
Pov senja
Aku tidak dapat melanjutkan lagi membaca ini, aku
harus cari dimana bu…. ? aku tidak menyalahkanmu untuk semuanya. Jika takdir
memang berbuat kejam terhadapku tidak apa, jika boleh aku memohon… aku akan
memohon tidak dilahirkaan olehmu jika akan berakhir seperti ini. Apa yang ahrus aku katakan kepada ayahku bu
jika bertemu kembali, apa aku akan benci bu,,,, apa aku akan marah…. Atau
akupun sama melakukan hal sama denganmu meninggalkannya…? Beri aku semua
jawabanya bu…..
Off Pov senja
Pagi pun di sapa dengan gerimis yang lembut dan
bernyanyi dengan tenang dan membasahi relung di hati. Tanpa senyuman mentari,
tapi hari ini aku mencoba untuk berkompromi untuk masa laluku. Aku ttidak akan
menyalahkan ayah ataupun ibuku, aku akan berterima kasih kepadanya bahwa aku
sudah di ijinkan untuk lahir di dunia ini.
Aku melakukan runtinitasku seperti awal aku
mengawali semuanya. Aku kerja pagi ini dengan hati yang tanpa beban dan sedikit
terobati dihatiku. Ketika aku akan masuk didalam lift dan berbalik untuk
melihat pintu yang tertutup, aku melihat ada banyangan arkana di selah pintu
lift yang akan tertutup itu.
Mungkin aku halusinasi saja, gak mungkin arkana ada
disini kan… gak mungkin banget untuk arkana disini. Akhirnya aku sampai pada
lantai yang aku tuju, aku kembali lagi di kamar operasi. Setiap pagi aku akan
membersihkan semua unit yang ada di dalamnya. Setelah selesai aku biasanya
membuatkan minuman hangat yang di request oleh dokter dokter yang ada jadwal
operasi.
Salah satu perawat berbicara di daerah pantry sambil
minum hangat dan membahas tentang direktur baru yang baru ditunjuk oleh pemegam
saham terbesar. Dan akan mengenalkan jajaran pemegang saham yang memang rumah
sakit ini berdiri oleh satu orang yang memang merambah ke perseorang dan
dinaungi oleh BUMN untuk menjadi rumah sakit internasional.
“nanti sore kita disuruh berkumpul di aula untuk
menyambut semua ireksi dan direktur beserta pemegang saham terbesar.” Bang wok
mengatakan kepada lawan bicaranya, yaitu bang tok.
“iya, katanya pemegam saham nya orang amerika.”
“dan katanya lagi direkturnya itu dokter dari devisi psikologi” bang tok
menimpali kata kata bang wok. Dan aku sambil tersenyum mendengarkan itu dan
memberikan kopi pesanan mereka. Aku menimpali omongan mereka berdua “ lah kan
enak bang kalau orang amerika bisa liat bule, dan yang paling penting
untuk senja itu senja dapet gaji
hehehehe”
Bang tok dan bang wok hanya geleng geleng saja, kami
pun sepakat untuk datang bersama yang terdiri dari 22 orang ke aula, karena
memang dalam versi lengkap memungkinkan karena jadwal memang tidak ada di sore
hari.
Kami pun secara begiliran dalam devisi masing masing
baik devisi inap rawat jalan dan devisi bedah serta devisi PO (post operation).
Karena aku berada di barisan belakang yang bersebelahan dengan kelompok
cleaning service lainnya.
Aku pun dipanggil oleh team bedah untuk bergabung untuk
bersama mereka dan memperkenalkan diri ke direktur dan pemegang saham tersebut.
Yang digadang gadang gateng nya gak ketulungan. Aku pun berbaris disebelah
kabul, dia adalah teman pergantian sift antara cleaning service.
Ketika sampai di samping kabul aku pun mengangkat
kepalaku dan ikut menyapa direktur baru itu.
DEG….. DEG…..
“arkana…..” aku spontan mengucapkan kata kata itu
kepada direktur baru di tempat ku bekerja. Aku pun dengan gemetar menjabat
tangan nya, dan dia hanya tersenyum tau akan keterkejutanku didalam mataku yang
mengekspresikan semua nya.
“Senang bekerja sama mba senja…” sambil membalas jabatan tanganku. Aku tahu
senyum liciknya dan mata yang memendam semua rasa sakit yang ingin dia luapkan
sekarang. Sampai dimana pemegang saham memperkenalkan dirinya di atas podium
tersebut.
Ketika nama bapak itu di debut aku langsung
mengingat nama ayahku yang tertera di buku ibuku, dia adalah MR.MARDIAN SMITH,
aku langsung menangis dan marah dan benci ingin menanyakan kenapa semua ini.
Sampai dimana aku ditarik oleh arkana untuk masuk
keruangannya yang tanpa orang sadari karena mereka terlalu fokus untuk melihat
MR.smith itu. Aku ditarik dengan begitu kencang dan dihempaskan tubuhku di
ruang istirahat mini yang ada diruangannya. Aku meraskan kemarahanya kepadaku.
“apa kamu puas….. melihat aku hancur senja…. Jawab
aku senja….” Dengan berteriak di depanku yang sudah tidak dapat menahan air
__ADS_1
mataku.
“apa kamu tahu, aku rasanya gila tanpa kamu aku gila mencari kamu setelah hari
itu, aku tidak mempermasalhakan semuanya, aku ingin kita hidup bahgia bertiga
dengan aiko. Tapi apa …. Kamu tidak memberiku kesempatan untuk berjuang dengan
itu semua, aku bisa hidup tanpa uang keluargaku senja, aku bisa senja…. Aku
marah dengan kamu, aku benci dengan kamu, kamu meyakiti kami berdua senja.”
Sambil menujnjuk nunjuk kepada ku , aku tahu dia sekarang sedang marah dan
meluapkan cintanya dan bencinya kepadaku. Tapi aku gak mau egois untuk
memisahkan dan membuat seorang putra durhaka terhadap ibunya.
Aku duduk bersimpuh didepanya, dan mulai berbicara
dengan lembut dan menahan tangis.
“maafkan aku… aku tidak bisa kembali kepada tuan … aku mempunyai alasan itu
yang memikirkan semua nya, aku anak yang dibuang oleh ayahku, aku diolok anak
pelakor, aku dibulli karena tidak canti, yang sangat dapat dilihat dari arah
mana pun dan sudut manapun bahwa kita tidak cocok tuan bagaikan langit dan
bumi,aku tidak ingin itu membuat reputasi anda hancur tuan sebagai orang yang
terpandang,” aku menjelaskan dengan segukkan di sela kataku. Dia duduk
didepanku dan mengguncang bahuku dengan kencang dan bertiak dihadapanku, dan
berkata “ persetan dengan kasta senja… aku gak peduli orang melihat apa tentang
kita, yang tahu hubungan kita adalah aku dan kamu, tidak usah memikirkan cara
yang tidak mungkin kita lakukan. Kamu mengerti….”
“maaf tuan aku tetap tidak bisa….” Sambil melepas
tangannya di bahuku. Dan aku berdiri dan ingin meraih gagang pintu ruangannya.
“baik… jika kamu tidak bisa aku miliki dengan baik
baik, maka aku akan melakukan hal kasar dan tidak akan dapat kamu lepas dariku.
Yaitu menghamilimu.” Sambil terus berjalan semakin dekat dengan ku.
“ kamu jangan gila arkana, kita bukan mahrom dan kita bukan pasangan halal.
Jadi aku mohon jangan lakukan ini”
.
“kenapa aku tidak boleh melakukan ini, kalau jalan ini bisa membuat aku
memiliki kamu”
.
“kamu memng brengsek arkana”
.
“ya… aku memang brengsek karena kamu”
Dia terus mendekat dan langsung menggondongku di
pundaknya, dan melempar aku di kasur tempat dia beristirahat, dia seperti
kesetanan untuk memaksa hasratnya untuk memilikiku aku meronta dan miminta
Aku ternodai, arkana seakan meluapkan semua
keintensan ini dengan sangat menggebu tapi lembut, dia inginmemperlihatkan kepada semuanya bahwa
aku adalah miliknya dan aku adalah hidupnya sampai pada keringat dan pekpasan
yang kebrapa arkana melakukanya.
Aku hanya dia dan meraskan sakit dihatiku, serta
meratapi takdir yang kesekian kali mempermainkanku. Arkana memelukku dengan
erat setelah semua yang dia lakukan, dan tidur diseblahku. Bahkan dia terbangun
ketika aku bergerak dnegan lembut sekalipun.
“mau kemana kamu hemmm…?” sambil terus mengratkan pelukannya.
“aku mau pergi … aku benci dengan kamu arkana, aku benci di senpanjang nafasku
di dunia ini.” Sambil menangis meratpi ini semua.
“aku gak perduli, besok kita akan ke penghulu dan melakukan pernikahan dan ke
catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan kita, aku gak perduli kamu mau
benci ataupun apa pun itu. Yang jelas aku memiliki kamu seutuhnya hanya milikku
dan tak akan pernah ada orang lain yang memilikimu selain aku. Kita tidur yank,
dan biar malem nanti kamu ikut aku ke perjamuan makan malam rumah sakit ya…. ?”
Aku hanya diam dan meraskan lelah serta sakit
dibagian sensitivku. Aku pun tertidur dengan lelap di dekapannya. Sampai sore
aku meraskan tangan yang mengelus pipku dan berbisik di telingahku untuk aku
bangun. Arkana pun ada didepan pandanganku dan mengecup keningku dengan dalam
dan sangan lama.
Dia menyuruhku untuk mandi dan bersiap karena dia
sudah mnyiapkan baju dan sepatu untukku. Dia rupanya sudah berganti dengan
dengan baju batik yang sma denganku. Aku pun bersiap dengan gaun batik yang
senada dengan nya. Aku berjalan dan dia meraih tanganku untuk digandeng dan keluar
untuk menuju mobil yang sudah standby di depan.
Aku pun masuk kedalam mobil dan kami pun menuju
tempat acara diamana mereka menyambut dirktur baru mereka yang baru beberjam
yang lalu berubah menjadi moster yang kejam terhadapku. Aku sudah membulatkan
tekad untuk pergi dari kehidupan arkana, dan tak akan kembali kepadanya.
Sampai kami di tempat acara, dia menggandeng
tanganku untuk memasuki ballroom terbesar di salah satu di dkota ini. Aku memasuki
pintu ballroom itu sudah disambut dengan tamparan tangan dari ibu arkana. Aku pun
menahan itu dan menatap tajam kepada ibu arkana.
__ADS_1
“apa kamu lupa kesadaran dan malu mu tidak dibawah saat menuju kemari ha…?”
semua tamu menatap kearahku dan ada yang langsung mencibir kepadaku.
“inilah seorang wanita yang di didik oleh ibunya menjadi ****** nyang haus akan
harta laki laki yang sudah meiliki istri” semua orang mulai bisik bisik tentang
kata kata yang di lontarkan oleh ibu arkana. Sampai di depan podium itu ada
layar besar yang menunjukkan bahwa identitas asliku dan siapa ibu kandungku,
seperti apa latar belakangku.
“baik, saya akan membuat kamu sadar didepan semua orang yang ada disini dan
menunjukan seberapa jalangnya kamu dan ibumu itu.”
Para tamu undangan pun hanya melihat kepadaku dan
mencibir diriku dengan mengataiku dengan kata kata kasar. Aku menatap arkana
yang sudah di pukuli oleh anak buah ayahnya.
“bu laksmi cukup…. Hentikan…. Hentikan jangan pukul
putra mu sendiri dengan seperti itu, aku akan mengalah dan pergi dari hidupnya
dan seluruh orang yang ada disini. Tapi sebelum itu aku akan membersihkan
tentang tuduhan anda tentang ibuku, dan saya mohon kepada bapak dan ibu laksmi
niarkan saya berbicara dan jangan di potong bahkan disanggah. Ini permintaan
saya yang terakhir. Ibuku memang orang yang berekonomi tak sbeberapa tinggi,
dan hanya seorang lulusan sekolah dasar, tapi dia mendidikku dengan tatanan
agama dan pendidikan hingga menegah atas.
Dia berusaha agar aku bisa sama dengan yang lain,
aku aku bisa sepadan dnegan yang lain, dia akan melakukan semua hal yang dia
tempuh untuk kami bisa makan dan bersekolah. Ibu ku seorang sigle mom, apa
salah dia berharap anaknya bisa makan dan berpendidikan…? Ibuku melakukan
pernikahan dengan seorang koko china yang mampu mebiayai kami semua, meski
harus dia menerima pikulan hinaan bahka warung kecilpun tidak mau menerima uang
kami, yang beranggapan uang kami haram dari hasil jual diri.
Tapi yang kalian lihat tidak sesuai realita, ibuku menikah
dengan kata bisamilah dan mengikrarkan janji didepan tuhan tanpa adanya zina
melingkupi mereka. Kalau tanya dimana ayahku ,…? Apakah akau anak haram seperti
tuduhan di dalam layar itu. Tidak aku bukan anak haram, aku hanya seorang putri
dari wanita yang bernama arummi, dia pergi sekitar 20 tahun lalu dari rumah
suaminya dan kembali kepada ibuku yang kalian hina habis habisan disini. Yang harus
kalian salahkan adalah takdir dan tuhan kalian.
Kenapa kami yang kalian hakimi dan kalian caci, sedangkan
kami harus menempa hati kami agar tidak retak dengan kata kata kalian dan
hinaan kalian. Jika aku boleh memilih aku tidak mau dilahirkan dengan hal
seperti ini. Aku ingin memilih dilahirkan yang sama dengan kalian. Aku juga
manusia, yang bisa sakit dan rapuh.
Bahkan teman temanku yang kerja disini tidak pernah
mempermasalahkan status ini, aku bereterimakasih kepada kalian semua teman
temanku, untuk semuanya kalian tidak pernah maliu tidak pernah perhitungan
ketika aku membutuhkan bantuan kalian. Terima kasih teman teman.
Dan untuk ibu laksmi, ingat kata kata saya anda pun
terlahir dari seorang rahim wanita, bahkan putra anda lahir juga dari anda
sendiri yaitu seorang wanita. Jika anda menghina ciptaan tuhan yang seorang
wanita juga berarti anda mendai diri dendiri sebagai wanita yg anda sebutkan
tadi.
Saya akan pergi dari putra anda dan taka akan
kembali lagi sampai maut pun yang mepertemukan maka saya memilih maut untuk itu
semua.”
Aku pun melanglkahkan kakiku di depan seorang ibu
yang menunggu hingga tangisan yang begitu pilu. Aku memeluknya dengan erat dan
meluapkan semua tangisan yang aku tahan sejak tadi. “ ayo bu… bwak senja pergi
jauh dari tempat ini bawak senja pergi bu…” wanita tua itu hanya merangkul
pundakku dengan erat dan menganggukkan kepalanya pertanda dia sutju untuk
permintaanku.
Setelah kami berjalan di depan semua orang ibu aci
pun berbalik dan berjalan kearah bu laksmi dan menamparnya dengan keras.
PLAK…..
“apa apa an kamu ….?”
“laksmi kamu mungkin lupa siapa aku yang berdiri disini. Aku adalah ATIACI
SUKMA SUBEKTI adik dari ARUMMI SUKMA SUBEKTI dimana laki laki yang kekayaan nya
kamu banggakn itu, laki laki yang kamu rebut dari adikku, kau jangan lupa jati
dirimu yang sebenarnya yang tidak tahu malu merebut tunangan adikku. Ingat kamu
disini berkat adikku yang mengalah untuk melepas rajasa utnuk menikahimu yang
sudah mengandung anak rajasa. Ingat itu kembali laksmi”
Ibu aci pergi pergi dan melangkahkan kakinya meuju
pintu aula tersebut. Sampai ada suara yang yang menghentikan langkah kakinya
“DIAMANA ARUMMI SEKARANG ACI….?”
DEG…….
…****====****====****…
__ADS_1
Sambung besok lagi ya….. jangan lupa vote dan like
ya guys