Wajahku Tidak Secantik Hatiku

Wajahku Tidak Secantik Hatiku
EPS 9


__ADS_3

POV senja…


Tuhan sekali saja aku ingin egois dan merasakan sebuah rasa


cinta perhatian dari laki laki ini. Aku ingin dia menjadi orang pertama ketika


aku memilih apapun, ketika aku membuka mata dan aku berfikir dia yang pertama


dalam otakku, aku ingin dia , meski hatiku dan perasaanku nantinya harus


terbentur dengan semua hal dan hidup dia yang dipandang bagaikan langit dan


bumi dengan dia.


Sekali saja tuhan….


untukku mencoba membuka hatiku meskipun itu masih ada tabir kaca tipis yang


mudah untuk pecah akan sebuah getaran tapi aku akan mencoba itu tuhan….


POV SENJA OFF


Setelah kejadian itu aku dan tuan arkana juga sudah lebih


dekat dan saling mengenal dan saling terbuka dan sama sama perhatian yang


saling menuntut untuk memberi kabar kepada satu sama lain.


Baby aiko juga sudah tambah gembul dan sehat, baby iko juga


selalu bersamaku ketika aku kerja sift sore, pagi nya aku bisa jagain baby iko


dan dia seperti pengertian akan hubungan aku dengan ayahnya. Dia semakin


lengket dan tidak mau lepas terhadap ku.


Ketika bertepatan aku dan mas arkana sama sama libur kami


sengaja meluangkan hari untuk mengajak baby aiko untuk jalan jalan dan


mengajarkan berbagai hal baru agar dia tetap memiliki hal sosial yang perlu dia


lakukan.


Kami pun berjalan ke arah taman yang sangat ramai dengan kumpulan


kumpulan keluarga yang menemani anak anak nya bermain dipadang rumput.  Aku pun melakukan hal yang sama menggelar


tiket khusus piknik dan menata keranjang makan untuk di santap ketika baby aiko


sudah haus dan lapar. Aku melihat sekeliling ibu dan ayah yang bahagia melihat


anaknya bermain serta melakukan kegiatan berain seperti sepakbola mini, balon,


serta air balon yang di tiup.


Baby aiko pun tak kalah senang ketika bermain dengan


gelembung gelembung yang ditiupkan ayahnya dan membentuk gelembul yang terbang,


dia tertawa dengan bahagiannya. Dan melakukan semua itu  dengan bahgia dan keinginan tahunya terhadap


apapun ketika melihat hal baru.


Di berlari kearahku dan merentangkan tangannya kepadaku dan


berkata dengan cadelnya “ endaa nya atue,…” aku pun meretangkan tanganku untuk


menerima pelukan serta timpahan tubuh mungilnya.


dia memelukku bagaikan aku seorang bundanya.


“sayang jangan lari…!!!” pekikku ketika dia berlari mendekat


kepadaku. Mas arkana hanya diam dan terkekeh kecil ketika putranya lari dan


memelukku hingga aku kurang imbang dalam menangkap putranya.


“gak papa lah bun…. Dia laki laki jadi harus kuat dan tahaan


banting” sambil terus  menggelitiki baby


aiko. Hingga aku tanpa sadar dia juga memanggil ku dengan sebutan bunda.


“ehhh …. Kok manggilnya juga bunda… nanti orang bisa salah faham loh mas….”


Dengan mendelik aku mengatakan protesku.


“manggil mas aja uda banyak yang salah faham, biarin aja orang salah faham dan

__ADS_1


gak ada yang memiliki kamu kecuali aku arkana dan putraku aiko....!!!” sambil


memandangku dengan serius dan tanpa ada kebohongan dimatanya.


Wajah kupun langsung memerah dan menahan malu di depan semua


mata memandang, karena mas arkana mengecup  dahi ku dengan mesra.


“mas aku gak cantik dan aku gak sesempurna untuk bersanding


di sampingmu yang seorang psikologi anak, aku insecure disebelahmu,. Gini aja


aku uda gerogi dan malu takut kamu di olok karena jalan bareng aku yang hanya


dengan pakaian yang sederhana dan akan aku pakai lagi keetika beberapa hari


lagi, lain dengan mu yang setiap hari bisa ganti dan mungkin kamu memiliki mall


besar, aku gak tau kamu sekaya apa dan se terpandang apa… tapi  aku hanya dapat melihat ketulusan dan


kejujuran akan perasaanmu kepadaku, tapi aku Cuma pesan ketika kamu ingin pergi


dariku dan memilih wanita yang lebih dariku maka bicarakan kepadaku dan aku


akan pergi dengan tenang dan tanpa membuat keributan. Karena aku lelah untuk


berdebat tentang hati dan luka ku saja hanya ku tutupi bukan untuk sembuh.”


Dia langsung memelukku hingga erat dan di tengah tengah kami


ada baby iko yang memanggilku dengan cadelnya


“ undannya atue,,,…. No… no….etooppp angis…”


sambil tangan mungilnya mengusap pipiku yang basah. Aku juga


mengecupi pipi gembilnya yang semakin gendut saja setiap harinya.


Tuan arkana berdiri dan menggandeng tangan kami untuk menuju


sebuah kolam ikan yang isinya ikan ikan koi yang lucu dan mengrahkan kamera


handphone kepada aku dan baby iko sambil memanggil kami dan membidik kameranya


dengan gaya tanpa sengaja itu kami terlihat natural dan saling pandang antara


aku dan baby aiko.


Kami sudah sampai di rumah tuan arkana …


Baby aiko sudah tidur di pangkuanku setelah itu kita turun


dari dalam mobil dan mau memasuki rumah ini. Sampai mau memasuki pintu rumah


itu ada suara yang membuat kami menoleh kebelakang.


“arkana apa kamu lupa dengan orang tua mu dan menjenguk kami


?”


“apa kamu ingin menjadi anak yang durhaka ha,,,…. ? jawab kana..?”


wanita itu sambil melototkan matanya dengan nada tinggi, hingga tangannya mau


menggapai pipi mulus mas arkana, aku yang ada di sebelanya hanya menjerit


dengan kaget akan respon wanita tua itu yang aku yakini bahwa itu adalah


ibunya.


“ arkana, tahu apa yang akan arkana lakukan dan arkana yakin


untuk melakukan semua dengan sendiri dan pilihan arkana, jika kalian kemari


untuk memaksa arkana menikahi wanita itu lagi arkana tidak akan mau dan menolak


dengan tegas, karena kana bisa memilih semua sendiri dan tanpa paksaaan cukup


dulu kalian memaksa arakan dalam semua hal. Tapi kali ini biar arkana sendiri


yang memilih sendiri.”


Sambil memegang tangan mama nya dia menjelaskan dan


memperingati bahwa ini pilihannya.


“apa karena wanita ini kamu menolak mama untuk mama jodohkan


lagi dengan ibu kandung aiko, yang memang dibutuhkan oleh seorang aiko.?” Dengan

__ADS_1


mencengkram tanganku yang sedang menggendong baby aiko.


Aku pun menahan sakit agar baby aiko tidak jatuh dalam


gendonganku.


“iya memang dia ibu kandung putraku,tapi apa ibu kandung


memnyirang anaknya dengan air panas…?”


“jawab ma…..?””apa itu pantas dikatakan seorang ibu..?”


Sambil memerah dengan emosi yang saling meluap dan saling


berteriak . aku pun mencoba berbicara dengan ibu dan anak ini.


“bolehkah perdebatan ini dihentikan terlebih dahulu dan saya ijin untuk


meletakan baby aiko untuk istirahat, dan mengganti bajunya…?, dan untuk anda


nyonya saya akan pergi dari sini dan tidak akan menemui anda lagi ataupun putra


anda lagi tapi ijinkan saya menyelesaikan tugas saya untuk mengasuh baby aiko


hingga 4 hari kedepan. Setelah itu saya akan pergi dari hidup anda semua.”


Pria tua yang mulai awal datang hanya mendengarkan kini


mulai bersuara


“pergilah nak lakukan tugasmu dan temui kami lagi di ruang tengah”


aku pun menganggukan kepala ku dan melangkahkan kakiku didepan orang tua tuan


arkana.


Setelah selesai menidurkan dan mengganti baju baby aiko aku


pun turun dan menemui mereka tapi saat aku kambali ternyata sudah ada seorang


wanita yang sangat terlihat cantik dan seperti wanita karir yang sangat  elegan dan glamor.


Aku pun duduk di depan orang tua tuan arkana. Dan mereka


memberiku sebuah amplop coklat dan ketika aku membukanya aku sangat shock dan


kaget tanpa sadar aku menitihkan air mataku secara tidak sadar.


DEG… DEG…..


POV SENJA


Kenapa mereka bisa menemukan identitasku yang sebenarnya,


apa aku sudah terlalu mengusik hidup mereka. Padahal aku hanya seorang pengasuh


saja, aku tidak ingin menarik dan masuk dalah celah hati puta mereka, aku ingin


rasanya pergi dan menghilangkan diriku dari hadapan arkana dan baby aiko aku


enggak mau mereka malu dengan semua itu dan mendapatkan celaan untuk ini semua.


Biarlah aku kembali kepada masa laluku yang kelam ini.


Aku memandang tuan arkana dan tersenyum untuk terakhir


kalinya aku bertemu dengan dia dan biarlah dia yang melakukan itu semua untuk


baby aiko.


Aku pun berdiri dan meninggalkan ruangan itu serta berbalik


dan menghadap ke tuan arkana yang sudah di belakangku aku menatap dia dan


berkata.


“tuan ….. “


“aku kalah kali ini dan aku mengalah lagi dengan takdir yang mempermainkan aku,


aku sudah pernah bilang aku kalah akan takdir dan aku tidak bisa melawan itu


untuk anda dan putramu. Melepasmu itu pilihanku dan mencintai mata baby aiko


untuk pertama kalinya itu lah takdir. Jika memang suatu hari kita berjodoh


mungkin ini adalah takdir yang tertunda dari tuhan agar kita lebih memperbaiki


ini semua dan sudah sampai disini aku kalah dan melesapasmu dan aiko…. Titip salam

__ADS_1


untuk aiko bahwa aku selalu bundanya aiko”


__ADS_2