Virtual Game

Virtual Game
Dunia Acme


__ADS_3

"selamat datang di dunia Acme, silahkan pilih karaktermu permainan akan segera dimulai"


Assassin dipilih oleh Fabian bersama dengan Support yang digunakan Zanna. Battle 2 vs 2 ini berjalan. Antar pasangan yang ingin mendapatkan level tertinggi.


Arena yang cukup luas seperti ring tinju namun berbentuk hexagonal ini seakan hanya menyediakan ruang untuk mereka berempat. Jam waktu transparan terletak ditengah ring sesuai batas waktu perebutan level.


Lawan yang bersiap memasang kuda-kuda dengan yakin saat melihat Fabian dan Zanna yang nampak seperti lengah. Seolah kedua orang ini tak ahli dibidangnya.


3 2 1


Game start!


Fabian maju kedepan memberikan sayatan pada tubuh lawan. Meski beberapa serangannya tertahan atau malah dia yang terkena serangan lawan. Sedangkan disisi lain Zanna berusaha untuk memberi healing darah atau efek berupa stun yang menghentikan aktifitas lawan.


"ulti!" kata Fabian. Zanna masuk kearea tengah memberikan damage + stun + healing. Hal yang menguntungkan ditambah combo Fabian dengan cepat menebas lawan. Membunuh dalam sekali serangan combo.


K.O


"lawan telah tereliminasi, selamat anda menang, silahkan ambil hadiah yang anda dapatkan dari pertarungan hari ini"


Item yang sangat berguna untuk stage selanjutnya. Mendapatkan pistol, ramuan dan beberapa uang.


Namun itu semua berubah ketika lawan yang Fabian kalahkan tidak seperti biasanya. Badannya pecah terbaur seperti kaca lalu menghilang, benar-benar menghilang. Karena biasanya lawannya akan memberi ucapan selamat atau justru lewat didepannya. Tapi kali ini sangat berbeda.


Ring yang tadi sudah menghilang digantikan dengan keadaan seperti biasa. Tak lagi hampa seolah hanya berdua tapi ada orang lain.


Karena sadar, dia mencoba untuk logout akunnya namun tak berhasil. Dia ingin melepas vr nya namun tak bisa. Dia benar-benar masuk kedalam dunia virtual realistis.


"kak, kenapa?" tanya Zanna.


"bahaya, sumpah. Kakak pikir gamenya bakal baik-baik aja. Ternyata bener kata buku dan teori" kata Fabian.


"kenapa?" tanya Zanna ikut panik.

__ADS_1


Sekitarnya nampak kebingungan atas kesusahan dalam logout. Zanna melihat sekitar lalu melihat ke kakaknya. Fabian berusaha menangkan adiknya namun nihil, bahkan tepat didepannya orang yang tengah selesai bertanding menjadi pecahan kaca lalu menghilang. Ini benar-benar bencana.


"selamat datang di dunia Acme. Silahkan untuk masuk ke gerbang utama, kami akan menjelaskan beberapa peraturan untuk bisa keluar dari dunia ini" kata Kuma-kuma di langit. Langit sepertinya layak disebut monitor.


Orang-orang banyak yang tidak terima, kecemasan dan hal lainnya.


"jangan khawatir, kalian hanya tinggal mengikuti apa yang kita sampaikan. Silahkan menuju pada gerbang utama yang tersedia, semua pertanyaan kalian akan kami jawab sesuai dengan kebijakan kami"


Kerusuhan tercipta seiring ketidakpastian. Para player menuntun dikeluarkan dari game. Waktu di game lebih lambat ketika di dunia nyata. Jadi ketika berada di game 1 hari \= 12 jam di dunia nyata.


Fabian akhirnya memasuki gerbang itu bersama adiknya, tak peduli tentang apa yang akan terjadi. Ya setidaknya dia berusaha tak peduli dengan kemungkinan terburuknya.


"Silahkan untuk para player menginjakkan kaki di lingkaran yang sudah tersedia. Bagi pasangan yang sudah terkonfirmasi begitu juga squad dan status sosial yang lain. Mohon isi ditempat yang sudah tersedia"


Fabian mencari 5 bulatan melingkar namun tak dia temukan. Rata-rata selalu sudah diambil. Hingga akhirnya dia menginjakkan kaki di 10 lingkaran. Disusul oleh Albert, Deon, Ryan juga kedua sahabatnya yang masuk kedalam game Andrean juga Eden.


"lu masuk squad gua aja oke? Gua kurang orang. Sebenernya ini minus 3 tapi gakpapa" kata Fabian.


"yaudahlah mau gimana lagi" kata Eden melihat sekeliling.


"cewe jarang banget ya join disini" kata Andre.


"iya anjir, gua belum liat" ucap Albert.


"trus gua lu anggep apaan setan?" tanya Bella. Zanna merubah namanya jadi Bella. Sedangkan Fabian tetaplah Fabian.


"iye elu kan cowok. Gua ga liat elu cewe dari sisi manapun" ejek Albert.


"babi, udah gua bilang gua cewe. Yakali si Fabian ngegay" kata Bella tambah kesal.


"elu klo ngegay tuh sama gua Yan, cakepan gua daripada dia" kata Albert.


"terusin berantem ya.. Gua mau dengerin si kuman ngomong" kata Aiden mengejek si kuma-kuma dengan sebutan kuman.

__ADS_1


"disinilah level untuk menaiki tahta sehingga bisa keluar dengan selamat. Membunuh teman di dunia ini sama dengan membunuh teman di dunia nyata. Berbeda dengan sebelumnya. Ketika terbunuh bisa hidup kembali, jika disini mati, maka jelas dunia lain juga akan mati. Inilah dunia Acme. Saya kuma-kuma dan saya Taki-taki akan membimbing kalian menuju tak terbatas"


"astaga, ini gada peraturan atau gimana sih? Cuman gitu doang penjelasannya" kata Ryan kesal. Karena orang yang tenang Deon hanya jadi sosok pendengar.


"permisi kak, saya boleh gabung squad kakak? Mungkin saya beban, tapi bisa ajari saya?" tanya seorang gadis.


"loh kamu main ini sendirian?" tanya Andre.


"iya kak, saya gapunya siapa-siapa. Sebenarnya ada satu teman. Tapi dia ga login soalnya ada urusan keluarga" jelas gadis itu.


"Yan gimana?" tanya Andre.


"Hai, aku Bella. Namamu siapa?" tanya Bella riang.


"aku Lisa" jawab gadis itu tersenyum membalas Bella.


"kamu suka pacarku? Soalnya daritadi aku ngeliatin gerak gerikmu" tanya Bella tersenyum manis. Saking manisnya nampak menakutkan dimata orang sekelilingnya.


"e-e-enggak" jawab Lisa tak sesuai.


"oke masuk squad. Kamu berdiri di sebelah Aiden. Ini pacarku namanya Fabian, dia ketua, trus sebelahnya Aiden ada Andre dan itu Ryan trus itu Deon dan itu Albert. Hehe banyak cowonya. Aku seneng deh kamu gabung disini" kata Bella mengekspresikan kesenangannya.


"makasih kak" kata Lisa kikuk.


"aku ajarin kmu support. Klo gagal dalam dua kali. Aku gakan segan-segan bunuh kamu" kata Bella dengan nada datar. Fabian menenangkan adiknya dengan mengelus puncak kepala. Bella menatap Fabian sambil tersenyum lalu memeluk pinggang lelaki itu.


Setelah itu lingkaran itu menjadi awan. 2 lingkaran menghilang karena tidak ada yang mengisi. Mereka dibawa terbang lalu turun di tengah hutan.


"step kaki di kanan" kata Deon.


"di atas pohon ada satu" ucap Ryan.


"kiri ada 2" ucap Albert.

__ADS_1


Bella memposisikan dirinya lalu.....


__ADS_2