Waktu Yang Terlampau

Waktu Yang Terlampau
Eps. 9 Jiwa yang kehilangan arah


__ADS_3

"Keputusasaan adalah jurang kehidupan. Jangan menyerah dan terus berusahalah"


Aku Alana dari seumur hidupku, baru kali ini aku menyadari seseorang yang tak pernah terpandang oleh mata bukan berarti tidak berarti melainkan orang yang dengan tulus mendampingi tanpa minta dihargai. Aku Alana hatiku memang sudah ada yang memiliki tapi jiwaku tak mampu memungkiri, orang yang hadir tanpa diundang selalu dengan bahagia memandang. Aku Alana hidup memang tentang berjuang begitu puka tentang hati, tapi kadang hati tidak dengan mudah mampu berjuang dan berakhir menang.

__ADS_1


Raka sudah banyak memahamiku beberapa tahun terakhir ini. Memang karna perjodohan yang mengikat tapi kami belum benar-benar terikat tapi dia dengan baik mau menerima aku yang bahkan belum menjadi bagian apapun dalam hidupnya. Hatiku mungkin saja goyah, tapi aku tahu tidak adil rasanya jika aku melabuhkan hatiku hanya karna dia tak ada.


Dia belum kembali dan mungkin saja akan kembali. Dia tidak di sini tapi mungkin saja akan kesini. Setiap kali hatiku goyah selalu hal ini yang ku ingat. Sungguh bodoh memang, dia jelas tak ada di sini namun aku selalu menganggapnya di sini. Jujur aku sungguh orang merasa aku orang jahat dalam hidup ini. Aku banyak menyakiti orang lain. Bukan hanya diriku sendiri saja, tapi Raka, sahabatku, orang tuaku semua adalah korbanku.

__ADS_1


Dia memang tidak di sini tapi dia selalu tersimpan di hatiku. Jiwa yang kehilangan arah ini milikku dan arah yang ku tuju adalah dia. Bagaimana mungkin seseorang yang hanya terbayang secara fantasi mampu bertahan lama di hati. Bagaimana mungkin seseorang yang hanya menyakiti sulit di lupakan. Apakah hanya aku yang bodoh ini, yang masih mencintai seseorang yang berulang kali menyakiti. Apa hanya aku? Apa kalian juga begitu?


Aku sudah putus asa menunggu, hatiku sudah sangat lelah menunggu. Tapi jiwaku belum rela pergi dari pintu. Apa aku yakin mampu membuka pintu itu? Apa pintu itu akan selalu terkunci? Banyak tanda tanya terpikir olehku tapi tak ada jawaban yang mampu menjawabnya. Hari itu diriku benar-benar sudah putus asa. Hari itu hatiku benar-benar sudah menolak menunggu waktunya. Hari itu semua kenangan benar-benar ingin ku hapus semua. Tapi secercah harapan selalu datang tak terduga.

__ADS_1


Kabarnya dia berhasil memperoleh peringkat tertinggi di kampusnya. Itu memang hanya kabar burung yang bahkan aku pun tak tahu apa itu benar tapi aku tetap percaya. Hatiku mengatakan "Keputusasaan adalah jurang kehidupan. Jangan menyerah dan terus berusahalah". Sekali lagi aku tetap bertahan, sekali lagi aku terus mengharapkan kepulangan. Aku tahu aku bodoh, kalian tak perlu ingatkan. Aku tahu aku lugu, tapi kalian takkan pernah tahu isi hatiku.


Hanya hal sesederhana itu aku mampu tetap bertahan. Aku yang selalu kecewa ini menang tidak mudah menyerah tapi bukankah ini salah. Aku juga ingin menyerah aku juga ingin bahagia tapi aku tak mampu menipu hati, dia orang yang ku inginkan dia orang yang ingin ku bahagiakan. Aku memang tidak tahu diri dia terlalu berharga untuk aku yang bodoh ini. Dia terlalu berkelas untuk aku yang kampunga ini. Tapi aku yang terlalu baik untuk dia yang hanya mampu menyakiti. Aku akan bertahan tapi bukan untuk kembali mencintai. Melainkan untuk membuktikan dia terlalu mudah menyiakan seseorang yang begitu berharga.

__ADS_1


__ADS_2