Wajahku Tidak Secantik Hatiku

Wajahku Tidak Secantik Hatiku
EPS 15


__ADS_3

EPS 15


Aku dan ibu akhirnya naik mobil itu saat tahu bahwa orang orang suruhan ayah untuk mengejar kami. Dan dengan cepat kami masuk dan melarikan diri. Dan kami langsung pulang dan mengemasi semua barang barang kami untuk pergi dari kota ini.


Kamipun ditolong oleh orang yang memberi kami tumpangan dan memberi kami tempat tinggal di kota B nantinya, aku cepat cepat pergi dan membawa semua keluargaku untuk ikut bersamaku. Sampai kami di tempat tranpotasi untuk menaiki kapal besar, dan pergi jauh dari kota ini.


Aku pun duduk di kabin kapal untuk melihat pemandangan malam dan mengingat kembali arkana dan baby aiko, aku akan berjanji untuk tidak bertemu dengan mereka lagi sampai kapanpun.


“mas arkana,… aku berjanji untuk tidak mempermalukan kamu, dan menyakiti kamu, aku tidak marah kepada kamu tentang malam ini, dan aku akan berjanji jika nantinya akan tumbuh anakmu didalam perutku, maka aku akaan merawatnya, dan membesarkannya. Kamu jangan khawatir aku akan merahasiakan


siapa dirimu nantinya. Dan tidak akan meminta per tanggung jawabanmu terhadapaku. Terima kasih sudah memberika sedikit kepercayaan terhadap seorang laki laki.”


Pov senja ……


Iya pria tampan yang memberi tumpangan kepada kami adalah kakak laki laki ku yang selama ini aku cari, dan merindukannya. Tetapi ada rasa kecewa terhadap pertemuan kami saat ini yang berawalan dari semua kehancuran yang dibuat oleh ibu arkana dan membuka kembali untuk luka yang sangat mengangah untuk di buka lebar lagi.


Dia memang tidak memberika penjelasan yang valid kepada kami, kenapa dia membantu kami kabur. Tapi yang pasti dia hanya ingin aku dan dia pergi daro hidup ayah kami itu, ketika diatas kapal dia memberikan kepada ku secangkir the hangat untuk ku minum. Dia memandangi aku dengan begitu lekat mungkin menyamkan aku dengan wajahnya yang begitu mirip dengan ayah kami.

__ADS_1


“apakah pria tua itu masih tidak bisa mengenali anaknya untuk kedua kalinya.!” Sambil terus menghisap kepulan asap yang sedang dia pegang. Aku bingung dengan kata kata dia, aku hanya dia dan menata semua


pertanyaan untuk nya nantik ketika kita sampai nantik.


Seakan dia tahu bahwa ada pertanyaan untuknya nanti, dia mendekat dan memgang kepalaku serta mengusap belahan hijabku. “ aku tahu kamu menayakan ini semua, diamana aku,dan bagaimana aku, kenapa tidak datang, aku akan menjawab itu semua kepadamu tapi tidak saat ini ketika kita sudah sampai tujuan dan tempat tinggal kita yang baru ,baru aku akan menceritakan segalanya kepada kamu. Semuanya dan tidak ada yang aku tutupin untuk masa lalu aku dan daddy.”


Aku hanya diam merasakan usapan tanganya diatas kepalaku. Aku merasa nyaman dan tenang merasakan kedamaian dan merasa terlindungi oleh seorang kakak yang belum aku rasakan selamanya. Mungkin saat ini dihatiku hanya butuh tenang setelah kejadian malam ini yang membuat aku untuk hengkang pada


hidup mereka.


Off pov senja


Dan orang orang yang ada disini adalah orang yang ditolong oleh kakakku karena tidak memiliki tempat tinggal. Mereka bekerja di resort pinggir pantai kakakku, aku bangga kakakku tidak pernah memakai uang ayah untuk membangun usahanya.


Aku pun mendekat duduk disamping kakakku, setelah bersih bersih badan dulu. Dan aku akan memulai meminta semua alasan dan kenapa ini terjadi. “apakah aku bisa mendengar alasanmu tentang ini semua?” aku menatap matanya untuk meminta kejelasan yang valid dari mulutnya.


Dan dia membalas memandang pada mataku, dan tersenyum dengan tulus untuk ku. Dia memegang tanganku, dan mengawali cerita dengan air mata yang mengalir dengan deras. “aku sama seperti dirimu, aku dibuang oleh granma ke panti asuhan, dan daddy tidak tahu akan hal itu. Karena daddy sibuk dan

__ADS_1


harus boolak balik indo dan amerika, sampai pernah daddy menayakan keberdaanku, dimana aku tetapi grandma hanya mengatakan bahwa aku sekolah disarama yang mewajibkan aku untuk tinggal disana. Padahal aku diam  di pantiasuhan yang warga didalamnya berjumlah 50 orang. Sampai aku berumur hampir masuk ke sekolah menengah atas, grandpa mengetahui dan marah besar bahkan murka dan mengurung grandma di rumah tua tanpa fasilitas dan hanya dijaga oleh orang orang grandpa. Dari kejadian


itu aku dibawah kembali kerumah sialan itu, yang menorehkan semua luka dibadanku akibat pukulan dari  wanita tua itu. “ sambil berdiri di pinggiran balkon. “apa sama persis seperti bekas pukulan ibu …?” mataku sudah berkaca kaca. “ya…. Benar sama persis” dia menganggukkan kepalanya.


“setelah kejadian itu aku tidak pernah bertegur sapa lagi dengan daddy dan hanya dekat dengan grandpa, bahkan aku tidak mau menerima semua harta warisan dan tahta sultan yang akan diberikan kepadaku. Aku menolak lebih baik bekerja sendiri dan menghasilkan uang sendiri, sampai grandpa


memberikan aku tanah di pesisir pantai ini untuk ku kelolah menjadi wisata untuk WNA yang berlibur.” Sambil memgang tanganku dengan erat dan menangis dengan lirih.


“aku bangga kepada kakak, tanpa ayah kakak bisa berdiri dan membuktikan kepada ibu bahwa kakak mampu dan laki laki terhormat” aku lalu memelukya dengat erat menyalurkan energi kekuatan dan semangat kepada dia.


“apa kamu tahu kenapa aku bisa ada disana, itu adalah grandpa yang mengatakan bahwa jawaban yang selama ini aku cari ada di kota tempatmu tinggal, dan aku beruntung untuk menemukanmu dulu  sebelum daddy yang menemukanmu. Aku bahgia kita berkumpul lagi, dan tidak terpisahkan lagi. Kakak berjanji bahwa ini semua tidak akan berakhir dalam genggaman daddy tapi hanya maut yang memisahkan kita disini.” Kakaku memablas erat pelukanku.


Skip


Pagi pun menyapa dengan ketukan di pintu rumah kami, dan aku bangun untuk membukakan pintu tersebut dan memicingkan penglihatanku, dan tampaklah seorang laki laki tua yang berdiri dengan khas baju balinya teetapi wajahnya bule.


“hello sweetheart….?” ………….

__ADS_1


---###---###----# Lanjut besok ya…..


__ADS_2