
Aku sekarang lebih mengenal seorang arkana yang awalnya
dingin dengan semua perilaku tetapi dia lebih hangat dengan orang yang memang
membuat lebih nyaman dan berarti. Aku sangat bersyukur ada arkana didalam
masalah rumit ini.
“aku membawa baby blue kepadamu, dan dia selama perjalan
kerumah Mu dia sangat antusias dan selalu tersenyum ketika didalam mobil tadi.
Dan juga aku mau berterimakasih kamu membuka mataku yang buta ini agar dapat
menerima putra malaikat yang selama ini aku sia sia kan. Dan memberi harapan bahwa anakku adalah hal yang baik dan
selalu ada senang dan membahagiakan orang disekitarnya “
OFF POV ARKANA
“tuan Arkana…..?”
“kamu dimana… baby blue harus makan dulu, ini aku uda bikinin mam untuk iko…..”
padahal aku sudah manggil dengan keras tapi kenapa dia tidak merespon. Aku langkahkan
kakiku kearah taman belakang, dan ternyata mereka sudah terlelap sambil
berpelukan posisi baby blue berada di atas dada tuan arkana. Aku menghampiri mereka dan
mengambil baby blue, tapi ketika aku ingin mengambil baby blue, tuan arkana dan
baby blue membuka mata dan tersenyum dengan mata yang sama sama biru.
DEG… DEG…. DEG….
Kenapa aku seperti ini hatiku kenapa selalu berdetak sangat
kencang ketika ayah dan anak ini menatap mataku. “Apakah hatiku bermasalah atau
kelainan…?”, aku bergumam didalam hatiku .
“senja…… senja……. “
“haloooo senja….. kamu dengar aku….?”
sambil tangannya terus memegang tanganku, dan menggoyangkannya agar aku sadar
dalam lamunanku.
“ehhmm……..”
“maaf tuan arkana, aku gagal fokus ketika melihat mata biru anda dan putra anda…”
“sampai aku merasa jantungku seakan bekerja semakin cepat.”
aku berkata sambil memerah pipiku menahan malu karena aku spontan mengatakan
itu . kenapa aku bisa sebodoh itu, dia hanya tersenyum di depanku dan mengelus
rambutku. Dan dia memberikan baby iko kepadaku, sambil mengatakan …
“aku ingin kamu menjadikan aku selalu
ada di pandanganmu dan selalu pilihan pertama dalam memilih semua keputusanmu. Dan
aku mulai merubah diriku semenjak mengenal mu aku mulai memperbaiki perilakuku
mulai dari sikapku kepada iko, perilakuku kepada orang lain, aku juga sudah
__ADS_1
berusaha berdamai dengan masalah laluku, dan yang paling penting aku
memperbaiki perilaku ku terhadap tuhan dan memperbaiki ibadahku yang awalnya
demi mu sekarang sudah menjadi keinginan dan percaya nya hatiku terhadap tuhan
dan permintaan kepadanya”
Dan dia memegang tanganku yang sedang menggendong baby iko,
dia mendekat kepadaku dan mengikis jarak dimana saat ini aku tidak bisa
bernafas dengan baik, dan yang mulai lagi adalah jantungku yang terus berdetak
sangat keras dan seperti akan copot.
aku memegang tangannya dan berkata “ stop ….. jangan terlalu dekat tuan, hatiku
tidak baik dan jantungku juga terkesan lebih cepat detak jantungku!!”
“apa kamu tahu kenapa jantungmu berdetak …?” sambil menaikan
alisnya dia bertanya seperti itu.
“kenapa….?” Aku bertanya kembali kepada dia .
“itu karena kamu sudah tertarik sama aku, dan nyaman dengan
saya, itu alarm hatimu untuk aku mauk di celah hatimu” sambil terus menarik tanganku
untuk berada di hatinya.
“apakah kamu juga mendengarkan hatiku…?” aku pun mengangguk kan kepalaku
setelah tanganku merasakan detak jantungnya yang hampir sama dengan kerja
“apakah kamu mau menjadi bagian hatiku,hidupku,bagian dari baby aiko, dimana kita bisa membagi semua baik itu sedih,senang,susah, agar selalu bersama. ?” dia berkata seperi
itu sambil berkaca kaca berharap aku
menjawab semua pertanyaannya.
Aku pun langsung membalikkan badanku dan menangis dengan lirih bahkan bahuku terguncang untuk menahan tangisku keluar, aku tidak tau
harus menjawab apa, karena hatiku sudah aku tutup untuk yang namanya sebuah
hubungan tentang cinta.
“tuan,…. Jujur saya bingung harus menjawab apa, karena aku
tidak pernah tahu dengan sebuah perhatian seorang laki laki, perhatian seorang
kakak,perhatian seorang sahabat, perhatian seorang kekasih. Aku tidak
mendapatkan itu dari sebuah hubungan, aku belum pernah jatuh cinta, maaf jika
aku tidak bisa memberi jawaban yang memang diinginkan anda,tuan aku tidak
pernah diberi rasa untuk tergantung kepada orang lain,ibuku saja seorang single
parent. Bahkan aku mulai kecil sudah terputus oleh takdir untuk tidak Marasa kan
perhatian seorang laki laki dan seharusnya menerima pertama dari ayahku. Tapi tuhan
memberikan takdir ini kepada saya. Lalu saya harus jawab apa untuk pertanyaan
anda…?”
aku mengatakan itu dengan air mata yang mengalir, mungkin aku egois karena
__ADS_1
takut untuk membuka hatiku karena aku takut status ayahku yang kurang jelas dan dapat mempermalukan dia untuk aku
karena masa laluku. Aku terus memandangnya, dan dia hanya tersenyum dan
mendekat serta menghapus air mataku.
“ aku tahu kamu memang akan sulit menjawab itu, tapi aku
yakin matamu tidak berbohong, seperti ketika aku mengenal matamu dari putraku,
dan aku yakin putraku tidak salah memilih dan hatiku juga yakin bahwa ini tidak
salah dan akan terus memilih kamu hanya kamu.”
air mataku terus mengalir dan aku menguatkan hati serta kewarasanku untuk tidak
masuk dalam circle bucin ini.
“baiklah mungkin kamu kurang yakin untuk hatiku,dan kamu
juga kurang yakin dengan pilihan hati putraku karena kami hanya seorang pria
yang membuat mu kurang yakin, tapi apa kamu masih mau menerima hubungan ini
dengan sebuah pertemanan…?” ……
Aku dengan ragu mengangguk kan kepalaku tanda setuju,
POV senja…
Tuhan sekali saja aku ingin egois dan merasakan sebuah rasa
cinta perhatian dari laki laki ini. Aku ingin dia menjadi orang pertama ketika
aku memilih apapun, ketika aku membuka mata dan aku berfikir dia yang pertama
dalam otakku, aku ingin dia , meski hatiku dan perasaanku nantinya harus
terbentur dengan semua hal dan hidup dia yang dipandang bagaikan langit dan
bumi dengan dia.
Sekali saja tuhan….
untukku mencoba membuka hatiku meskipun itu masih ada tabir kaca tipis yang
mudah untuk pecah akan sebuah getaran tapi aku akan mencoba itu tuhan….
#####\=\=\=\=\=\=\=******\=\=\=\=\=\=\=\=#######
SUMPAH INI AKU MENULIS INI DENGAN MENANGIS KARENA INI MEMBUKA HATIKU YANG SAKIT KEMBALI….
TAPI TENANG INI SEMUA HANYA SEBUAH CERITA PELEPASAN KEKECEWAAN…..
.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE
JANGAN LUPA KOMENTAR
JANGAN LUPA SUBSCRIBE
JANGAN LUPA GIVE UP ON NEW EPISODE
__ADS_1