Virtual Game

Virtual Game
Opening


__ADS_3

Fabian tengah bergelut di alam mimpi. Saking indahnya sampai sudah 5 menit adiknya mengoceh dia tak kunjung bangun. Hingga es batu masuk kedalam bajunya baru dia terkejut karena dingin.


"ha! Sadar kau ha? Ga liat ini jam berapa? Tuh liat setengah sembilan. Klo ntar gabisa ikutan join game awas aja. Ku salahin kakak!" kata Zanna kesal.


Fabian memegang kepalanya pusing karena bangun mendadak. Dia mendengus kesal lalu menatap jam di nakas. Bahkan lebih!


08.40


Fabian segera mandi membersihkan diri sedangkan Zanna menyelesaikan acara masak. Hanya nasi goreng dan telur mata sapi. Juga camilan ringan. Dia membelinya di minimarket kemarin saat perjalanan pulang, hanya 5 bungkus besar. Itupun bisa lenyap dalam sehari jika mereka berdua hanya menghabiskan untuk bermain game waktunya.


Mengenai sekolah dan kuliah ini masih musim liburan. Jadi mereka berdua tengah asik menghabiskan waktu berdua.


Fabian tergesa menuruni tangga disusul Zanna yang datang membawa dua piring nasi goreng juga minuman lengkap dengan camilan.


"kurang 5 menit lagi. Astaga cepet ini mana kabel nya. Astaga disana" segera Fabian kembali bangkit lalu menancapkan kabel ke vr. Disusul Zanna yang menyerahkan tongkat vr.


"ga pake itu" kata Fabian. Dia masih sibuk hingga muncul lah pada layar tv yang besar menampilkan opening game yang memuaskan mata. Bahkan Zanna sampai membelalak terkejut puas.


"gila, gila. Udah gila. Keren banget!!" puji Fabian melihat opening yang dibawakan karakter animasi di ujung bawah kiri.


'bersenang senanglah memainkan dunia virtual realistis kami. Waktu mulai 30 menit lagi" kata Kuma-kuma. Hewan setengah rakun yang menjadi karakter utama game.


Untuk mengisi waktu luang selama 30 menit itu, Fabian dan Zanna menghabiskan makanan juga camilan. Zanna masih terpesona dengan opening yang diberikan. Bayangkan saja, ketika kamera menyorot kearah rumput yang nampak nyata. Dan juga gedung tinggi, atau justru sungai yang bersih. Bahkan disana ada pasar, kerajaan dan yang lainnya. Hebat! Pembuatnya hebat!


Gadis itu terus mengoceh bersama lelaki didepannya. Tak sabar memainkan game untuk pertama kalinya.


"selamat datang di dunia Acme. Dunia yang menampilkan dunia kedua bagi para player. Banyak sekali yang bisa kamu lakukan disini, bertarunglah dengan mereka. Atau kemarilah ku tunjukan pasar tradisional yang nampak nyata, kamu bisa menawar harga jual atau bahkan menjual barang yang telah kamu dapat. Semakin naiknya level kamu bisa menjadi raja disini. Bertemu dengan para bidadari ciptaan kami. Rasakan nikmat surga dalam dunia kami. Segera mainkan!" opening yang terpampang.


"halo, selamat datang kembali di dunia Acme. Terimakasih sudah hadir. Saya kuma-kuma. Dan akan menjelaskan beberapa tutorial yang ada di layar monitor. Yang pertama kalian harus menggunakan Vr, kemudian masuk kedalam ikon rumah dan ketika disana kalian akan dipandu untuk memasuki game kami. Sangat mudah bukan?"


"lalu bagaimana jika memiliki pasangan di game sebelumnya? Tentu jangan khawatir. Jika pasanganmu sedang jauh darimu kamu akan menemukannya didalam game jika mereka login pada hari ini. Status sosial tidak akan berubah selama seminggu ini. Selain itu setelah dituntun masuk kedalam game, kalian akan disuruh masuk dengan akun yang sudah kalian punya. Jika ingin membuat baru, kalian bisa mengisi di kolom daftar. Selamat bersenang-senang"


Setelah penjelasan itu, Fabian mencobanya begitu juga Zanna. Mereka masuk dengan akun mereka dan ketika berada didalam game. Betapa terkejutnya Zanna.

__ADS_1


"keren banget kak, astaga" Zanna terpana dengan air mancur didepannya. Begitu juga banyak orang disekelilingnya.


"kita bisa logout?" tanya Fabian tiba-tiba membuat Zanna kecewa.


Lelaki itu mencoba logout namun bisa dia lakukan sehingga dia masuk kembali kedalam permainan. Bukannya melanjutkan mereka disuruh mengulang ke tahap satu.


Melawan monsters untuk mengumpulkan level juga uang. Ada kolom level, kharisma, uang, barang berharga dan juga senjata. Mungkin barang berharga sama seperti game yang dia mainkan, entah itu emas, ataupun berlian.


Memainkan game itu tak ada bosannya. Mendapatkan teman baru tiap kali bertemu, sampai ada akhirnya squadnya terdiri setengah dari kapasitas maksimal. Yaitu ada 5 orang, ada Fabian sebagai ketua, Zanna sebagai wakil, kemudian Albert, Deon juga Ryan sebagai anggota.


Memang minim sekali player perempuan seperti Zanna, terlebih Zanna sangat lihai memainkan banyak senjata di dalam game.


Seiring waktu pemberitaan mengenai game terus tersiar di televisi, media sosial bahkan di billboard LED. Game bernama Acme ini ada dimana mana. Luar negeri juga. Sudah ada 100 juta player lebih yang tergabung dalam game VR ini.


"game yang tengah marak ini diciptakan oleh seorang lulusan komputer di Osaka Jepang. Dua sejoli yang membangun proyek dari 5 tahun lalu akhirnya membuahkan hasil. Dana yang mereka keluarkan juga tak sedikit, setidaknya menguras 10 Miliyar US dollars atau 142 Triliun Rupiah lebih. Wah sangat banyak sekali ya wahai gamers"


Acara terus mengoceh mengenai penerbitan game. Sedangkan di sisi lain Fabian membeli kaleng minuman dipinggir jalan. Ini bukan tahun lampau, ini sudah tahun 2060. Banyak gedung bertingkat, gaya eropa sudah ditiru betul oleh negara Indonesia.


Lelaki itu melangkah dan duduk di kursi pinggir jalan bersama seorang gadis. Bukan si Zanna tapi orang lain. Namanya Farah, gadis ini menyukai Fabian. Sedangkan Fabian menyukai namun sebatas sahabat. Paham tidak? Tentu menyakitkan untuk dipihak Farah, tapi gadis itu tidak peduli. Daripada mereka saling berjauhan. Dia memilih untuk tetap pada posisinya.


"gimana tentang skripsi?" tanya Fabian.


"KKN aja belum udah skripsi aja" balas Farah membuka kaleng.


"eh iya juga ya. Gua lupa klo beda setahun" timpal Fabian meminum.


"ck dasar. Oh iya kabar adekmu gimana?" tanya Farah.


"dia main game" kata Fabian menunjuk billboard dengan lirikan matanya.


"alah kamu juga kan?" tebak Farah.


"iyalah" jawab Fabian.

__ADS_1


Mereka hanya mengobrol ringan layaknya sepasang sahabat ataupun teman. Bahkan sekalipun Farah tidak menyinggung masalah percintaan. Dia terus membuat topik yang berlawanan dengan itu, lagipula dia merasa tak memiliki hak atas itu.


"lu gak mau nyoba main game?" tanya Fabian.


"ga ah, mending aku...."


"yayaya, dasar cewek. Lu feminim banget beda sama adek gua yang petakilan. Ajarin adek gua dandan geh" kata Fabian.


"loh? Kemarin aku liat postingan instagramnya, dia pake baju red violet. Kamu tau? Dia kayak boneka. Lucu bangett. Bahkan dia dandan juga keliatan natural. Pertama kali lihat dia kayak ga pake apapun. Tapi pas di video kalian berdua. Aku tau klo dia dandan" kata Farah bercerita dengan semangat. Dia suka dengan Zanna. Cewek apa adanya.


"dasar fans" kata Fabian kesal.


"ih lucu tau, kamu sih ga bawa dia kesini" kata Farah.


"dia udah gua ajak, tapi gakmau katanya 'nanti pipiku di gigit sama kak Farah terus, habis itu aku didandanin, terus aku kayak badut lagi gimana?'" kata Fabian menirukan suara Zanna. Setidaknya dia mencoba.


"hahaha, dia lucu Yan. Gak kayak adekku, dia cowok. Gada lucu-lucunya. Yang ada ngeselin" kata Farah.


Terus saja mengoceh sampai tak lama malam makin menggelap menunjukkan waktu sudah tak layak tinggal. Fabian mengantar Farah pulang dan kembali ke mansion nya.


Ketika pulang, dia disambut adiknya yang tengah membawa bantal sambil membuka pintu. Mengucek matanya yang mengering karena kantuk.


"lama banget si" kata Zanna.


"tada, ini Farah beliin kamu ini" kata Fabian memberikan martabak keju kacang coklat.


Zanna yang tadinya menahan kantuk menjadi benar-benar membuka matanya. Dia suka manis. Sangat suka. Jadi dia akan menghabiskan satu kardus penuh ini.


"makasih kak Farah, oke syuh aku mau makan ini sendirian" kata Zanna lari ke kamarnya.


Fabian menutup pintu lalu berjalan ke ruang cucian. Menaruh bajunya untuk diganti dengan kaos biasa. Toh tadi dia menggunakan jeans hitam dan kemeja.


Lelaki itu memasuki kamarnya ingin tidur namun sebelum itu dia membuka ponsel. Melihat pesan masuk dimana banyak juga para gadis yang menghubungi dirinya. Namun memang dari dulu lelaki ini cuek dengan gadis manapun sekalipun Farah. Dia bahkan tidak usil seperti yang dia lakukan pada adiknya.

__ADS_1


Memilih membalas pesan temannya yang ingin membeli vr, ada andrean dan juga Eden tapi tidak untuk Dehaan. Karena dirinya harus lanjut kuliah diluar negeri bersama dengan kedua orangtuanya yang berbisnis disana. Walaupun senasib dengan Fabian, Dehaan tak memiliki adik, dia anak tunggal yang harus menyetujui apapun kesepakatan yang diberikan orangtuanya. Mau tak mau, setuju tak setuju dia harus melakukannya.


Sudah 6 hari berlangsung, player semakin bertambah menginjak angka 90 juta pengguna di seluruh dunia. Terlebih di Indonesia sendiri peminat dunia virtual game sangat gencar menarik perhatian.


__ADS_2