Villain Viewpoint

Villain Viewpoint
Bab 008 - tidak mungkin! anak itu adalah...


__ADS_3

Sreet


Kawanan para bandit tiba-tiba saja berhenti ketika aku berbalik dan menatapnya.


"Tidak mungkin!"


Ucap anak itu dengan ekspresi tidak percaya karena, kumpulan para bandit itu telah berubah menjadi batu.


"Bagaimana bisa paman mengubah mereka menjadi batu seperti itu?"


Tanya anak itu dengan rasa penasaran yang tinggi.


Sepertinya rasa takutnya terhadap diriku telah hilang karena rasa penasarannya yang cukup tinggi.


"Karena aku adalah seorang villain."


Jawabku dengan simpel karena tidak ingin banyak bicara akan hal itu.


"Ayo nak."


"Eh.."


Aku berjalan kedepan menuju para perkumpulan bandit yang telah menjadi batu. Anak itu pun akhirnya mengerti apa yang kumaksud dan segera menyusul ku dari belakang.


Anak itu berjalan tepat di sampingku tanpa ada rasa takut.


"Ayo kita angkat semuanya."


Ucap perintah ku untuk membawa seluruh kawanan bandit yang telah menjadi batu


"Huh gimana caranya? Dan juga jumlah segini… banyak sekali!"


Ucap anak itu dengan tegas bahwa kita berdua tidak bisa melakukan hal ini secara langsung.


"Ada benar nya juga ya."


Dan pada akhirnya kami berdua merenungi diri sendiri masing masing karena tidak bisa melakukan apapun.


HEHEHE~


Sudah habis waktunya ya, baiklah kalau begitu.


"Eh, barusan itu tadi apa?"


Sepertinya anak ini barusan menyadari sesuatu pada diri saya, ketika armor zirah saya telah kehabisan waktu dan menghilang.


"Kira-kira mau kita apakan mereka semua ini?"


Tanya anak itu dengan bingung kepada saya.


"Untuk saya jual tentu nya."


Jawabku dengan santainya sambil berpikir bagaimana membawa kumpulan orang yang telah menjadi batu.


"Eh dijual, ini tidak benarkan!"


"Ya tentu saja saya benar, kenapa saya harus berbohong disaat seperti ini."


Aku menatap tajam kearah anak itu dengan memberi tahu bahwa jangan menganggu rencana ku untuk mendapatkan uang pensiunan.


"Jual dimana nanti nya mereka?"


Tanya lagi anak itu dengan gugupnya.

__ADS_1


"Pasar gelap area b."


"Pasar gelap area b, apa itu?"


Sepertinya ia bingung dengan tempat seperti itu. Yah itu wajar saja sih karena beberapa orang yang memiliki koneksi orang dalam saja yang tahu.


Didalam cerita novel buatan ku terdapat dua pasar yaitu pasar umumnya dan pasar gelap.


Pasar umum adalah pasar legal yang biasa sering di jumpai oleh masyarakat biasa atau orang dari luar untuk berbelanja.


Sedangkan pasar gelap adalah pasar ilegal yang tidak bisa dijangkau oleh sembarang orang. Butuh orang dalam untuk masuk kedalam pasar gelap ini.


Tapi karena aku adalah author dari cerita novel ini makanya aku tahu cara nya untuk masuk kedalam pasar gelap tanpa bantuan orang dalam.


Didalam pasar gelap banyak sekali benda dan peralatan ilegal yang di jual dengan harga fantastis. Sehingga banyak orang ingin pergi ke pasar gelap untuk membeli barang barang yang di butuhkan dengan harga yang luar biasa.


Pasar gelap juga memiliki pedagang yang jujur walaupun ilegal sehingga kamu tidak akan takut di jika ditipu. Sebaik nya dengar baik baik apa kata penjual katakan untuk membeli barang yang ingin.


Jika tidak maka kamu akan terkejut dan mengira bahwa kamu telah kena tipu padahal tidak sama sekali.


Tuk - tik - tak - tik - tuk


Pandangan kami beralih kearah suara bunyi yang terdengar jelas.


Bunyi langkah kuda yang terdengar jelas, sepertinya ada seseorang yang lewat sebelah sini.


"Itukan.. tidak mungkin, banyak sekali."


Sekumpulan orang yang berkuda dengan jumlah yang tidak terhitung karena jumlah nya sangat banyak, sedang datang kearah kami.


Dan lebih bahaya nya lagi apakah mereka teman atau musuh dan mereka berpakaian lengkap armor zirah seperti para pasukan kerajaan.


Ya Dewi, apa lah yang telah aku lakukan sehingga menarik perhatian para kerajaan begini…


Sreet


Para kawanan orang berkuda berhenti didepan kami. Aku tidak merasakan ada nya niat membunuh dari mereka namun, aku tidak akan menurunkan kewaspadaan ku kepada mereka walaupun tidak ada niat apapun.


Salah satu dari seseorang turun dan berjalan menuju hadapan kami.


"...."


Suasana hening seketika ketika orang itu berdiri tepat di depan kami.


Kemudian ia membukukan badan nya dan mengatakan


"Senang rasanya bahwa putra mahkota masih bisa hidup sampai sekarang, maaf karena kelalaian kami hingga tidak bisa menjaga mu dengan baik."


Ucap pria itu dengan air keluar dari kedua matanya.


"Tidak apa-apa komandan Ashton, soalnya aku telah di selamatkan oleh paman ini."


Anak itu menunjuk diri ku sebagai penyelamat dengan wajah tersenyum.


Sial! Benar-benar sial!


Anak itu adalah putra mahkota kerajaan dan hampir saja membunuh nya.


"Kamu…"


Orang melihatku dengan tatapan tajam dari matanya.


Dia melihat diriku dari atas hingga bawah. Dan dari tadi ia selalu memperhatikan lambang kepangkatan yang berada di dadaku.

__ADS_1


"Terima kasih telah menyelamatkan nyawa putra mahkota kerajaan saat ini. Aku sungguh sungguh berterima kasih kepada mu, apakah ada sesuatu yang bisa kami bantu walaupun tidak seberapa?"


Ucap pria itu dengan terima kasih dan menanyakan sesuatu hal yang bisa ia berikan kepadaku.


"Sesuatu ya…"


Kemudian aku berpikir untuk mendapatkan sesuatu yang bagus untuk hari pensiunan ku.


"Kalau begitu bisakah kalian membawa orang orang ini untuk saya jual?"


Saya menunjuk ke arah orang orang yang telah menjadi batu untuk diangkat oleh mereka sebagai permintaan bantuan karena telah menyelamatkan anak itu.


"Kamu mau menjualnya dimana, kira-kira berapa harga?"


Tanya jenderal Ashton dengan percaya diri seolah-olah ada sesuatu yang ia sembunyikan namun dengan niat baik.


"Pasar gelap, dan tentu saja harga nya sangatlah mahal sehingga tidak sembarang orang bisa membeli nya."


Jawabku dengan menyakinkan bahwa ini bukan barang biasa yang bisa di beli kapan saja.


"Begitu ya.. satu orang berapa harga nya?"


"Satu orang seharga dengan seratus juta rupiah."


"S-seratus kata mu?"


Ucap jenderal dengan tidak percaya dengan apa yang telah ia dengar tadinya.


"Ya tentu saja."


Hahahaha


Jenderal itu tiba-tiba tertawa dengan keras tanpa ada hal lucu yang bisa membuat tertawa.


"Itu masih kemurahan, kalau bisa satu miliar untuk satu orang."


"Satu miliar untuk satu orang, apa maksudnya paman?"


Tanya anak itu yang kebingungan karena dengan percakapan kami.


"Jika kamu menjual sesuatu di pasar gelap, kamu harus menjual sesuatu dengan harga mahal agar diminati oleh pembeli."


Jawab jenderal itu dengan wajah tersenyum kepada anak itu.


"Jika begitu.. apakah pembeli disana orang kaya?"


"Ya tentu saja tuan muda."


Orang itu… bisa-bisa menjelaskan hal yang tabu kepada seorang anak itu dengan santai.


"Baiklah semuanya mari kita angkat semua orang ini yang telah menjadi batu."


Sepertinya orang ini mengerti dengan situasi nya dan bertindak segera.


"Oh Iya sebelum saya jual nantinya, saya harus membeli ramuan penghilang ingatan terlebih dahulu."


Ucap ku kepada jenderal itu dan beserta kawanannya.


"Begitu ya. Baiklah kalau begitu, mari kita mampir ketoko untuk membeli ramuan tersebut."


"Ok."


Jawabku dengan singkat sambil membantu mengangkat orang yang telah menjadi batu.

__ADS_1


__ADS_2