
Sudah 2 bulan lamanya kaeisha koma, alam bawah sadarnya seperti mencegah kaeisha untuk kembali ke dunia nyata. Wajah cantik kaeisha yang sedikit lebih segar dari Minggu-minggu yang lalu. wajahnya sekarang seperti orang yang tertidur.
Berbeda dengan kaevin, ia frustasi dengan keadaan adiknya yang belum juga sadar. Ia benar-benar merasa gagal menjadi kakak. kaevin bahkan tidak pernah mau pulang ke rumah, ia masih tinggal di rumah sakit, menunggu adiknya sadar. mommy dan Daddy nya juga merasa gagal menjadi orang tua, mereka bahkan tidak peduli bahkan harus bolak-balik dari rumah ke rumah sakit.
Sahabat kaeisha, Nana dan Liana bahkan murung. mereka selalu pulang sekolah pasti pergi ke rumah sakit.
Geri bahkan sering menyalahkan dirinya sendiri, atas apa yang terjadi pada kaeisha. Bahkan ia belum memberitahu kaevin bahwa ia pernah ngobrol dan mencium kaeisha sebelum kaeisha pingsan, ia merasa takut mengatakannya.
Ken bahkan satu Minggu sekali menjenguk kaeisha, dan Han ia menjenguk kaeisha saat tidak ada orang yang berjaga kecuali bodyguard.
sekolah
Geri sering mencari waktu yang tepat untuk bicara dengan kaevin tentang kaeisha sebelum pingsan.
kelas
" Vin" panggil Geri
"ya" lesu kaevin
" boleh ngobrol nggak, jam istirahat nanti di taman belakang sekolah" ragu Geri
" ya " tidak ada semangat dari kaevin.
Geri merasa lega bahwa ia akan mengobrol dengan kaevin, tapi ia juga merasa takut dengan kaevin. ia takut nanti kaevin akan menyalakannya, Geri bahkan sudah punya keyakinan bahwa ia akan menceritakannya dengan kaevin, ia tidak peduli kalau nanti kaevin menyalahkannya dan memukulnya.
istirahat
__ADS_1
taman belakang sekolah
kaevin,Geri dan ferdo. mereka duduk di kursi taman. Geri merasa takut untuk menjelaskannya.
" apa???" tanya kaevin langsung dengan nada lesu.
" aku mau ngomong " ragu Geri
" kamu juga ngomong kan sekarang, terus apa yang sebenarnya mau kamu omongin" ucap malas kaevin
" masalah kaeisha" Geri
" apa???, tentang apa???" kaevin memicingkan mata, karena tumben sahabatnya ini membicarakan tentang adiknya
ferdo hanya diam mendengarkan, ia ingin tau juga apa yang dikatakan sahabatnya yang satu ini.
" apa yang Lo omongin sama adek gue, apa adek gue pingsan karena Lo" ucap kaevin mulai marah.
" gue, gue kira Lo sama kaeisha pacaran" ucap Geri takut. perkataan itu membuat kaevin terkejut, tapi bukan itu yang membuat kaevin tetap diam. ia ingin mendengar apa yang di omongin sama adiknya.
" gue suka sama kaeisha (hal itu membuat mereka terkejut), gue liat Lo waktu di rumah sakit. Lo juga nggak ada ngomong sama kita kalo Lo kakaknya kaeisha. jadi waktu gue liat Lo ngobrol sama kaeisha bahkan cium kaeisha, gue pikir Lo itu pacarnya. jadi gue cemburu" ucap Geri hati-hati
kaevin hanya diam, ia ingin mendengar lanjutan Geri
" terus, gue ngobrol sama kaeisha di sini. gue bilang kalo gue itu suka sama dia, tapi dia bilang maaf, terus karena gue juga masih merasa kalo Lo pacarnya, jadi gue marah. lalu gue narik kaeisha dan memeluknya (kaevin diam menahan emosi), jadi setelah itu gue cium bibirnya kaeisha..." Belum selesai Geri berbicara tiba-tiba
buk buk buk buk
__ADS_1
kaevin memukul wajahnya Geri dengan amarah yang meluap-luap, dan
" apa Lo tau apa yang udah Lo lakukan ha" ucap kaevin emosi, buk , kaevin memukul Geri
" hei apa yang Lo lakuin ( sambil menahan kaevin agar tidak memukul Geri), Lo juga Vin kenapa Lo mukul Geri, apa salahnya, dan Lo Geri ,Lo juga apa yang Lo maksud itu" ucap ferdo
" Lo tau apa yang dia lakukan ke adek gue HA" emosi kaevin" dia yang buat adek gue koma sampai sekarang" ucap kaevin lirih
Geri hanya diam
" maksud Lo apa sih Vin???, tenang dulu dan jelaskan kenapa Lo mukul Geri???" ferdo. Meskipun kaevin masih emosi, ia harus mengontrolnya, karena nasi sudah menjadi bubur. hal itu sudah terjadi, adiknya tetap akan koma.
kaevin masih mengatur nafasnya agar tidak terbawa emosi lagi. ferdo dan Geri duduk di samping kaevin untuk mendengarkan cerita kaeisha dari kaevin.
" kalian tau kenapa adek gue orangnya dingin dan tidak pernah tersenyum dengan orang lain kecuali orang yang ia sayang dan kenal (mereka hanya menggeleng), itu karena adek gue punya trauma (mereka terkejut mendengarnya), tepatnya 5 tahun lalu. ia sangat membenci yang namanya laki-laki. adek gue pernah dulu hampir di lecehkan para preman(mereka terkejut). saat itu ia ditolong laki-laki. saat adek gue di bawa ke rumah sakit, ia sempat koma beberapa Minggu. saat bangun ia histeris ketakutan. dia bahkan takut liat gue dan Daddy (kaevin menangis), sampai beberapa hari ia histeris, dia pendiam. wajahnya yang cantiknya yang sering menampilkan senyuman manis dan ceria , sekarang digantikan wajahnya yang dingin datar. saat ia udah mulai membaik hanya ada senyum kecil di wajahnya, dan pada saat itu dia pergi meninggalkan Indonesia dan tinggal bersama Oma dan Opa di London. gue takut kehilangannya lagi, gue takut" derai air mata kaevin.
Ferdo hanya diam mendengarkan cerita kaevin, ia juga merasa sedih. beda dengan Geri, ia benar-benar merasa bersalah dengan apa yang dia lakuin waktu itu. ia benar-benar merasa bersalah.
" ma.. hiks mafin gu... hiks gue Vin(terduduk di depan kaevin sambil menagis), ini hiks, ini semua gara-gara hiks gue, hiks gue minta maaf" menunduk kepala
" udahlah ger, udah terjadi. kita doain aja buat kaeisha, agar dia cepat bangun. gue nggk tega liat dia terus terbaring tak sadarkan diri" lirih kaevin sambil menahan air mata.
" maaf Vin hiks maaf " Geri
" udah ger, udah, gue maafin." kaevin memeluk geri. ferdo juga memeluk sahabatnya. Meskipun kesalahan Geri yang membuat kaeisha koma, tapi kaevin tetap memaafkan geri.
next
__ADS_1