Virtual Game

Virtual Game
Ajakan


__ADS_3

Dari empat arah berbeda terdapat orang yang berbeda pula. Mereka bergerombol seperti mencari jalan keluar.


"oh maaf, aku ga sengaja ngagetin. Kenalin, aku Daniel dari squad Cheetah. Aku lagi cari jalan keluar dan ga sengaja malah ketemu banyak orang disini" jelas Daniel singkat.


"sorry juga, gua Rekt, ketua di squad Blade Boom. Sama kayak si Daniel" ucap Rekt memasukan pedang kembali ke tempatnya.


"maaf ngagetin, aku Kian, dari squad Pelangi. Kita mau nanya kita harus gimana di game ini" tanya seorang gadis.


"well, kita juga sepertinya kurang paham mengenai game ini" kata Raihan. Dia ketua dari squad Cyan Clan.


"oke, gua Fabian, ketua squad Werewolf. Gua baru sampe sini sebenernya, dan gua pikir kalian nyampe duluan. Gua ga nawarin banyak hal, gua nawarin gimana klo tukeran kontak biar bisa tuker informasi? Lagian di kolom ini ada tambah teman sampai batas 300 teman setiap usernya" ucap Fabian menunjukkan layar monitor didepan wajahnya beralih ke arah mereka semua.


Layar pipih transparan yang bisa muncul dan hilang akibat dari cahaya entah berasal dari mana. Layar ini akan terlihat ketika player mengetuk lengan kiri yang memiliki barcode. Entah mengetuk, ataupun menyentuhnya atau bahkan tidak melakukan kontak fisik melainkan kontak pikiran alat itu mampu untuk menunjukkan detail informasi didalam akun si user.


Mereka semua setuju atas saran Fabian. Berpencar mencari informasi, dan banyak dari mereka mendapatkan informasi baru yang akhirnya di sebar ke masing-masing squad di grup yang Fabian buat.


Fabian merupakan player yang sudah memainkan game ini sebelumnya, jelas dia tau bagaimana cara menamatkan game ini. Sama seperti Zanna yang pada akhirnya nampak tenang karena dia sudah kuat mental. Sekalipun mereka akan mati, Zanna ingin mati bersama dengan kakaknya.


"tapi kita mau gakmau harus lawan orang biar kita bisa keluar dari sini!" kata Ryan.


"kita bisa bunuh orang itu juga di dunia nyata. Gimana klo yang terbunuh itu justru kamu daripada dia?" tanya Albert.


"bener kata Ryan, level kita udah maksimal disini. Kita udah gabisa lawan monster terus karena level kita ga naik lagi. Terlebih kita cuman dapet uangnya aja" ucap Aiden nampak berpikir.


"gak, kita tetep bunuh monster sampe bp yang terkumpul 50ribu. Setelah sebanyak itu kita bisa naik level. Di keterangan tertulis klo 10 battle poin \= 1$ Yang artinya kalau di rupiahkan ada 20 ribu rupiah. Sedangkan kita disini masih punya 30 ribu battle poin berarti 600 juta. Inventory perlengkapan di pasar harganya mahal, berbanding terbalik sama makanan" jelas Zanna serius.


"ya, bener kata Bella. Kita harus kumpulin Battle poin sebanyak mungkin untuk jadi bahan biar kita ke stage selanjutnya tanpa harus bolak balik kesini" tambah Fabian.


"oh, jadi lu player yang udah main ini?" tanya seseorang yang daritadi menguping pembicaraan mereka. Lagipula mereka berdiri ditengah jalan di pasar.


"itu sesuatu yang wajar kan? Semua orang berhak" kata Ryan melirik tak suka.


"ya, bagi kalian kaum dengan uang banyak jelas wajar" sindir lelaki itu.


"biarin aja dia, yuk cabut" ajak Andre. Mereka akhirnya pergi dari pasar menuju kembali kehutan. Membunuh banyak monster hingga tak sadar bahwa monster terakhir yang Lisa bunuh tidak mengeluarkan Battle Poin.


"kok bisa?" tanya Bella mendekati Lisa.


"hah apa?" tanya Lisa bingung.


"mana hasil buruan mu?" tanya Bella.


"ini" Lisa menunjukkan namun memang benar, battle poin di akunnya hanya mentok sampai 40 ribu. Sedangkan milik Zanna mentok sampai 60 ribu dan punya Fabian juga sama.


Zanna mengecek milik Ryan, Albert juga Deon dimana Battle poin mereka 60 ribu. Sedangkan milik Andre juga Aiden hanya 40 ribu. Zanna jadi paham mengapa perbedaan ini terpaut jauh. Yang artinya ada keistimewaan khusus bagi player lama. Iya, pikirnya begini diawal. Pada nyatanya...


"curang, harga tiket ke setiap lantai 1000 battle poin sedangkan punyamu 100 battle poin" kata seorang lelaki pada teman lelaki didepannya.


"semakin unggul player, semakin mahal harganya" kata Fabian pada teman yang lain.

__ADS_1


Mereka paham maksud kata Fabian akhirnya hanya menuruti langkah yang Fabian ambil. Yaitu naik ke lantai 1 bernama Defteros.


Lantai dimana pertandingan tak hanya mengalahkan monster, tapi juga mengalahkan sesama.


Mengenai penjual di pasar dan orang yang berlalu lalang atau orang yang menyambut, mereka berupa NPC. NPC adalah karakter non pemain dimana mereka tidak bisa dikendalikan pemain dan melakukan tugas sesuai dengan sistem. Nampak nyata padahal mereka hanyalah Npc.


"selamat datang di dunia acme, anda sudah berhasil naik ketahap defteros. Ini adalah lantai dua gerbang pertama. Silahkan tunjukkan tanda pengenal anda" kata kuma-kuma di depan gerbang.


Mereka menaruh tangan dengan barcode ke alat yang tersedia lalu bisa pergi berlalu. Satu persatu dilakukan hal yang sama tapi tidak bagi Lisa. Bella menoleh cepat lalu menusuk perutnya, Lisa tersenyum sarkas pada Fabian. Lelaki itu hanya memandang tanpa ekspresi karena pada dasarnya dia sudah tau kalau Lisa itu NPC jahat alias ghost selama ini.


Deon sedikit terkejut namun dia sadar saat hilangnya Lisa tidak terjadi pecahan seperti kaca. Yang artinya dia ghost.


"lu tau dari awal?" tanya Aiden.


"iya" jawab Bella.


"terus buat apa lu masukin dia?" tanya Aiden.


"gabut" jawab Bella seadanya.


"nambahin level kita. Tapi disisi lain dia ngambil battle poin kita 500 per orang" kata Fabian. Aiden dan Andre melihat kantong dan benar saja. Hanya tersisa 39,4 ribu battle poin.


"harga itu setara sama level yang dia kasih. Ga cuman di karakter kita, tapi juga di squad. Squad kita ada di leaderboard urutan ke 23" jelas Fabian mengecek.


"anjirlah, elu berdua juga ada di leaderboard pasangan urutan ke 15. Widih pro ya" puji Andre.


"loh kok bisa?" tanya Andre.


"gelut terus bro. Lu paham gasi?" tanya Albert gemas.


"oh iya juga ya" jawab Andre.


"mustahil mereka berdua gelut, mereka akur terus selama ini, otak pun selaras" kata Deon membuang muka melihat arah lain.


"udah ayo jalan, malah gibah depan orang" tegur Fabian.


Mereka memasuki gerbang yang tinggi nan besar. Tampak luar seperti dari emas. Tapi entahlah isi didalamnya. Karena telah malam Fabian memutuskan untuk pergi ke hotel. Menyewa 7 tempat, tapi kembali lagi atas kebijakan game. Orang yang berpasangan di haruskan seranjang. Itu tak masalah bagi keduanya. Lagipula Zanna sering tidur disisi kakaknya.


"disini gada cermin kah?" tanya Zanna.


"kamar mandi cek coba" jawab Fabian duduk diatas sofa.


"WIH KAK, AKU CAKEP YA. KEREN SI KARAKTER PILIHANKU. CAKEP BAT" teriak histeris Zanna.


"gak, aku kangen zanna yang lucu" timpal Fabian.


"blablabla aku mau mandi. Tapi ini bajunya gimana? Ribet loh pake baju ginian" kata Zanna.


"tinggal beli di shop kan bisa ganti baju" ucap Fabian. Ya, usul yang bagus.

__ADS_1


Lelaki itu nampak lapar. Aneh, padahal ini dunia virtual. Apa dia butuh makan? Daripada bertanya sendiri dia memilih melihat dari jendela. Banyak yang berlalu lalang, karena ini berada di pusat gerbang 1. Setiap lantai punya 5 gerbang sedangkan total lantai di game ini ada 4 yang artinya ada 20 total pertandingan. Jika menang semua.


"kak aku laper. Aneh tapi ini kan game" kata Zanna.


"aku kira kamu ga ngerasain laper. Kita coba liat di market" kata Fabian membuka ikon toko.


Pembuka, penutup, utama. Semua hidangan tersedia. Ingin mencoba sup merekapun membeli 1 takut jika tidak enak. Saat datang...


"enak sumpah, ih gila sih ini serius? Nyata ga si? Ah kok bisa sih" kata Zanna tergila-gila. Fabian mendekat mencicip dan benar. Rasanya enak, sangat enak malah. Dia pun membeli satu lagi. Oke satu lagi. Tidak itu kurang. Satu lagi. Dan lagi. Dan lagi.


"kenyangg" kata Zanna bersandar di lengan kakaknya.


"enak banget ini, aku ga nyangka juga" kata Fabian memuji.


Tok tok tok


Ketukan pintu terdengar, Zanna membuka dan menampilkan staff karyawan (NPC) bersama 1 player tak dikenal. Cara membedakan player dan NPC adalah player memiliki simbol di kepalanya sedangkan NPC tidak. Untuk Lisa, dia memiliki simbol diatasnya namun itu karena dia menggunakan ramuan. Jika efek ramuan itu hilang, maka simbol itu tak lagi terlihat.


"permisi, maaf mengganggu" ucap seorang pria yang lebih dewasa ketimbang Fabian.


"saya Gustian, ingin mengajak kalian berdua bergabung di klan kami. Keterangan game, klan punya anggota sampai 50 untuk batas maksimal. Kita sudah punya 34 anggota. Beberapa diantaranya masuk di leaderboard internasional" jelas Gustian.


"maaf, saya juga punya Squad. Saya menolak ajakan dengan hormat" kata Fabian langsung menolak mentah-mentah.


"alasan menolaknya boleh saya tau?" tanya Gustian.


"squad saya berisi 6 orang dimana mereka orang penting dalam hidup saya. Chemistry pun sudah saya dapatkan dari mereka disetiap pertandingan. Jadi untuk apa saya harus bergabung di klan besar hanya untuk sebuah nama sedangkan di squad kecil yang saya bentuk saja saya sudah memiliki nama yang terpampang di leaderboard nasional maupun internasional" jelas Fabian panjang lebar.


Zanna membereskan mangkuk lalu masuk kedalam kamar. Dia malas mendengarkan perdebatan itu, karena tau jika menolak, maka kakaknya akan terus menolak.


Tak mau pikir panjang, Zanna memilih tidur duluan. Tapi merasakan sesuatu mengelilingi perutnya.


"besok kita harus bunuh orang. Tapi aku bakal bikin dia luka aja. Klo dia beneran mati, aku bakal jadi pembunuh" kata Fabian yang tengah memeluk adiknya dari belakang.


Zanna berbalik, mengelus kepala lelaki didepannya dengan lembut lalu memeluknya. Zanna tau bahwa kakaknya butuh ketenangan setelah seharian bersikap sok kuat didepan yang lain. Posisi itu terus berlangsung sampai mereka berdua tertidur.


Disisi lain Aiden tengah menikmati makanan, begitupun yang lain. Ada yang asik menonton acara di layar monitor transparan. Ada juga yang memilih baju.


Tidak semua mau naik ke lantai defteros. Beberapa diantaranya yang sudah putus asa memilih untuk menetap di lantai Vasi. Tergantung dengan nama dalam bahasa yunani


Vasi berarti dasar


Defteros berarti kedua


Mesaio berarti tengah


Vasileio berarti kerajaan


Lantai dasar hanyalah lantai biasa yang menunjukkan bagaimana peranan produsen membuat suatu bahan. Peternakan, perkebunan dan yang lain ada dibawah sana. Sedangkan di lantai kedua ada pasar yang nampak komplit. Entah apa yang ada di lantai tengah.

__ADS_1


__ADS_2