
Dunia ini adalah cerita novel buatan ku.
Aku… adalah pencipta dari cerita novel ini, dan sekarang aku berada didalam cerita novel buatan ku sendiri.
Aku berjalan dengan santai nya sambil memikirkan apa yang harus aku lakukan kedepannya.
Ini adalah cerita novel buatanku sehingga aku tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
Seperti karakter utama yang akan mendapatkan harem tiap hari nya tanpa jeda sedikit pun. Dia itu sebenarnya tidak terlalu tampan namun karena dia adalah karakter utama makanya banyak perempuan yang menempel kepadanya.
Sedikit ambigu bukan? ya aku tahu itu.
Hidupku saat ini udah berumur tiga puluh enam tahun tanpa pasangan sehingga aku sudah terbiasanya sendirian. Tapi aku harap bahwa harem nya karakter utama tidak menganggu hari masa pensiun ku karena...
Posisi ku saat ini bukanlah seorang hero, jika posisiku adalah hero mungkin ini ada sedikit keuntungan untuk hidup di antara masyarakat.
Akan tetapi…
Aku saat ini adalah seorang villain sehingga sangat mustahil untuk hidup dengan masyarakat biasa. Apalagi ada beberapa orang yang telah mengenal saya walaupun saya tidak mengenal mereka.
"...."
Aku berhenti berjalan kemudian mengangkat tangan kanan lalu menggenggamnya erat-erat.
Walaupun aku bukan hero tapi ini adalah sisi positifnya dari seorang villain.
Aku tidak perlu takut dengan apapun. Mayat-mayat berserakan di tanah, hero yang akan siap untuk untuk membunuh para villain serta para monster yang menyeramkan. Itu bukanlah masalah untuk kedepannya.
Perlahan tapi pasti, rasa takut ku akan sesuatu mulai menghilang dikarenakan statusku sebagai villain.
Karena statusku sebagai villain, yang berarti sisi jahat akan perlahan masuk kedalam diriku. Itulah hal aku pahami ketika berbicara dengan dewi sebelumnya.
Menjadi villain di cerita novel sendiri itu bukanlah hal yang buruk.
Karena hero itu tidak bisa bertindak bebas oleh kenaifan nya sendiri. Sedangkan villain bebas untuk melakukan sesuatu sesuai hati mereka.
Angin dingin yang sejak berembus menerpa wajah nya.
"Hei lambat cepatlah kesini, kamu mau kami tinggalkan atau tidak?"
"...!"
Aku barusan mendengar seseorang berkata. Sepertinya mereka berada di sekitar sini.
Srek srek srek
Suara yang berasal dari semak semak yang berada tepat di hadapan saya.
"Oh!"
Seseorang barusan keluar dari semak semak tersebut bersama dengan kawanannya.
"Wah-wah seperti nya kita kedatangan tamu nih."
Ucap salah satu dari mereka ketika melihat diriku tepat berada di hadapan mereka.
"Apa yang dilakukan seorang villain sendiri berada di tengah hutan begini? Apakah kamu tersesat karena di tinggalkan ibu mu. Hahahaha"
Mereka menertawakan ku dengan keras, menganggap diriku lemah.
Mungkin karena mereka berkelompok sehingga mereka meremehkan ku yang seorang diri.
Jumlah mereka saat ini ada dua puluh satu jumlah.
Jumlah yang cukup untuk kelompok apalagi mereka adalah seorang hero.
Untuk mengetahui seseorang apakah mereka hero atau villain, bisa dilihat dari tanda lambang yang berada di dada.
__ADS_1
Lambang kerajaan dengan bendera merupakan tanda lambang hero.
Sedangkan villain.
Tanda lambang villain adalah perisai yang didepan ada dua pedang yang berdekatan.
Namun itu adalah tanda lambang biasa. Berbeda dengan tanda lambang kepangkatan.
Tanda lambang kepangkatan adalah tanda lambang yang disesuaikan oleh pangkat.
Lambang kepangkatan bisa berbeda-beda tergantung pangkat apa yang kamu punya.
Punya ku saat ini adalah lambang kepangkatan.. tingkat tinggi.
Awalnya aku tidak menduga bahwa akan mendapatkan pangkat tingkat tinggi seperti ini apalagi aku barusan saja terkirim ke dunia ini.
Sepertinya mereka tidak mengetahui lambang kepangkatan ya… ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.
Aku mengeluarkan pedang ku dengan memasang kuda kuda untuk bersiap bertarung.
"Kalian akan mati."
Ucapku dengan tegas sambil menatap tajam kearah mereka.
"Hahahaha lucu sekali orang ini, dia seorang diri melawan kita semua."
Step step step
Tanpa pikir panjang aku berlari ke arah mereka dengan mengangkat pedang ke atas kemudian menebas mereka satu persatu.
"Apa apaan it-"
Slash
Pria yang belum menyelesaikan perkataannya itu terbaring kebawah dengan tidak sadarkan diri.
Darah bercucuran kemana-mana.
Aku rasa bersalah karena karena telah menyerang mereka terlebih dahulu. Seharusnya aku membiarkan mereka yang menyerang ku baru aku menyerang mereka.
Ini sepertinya kesepakatan yang bagus jika dipikir pikir.
"Hiyaaaaa rasakan ini dasar penjahat."
"...!"
Salah satu hero melompat ke arah ku kemudian…
Tang tang tang tang
Pedang kami saling beradu satu sama lain.
"Lumayan juga ya.. untuk seorang hero."
"Diam kau dasar penjahat busuk!"
Kami berdua melompat ke belakang secara bersamaan untuk menjaga jarak.
Sepertinya hero yang satu sedikit berbeda dengan hero lain nya yang aku bunuh tadinya.
"Baiklah, mari coba ini."
Aku membuka penutup holder kemudian mengambil salah satu koin kristal di dalamnya.
"Benda apa itu?"
Tanya Hero itu yang sepertinya cukup kebingungan ketika aku mengambil koin kristal yang berada di dalam holder.
__ADS_1
GIVE, GIVE, GIVE, GIVE ME YOUR SOUL
WEATHERMAN
"Trik murah macam apa itu villain, mau ngelawak kah?"
Sreet
Aku berlari dengan kencang ke arah hero itu dengan penuh siaga.
"....!"
Hero itu tampak nya terkejut ketika aku berlari ke arah nya secara tiba-tiba.
Tang!
Pedang kami berdua saling beradu kembali tapi kali ini ada perbedaan nya.
Sudah saat nya!
Aku melompat ke belakang dengan posisi berjaga-jaga.
"....!"
Tmruk
Sebuah sambaran petir menyambar hero tersebut hingga menjadi abu. Sungguh luar biasa, langsung menjadi abu seketika tanpa meninggalkan bekas mayatnya.
Syungg
Angin yang kencang menerpa wajahku. Abu hero itu kemudian terbang ke atas mengikuti arah sang angin.
Tersisa satu orang yang belum dihabiskan. Alasan aku membunuh mereka adalah untuk mengambil keuntungan.
Mereka pasti setidaknya mempunyai uang di yang berada di dalam saku celana. Uang itu akan menjadi bekal perjalanan ku untuk hal mendatang.
"...!"
Aku mengarah pedang ku ke arah orang itu.
Orang itu duduk di tanah serta badan nya yang gemetaran.
"Kau akan ku jadikan sebagai umpan."
"U-umpan?"
Tanya orang itu dengan kebingungan ketika mendengar hal yang barusan aku katakan.
"Tidak perlu banyak tanya jika tidak ingin mati."
Aku menyimpan kembali pedang ku pada sarung pedang.
Aku berbalik kemudian berjalan dengan santainya.
"Jika kau mempunyai kedua kaki, gunakan kaki dengan benar."
Ucapku dengan tegas bahwa ia harus mengikuti saat ini.
"B-baik."
Orang itu langsung bangun dan berdiri kemudian berlari ke arahku namun dengan berjaga jarak.
Senyum mengembang muncul dari wajah ku.
Tujuan ku saat ini adalah Hutan elf hoaxwood.
Hutan elf hoaxwood merupakan tempat tinggal nya para elf berada. Tempat itu sangatlah berbahaya dikarenakan monster-monster berbahaya yang bisa muncul dari dalam hutan tersebut. Serta banyak perangkap dan ketat nya tempat itu, diawasi oleh elf elit untuk berjaga-jaga di dalam hutan.
__ADS_1
Tempat itu… adalah.
Tempat sempurna untuk menjadi tempat tinggal ku sekaligus pensiunan.