
...đHAPPY READING đ...
...JANGAN LUPA VOTE,LIKE DAN KOMEN!!!...
Kaiya dan Sander telah sampai di Mansion sedangkan Keandre dan Leandre mengantarkan pulang Ayako dan Ayaka.
Selama perjalanan pulang dari mall Kaiya hanya diam saja, badannya sangat dingin dan dirinya menggigil tentu hal tersebut membuat frustasi Sander. Benar benar tidak berdaya ,Sander melihat kondisi gadis ciliknya saat ini. Untung saja ketika mereka berdua sampai di mansion kedua orang tua mereka tidak ada karena sedang melakukan perjalananan bisnis keluar negeri. Tidak heran jika mansion mereka saat ini sepi. karena hal ini juga yang membuat Sander tidak tinggal di apartemen atau penthouse miliknya sebab Sander tidak ingin membuat Kaiya berada di mansion sendirian begitu juga dengan adik adiknya yang lain. Mereka berempat sepakat untuk tetap berada disisi sang adik tersayang mereka.
Pintu mansion terbuka, ya ketika itu yang membuka pintu adalah adiknya Arend. Sang adik baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya. Begitu kaget melihat kondisi adik mungilnya terlihat pucat
"bang, apa yang terjadi dengan Yaya?" tanya Arend panik
"Cepat hubungin dokter keluarga ,Yaya perlu di periksa" pinta Sander kepada Arend. Dengan sigap Arend menghubungi dokter Markell, dokter pribadi keluarga Kim
Tak butuh lama dokter Markell datang bersamaan dengan Leandre dan Keandre ,segera menuju kamar Kaiya.
Saat ini Kaiya sudah terbaring di kamarnya dan segera diperiksa dokter Markell.
"Bagaimana kondisi adik saya dokter?" tanya Sander
"Untuk saat ini kondisi nona Yaya agak sedikit terguncang akibat sedikit mengingat kejadian 5 tahun lalu yang membuatnya trauma,saya rasa malam ini nona Yaya akan mengalami mimpi buruk dan akan membuat tidurnya tidak tenang untuk itu saya sudah memberikan suntikan untuk membuatnya lebih tenang. Namun saran saya malam ini nona Yaya jangan di biarkan sendirian di kamar, dia memerlukan seseorang untuk menemaninya. Tugas saya sudah selesai jika ada apa - apa dengan nona Kaiya segera hubungi saya. Kalau begitu saya pamit ". jelas dokter Markell sembari pergi.
"arrghh lagi lagi Kaiya mengalami hal seperti ini. "kata Sander sambil mengacak acak rambutnya karena frustasi.
"bang, tenanglah Yaya tidak apa apa. saat ini yang perlu kita lakukan menemaninya." ujar Arend menenangkan Sander
"Iya bang tenanglah, pergilah ke kamar terus bersihkan diri kami akan menemani Yaya." suruh Kean
"Aku akan ke dapur untuk menyuruh pelayan menyiapkan makan malam, kita semua butuh energi untuk menjaga princess kecil kita."kata Leandre menuju dapur
Sander tidak rela meninggalkan Kaiya saat ini namun terus dipaksa oleh adik adiknya untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
flashback on kejadian 5 tahun lalu
"ini dimana? kenapa gelap sekali? abang, mom, dad Yaya takut." lirih Kaiya menangis
"Kamu siapa?mau apa kamu? apa yang kamu lakukan?" ujar Kaiya ketakutan
__ADS_1
"Tenang cantik tidak apa apa." suara itu membuat Kaiya sangat takut terus berlari menjauh dari orang yang mengejarnya itu.
"tidak jangan sentuh saya!!" teriak Kaiya ketakutan.
Flashback Off
"Abanggg!!!" teriak Kaiya sembari terbangun dari tidur yang sangat membuat cemas orang orang di dalam kamarnya.
"Ya, bangun sayang, abang ada disini." kata Sander dengan khawatir sambil memeluk erat Kaiya.
Kaiya mulai tersadar dan melihat sekelilingnya ya saat ini dia berada di dalam kamarnya dan semua abangnya sedang berada disitu menatapnya dengan cemas.
"abangg Yaya takutt" lirih Kaiya. Saat itu juga semua abangnya mendekat dan memeluknya.
"ssttt Yaya sayang tidak perlu takut abang ada disini untuk Yaya. okey." kata mereka berempat bergantian.
"Yaya takut tidur sendirian." Kata Kaiya merajuk.
"Ssstt malam ini abang Sander akan menemani Yaya disini. oke kesayangan abang" ucap Sander menenangkan Kaiya sendari mengusap punggung serta mencium puncak kepala Kaiya.
Ada rasa debaran yang di rasakan oleh Kaiya namun tidak dipedulikannya, dirinya merasa nyaman dan aman dalam dekapan Sander. Kaiya melihat Keandre, Leandre serta Arend keluar meninggalkannya berdua saja dengan Sander di dalam kamarnya.
Malam ini Sander benar benar sangat posesif kepada Kaiya tidak dibiarkannya Kaiya melakukan apapun.
"abang Yaya sudah tidak apa apa. Yaya pengin makan di ruang makan dengan yang lain" protes Kaiya kepada Sander ketika Sander masuk ke kamar Kaiya dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk dirinya.
"tidak sayang, kamu harus tetap di dalam kamar dan di atas kasur!" ujar Sander tegas.
Mau tak mau Kaiya menuruti perkataan abangnya itu. karena perkataan Sander sangat mutlak untuk dirinya.
"Abanggg"
"Hmm"
"daritadi Yaya tidak lihat mom dan dad." tanya Kaiya celingukan mencari sosok ayah dan ibunya itu
"Mom dan Dad sedang pergi ke New York mengurus masalah bisnis disana." ujar Kaiya
"bang jangan cerita ke mom dan dad ya masalah Yaya hari ini. pleaseee!!"pinta Kaiya
__ADS_1
ketika Kaiya berkata begitu ketiga abangnya masuk ke kamarnya dan mendengar perkataannya.
"kenapa mom dan dad tidak boleh sampai tahu sayang?" tanya Kean
"Hmm aku tidak mau membuat cemas mom dan dad. cukup abang saja yang sudah dibuat khawatir olehku" jelas Kaiya.
"okay abang tidak akan memberitahu mom dan dad. tapi ada syarat yang wajib kamu patuhi." ucap Sander.
"apa itu bang??"
"Mulai besok kemana pun kamu pergi akan di antar jemput oleh abang atau driver.dan juga kamu akan di kawal oleh bodyguard." jelas Sander.
"Aku gak mau bang, aku sudah besar masa di antar jemput gitu" tolak Kaiya.
"Ini sudah jadi keputusan abang semua demi keselamatan kamu tidak negosiasi sama sekali" tegas Sander
"iya sayang ini juga demi kebaikan kamu.oke kesayangan abang kali ini nurut sama keputusan yang sudah abang buat kamu." kata Lean memberi pengertian untuk Kaiya.
Mau tak mau Kaiya menyetujui keinginan abangnya..
Hari semakin larut,abangnya satu per satu telah kembali ke kamar masing tinggal Sander sendiri disitu.
Ya malam ini Sander tidur di kamar Kaiya menemani gadis kesayangannya.
Rasa debaran tersebut kembali menghampiri Sander ketika abang Sandernya terlihat keren dengan kaos hitam lengan panjang.
"Istirahatlah princess abang, sudah larut malam ini"pinta Sander.
"Baiklah abang,selamat malam"kata Kaiya sedari menarik selimutnya.
Tak berselang lama Kaiya sudah terlelap, Sander terus menatap Kaiya dari dekat dan berkata sangat pelan di dekat telinga Kaiya.
" Aku akan menjaga dirimu sampai kapanpun karena kamu hanya milikku seorang tidak akan kubiarkan siapapun bisa merebutmu dari aku" gumam Sander sambil mencium kening sang adik.
Sejujurnya saat itu Kaiya belum benar benar tidur dan dia mendengar semua yang di katakan Sander untuk dirinya.
Rasa bahagia di dalam hatinya sepertinya dia akan tidur nyenyak malam ini.
__ADS_1
Dan saat itu juga Sander telah tertidur lelap di dekatnya.