WANITA CANTIK YANG DINGIN

WANITA CANTIK YANG DINGIN
Menginap 2


__ADS_3

Kaevin dan Geri telah sampai di kediaman Alexander. Memasuki rumah dan bertemu mommy nya.


'' kalian sudah pulang??'' tanya mommy melihat anak dan menantunya.


'' iya mom'' Kaevin dan Geri barengan.


'' mana Kaeisha mom??, kita khawatir sama dia'' Kaevin yang bertanya dengan nada yang cemas.


'' Kan... Kaeisha sekarang mungkin sudah tidur. udah lama juga dia nggak turun'' sedikit gelagapan


'' aku duluan deh'' Geri yang sudah menaiki tangga


'' gue ikut'' Kaevin mengikuti Geri dengan sedikit berlari karena Geri mulai jauh darinya.


mommy hanya memandang ke arah anak dan menantunya. menatap dengan diam


'' Kania sayang, mommy rindu'' lirih mommy


kreekk


pintu kamar terbuka mereka melihat Kaeisha tidur.


'' untung nggak apa-apa, kakak khawatir banget'' lega Kaevin melihat adiknya tertidur pulas.


'' mungkin pengaruh obat juga, karena itu Kaeisha tidur'' melihat wajah damai Kaeisha Geri tersenyum lembut.


'' gue keluar dulu ya, Lo jaga adik gue'' ucap Kaevin menatap Geri memerintah


'' tanpa Lo bilang gue jaga kok Kaeisha'' Geri menimpali


'' ok deh gue keluar''


Kaevin keluar dari kamar adiknya dan meninggalkan temannya atau suami adiknya berdua saja.


'' demamnya kayaknya udah turun'' Geri meletakkan tangannya di dahi dan muka Kaeisha.


'' ganti baju dulu baru gabung tidur'' Geri sambil menuju kamar mandi.


cklek


kamar mandi tertutup dan bersamaan dengan mata Kaeisha yang terbuka.


Kaeisha duduk dan menatap lurus di depannya dengan kesal.


'' kamu belum juga pergi dari kamarku'' ucap Kaeisha sambil melihat meja belajarnya di depannya.


'' mereka mengganggap aku adalah kamu, apa itu membuat kamu senang'' tersenyum kecut melihat kearah depan.


'' aku muak Dengan mereka dan aku bahkan lebih muak dengan kamu'' tatapan mata Kaeisha penuh kebencian.


cklek


pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan Geri yang menatapnya heran.


'' apa yang baru saja kamu katakan??'' tanya Geri.


Kaeisha hanya diam tidak menjawab. Bahkan sekarang wajah Kaeisha menampilkan wajah dingin yang menusuk.


'' dan kamu berbicara dengan siapa tadi??'' lanjut Geri karena tidak ada jawaban dari Kaeisha.


Kaeisha Bagun dari tempat tidur melangkah menuju kamar mandi dengan tatapan dinginnya.


'' sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum aku marah'' gumam Kaeisha sambil berjalan menuju kamar mandi.


Geri mendengar apa yang di gumamkan Kaeisha tapi dia tidak bertanya karena melihat tatapan dingin Kaeisha.


'' apa yang sebenarnya terjadi?? '' tanya Geri pada diri sendiri melihat tingkah Kaeisha yang berbicara sendiri.


dretttttt


getaran handphone Kaeisha mengalihkan pandangan Geri .


'' siapa yang telpon??'' tanya Geri sambil memegang handphone Kaeisha.


'' sekertaris Ken? siapa dia?(sambil memikir), apa aku harus jawab atau tidak ya?'' ragu Geri.


'' ha......'' ucapan Geri terpotong


'' apa anda sudah selesai dengan urusan Anda nona?, (tanpa menunggu jawaban sang penerima telpon) kalau begitu saya akan melaporkan apa yang kurang dari laporan sebelumnya.


pertama nyonya rose telah menghabiskan uang bulanannya, kedua tuan muda Carl akan berulangtahun, karena itu apa yang harus saya siapkan sebagai hadiah.ketiga apa Anda bisa ke perusahaan utama dalam bulan ini??. apa anda mendengar saya nona??'' Ken menunggu tapi tidak ada jawaban.


Geri hanya heran dengan laporan yang iya dengar dari telpon istrinya.


'' apa anda mendengarnya nona??'' tanya sekertaris Ken lagi.


'' maaf ini bukan Kaeisha, Kaeisha sedang di kamar mandi'' jelas Geri dengan ragu karena ia mendengar hal yang seharusnya dia dengar.


'


' apa anda tuan Geri ??'' tanya sekretaris Ken


''iya benar, bagaimana anda tahu nama saya??'' tanya Geri karena ia tidak mengenal siapa yang sedang berbicara dengannya Sekarang.


'' tentu saja saya tahu siapa anda. Anda adalah suami nona Kaeisha, bagaimana mungkin saya tidak tahu'' jelas sekretaris Ken.


'' bagaimana anda tahu siapa saya??..... kamu sudah selesai??'' tanya Geri melihat Kaeisha menatapnya dengan diam


Kaeisha mendekati Geri dan mengambil handphone nya dan


tut.


mengakhiri panggilan telepon dengan sepihak


'' aku minta maaf, kalau aku sembarangan menerima panggilan teleponmu'' jelas Geri melihat Kaeisha yang langsung mengakhiri panggilan tersebut.


'' apa yang dia katakan??'' tidak menjawab pertanyaan Geri, Kaeisha malah bertanya.


'' tentang uang bulanan nyonya rose habis, tuan muda Carl berulang tahun dan datang ke perusahaan utama'' jelas Geri dengan hati-hati.


'' baiklah kalau begitu, nanti aku telpon Ken'' putus Kaeisha.


'' siapa mereka? siapa yang dikatakan orang yang menelpon tadi?'' Geri yang pengen tahu.


'' orang yang akan aku perkenalkan sama kamu'' jawab Kaeisha

__ADS_1


'' siapa??'' Geri


'' nanti bertemu juga kok, jadi ayo istirahat''


'' siapa mereka?? siapa yang menelepon dan siapa yang dia sebut??'' tanya Geri penasaran


'' aku ingin istirahat, jika kamu bertanya lagi lebih baik kamu keluar'' tatapan dingin Kaeisha yang ia tunjukkan lagi sama Geri


'' ok ok, mungkin kamu mau istirahat''


berbaring di ranjang dan mulai menutup mata. Kaeisha mulai terhanyut dalam dunia mimpi.


Geri mengikuti Kaeisha tidur di sampingnya dan menatap wajah damai Kaeisha.


'' kenapa tatapan mata kamu sama seperti dulu dan dengan siapa kamu berbicara sendiri tadi??'' gumam Geri sambil membelai wajah Kaeisha.


°°°°°°°°°°°′°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


dilantai satu


berbeda dengan kamar atas yang dua pasutri yang sedang tertidur, di lantai satu Daddy Kaeisha dan Kaevin sudah pulang dari urusan perusahaan di luar negeri.


'' apa Daddy capek?, apa perlu mommy pijitin?'' tawar mommy.


'' nggak usah mom, Daddy mau mandi dan langsung istirahat'' tolak Daddy


'' ok. mommy siapin airnya dulu ya''


'' iya mom''


mommy pergi ke kamar mandi dan mengisi air hangat.


Makan malam


drttttt


drttttt


getaran handphone membangunkan Kaeisha, dan mengambil handphone yang ada di dekatnya.


'' hemm??''


'' apa anda baru bangun nona?, kalau iya saya minta maaf. Saya hanya ingin menanyakan apa yang harus saya beri untuk tuan muda??'' tanya sekretaris Ken.


'' Terserah kamu Ken, cari saja apa yang ia sukai'' putus Kaeisha.


'' baik nona''


Tut


panggilan diakhiri sepihak oleh Kaeisha.


Kaeisha Bagun untuk menuju kamar mandi


'' Siapa yang menelpon?'' tiba-tiba Suara Geri menghentikan langkah Kaeisha.


'' Orang yang aku percaya di dunia ini'' jawab Kaeisha membuka pintu kamar mandi.


'' orang yang dia percaya? siapa?'' gumam Geri.


di meja makan


'' nggak biasanya kamu nginap di sini kaeis??'' tanya Daddy


'' cuma lagi suntuk Dad'' jawab Kaeisha


'' kalian bukannya beberapa hari lagi mau ujian semester ya??'' tanya mommy


'' iya mom'' Kaevin


'' Belajar yang rajin. Dan Kaevin kamu harus mendapat nilai bagus biar bisa mulai mengelola perusahaan'' ucap Daddy


'' masih lama Dad, aku satu tahun lagi tamat SMA. Tenang aja'' Kaevin


setelah pembicaraan singkat itu, mereka melanjutkan makan malam.


Geri hanya heran, kenapa interaksi antara Kaeisha dan keluarganya kurang.


'' apa mereka lagi bertengkar, atau saling tidak peduli'' batin Geri melihat kedua orang tua Kaeisha tidak terlalu bertanya kepada Kaeisha.


selesai makan malam.


mereka sudah selesai dengan makan malam dan Geri dan Kaeisha kembali ke kamar.


Geri POV


semenjak datang ke rumah mertuaku , ada yang aneh dengan sikap mereka ke istri ku.


basa-basi yang mereka lakukan seperti orang lain yang baru kenal,


membuat aku bertanya-tanya apakah mereka tidak suka aku apa gimana


menaiki tangga menuju kamar Kaeisha, aku melihat foto yang aku lihat, terlihat sebuah keluarga yang bahagia, tapi yang anehnya hanya foto Kaeisha dan Kaevin yang berumur 4 atau 5 tahun yang keluarganya utuh.


Saat Kaevin berumur 14 atau 15 hanya mereka bertiga. Daddy, mommy dan Kaevin. Tidak ada Kaeisha disana, kenapa tidak ada? aku hanya heran dengan foto-foto di rumah ini.


formasi lengkap hanya anak mereka yang berumur 4 atau 5 tahun, selebihnya hanya Kaevin yang ada di foto orang tuanya.


mendengar apa yang dikatakan Kaeisha tentang orang yang dia percaya di dunia, membuat aku bertanya-tanya siapa dia? kenapa bukan orang tuanya yang dia percaya?


memikirkan itu membuat aku harus berpikir keras apa masalahnya.


Geri POV end


'' sedang apa?? '' tanya Geri melihat Kaeisha sangat serius di depan iPad nya.


'' kerjaan''


'' mau dibantu??'' tawar Geri


'' tidak usah. hanya masalah kecil'' tolak Kaeisha


'' mmm...... apa boleh aku bertanya??'' ragu Geri


'' tentang apa??'' tanpa melihat Geri.

__ADS_1


'' kamu sudah baik-baik saja sekarang??''


'' kenapa memangnya denganku??'' tanya balik Kaeisha pada Geri.


'' tadi kamu tampak seperti sedang marah''


'' oh..., hanya pengganggu yang membuat aku marah''


'' siapa??''


'' orang yang aku benci'' sambil tersenyum melihat Geri.


'' apa hanya itu yang ingin kamu tanyakan''


'' hanya itu yang ingin aku tanyakan sekarang''


'' setelah Kita selesai ujian semester, aku ingin pergi ke London'' ucap Kaeisha tiba-tiba


'' kenapa ke sana??, apa aku boleh ikut?? ''


'' hanya kamu yang boleh ikut'' ucapan Kaeisha membuat Geri tersenyum.


'' benarkah?(Kaeisha tersenyum kecil sebagai jawaban), apa yang akan kita lakukan di sana??''


'' berbulan madu'' Kaeisha ingin melihat reaksi Geri.


ternyata wajah Geri memerah dengan apa yang dikatakan Kaeisha.


'' kau....'' gugup itulah yang Geri rasakan sekarang.


'' kenapa??'' mendekatkan diri kepada Geri


'' itu..itu..'' suara Geri seperti tertahan karena ucapan santai Kaeisha.


Kaeisha mendekati Geri yang duduk di tempat tidur dan


cup


ciuman singkat yang Kaeisha lakukan di bibir Geri.


Geri hanya membeku terkejut dengan apa yang Kaeisha lakukan.


Kaeisha hanya melihat ekspresi Geri yang terdiam karena apa yang telah dia lakukan.


'' kau sudah melakukan hal yang baik'' ucap Kaeisha tiba-tiba membuat Geri tersadar dari keterkejutannya.


'' hal baik apa??'' tanya Geri yang masih linglung


'' kamu akan tahu sendiri'' Kaeisha pergi ke sisi lainnya untuk tidur.


'' tidurlah, besok kita akan pulang sebelum mereka bangun'' lanjut Kaeisha setelah nyaman dengan berbaringnya.


'' Iy..... iya'' menuruti ucapan Kaeisha, Geri tidur di samping Kaeisha dengan perasaan senang.


Geri tertidur dengan hati yang berbunga-bunga.


Mereka tertidur pulas dengan wajah yang berhadapan.


pukul 04:00 di kediaman Alexander.


Kaeisha Bangun si saat hari masih gelap di luar sana. pukul 04 pagi, mungkin di sini pelayan mulai bersiap-siap untuk membuat menu sarapan pagi dan bersih-bersih.


Beda dengan Kaeisha ia mencuci mukanya di kamar mandi dan mengambil switernya di lemari pakaian,lalu memakainya.


Mendekati tempat tidur untuk membangun Geri yang masih tidur nyenyak.


'' bangun kak. Kak bangun'' ucap Kaeisha sambil menepuk pelan pipi Geri.


Hal itu diulang-ulang Kaeisha dan akhirnya Geri bangun dengan mata yang masih terpejam.


Malas itulah yang Geri rasakan sekarang


'' ayo bangun, kita pulang sekarang'' sambil mengambil handphone dan iPad nya.


Mengambil switernya yang lebih besar untuk Geri pakai.


Geri keluar dari kamar mandi dengan muka yang mulai segar karena air dingin yang Kaeisha siapkan.


'' pakai ini'' menyerahkan switer


'' mmm....'' masih ada rasa kantuk yang Geri rasakan sekarang, tapi ia tetap memakaikan switer yang dikasih istrinya.


'' Kenapa pagi banget kita pulangnya??'' heran Geri saat melihat di luar masih gelap.


'' jemput mobilku di rumah orang tuaku, aku meninggalkannya di sana'' Kaeisha yang berbicara di telpon.


''.....''


Tut


panggilan berakhir.


'' dimana kunci mobilmu??''


'' ini'' memperlihatkan kunci mobilnya


'' aku yang bawa, kamu boleh tidur lagi'' sambil mengambil kunci di tangan Geri dan mulai melangkah keluar dari kamar.


'' Aku saja yang bawa, aku sudah tidak ngatuk''


'' Aku saja, tidak ada bantahan'' telak Kaeisha.


mengikuti Kaeisha di belakang membuatnya berlari kecil mendekati Kaeisha.


Mereka masuk ke mobil karena mereka tidak bertemu penjaga maupun pelayanan.


melajukan mobil ke gerbang rumah yang masih tertutup.


Titt


Titt


Dua kali suara mobil untuk membuka gerbang, dan penjaga yang di sana mulai membuka gerbangnya.


Pulang ke apartemen dengan hawa yanasih dingin dan hari masih gelap. tidak membuat Kaeisha ingin tidur kembali.

__ADS_1


Beda dengan Geri, dia mulai tidur kembali karena dia masih mengantuk.


•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


__ADS_2