
...🍓HAPPY READING🍓...
...Vote, Like dan komentar di tunggu yak!!...
Sebuah mobil memacu dalam kecepatan tinggi telah sampai pada sebuah gudang di belakang pelabuhan seperti perintah dua wanita yang telah menculik Ayaka. Segera Kaiya menuju gudang tersebut saat telah memasuki gudang tersebut betapa kagetnya Kaiya melihat seorang pria yang hampir memperkosanya 5 tahun lalu yang berhasil melarikan diri saat kedatangan polisi.
" Loeeeee!?" kata Kaiya mulai ketakutan sambil melirik Ayaka untuk memastikan sahabatnya baik baik saja. Kaiya merasa lega sahabatnya tidak apa apa dan mulai fokus pada pria di depannya sekarang.
"Aaaa ternyata kamu masih mengingatku sayang, sebelumnya aku memperkenalkan kedua adikku yang tentunya kamu sudah tahu. ya mereka adalah Alvie Bharava dan Vallea Bharava jika kamu lupa dengan namaku tentu saja aku Ritter Bharava"kata pria itu kembali
"jadi semua ini adalah rencana loe, menyuruh kedua adik loe untuk menghancurkan keluarga gue dan mencelakan sahabat gue."kata Kaiya mencoba tenang walaupun dirinya sangat takut mengingat kejadian 5 tahun lalu itu.
"tentu saja karena aku ingin membalaskan dendam kepada keluargamu yang telah menghancurkan bisnis keluarga kami, terutama yang telah dilakukan kakak kakakmu itu"ujar Ritter sambil menyudutkan Kaiya ke dinding di belakangnya.
"Dan juga karena loe sudah merebut Sander dari gue". Kata Alvie mendekati dan langsung menarik rambut Kaiya dengan kasar.
Kaiya meringis kesakitan, dirinya tak berani melawan karena tidak ingin Ayaka di apa-apakan oleh mereka bertiga.
"Ah tak lupa juga karena loe telah menampar serta memukul gue jika loe melupakan hal itu" Ujar Vallea seketika itu menampar dan memukul perut Kaiya berkali kali.
Plaak...Bugh....
Tubuh Kaiya sudah merosot ke bawah akibat pukulan berkali kali dari Vallea. Saat ini Ayaka telah sadar dari pengaruh obat biusnya kaget melihat sahabatnya Kaiya berada disitu dengan keadaan tidak baik.
"Kaiyaaa kenapa loe kesini sendirian" teriak Ayaka sesaat setelah sadar kemudian menangis
"aa aa ternyata gadis satunya telah sadar saat nya loe melihat tontonan menarik my friends" Vallea mendekati Ayaka langsung menarik rambut Ayaka kebelakang
__ADS_1
"Vallea, Alvie jaga gadis itu sedangkan anak buah abang berjaga di depan gudang, abang ingin bersenang senang dulu dengan mainan abang ini "ucap Ritter seraya memegang erat kedua tangan Kaiya. Kondisi Kaiya saat ini sudah tidak memiliki tenaga untuk melawan perlakuan Ritter.
Saat ini Ritter tengah meraba raba tubuh Kaiya, mencium paksa dengan liarnya ke seluruh tubuhnya. Kaiya melakukan gerakan penolakan atas tindakan yang di lakukan Ritter terhadapnya, hingga pada akhirnya kesabaran Ritter habis dan menampar Kaiya sampai tidak sadarkan diri. Ayaka berteriak itu hal terakhir yang di dengar Kaiya sebelum dirinya pingsan. Ritter memanfaatkan situasi ketika Kaiya tidak sadarkan diri, dengan kasar di robeklah pakaian Kaiya dan tinggallah pakaian dalamnya saja tertinggal. Ayaka yang melihat sahabatnya tidak berdaya karena dirinya diikat dan juga sebuah pisau di dekat lehernya namun saat itu Ayaka mendengar suara ribut di luar gudang dan tak lama kemudian masuklah keempat pria yang sangat di kenalnya salah satunya ada tunangannya disitu. Ritter yang tidak menyadari masuknya ke empat pria tersebut ke dalam gudang karena sedang melakukan aksinya. Sander menelisik ke segala arah mencari sosok gadisnya dan melihat kondisi gadisnya saat ini tanpa sehelai pakaian akibat tindakan Ritter, berlari ke arah tempat pria yang sudah hendak memperkosa gadisnya.
"BAJINGAAAN, BANGSATTT APA YANG KAMU LAKUKAN KEPADA GADISKU!!! Sander memukul dengan membabi buta. Kean segera menyelamatkan Ayaka yang saat itu telah di tinggal tanpa penjagaan oleh Alvie dan Vallea yang telah terlebih dahulu kabur sesaat melihat keempat kakak Kaiya yang berhasil masuk ke dalam gudang. Lean dan Arend sedang berkelahi dengan anak buah Ritter.
"Honeyyy are you okayyy" tanya Kean kepada Ayaka.
"kaiya , honnn"kata Ayaka menangis menunjuk ke arah sahabatnya. Kean dengan segera melihat arah ke tempat adiknya berada. Betapa kaget melihat kondisi adiknya tanpa sehelai benang segera menutupi tubuh adik tersayangnya itu dengan jas yang digunakannya. Sander masih memukul Ritter dengan ganas sampai akhirnya di hentikan oleh Arend ketika polisi sudah sampai tempat itu.
"KALI INI KAMU AKAN MEMBUSUK DI PENJARA SELAMANYA ATAS PERBUATANMU MALAM INI. INGET ITU!!! kata Sander ketika Ritter akan diringkus polisi.
"baby bangun, abang sudah disini kamu aman sekarang"ucap lirih Sander namun Kaiya masih tidak sadarkan diri
"Sebaiknya kita cepat cepat membawa Kaiya ke rumah sakit, sejak tadi aku tidak melihat 2 ular meduza itu" ucap Lean mencari 2 sosok perempuan yang ikut adil dalam tindakan kejahatan malam itu.
"BAJINGAN!! mereka berdua kabur lagi!!! jangan harap mereka bisa lepas begitu saja!!" pekik Sander
"tidak aku saja yang membawanya" sergah Sander.
Begitu sampai di rumah sakit Kaiya langsung di tangani dokter dan juga di lakukan visum untuk mengetahui apakah Kaiya sempat di perkosa oleh Ritter. Dokter pun memberitahu jika Kaiya belum sempat di perkosa, kabar terus tentu membuat seluruh keluarga lega.
Hingga saat ini Kaiya belum sadarkan diri, dokter tadi menjelaskan bahwa ada beberapa tulang rusuk Kaiya yang retak. Kaiya sudah di tempatkan pada ruangan rawat inap tentu saja keluarganya memilih kamar VVIP dengan fasilitas yang lengkap.
Kaiya sudah tidak sadarkan diri selama 2 hari,dan selama 2 hari ini Sander tidak pergi ke kantor setia menunggu gadisnya itu. Perlahan Kaiya membuka matanya merasakan tangannya sedang di genggam oleh pria yang dicintainya. Pria tersebut sedang tertidur pulas perlahan Kaiya mengusap usap rambut pria tersebut dan membuat sang pria akhirnya terbangun dari tidurnya.
"baby kamu sudah sadar. Bagaimana keadaan kamu sayang?"kata Sander langsung mencium kening Kaiya . Hanya di balas sebuah senyuman oleh Kaiya yang mengartikan dia baik baik saja.
__ADS_1
"Ayaka bagaimana? Apakah dia baik baik saja?"tanya Kaiya untuk pertama kalinya setelah dirinya sadar.
" Dia baik baik saja, sebentar lagi juga Ayako dan Ayaka ke sini. Mau minum?" jawab Sander sambil menawarkan minum untuk kekasihnya
"Hmm"
dengan sigap Sander mengambil minum untuk tunangannya itu
"thank you love *". ucap Kaiya kepada calon suaminya.
tiba tiba pintu kamarnya terbuka disana sudah berdiri Ayaka, Ayako dan seluruh keluarganya. Ya mereka telah mendapat kabar dari pihak rumah sakit jika Kaiya sudah sadar.
"Yaya sayaaang" ujar Ayaka dan Ayako langsung memeluk Kaiya. Seperti mengerti apa yang akan di ucapkan Kaiya, Ayaka mempererat pelukannya
"Everything is okay baby, don't worry okay. Dia tidak akan bisa mengganggu kamu lagi. sekarang dia sudah mendapat hukuman atas perbuatannya" ucap Ayaka menenangkan Kaiya
Seketika itu juga Kaiya menangis, dan dua sahabatnya itu masih memeluknya seluruh keluarganya pun melihat peristiwa itu.
"Okay stop nangisnya , aku dengar dari mom kalau tanggal pernikahan kamu di majuin beb" kata Ayako mengalihkan topik pembicaraan.
"What!! aku khan baru sadar beb jadi baru tahu ini" ucap Kaiya bingung meminta penjelasan kepada keluarga dan tunangannya. Mommy dan daddynya hanya tersenyum simpul melirik Sander, membuat Kaiya semakin bingung.
"Sebenarnya ini keputusan aku sayang karena aku tidak mau terjadi apa apa lagi sama kamu" Sander akhirnya mengeluarkan suara
"Tapi bang kita baru saja bertunangan 2 hari lalu, memang kapan rencana pernikahan kita itu"ucap Kaiya merasa keberatan dengan keputusan sepihak Sander.
"kalau aku maunya 2 minggu lagi tapi mom , dad dan sama yang lain minta 1 bulan lagi setelah acara kelulusan kamu begitu" kata Sander santai.
__ADS_1
"Jangan gila deh minta 2 minggu, kalau 1 bulan lagi sih gak apa apa semua juga butuh persiapan walaupun nanti juga pakai jasa Wedding organizer " kata Kaiya menatap tajam Sander.
Yang lainnya hanya tertawa melihat perdebatan kecil antara Kaiya dan Sander saat ini. Semua merasa lega jika Kaiya kembali baik baik saja. Semoga tidak akan muncul masalah dalam waktu dekat ini.