Villain Viewpoint

Villain Viewpoint
Bab 009 - ada nya pengkhianat


__ADS_3

Drap drap drap


Para prajurit telah bergerak mengumpulkan para bandit yang telah berubah menjadi batu sesuai dengan aba-aba.


Aku mengamati mereka dengan seksama.


"Lumayan juga prajurit kerajaan ini, kuharap aku punya pasukan seperti ini juga kedepannya."


Ucapku dengan berharap bahwa akan mempunyai anak buah yang siap untuk perintah.


"Omong-omong kalian berasal dari kerajaan mana?"


Tanya ku dengan penasaran.


"Oh kami? Kami berasal dari kerajaan Hyperleza."


Jawab Ashton dengan bangga menunjukkan bahwa ia berasal dari kerajaan terkenal.


Sebenarnya iya juga sih.


Bahwa kerajaan Hyperleza merupakan kerajaan yang cukup besar. Bisa dibilang bahwa kerajaan Hyperleza termasuk kerajaan terbesar peringkat kedua dari sepuluh kerajaan besar.


Kerajaan Hyperleza merupakan kerajaan yang cukup penting karena untuk membangun build character pada karakter utama. Bukan hanya build character saja sih namun juga menambah jumlah harem yang ada.


Bisa dibilang bahwa arc di kerajaan Hyperleza merupakan arc menambah harem untuk karakter utama dengan banyak sekali fan servis.


"Hei, gimana kamu kalau masuk kedalam kerajaan kami."


Tanya Ashton kepadaku.


"....?"


Apa yang dia bicarakan?


"Ah seperti kamu sedikit kebingungan ya ketika mendengar perkataan ku tadi. Maksudku adalah mengajakmu untuk bergabung menjadi salah satu penjaga sang putra mahkota."


Akhirnya aku mengerti juga apa maksudnya. Ia mengajakku untuk bergabung kedalam kerajaan Hyperleza untuk menjaga anak itu.


Namun ada beberapa hal yang keliruan di sini.


Kerajaan Hyperleza sama sekali tidak mempunyai putra mahkota. Sama sekali tidak ada! Yang ada adalah kerajaan Hyperleza mempunyai putri kerajaan yang telah mati akibat dibunuh oleh salah satu hero yang tidak bertanggung jawab.


Apakah aku barusan saja menciptakan sebuah butterfly effect tanpa di sadari?


Mungkin saja begitu atau tidak. Aku berharap bahwa jalan ceritanya masih berjalan sesuai yang telah aku tulis.


Karena jika tidak maka semua rencana ku untuk pensiunan ku akan hancur berantakan karena sesuatu yang tidak terduga.


"Aku mau pergi ke sebelah sana ya, jaga baik-baik putra mahkota dengan baik."


Ucap Ashton sambil berjalan kearah anak buahnya meninggalkan kami berdua saja.


"...."


Suana hening seketika ketika Ashton meninggalkan kami berdua saat ini.


Baiklah saatnya mencari tahu jawabannya!


"Eh… kenapa paman?"


Tanya anak itu dengan gugupnya ketika aku menatapnya dengan tajam.


"Apakah kamu ingin menjadi raja di kerajaan Hyperleza?"

__ADS_1


Tanya ku kepada anak itu.


"Tidak. Tidak mau sama sekali!"


Jawab anak itu dengan tegas bahwa ia ingin menjadi raja di kerajaan Hyperleza.


Seperti yang kuduga bahwa jalan ceritanya masih berjalan sesuai dengan apa yang telah aku tulis.


Sepertinya aku terlalu berlebihan untuk khawatir dengan apa yang akan terjadi nantinya.


Lagipula anak ini mempunyai dua orang adik perempuan yang akan menjadi Harem karakter utama kedepannya.


Kedua adik dari anak ini sesungguhnya sangatlah menyebalkan. Mereka hanya ingin kekuasaan sehingga menjebak Abang untuk di bunuh oleh para hero.


Namun semua itu sia-sia saja karena aku telah menyelamatkan anak itu dari para hero gadungan. Sehingga rencana mereka pasti hancur berantakan.


Sejujurnya saja bahwa aku membuat karakter di cerita novel ini tidak terlalu jelas. Sehingga aku tidak tahu gimana wajah dan bentuk penampilan kecuali namanya saja.


"Aku ingin kamu hidup."


Ucapku dengan tegas kepada anak itu.


"Eh?"


Anak itu seketika langsung kebingungan ketika mendengar perkataan ku barusan.


Ketika aku terkirim di dunia ini, aku berada di sebuah kastil istana para villain. Disana aku menemukan seseorang yang tampaknya akrab sekali dengan ku walaupun aku tidak mengenali.


Ketika orang itu mati, aku merasakan kehampaan seolah-olah kehilangan sesuatu yang penting. Orang itu… andai saja bisa aku menolongnya.


Sampai saat ini aku masih merasakan kehampaan itu.


Anak ini…


Walaupun aku membuatnya sebagai karakter yang akan mati demi sesuatu cerita yang tidak penting. Aku merasa dia adalah anak ku yang aku buat dengan tangan ku di dunia sebelumnya.


Anak itu menatapku kemudian air mata keluarnya.


"T-terima kasih pa-paman… walaupun kita barusan saja ketemu namun paman sudah baik sekali kepada ku."


Ucap anak itu dengan nangis tersedu-sedu.


Aku berjalan kedepan nya kemudian berhenti dan langsung memeluk nya.


"...."


Aku mengeluskan kepala nya dengan lembut dan ia memelukku balik dengan eratnya.


Tubuh anak ini sangatlah lemah sehingga ia sangatlah tidak berdaya untuk melawan orang lain ketika berhadapan dengan nya.


Anak ini… pasti sudah mengalami banyak hal ya sehingga seperti ini.


"Wah tidak disangka bahwa putra mahkota merupakan seorang perempuan. Ini menarik sekali hahaha."


Ujar seseorang dari arah belakang yang sepertinya, ia telah menguping pembicaraan kami dari tadi.


Anak itu tahu akan situasi yang akan terjadi sehingga ia melepaskan pelukan ketika ada seseorang berbicara dari arah belakang ku. Aku berhenti memeluk nya kemudian menghadap kebelakang.


Ternyata mereka adalah salah satu dari anak buah prajurit Ashton. Ternyata jumlah mereka tidak satu melainkan berlima.


Mereka berlima tersenyum kepada kami seolah-olah ada sesuatu yang akan mereka lakukan.


"Hey kalian, kenapa kalian tidak bekerja dan malah menguning pembicaraan kami!"

__ADS_1


Bentak ku kepada anak buah Ashton.


"Diam kau pria tua jika tidak ingin mati."


Ucap salah satu dari mereka sambil mengarahkan pedang nya kepada kami.


Mereka menatap kami dengan penuh nafsu akan membunuh. Sepertinya mereka ingin sekali membunuh kami berdua di sini.


"Kamu… tidak. Sepertinya yang ini tidak masalah."


Ucapku dengan senyum mengembang ketika aku mengangkat pedang ku keatas.


Bukan berarti semua nya harus hidup. Terkadang kita harus mengambil sesuatu keputusan walaupun itu ada konsekuensi nya tersendiri.


Mereka yang memiliki nafsu berlebihan akan sesuatu harus hilang dari dunia ini!


Itulah peraturan dunia ini yang telah aku tulis dan itu…


Mutlak, ya ini mutlak karena aku adalah author dari dunia ini dan memiliki segala hak akan hal itu.


Tch!


Ludah salah satu dari mereka dan menatap ku dengan rendah nya.


Mereka berlima langsung berlari ke arah kami tanpa pikir panjang dengan niat membunuh kami


"Tetap di belakang ku nak."


Tegas ku kepada anak itu untuk berlindung kebelakang diriku. Aku memasang kuda kuda untuk bersiap.


Drap


Salah satu mereka melompat tinggi keatas kemudian turun kebawah sambil melibas pedangnya ke arah diriku.


Tang!


Aku melibaskan pedang ku keatas bertepatan dengan pedang orang itu.


Setelah gagal menyerang ku dengan tebasan dari atas, orang itu langsung melompat mundur kebelakang berjaga jarak.


Tsung!


Sebuah anak panah barusan melesat cepat mengarah kepalaku. Tapi untung nya aku bisa menghindarinya.


"Oh!"


Ternyata masing-masing dari mereka memiliki peralatan senjata yang berbeda-beda.


Yang satu nya pedang, busur, tongkat, cambuk, dan sarung tinju.


Sungguh?


Melawan mereka berlima dengan perlengkapan yang berbeda, apalagi aku cukup tercukup dengan serangan salah satu dari mereka.


Mereka tidak boleh diremehkan akan tetapi bukan berarti aku tidak bisa menang!


Duarr!


"...!"


Suara ledakan yang cukup besar berasal dari arah nya Ashton berada.


Kami berdua menoleh kebelakang karena terkejut mendengar suara ledakan yang besar.

__ADS_1


"Hahahaha sepertinya acara utamanya sudah mulai ya."


Ucap mereka berlima secara bersama dengan ketawa keras.


__ADS_2