Wajahku Tidak Secantik Hatiku

Wajahku Tidak Secantik Hatiku
EPS 6


__ADS_3

aku pun melangkahkan kaki kedalam


kamar untuk mengambil pembukuan pengeluaran selama anak kakakku diusir dari


rumah mereka bahkan keluar kata kata kasar  dari mulu mereka mengantar


kepergian mereka. hingga putri kakakku berumur 11 tahun baik itu makan,uang


jajan,uang sekolah aku tulis dengan rapih beserta tanggal dan hari nominal .


"ini adalah bukti dimana aku


sebagai wali dari cucu anda mencatat semua pengeluaran dari semua kebutuhan


cucu anda . aku heran dengan anda, anda bilang kakak saya penipu karena banyak


hutang nya , tapi itu semua yang memicu untuk hutang adalah anak anda sendiri


yang tidak dapat mengkalkulasi semua keuangan kantornya untuk selalu jalan tanpa


adanya penurunan profit pada pendapatan kerja. berarti disini yang tidak pantas


mengemban hak asuh siapa?"


mantan mertua kakakku hanya diam dan


menatap tajam kepada ku .


“\=\=\=\=\=\=\=”


Dengan angkuhnya mantan mertua kakakku mengatakan


“ meskipun kamu menulis secara rinci pun itu uang yang kuberi kepada cucuku untuk membiayai semua kebutuhannya” dengan senyum


kebanggaannya yang meremehkan kami.


Aku pun yang geram langsung menarik tangan anaknya dan mendudukkan disebelah anaknya dan menatap tajam kepadanya


“ apa harus aku lagi yang mengatakan yang sebenarnya, bahwa uang yang digunakan untuk kebutuhan anakmu itu adalah uang ibu mu yang sangat banyak itu?” dengan melihat ekspresi


mantan kakak iparku yang sudah pucat pasih dan tidak dapat melihat mataku


dengan sombong lagi.


Aku pun dengan senyum meremehkan kepada mantan kakak iparku,


“bahkan uang yang anda kirim untuk cucuku tidak pernah sampai kepada cucu anda


dan tidak seperti kata kata sombong anda yang mencukupi kehidupan cucu anda”


aku sudah geram keluargaku selalu di salahkan dalam semua aspek dan selalu di


cemooh dalam tindakannya.


“apa yang dikatakan oleh dia itu benar adanya…?” dengan


memandang anak laki laki nya yang menunduk “jawab pertanyaan ibu wan?”


dalam tatapan sombongnya dia langsung meredup dan merasa seakan hidupnya telah


menelantarkan cucu perempuannya.


Aku hanya melihat keangkuhan yang masih ada didalam tatapan kepada kakakku,


“ apa ini sudah bisa untuk menurunkan kesombongan dan celaan mulut anda kepada kami, yang sudah dengan hati yang baik dan menerima untuk tidak menuntut balik akan kejadian ini, dan tidak untuk melaporkan kepada


pihak pengadilan dikarenakan kelalaian dalam memberi nafkah kepada anaknya. “


Dengan keadaan malu dan marah ibu  mantan mertua kakakku keluar dari rumahku dan


sempat mengatakan “ aku akan mengambil alih hak asuh ini agar cucuku bisa


bersamaku “ dan membanting pintu rumahku dengan kerasnya. Kakakku yang melihat

__ADS_1


respon mantan ibu mertuanya yang kan mengambil alih hak asuh anaknya,semakin


menangis dan memohon untuk tidak melakukan hal itu. “bu april mohon jangan bawa


anakku, dia separuh hidupku, ibu boleh membenciku tapi jangan dengan memisahkan


aku dengan anakku” yang dengan bersimpuh di bawahnya berlinang air mata hanya


untuk tidak di lanjutkannya proses pengambilan hak asuh ini.


Wanita tua itu hanya menghentakkan kakinya untuk menghindar dari pegangan kakakku. Aku heran dan jengah dengan semua hal yang membuat orang kaya ini tidak sadar dan mau mengakui kesalahannya dan membenahi akhlak ibu dan anaknya untuk lebih mengerti dengan semua keadaan yang membuat psikis anaknya


terganggu. Orang orang ini tidak sadar bahwa aku berjuang dan menutupi ini untuk menyelamatkan mental anaknya agar tidak melihat kejadian seperti ini membuat dia tahu bahwa keluarganya tidak sama seperti teman teman lainnya.


SEBULAN KEMUDIAN ……


Setelah kejadian itu pihak pengadilan dan komisi


perlindungan anak datang ke rumah kami, aku yang tidak terkejut lagi dengan hal


ini, hanya bersikap tenang dan mengikuti semua kegiatan yang ada.


“permisi…. Apa benar ini rumah ibu APRILIA ALIYANA?”


“iya benar ini dengan rumah ibu aprilia?, anda siapa ya …?” aku bertanya dengan


tenang dan terlihat biasa.


“ kami dari PENGADILAN DAN KOMISI PERLINDUNGAN ANAK BU….?”


Sambil mengkerutkan alisnya serta mengulurkan tangan kepadaku. Seakan aku mengerti dan menjabat tangannya “nama saya SENJA “ setelah itu saya perkenannkan untuk duduk dan memberikan sedikit cemilan yang memang sedanya.


“bapak dan ibu ini ada maksud kedatangannya dengan hal apa?”


aku memandang semua mata yang menatapku ini. Dengan mengeluarkan beberapa


berkas yang ada didalam tas masing masing dan menjelaskan maksud kedatangannya


yang dimulai dengan seorang wanita yang berbicara .


untuk masalah asuh yang di bagi rata.”


Dan laki laki yang selalu memandangku tanpa hentinya mulai aku membuka pintu hingga pembicaraan ini dia tak berkata dan baru kali ini dia mengatakan,


“ aku pernah melihat warna matamu yang sama persis dengan seseorang, tapi dimana?”


aku bingung dengan kata kata nya aku pun sempat mengingat aku pernah melihat laki laki ini dimana. “maaf maksudnya apa ya pak?”


“nama saya Arkana Diansyah, saya dari pihak komisi perlindungan anak dan ditugaskan untuk memantau psikis anak serta bimbingan


konseling untuk orang tua dan anak dalam hal pengalihan asuh ini.


” Aku hanya memandang matanya dan aku mengingat warna mata ini seperti warna bayi 2 tahun yang sempat mengalami luka bakar. Aku merespon dengan berkata “


aku pernah melihat warna matamu pada seorang bayi laki laki yang sangat merindukan kasih


sayang orang tua nya. Namanya pun sama seperti nama belakang anda Diansyah , “


DEG…..


“apa itu anak anda yang bernama Aiko Diansyah…?” aku tetap memandang mata itu yang sudah menatap tajam kepadaku.


“apa kamu mengenal anak itu ?”


Pov Arkana


“Bagaimana wanita ini mengenal iko putraku yang selama ini hanya aku dan keluargaku yang tahu. Apakah wanita ini yang selalu menggendong


putra ku ketika menangis dalam kesakita nya..?” aku ingin melihat bagaimana dia menceritakan putra ku


Off pov arkana


“pak arkana apa perlu sesi konseling orang tua terlebih dahulu?” rekan wanita yang menanyakan  kepada laki laki itu

__ADS_1


“ tinggalkan aku dengan ibu ini dan aku akan menghubungi mu nanti dengan hasilnya.!!” Sambil terus menatap ku .


“ baiklah pak arkana saya akan menemui klien kita yang lain, kalau begitu saya permisi dahulu “ sambil meninggalkan aku dan pak arkana yang saat ini terus memandangku tanpa henti .


sehingga aku merasa tidak nyaman untuk pandangannya.


“tolong ceritakan anak kecil yang anda temui serta warna matanya yang sama persis sepertiku…?” mengatakan itu dengan melihat aku serta


menyamankan posisi duduknya .


“maksud anda aiko?” dia menjawab dengan anggukan.


“tapi kalau boleh tahu anda mengenal anak itu atau bagaimana…?” aku bertanya


sambil memicingkan mataku kepadaa dia.


“anak itu adalah putra ku yang lama aku hindari karena keterpaksaan perjodohan dengan ibunya.”


menjawabnya dengan sendu dan mata berkaca kaca.


“baiklah aku akan menceritakan nya meskipun itu dilarang dan disumpah untuk


tidak mengatakan keadaan pasien kepada siapa pun, karena anda adalah ayah


kandungnya maka aku akan mengatakannya.”


flash back AIKO Diansyah…


 Anak kecil itu


merengek untuk meminta susu, dengan suara yang lemah menahan sakit akibat luka


bakar yang sudah ditangani. Aku mendengar rintihan tangisan bayi yang menahan


sakit. Aku ingin melihat dan menenangkan nya , karena aku sudah terbiasa dengan


tangisan bayi ketika aku merawat anak kakakku. Aku mengintip celah gorden yang


menutup anak kecil itu, aku melihat dia sorang diri dan menangis mencari asi.


Aku dekati anak kecil itu dan mem pukpuk bokong bayi itu,dengan bersenandung aku


meniup niup, anak kecil itu membuka mata nya .


Dan ketika bayi itu membuka matanya, seperti dejavu yang menghantam


dadaku serta relung kemanusiaan ku, aku sampai menitihkan air mata dan melihat warna matanya yang sungguh indah dan membuat siapa saja langsung jatuh cinta kepada bayi ini. Setelah bebrapa saat ada seorang ibu tua memasuki ruangan pemulihan pasca operasi itu dan ibu tua ini mengatakan


“ anak ini bayi dari majikan saya, karena keegoisan semua orang dan mementingkan kehidupan mereka tanpa memikirkan bayi ini butuh cinta dan perhatian”


Aku terus mendengarkan ibu tua itu yang menceritakan kepiluan bayi ini, aku muak dengan orang kaya yang selalu mengedepankan materi


dan membinasakan namanya kemanusiaan meskipun itu darah daging nya sendiri. Maka


mulai itu aku selalu menjenguk bayi itu di nicu bayi, aku sangat menyayangi


bayi ini. Aku melakukan rutinitas ku bekerja setelah jam istirahat aku


melangkahkan kakiku di ruangan bayi itu dan menggendongnya, dan menyanyikan


lagu anak untuk mengurangi pilu hatinya akan sakit yang di rasakan anak itu.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE


JANGAN LUPA KOMENTAR


JANGAN LUPA SUBSCRIBE

__ADS_1


JANGAN LUPA BERI GIVE UP ON NEW EPISODE


__ADS_2