You Are Will Be Mine

You Are Will Be Mine
Bab 16


__ADS_3

...🍓HAPPY READING🍓...


...VOTE,LIKE DAN KOMEN DI TUNGGU YAK!!...


Pada akhirnya Kaiya harus di rawat di rumah sakit karena kondisinya yang lemas akibat mual mual yang dirasakannya. Seluruh keluarga telah di beri kabar oleh Sander langsung segera menyusul ke rumah sakit


"Sebenarnya ada apa dengan Kaiya harus sampai di rawat begini" tanya mommy Chryssa kepada anak sulungnya.


"Hmm gimana ya..." Sander menatap sang istri. Semua orang yang ada di ruangan tersebut bingung dengan sikap Sander.


"Sebenarnya Kaiya itu sakit apa, tidak usah sok misterius gini deh Lysander" daddy Herbert mulai kehilangan kesabaran


"heheheh sabar sabar dad, sebenarnya Kaiya tidak sakit apa apa cumaaa....." Sander dan Kaiya saling menatap


"Sudah deh kalian cepat beritahu sebenarnya ada apa" Lean ikutan tidak sabar


"Mom, dad dan lainnya sebenarnya saat ini aku sedang mengandung" akhirnya Kaiya memberitahukan kabar kehamilannya


"Apaa sayang" mommy Chryssa terkejut bahagia begitu juga lainnya


"Iya mom, princess mom dan dad ini saat ini sedang mengandung anak kami. tidak cuma 1 melainkan kembar 3. Dan karena sedang fase morning sick di awal trimester yang parah Kaiya di haruskan bed rest selama beberapa di rumah sakit" Sander menjelaskan detail berita kehamilan sang istri.


"What the ****, bang kamu bakal memiliki anak  bukan cuma satu tapi kembar tiga luar biasa kalian sekali buat langsung dapat 3. hahahah... Congratulation brotherr" ucap Kean sedikit heboh saat mendengar kehamilan sang adik.


"hahaha benar itu sekali buat langsung jadi tiga mantap banget bang" celetuk Lean menimpali kata kata kembarannya seraya menggoda Sander.


"Oh my God, aku sama Ayaka bakal dapet ponakan, bukan cuma satu tapi tiga sekaligus. congratulation my babe. we are happy to both of you"


"Thank you kakak iparku cantik, terus kapan kalian nyusul kami, hihihi"


"Sindir saja terus sampai kalian puas."


Tawa pun terdengar saat celetukan demi celetukan menggoda Kean dan Lean..


"Congratulation princess keluarga Kim, ini benar benar berita membahagiakan buat kita semua" daddy Herbert memeluk erat putri kesayangannya itu. Semua orang yang berada di ruangan tersebut memberi selamat kepada Sander dan Kaiya.


Keadaan ruangan rawat inap Kaiya sudah sepi setelah seluruh keluarganya berpamitan pulang. Dan yang tertinggal hanya sang suami yang menemani.


"Sayang makan dulu ya sudah jamnya makan siang ini."


"nanti saja love masih eneg rasanya"


"aku tidak mau dengar ada bantahan, saat ini kamu harus dengerin kata kataku karena ini juga demi triplets yang ada di dalam perut kamu itu. Mereka juga butuh asupan makanan , kamu tidak boleh egois."


Kaiya sedikit cemberut hanya bisa menurut jika sang suami sudah berkata panjang lebar seperti itu karena dia tidak pernah bisa menang saat berdebat dengan sang suami.


Oiya tadi mom bilang 2 jam lagi akan kembali ke sini karena mau nemanin kamu sayang, aku ada kerjaan dadakan di kantor barusan Yosef menghubungiku. Kamu tidak apa apa khan aku tinggal"

__ADS_1


"Hmm kira kira lama gak kamu perginya. Aku mau kamu terus disini" ucap manja Kaiya efek hormon kehamilannya.


"Belum tahu sayang tapi aku usahakan secepatnya. Kamu ingin dibelikan sesuatu saat aku kembali nanti?"


" Sebenarnya saat ini triplets ingin makan Es krim Rujak" celetuk Kaiya sambil mengusap usap perut.


"Okay nanti abang belikan tidak pedas ya dan sebelumnya kamu harus makan dulu makanan yang ada sekarang" kata Sander sambil mengambil nampan makanan yang berada di meja dan langsung menyuapi sang istri.


dua jam kemudian..


"Aku pergi dulu ya sayang. kamu ditemani sama mom dulu, baik baik ya triplet kesayangan daddy jangan bikin mommy kalian susah. Mom, aku titip Kaiya ya"


"Hati hati sayang, perginya jangan lama lama ya, triplet gak bisa jauh jauh dari kamu"


mendengar perkataan sang istri, Sander langsung mencium lama kening sang istri dan mengacak acak rambut sang istri karena gemas. Baru kali ini Kaiya sangat manja kepadanya semenjak dinyatakan hamil oleh dokter.


setengah jam berlalu...


"Mom, kenapa abang belum datang juga" suara dari atas tempat tidur


"Ya ampun, princess suami kamu itu baru pergi setengah jam lalu kamu sudah gelisah gini"mommy Chryssa geli melihat tingkah putrinya itu. Sejak kecil Kaiya tidak pernah semanja ini, namun dirinya memaklumi tingkah anaknya itu karena bawa hormon saat mengandung. dimana mood bisa berubah kapan saja.


"Mom, tiba tiba Kaiya pengin makan Asinan bogor tapi yang beli harus bang Kean" rengek anak kesayangannya itu


"Tunggu sebentar sayang mom akan hubungi abangmu itu"mommy Chryssa segera mengambil HPnya yang berada di atas meja dekat sofa


"Kean sibuk??"


"gak mom, kebetulan Kean baru selesai meeting sama bang Sander. ada apa ya mom??"


"ini si yaya tiba-tiba ngidam asinan Bogor tapi yang membelikan harus kamu tidak mau orang lain yang membelikan"


"okey mom, setelah ini aku langsung berangkat buat nyari pesenan calon ponakan abang"


"ya sudah jangan lama lama ya bang, takutnya si princess ngambek"


"hahah okey mom sebentar lagi abang datang ke rumah sakit dengan segala permintaannya"


sekitar 45 menit Kean bersama dengan Sander telah datang ke rumah sakit dengan membawa 2 pesanan makanan yang di inginkan sang istri dan adek kesayangan mereka.


"sayang, ini Rujak es krim dan asinan bogor pesanan triplets"


Rujak es krim



Asinan Bogor

__ADS_1



"huaaah thank you daddy dan uncle triplets"


"sama sama mommy, makan yang banyak ya mommynya triplet biar triplet sehat terus"


"iya princess, apa sih yang enggak buat calon ponakan abang."


selama seminggu Kaiya di rawat di rumah sakit, untung saja fase morning sick di awal kehamilan sudah tidak terlalu parah.  Akhir akhir ini ***** makannya pun sudah kembali normal meskipun terkadang gejala morning sick tetap ada.


Rabu siang hari dimana Kaiya keluar dari rumah sakit, mommy Chryssa sedang membantu Kaiya bersiap karena hari itu dirinya sudah di perbolehkan pulang ke rumah. Sander sedang merapikan barang barang milik sang istri, selama sang istri di rawat Sander dengan setia menemani meskipun jadwal pekerjaannya yang padat.


"Akhirnya di rumah juga, kangen rumah ini. love aku ingin beristirahat di kamar."


"aku antar" sebelum sempat mengantar sang istri ke kamar HP bergetar, sekretarisnya menelpon.


"Uhhh, baik saya akan segera ke kantor sekarang, siapkan segala keperluan untuk pertemuan ini"


"Ada apa sayang? Apakah ada masalah di perusahaan?"


"tidak sayang hanya aku lupa kalau siang ini ada jadwal meeting, kamu ke kamar dengan mom saja ya"


"Hati hati ya daddynya triplets"


mommy Chryssa yang memang berada di dekat putrinya langsung mengantarkan putrinya itu ke kamar.


7 bulan kemudian....


Seorang wanita dengan perut yang sangat besar sedang duduk di sebuah gazebo sambil mendengarkan musik klasik dan menikmati green tea latte hangat,


tidak mengetahui kedatangan sang suami.


"Asik sekali sayang kamu disini sampai suami datang tidak tahu"


"abanggg" Kaiya berlari memeluk sang suami


" Bee!! Ya ampun sayang jangan lari lari gitu,ingat triplets" Sander menyambut pelukan sang istri sambil mencium puncak kepala Kaiya.


"abang kapan sampai. Triplet kangen sama daddynya, khususnya aroma tubuh daddy." Ucap Kaiya dari balik pelukan sang suami.


"Sebenarnya yang kangen itu triplets atau kamu sayang. Ini pipi atau mantau sih sayang tembem banget" goda Sander sambil mencubit pipi istrinya.


Kaiya yang mendengarkan godaan dari sang suami hanya mengerucutkan bibirnya. Sang suami yang melihat itu hanya tertawa.


Wangi tubuh Sander sudah menjadi wangi favorit Kaiya selama awal dirinya mengandung triplets. Saat ini usia kandungan triplets 7 bulan yang artinya 2 bulan lagi dirinya akan melahirkan, dan selama 2 minggu lebih dirinya ditinggal Sander perjalanan bisnis. Kaiya ingin mengikuti sang suami kemanapun namun orang tua dan sang suami menginginkan dirinya tetap berada dirumah karena mereka tidak ingin Kaiya kecapean dan membuat janin dalam kandungannya bermasalah.


Selama kehamilannya Kaiya mengalami pasang surut mood, 3 bulan pertama kehamilannya sifat Kaiya menjadi sangat posesif sekali dan tidak mengijinkan sang suami untuk pergi ke kantor sama sekali sehingga sang suami mengalah dan memilih bekerja di rumah mengikuti kemauan sang istri, memasuki bulan ke 4 hingga bulan ke 6 kesabaran Sander di uji kembali pasalnya sang istri tiba tiba tidak menyukai aroma tubuh dirinya, jika mencium aroma tubuhnya sang istri akan mual mual sehingga selama 3 bulan setelahnya Sander harus mengalah untuk tidur pisah kamar dengan sang istri. Baru saat memasuki bulan ke 7 sekarang ini keadaan menjadi normal kembali, sang istri masih posesif namun tak separah 3 bulan pertama kehamilannya dan juga sekarang Kaiya malah sangat menyukai aroma tubuhnya serta elusan di perut saat dirinya mau tidur. Sander benar benar bersyukur dirinya menemani sang istri selama masa kehamilan ketiga anak kembarnya.

__ADS_1


__ADS_2