Virtual Game

Virtual Game
Memenggal


__ADS_3

"hai semua penonton. Selamat siang semuanya. Apa menurutmu ini panas? Oke baiklah aku akan membeli terpal jika ini membuatmu panas"


Terpal kubah menutupi stadion bersamaan dengan angin semilir yang mendinginkan area stadion.


"hah apa? Butuh ac? Hei hei hei ini bukan hotel. Kamu tidak sedang menonton bioskop. Tapi pertunjukan yang lebih emosional dari genre romantis!"


Penonton bersorak riuh ketika masing-masing player hadir memasuki arena. Player yang hadir bermacam-macam, ada yang dengan narsis memberi salam, ada yang tidak peduli, ada yang melambai tipis, atau ada pula yang menatap musuh dengan serius.


"yah, kita lihat disini ada Edward sang raja udara. Masuk dalam klasemen nasional peringkat ke 5. Ada Ilham yang menempati posisi ke 11. Ada David menempati posisi ke 9. Ada Samudera menempati posisi ke 3. Liam di posisi ke 7 dan bahkan ada pemain klasemen internasional ada disini!"


Semakin riang para penonton menyorak.


"Adam, Damian, wah wah wahh rajanya kita hadir disini untuk memecah, menikam dan menusuk Squash Blash dengan tombaknya yang tajam, pedang juga panahnya yang membara. Adam peringkat 6 klasemen internasional. Sedangkan Damian peringkat 8 klasemen internasional"


Para fans terkagum pun menyorak senang.


"yah yah tepuk tangan yang bagus tapi jangan salah. Petinggi dari kalian semua akan di hancurkan oleh Fabian dengan title peringkat 2 internasional bersama kekasihnya title peringkat 3 juga ada Elizabeth memegang title nasional peringkat 15 juga ada Gustian title nasional peringkat 19. Ditambah dengan anggota baru mereka Floryn, dia juga mendapat title yang bertabrakan dengan Gustian wah wah wahhh"


Oke menurutku MC nya banyak omong jadi ku skipp aja bisa ga si?


"wah temen lama" umpat Fabian sambil menyeringai. Dia berjalan menghampiri Wahid begitu juga sebaliknya.


"wehey bos, halo apa kabs?" sapa Wahid memberi tos ala "LAKIK!"


"hai kak" sapa Bella disalami Wahid senang.


"lu kok jadi musuh gua sih?" tanya Wahid bercanda.


"yaelah, lu juga menang kali lawan gua. Pake nama fake gitu buat apaan anjir?" tanya Fabian terkekeh.


"gua kira Damian kan keren. Eh pas gua pake malah sering ken bully hahaha" tawa Wahid. Namun tak berlangsung lama. Elizabeth yang tak suka pada keakraban didepan mata justru memicu perang.


"gas lah" kata Damian tersenyum manis. Para pasukannya maju kedepan tapi tidak untuknya. Dia menunggu saat dia dibutuhkan saja. Sedangkan Fabian juga Bella mundur kebelakang.


"jangan banyak omong ini bukan reuni!" kata Elizabeth sambil menyerang anggota Weird World.


Ke 5 teman mantan squadnya pun ikut hadir tanpa konfirmasi dia dipihak mana. Asal menyerang pihak SB. Hal bodoh yang dilakukan adalah Aiden nampak terlihat di mata Fabian membuat dirinya kesal karena bisa saja rencananya dengan Floryn gagal.

__ADS_1


"Ryn" panggil Fabian sambil melempar bom asap yang belum terbuka.


"oke!" kata Floryn menangkap tepat sasaran. Lalu dia melempar ke tanah, mengakibatkan dirinya tak terlihat.


Ramuan terus dikeluarkan,


1


2


3


4


5


....


Zanna hanya membuat musuh terkapar dengan nyawa yang masih menempel. Dia tak ingin menyakiti siapapun. Karena dia tak mau melakukannya.


Dan ketika terpojok WW mengeluarkan kartu As yaitu Adam dan Demian. Disambut dengan Zanna dan Fabian.


"ehem, hai" balas Adam karena hampir terpesona.


"gua males sama lu, mending lu pura-pura mati aja ya" pinta si Fabian.


"ah tidak aku mati" kata Damian terjatuh. Tapi itu hanya akting. Lelaki ini setelah terjatuh diatas tanah malah membuka satu matanya sambil mengedip kemudian kembali menutup matanya.


"jelek, masa masih napas sih" kata Fabian.


"ye gitu, lu mau gua mati beneran?" tanya Damian.


"mau klo lu mati ditangan gua" jawab Fabian. Damian memasang kuda-kuda bersiap menyerang.


"kak Adam klo masuk surga terus jodohnya sama aku habis itu aku minta buah kuldi mau ga ngasihin ke aku?" tanya Zanna.


"hahaha reinkarnasi dong" tawa Adam mendengar lelucon Zanna.

__ADS_1


"kan aku nanya kak" kata Zanna manja.


"gak lah, kan enakan di surga bareng sama kamu. Di kitab Al Quran disebut kalau bidadari aja bisa cemburu sama istri. Kesimpulannya kakak gakmau kamu ke dunia cuman buat mati" jawab Adam.


"kok kamu gitu sih" ucap Zanna mengeluarkan pedang dari sarungnya sambil tersenyum ramah.


Bertarung dengan hebatnya namun penonton kecewa karena petarungan ini terlihat seperti main-main saja. Pasalnya mereka berempat mengayunkan senjata dengan senyuman yang dilemparkan. Entah senyuman tengil menyebalkan, atau justru senyuman menggoda.


"Yan sini" panggil Ryan didekat pintu keluar. Lelaki yang dipanggil itu melirik lalu menghampiri Ryan.


"kenapa?" tanya Fabian.


"ayo sini kabur" jawab Ryan.


"ini gua lagi rencana kabur. Klo si Weird World menang, si nenek lampir harus nurutin mau mereka. Dan gua sama Bella udah jadi taruhan" kata Fabian.


"tapi jelas yang menang elu" ucap Ryan.


"mereka. Liat aja bentar lagi, jangan bikin kacau. Oke?" kata Fabian menenangkan Ryan. Lelaki itu kembali ke pertandingan bertarung.


Tak disangka sebuah panah melesat mengenai bahu depan Bella. Dari kejauhan terlihat seragam yang digunakan oleh Weird World.


"percaya sama gua, itu bukan anggota gua" kata Damian berusaha menjelaskan. Tapi nasi jadi bubur, Fabian kalap. Emosinya naik terlebih ketika adiknya menarik panah itu sendirian sambil mendesis sakit.


Tanpa babibu Fabian memberikan serangan pada Damian. Suara adu pedang terdengar. Penonton riuh semangat saat melihat peperangan sesungguhnya.


"sumpah itu bukan anggota gua. Gua yakin 100% percaya sama gua Yan" kata Damian menjelaskan lagi.


"peduli setan!" kata Fabian melesat cepat menghampiri lelaki yang melukai adiknya.


"BIARIN!! UDAH GAKPAPA!" teriak Bella namun tak didengar sama sekali.


Pukulan menghantam wajah lelaki itu, kembali terpukul terhempas hingga jatuh tersungkur. Lelaki itu hanya menerima serangan tiap pukulan yang Fabian berikan.


Kepalanya terbentur tanah berkali-kali. Darah mengucur membuat lawannya hampir mati. Damian menarik paksa Fabian menimbulkan lelaki itu kena imbasnya. Mata Fabian menyala merah tanda dia marah. Dia melirik kearah adiknya yang duduk diatas tanah sambil memegang bahunya. Tatapan mereka bertemu. Bella menggeleng lemah dan kali ini seseorang akan menebas kepala Bella.


Mata Fabian melotot begitu juga Damian. Ingin menyelamatkan namun jarak terpaut jauh memisahkan. Bagaikan tembok. Seseorang berjubah mengarahkan pedangnya persis di leher Bella yang tengah fokus pada Fabian.

__ADS_1


Gesekan pedang terdengar. Aidan datang bagaikan pahlawan. Mendorong lelaki didepannya. Mereka berdua bertarung menyisakan Deon yang segera membawa Bella pergi.


"gua ga terima" kata Fabian. Dia mengikuti langkah Deon melesat begitu cepat.


__ADS_2