WANITA CANTIK YANG DINGIN

WANITA CANTIK YANG DINGIN
mom?


__ADS_3

di hotel geri lebih banyak tidur. dan kaeisha masih sibuk dengan pekerjannya.


" sebentar lagi akan ada seseorang yang akan datang untuk memilih bajumu" beritahu kaeisha


" untuk apa?" tanya geri


" apa kamu tidak mau ikut ke pernikahan kenalanku?" tanya kaeisha


" apa boleh? akukan tidak kenal mereka" jelas geri


" kamukan suamiku kenapa tidak boleh datang?" heran dengn pertanyaan geri


" baiklah kalau begitu" senang geri


dreet dreet


suara panggilan telpon kamar membuat kaeisha mengangkat panggilan tersebut.


" selamat  pagi nona, pengantaran pakaian pesanan anda sudah ada di depan pintu" ucap orang tersebut dengan ramah


keeisha menutup panggilan dan pergi menuju pintu,


cklek


menampilkan seorang laki-laki membawa baju yang sudah di pesan


" selamat pagi nona, dimana saya harus meletakkan pakaian ini?" tanya laki-laki tersebut


" letakkan ditempat seharusnya" ucap kaeisha meninggalkan laki-laki tersebut di depan pintu


" permisi nona" izin laki-laki itu


meletakkan pakaian tersebut di dalam lemari dan perlahan meninggalkan kamar


melihat kamar mandi terbuka menampilkan geri yang hanya menggunakn handuk.


" apa pakaiannya sudah sampai?" tanya geri


" sudah, aku akan mandi terlebih dahulu" kaeisha berlalu dan masuk kamar mandi


geri menggantikan pakaiannya dan menunggu kaeisha yang mungkin sudah selesai mandi dan langsung ganti pakaian.


dreeet dreet


telepon hotel berdering kembali


geri yang melihatnya lansung menerima panggilan tersebut


" ya hallo"


" maaf tuan, untuk orang pesanan nona sudah ada di depan pintu" beritahu resepsionis hotel

__ADS_1


" pesanan apa ya?" tanya geri


" saya kurang tahu tuan, saya hanya menjalankan tugas" 


" baiklah kalau begitu, terima kasih"


" sama-sama tuan"


cklek,


pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan kaeisha yang sudah dibaluti gaun simpel yang tidak terbuka tapi terlihat elegan.


" ada apa? aneh ya?" tany keisha yang melihat geri hanya melihatnya dengan keterkejutan


" ti..tidak kok, kamu cantik?" tersenyum geri melihat kaeisha


" benarkah, terima kasih" kaeisha hanya tersenyum kecil


cklek


pintu terbuka menampilkan beberapa orang masuk kedalam kamar,


" maaf nona, keterlambatan kami" mereka menunduk melihat kaeisha


" hemm" kaeisha langsung duduk dan mereka bergerak cepat mendekati kaeisha dan geri


geri yang kebinggungan melihat orang-orang yang mendekatinya dan mulai merias dirinya.


" ini ini semua untuk apa?" tanya geri yang masih dengan terkejut


mereka mulai merias pasangan pasutri ini sesuai dengan kehendak atau kesepakatan awal mereka.


setelah sekian lama akhirnya mereka sudah dirias.


dan geri merasa sangat berat dengan apa yang mereka lakukan.


" apa saja yang kalian letakkan di mukaku, rasanya aneh" gerutu geri


" hanya riasan" jawab kaeisha


geri yang melihat kaeisha tertegun dengan heran ia bertanya dengan kaeisha


" kenapa kamu memakai riasan seperti itu?" tanya geri


" kamu juga loh" kaeisha


" ha? apa ini" tanya geri dengan terkejut melihat wajahnya di cermin


" kita harus seperti ini untuk menutupi identitas kita" beriatahu kaeisha


" apa memang wajib seperti ini?" tanya geri

__ADS_1


" tidak wajib kok, tapi kita harus seperti ini" beritahu kaeisha


geri hanya menurut dan duduk dengan diam.


ia merasa kaeisha tidak ingin memperlihatkan wajahnya kepada orang-orang yang kaeisha kenal disini.


mereka sudah di mobil menuju ketempat acara. geri hanya diam disamping kaeisha dengan kecewa


" ada apa? kenapa diam saja dari tadi?" tanya kaeisha melihat suaminya diam dengan muka kecewa


" tidak ada" geri


"baiklah"


mereka sudah sampai di depan gereja. melihat banyak orang yang diundang dipernikahan tersebut


geri hanya menurut saat istrinya menggandeng tanggannya


mereka masuk kedalam gereja dan disambut beberapa pemuda yang lebih tua dari kaeisha


" mom, kamu telat" salah satu mereka manyapa


" terlalu telat" ucapnya dari mereka tidak senang


" tahu acaranya aja aku telat, untuk apa harus cepat-cepat. " bela kaeisha


" kan kak elias udah minta maaf"


" bukankah aku tidak penting sampai telat diberitahu" sinis kaeisha


geri hanya diam, melihat adu argumen mereka. yang masih ia binggung itu kenapa mereka memanggil istrinya dengan sebutan mom, dan kaeisha diam seakan menahan marah.


" mom, kamu tahu kenapa semua ini terjadi" sedih dengan sikap dingin kaeisha


" dimana mereka? bawa aku ke mereka"


mereka membawa kaeisha dan geri masuk kedalam gereja, dan melihat gereja sudah dihias . melihat tak terlalu banyak orang yang duduk di sana, dan si pengantin pria masih dengan cemas memikirkan sesuatu.


kedatang kaeisha membuat pengantin laki-laki langsung menoleh dan tersenyum senang dan pergi menemui kaeisha dengan senang.


" maaf dan terima kasih mom" senagnya sambil memeluk kaeisha


kaeisha melepaskan pelukannya dan pergi ketempat duduk dengan menggandeng tangan geri


" mulailah acaranya" kaeisha buka suara.


dan pengantin pria mulai meminta pastor untuk memulai acaranya.


selama acara berlangsung kaeisha hanya diam melihat pengantin pria yang sepertinya enggan dalam mengucapkan janji suci mereka. dari cara pengantin pria itu berbicara kaeisha sudah tahu jika ia benar-benar terpaksa dengan pernikahan ini.


kaeisha mulai menoleh kearah keluarga pengantin wanita, mereka senang dengan berlangsungnya acara, bisa dilihat senyuman penuh dengan kemenangan.

__ADS_1


kaeisha hanya diam memperhatikan mereka. ekspresi mereka persis seperti yang ia rasakan dua tahun yang lalu, melihat itu kaeisha sangat membencinya.


.......................................................................next


__ADS_2