
Kaeisha yang terbangun secara tiba-tiba sambil memegang kepalanya, karena merasakan sakit kepala yang teramat.
Kaeisha duduk dan menggeser posisi duduknya untuk menampakkan kakinya ke lantai, lalu menarik laci meja di dekat tempat tidur. Mengambil 5 botol kecil dengan bermacam macam jenis obat didalamnya, membukanya satu persatu dan mengeluarkan 2 obat setiap botol kecil yang di pegang nya.
menelan obat itu dengan tergesa-gesa, setelah itu baru Kaeisha minum air putih yang sudah tersedia di kamar mereka.
" Untung tidak sampai membangunkannya" ucap Kaeisha lega saat melihat Geri yang tidak terganggu apa yang ia lakukan barusan.
" sekarang masih jam 3 pagi" saat Kaeisha melihat jam yang ada di handphonenya.
Kaeisha yang sudah terbangun dari tidurnya, ia pasti sulit untuk tidur kembali.
Karena Kaeisha tidak bisa tidur lagi, Kaeisha pun bangun dari duduknya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
setelah selesai mencuci muka dan mengeringkan wajah basahnya, Kaeisha pergi ke meja kerja yang ada di kamar tersebut.
Melihat mungkin ada kiriman email dari para sekretarisnya.
saat laptop sudah menyala, banyak email dari sekretaris Ken.
Setelah ada yang harus Kaeisha lakukan, membuat ia mengerjakannya dengan hening.
sampai jam 6 barulah Kaeisha selesai dengan urusannya. Kaeisha pun mulai melakukan ritual mandinya. Setelah selesai ia menggunakan seragam sekolahnya, lalu membangunkan Geri yang masih terlelap tidur.
" kak Geri bangun, sekarang sudah jam setengah tujuh" ucap Kaeisha sambil berusaha membangunkan Geri.
" hoam ,iya iya aku bangun" ucap Geri sambil menguap.
setelah Geri selesai dan mereka makan bersama dan pergi menuju sekolah. karena Kaeisha dan Geri tidak pergi satu mobil atau pakai mobil sendiri- sendiri.
Geri pun pergi terlebih dahulu untuk pergi ke sekolah karena Kaeisha menyuruhnya pergi terlebih dahulu.
Kaeisha yang datang belakangan, dengan santai menaiki lift untuk turun ke lantai bawah.
Ting
Pintu lift terbuka dan Kaeisha keluar menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan pintu masuk.
" selamat pagi nona" ucap penjaga yang mengambil mobilnya.
" pagi" membalas ucapan penjaga tersebut dan langsung masuk ke mobil.
" hati hati di jalan nona" ucap penjaga
" hemm" balas Kaeisha.
Kaeisha melajukan mobilnya untuk pergi ke sekolah. Tapi Kaeisha tidak tahu jika ada seseorang yang sedari tadi memperhatikannya keluar dari apartemen dan masuk ke mobil.
Saat Kaeisha melajukan mobilnya, orang tersebut juga melakukan mobilnya mengikuti Kaeisha.
Saat ada jalan yang tidak terlalu ramai, membuat orang tersebut melajukan mobilnya di atas rata-rata dan
Brak citttttt Brakkk
suara tabrakan mobil.
Kaeisha yang mendengar suara itu pun memelankan laju mobilnya untuk melihat apa yang terjadi di belakang.
Kaeisha yang melirik ke arah kaca spion mobil, melihat 3 mobil bertabrakan dan badan jalan.
__ADS_1
Melihat itu Kaeisha heran apa yang terjadi dengan 3 mobil itu sampai bertabrakan.
Karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, Kaeisha pun menelepon anak buahnya yang selalu menjaganya untuk membantu tabrakan tersebut.
" *Han, kau dimana?" ucap Kaeisha
" di perjalanan nona, apa ada yang bisa saya bantu" ucap sekretaris Han karena heran kenapa nonanya menelpon pagi-pagi ini.
" telpon pengawal yang ada didekat ku Lalu sambungkan dengan ku" ucap Kaeisha.
" baik nona, tunggu sebentar" sekretaris Han berucap
" kalian dimana?" ucap Kaeisha
" dibelakang anda nona, apa ada yang terjadi pada anda nona" ucap pengawal itu
" bantu yang terjadi tabrakan di belakang ku itu"
" baik nona" ucap pengawal itu*.
Tut
panggilan pun langsung diputuskan oleh Kaeisha. Karena ia sudah menyuruh pengawal itu untuk membantu orang tabrakan tersebut, Kaeisha pun pergi menuju sekolah.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°′°
di tempat tabrakan
" nona benar-benar baik ya" ucap pengawal yang mengangkat telepon Kaeisha barusan.
" ya ya ya, udah ayo turun. kita harus mengitograsi orang tersebut" sambil tersenyum pengawal yang satu lagi langsung turun dari mobil.
" benar, benar. hahahaha" ucap pengawal yang yang sebelumnya tertawa keras.
tok tok tok tok tok
" keluar lah apa harus kami bakar dahulu baru anda keluar dengan tubuh tidak bernyawa" ucap pengawal yang lain.
tok tok tok tok tok
mengulang kembali mengetuk kaca mobil.
" jika tidak keluar sekarang maka jangan salah kan kami berbuat kejam" ucap pengawal lagi
Karena tidak ada jawaban, membuat salah satu pengawal mengambil pemantik dan menghidupkannya.
" tidak juga ingin keluar, atau benar benar ingin kami lakukan" pengawal itu sambil mendekatkan pemantik yang sudah hidup ke arah mobil itu.
karena takut, mereka pun
cklek
pintu mobil terbuka dan
brak
mereka pun menutup pintu mobil, lalu mendekat ke arah para pengawal. Yang satu lagi di dorong pengawal yang lain untuk mendekat.
" kalian tahu , kami sedari tadi memperhatikan kalian yang mengintai dan mengikuti nona kami" ucap salah satu pengawal.
__ADS_1
glek
2 orang tersebut menelan ludah karena takut, bahkan saat mereka menelan ludah itu sangat susah.
karena diam pengawal berucap lagi.
" kami diam saja saat kalian mengikuti nona kami, tapi kami tidak menyangka bahwa kalian inginkan menabrakkan mobil kalian pada mobil nona kami. Karena itu kami mengejar kalian dan menghadang mobil kalian dan alhasil kami yang di tabrak" ucap pengawal sambil tersenyum mengejek.
" apa yang kalian inginkan dari nona kami" salah satu pengawal yang sedari tadi diam dan memperhatikan pun mulai angkat bicara.
kedua orang tersebut diam dengan tubuh yang bergetar takut dengan 4 laki-laki bertubuh besar yang mengelilingi mereka.
Bahkan pertanyaan mereka tidak bisa mereka jawab karena takut.
" tidak juga bicara, apa kalian bisu, tuli, atau kami perlu tarikan lidah kalian biar kalian berdua bicara"
" i i ini pe perintah" ucap mereka
" apa perintahnya?" pengawal bertanya
" se sebenarnya, ka kami di suruh seolah olah tabrakan dan wanita itu keluar dan kami......" ucap mereka menjeda
" KAMI APA?" 4 pengawal itu bertanya serempak.
" menculiknya" ucap kedua orang itu karena suara 4 orang pengawal yang mendesak mereka.
" baiklah kalau begitu, kalian lolos kali ini. Tapi tidak akan kami bebaskan kalian jika kalian masih melakukannya nanti. Jika kalian mengulangi lagi perbuatan itu, siap-siaplah nyawa kalian akan melayang" ucap pengawal sambil mempraktekkan tangan sebagai pisau lalu memotong leher, ada yang tangan membentuk pistol lalu menembak kepala.
Membuat 2 orang itu mengangguk menyetujui karena ketakutan.
" ba baik" mereka serentak
" baiklah-baiklah, kalian boleh pergi" sambil tersenyum pengawal menepuk kepala kedua orang tersebut.
mereka berdua pun langsung menaiki mobil, menyalakannya dan pergi meninggalkan 4 pengawal tersebut dengan takut.
" hahahaha, aku suka mereka" ucap Jon , salah satu pengawal itu.
" kita harus melaporkan kepada tuan Han apa yang terjadi pagi ini" ucap Roy tegas.
" iya iya" ucap Toni dan sing bersamaan (2 pengawal lainnya mereka ya)
" ayo pergi mengantikan mobil terlebih dahulu, baru kita lanjut tugas kita" ucap Jon
" siip" Toni dan sing.
••••••••••••••••••••••••••••
**Maaf banget ya para pembaca yang masih setia baca novel aku. :)
padahal udah janji update terus sebelum puasa kemarin, tapi belum juga update-update.
Maaf banget.
bukan mau ingkar janji tapi author sebelum-sebelumnya ada aja kendala.
jadi maaf ya nggak update selama ini
author usahain buat update buat pembaca yang setia banget-banget,:)
__ADS_1
•••••••••••••••••••••••
see you next time.