di gabungkan untuk menyerang villain, tetap saja itu tidak akan berguna sama sekali.
Kemungkinan akan meninggalkan luka gores atau luka kecil. Pada umumnya untuk para villain yang menerima serangan dari musuhnya.
Bisa dibilang bahwa villain ini memiliki semacam kode cheat untuk menaikkan status nya sehingga tidak terkalahkan.
Namun bukan berarti villain tidak bisa di kalahkan. villain tetap saja bisa di kalah karena pada umumnya mereka adalah manusia yang sama seperti hero cuman berbeda sudut pandang saja.
"Baiklah, mantra nya udah siap!"
Seorang anak kecil perempuan dengan kelas penyihir itu terbang di udara. Sepertinya ia telah menyelesaikan mantra nya untuk menyerang para musuh.
Muncullah bola-bola api yang cukup besar dan jumlah nya tidak terhitung karena terlalu banyak.
"Hiyaaaaa, rasakan ini dasar para villain."
"Eh?"
Anak kecil itu mengarahkan tangan ke depan sambil memberikan perintah untuk menyerang. Tapi bola api itu malah terlempar ke sembarang arah sehingga kawanan kami juga kena dampak nya
"Awas!!!"
Kami semua berlari untuk mencari tempat yang aman dari serangan bola api yang acak-acakan di seluruh tempat.
Saat ini pikiran kami adalah selamat bukan lah musuh. Karena kami memiliki tanggung jawab untuk bertahan hidup, sehingga tidak ingin mencoreng nama baik kami hanya untuk itu.
Orang yang bisa bertahan hidup tanpa adanya perjuangan itulah yang akan dihargai, berbeda dengan orang yang mati dengan penuh perjuangan namun tidak dihormati sama sekali.
"...."
Sepertinya serangan bola api sudah selesai dan memakan sedikit korban jiwa walaupun cuman luka bakar.
"Maafkan, maafkan aku, aku tadi benar-benar tidak sengaja. Kumohon maafkan aku."
Anak kecil itu berlutut sambil memohon untuk menerima permintaan maafnya kepada semua rekan-rekannya.
Aku cuman bisa menggeleng-geleng kepalaku ketika hal melihat hal itu.
__ADS_1
"Wo-woah."
Tampak kagum dari diriku ketika melihat kastil istana para villain yang cukup besar dan megah.
"Eh, tu-tunggu sebentar itu kan."
Aku menyipitkan mataku untuk melihat secara jelas.
"Itu! Sebelah sana, bunuh dia."
Ya tentu saja, aku melihat seseorang petinggi para villain yang saat ini telah melihat kami.
Aku mengambil anak panah dari punggung ku kemudian menariknya sekencang mungkin pada busur untuk membuat tembakan yang bagus.
Ketika aku merasa udah waktu nya untuk menebak
Ssttsss
Anak panah itu melesat dengan cepat menuju kepala para petinggi villain. Namun sayang nya anak panas itu meleset dan tidak mengenainya.
Petinggi villain itu tampaknya telah mengetahui bahwa posisinya sudah ketahuan sehingga melakukan mundur dan kemudian menghilang?
"Sial! Jangan sampai ada yang membiarkan dia kabur."
Teriak diriku sembari berlari dengan memegang busur beserta anak panah yang sudah siap untuk di tembakan.
***
"Gimana ini komandan! Para Hero telah masuk ke dalam kastil istana. Apa yang harus kita lakukan untuk melawan Hero tersebut?"
"Tidak ada."
"Huh?"
Seorang perempuan berambut panjang hitam dengan tompel kecil di dekat pipi nya. Duduk dengan kaki menyilang, sedang memegang secangkir teh sambil di goyang kiri kanan.
"Apakah cuman itu perkembangan nya?"
"Ya-ya cuman itu saja infomasi yang berhasil kami dapatkan saat ini."
"...."
Perempuan itu bangun dan berdiri dari kursi nya kemudian berjalan menuju ke jendela.
"Gimana perkembangannya dengan para komandan lain nya?"
"Maafkan kami, kami tidak bisa mendapatkan satu informasi apapun dari para komandan."
"Sepertinya mereka saat ini sedang sibuk ya, hehehe. Kuharap semua nya akan baik-baik saja."
Perempuan itu balik kembali di kursi nya kemudian duduk dengan posisi kaki menyilang kembali.
Dooars
Suara pintu yang dibuka secara paksa karena telah di kunci dari dalam.
"Hei ******. Tidakkah seharusnya kamu membantu kami melawan para Hero sialan itu! Kami sangat kewalahan ini."
"Ara. Seorang komandan bisa kewalahan gara-gara mengurus sekelompok anak kecil yang berkeinginan menjadi Hero. Itu sangatlah memalukan hahaha."
Ketawa perempuan itu dengan keras.
"Ssssss diam lah, nanti mereka tahu posisi kita di sini."
"Gimana ceritanya bisa begitu?"
"Kau seharusnya sudah mengenal diriku dari lamakan? Kenapa masih menanyakan hal itu."
"Sekedar tanya saja."
Senyum perempuan itu sambil meminum teh nya.
"Kurasa sudah waktunya untuk pergi dari sini."
"Pergi dari sini? Apa maksudmu."
"Tentu saja sudah jelas bahwa aku akan meninggalkan tempat ini dan berpindah ke tempat utama. Anggap aja ini bentuk penghargaan kepada Hero yang telah nekat dengan menyerang wilayah kita."
Note : tempat utama sepertinya tempat sebenarnya para villain berkumpul. Dan tempat mereka saat ini tinggali merupakan persinggahan saja.
"Jika kita turun tangan, bisa-bisa mereka semua akan mati. Itu sangatlah disayangkan bukan?"
"Iya juga sih tapi…."
"Tidak ada tapi-tapi. Ayo segera kemas kan barang-barangmu kemudian kita pergi dari sini."
"Sekarang aku tidak punya apa-apa lagi ******. Semua benda ku hancur gara-gara hero sialan itu."
"Www kasihan sekali ya hahaha."
Ketawa perempuan itu dengan pelan sambil menutupi mulut nya.
__ADS_1
"Kuharap yang lain nya pada aman semua"
"Ya. Aku juga berharap begitu!"