
...🍓HAPPY READING 🍓...
...JANGAN LUPA LIKE,COMM3NT DAN VOTE!!...
Pagipun mulai menjelang,ada sebuah gerakan kecil dari atas kasur ya itu Kaiya yang mulai bangun dari tidurnya, namun gerakan Kaiya terhenti saat melihat sebuah lengan kekar sedang memeluk dirinya. Yaya merasa kaget dia baru menyadari jika lengan itu milik sang kakak yang menemani tidur seperti janjinya kemarin.
Yaya memandangi wajah polos sang kakak saat tidur.
"Hmm ya ampun tampan sekali abang.kalau lagi tidur gini imutnya kelihatan."batin Kaiya sambil mengelus pipi sang kakak.
Elusan di pipi sang kakak membuatnya terbangun,Kaiya merasa kaget sang kakak mulai bangun dan benar saja tidak sampai 3 detik mata sang kakak melihat Kaiya dan tersenyum kepadanya.
"Pagi kesayangan abang"sapa Sander
"Hhmm paaagi abang" jawab Kaiya serasa menutupi pipi meronanya namun tidak berhasil karena Sander sudah melihatnya
"Pipinya merona imut sekali.membuatku semakin gemas kepadanya.aku jadi semakin ingin mencium pipinya itu batin Sander.
"Abang lepasin tangannya Yaya mau ke kamar mandi nih" kata Kaiya membuat lamunan Sander terhenti.
"Upps maaf adikku sayang sepertinya abang mengira kamu itu guling"ledek Sander
Kata kata Sander berhasil membuat Kaiya sedikit ngambek kepadanya.
"Ishh enak saja guling"kata Kaiya sambil cemberut
"Hahahaha Ya, kamu lucu banget deh kalau ngambek gitu,katanya sudah besar kok masih ngambek" goda Sander dengan terkekeh
"Au ah abang pagi pagi udah ngeselin ihhh"kata Kaiya sambil menuju kamar mandi cepat cepat karena ingin menghindari tatapan tampan dari sang kakak.
Kaiya sebetulnya tidak pernah bisa marah kepada Sander pria yang di cintai diam diam olehnya yang notabene kakaknya sendiri.
Sander melihat tingkah Kaiya pagi itu membuatnya tersenyum sendiri tanpa disadari ketiga adiknya telah berada di kamar Kaiya saat itu.
"Uhuuuk, senyum senyum terus"goda Keandre
"Aw aw aw, saking terpesonanya sampe gak nyadar ada kita masuk ke kamar Yaya"goda Leandre
"Awas nanti senyumnya kena tarif lho bang"goda Arend juga
Saat sadar sedang di goda oleh adik adiknya Sander melemparkan batal ke arah mereka
"kamprett,awas saja kalau Kaiya sampai mendengar,ngapain kalian pagi pagi ke kamar Yaya?"tanya Sander kepada ketiganya.
"Ya tentu saja melihat kesayangan kami donk" kata mereka bertiga serempak namun heran melihat Kaiya sudah memakai seragam lengkap.
"Dek,kamu mau kemana dengan seragam lengkap begitu" tanya Leandre
__ADS_1
"Hari ini aku harus berangkat ke sekolah abang"jawab Kaiya
"Gak boleh,, hari ini kamu tetap di mansion."perintah Sander
"Tapi baangg..."balas Kaiya
"Tidak ada tapi-tapian abang harap kamu menurut"bentak Sander tanpa sadar.
Kaiya sangat takut dengan amarah Sander yang muncul tiba tiba itu.
"Sudah sudah, Dek tolong mengerti maksud kami,kami ingin kamu tetap beristirahat." Kata Leandre
"Huft terserahlah. Yaya minta abang keluar dari kamarku sekarang juga!!!!pinta Kaiya sambil mendorong semua abangnya keluar kamar.
Bingunglah keempat kakak Kaiya, sang adik kesayangan marah pagi itu hanya karena tidak di ijinkan berangkat sekolah
Ingin sekali Sander membujuk adiknya itu namun dia tahu pasti Kaiya tidak akan membukakan pintu karena mereka sudah hafal dengan perilaku Kaiya ketika sedang marah. Akhirnya Sander pun menyerah.
"Okay kamu boleh ke sekolah namun dengan syarat yang pernah abang bilang. bagaimana??"kata Sander dari balik pintu kamar Kaiya
dengan sedikit membuka pintu kamar, Kaiya melolokan kepalanya
"Benarkah bang?" tanya Kaiya setengah girang
Hanya di jawab anggukan dari keempat abangnya itu
"Huaah terima kasih abang"kata Kaiya sambil memeluk
tok tok tok....
Sander yang baru saja selesai mandi dengan telanjang dada dan area bawahnya hanya di melilit handuk segera membuka pintu kamarnya. Betapa kagetnya melihat Kaiya yang berada di depan kamarnya
" Ada apa sayang?"tanya Sander sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah
"aaa abang cepat pakai bajunya."pekik Kaiya sambil menutup matanya ketika melihat Sander hanya menggunakan handuk saja
sambil terkekeh Sander sengaja menggoda adiknya itu.
"kenapa malu bukankah dulu ketika kamu kecil sering sekali mandi berdua dengan abang. Apa kamu lupa Ya ?"kata Sander menggoda Kaiya
"itu khan dulu bang. sudah kalau abang masih lama aku akan minta di antar bang Lean atau bang Arend saja." kata Kaiya langsung melarikan diri dari depan kamar Sander yang dekat dengan tangga.Ketika Kaiya hampir mendekat ke tangga tangannya di tarik oleh Sander dan mereka berdua berhadapan sambil bertatap muka membuat pipi Kaiya merona.
"Tidak abang yang akan mengantar kamu ke sekolah. tunggu 10 menit abang akan bersiap."kata Sander sambil menyium pipi Kaiya yang sudah semerah tomat.
Kaiya yang tiba tiba di cium pipinya oleh Sander cuma bengong saja dan tidak lama sadar langsung teriak pelan ke Sander
__ADS_1
"abaaaang menggodaku lagi."gerutu Kaiya yang mendengar kekehan dari Sander. Entah mengapa semenjak kejadian di mall tempo hari sikap Sander semakin posesif dan sering menggodanya. Jujur saja Kaiya senang akan sikap abangnya itu namun Kaiya sadar bahwa dia tidak boleh memiliki perasaan kepada abangnya itu karena mereka adalah adik kakak namun tidak ada hubungan darah.
Akhirnya setelah menunggu 15 menit,Kaiya masuk ke dalam mobil SUV mewah milik Sander yang terparkir tepat di halaman depan mansion keluarga mereka
selama perjalanan menuju sekolah, Kaiya dan Sander hanya diam.Karena bosan Kaiya memainkan HPnya, Sander memperhatikan hal tersebut.
"Ya, nanti pulang sekolah, Lean yang akan jemput kamu"kata Sander memecah keheningan.
"hmm" balas Kaiya
Sebenarnya Kaiya memainkan Hp bukan karena bosen tapi untuk mengalihkan pandangannya kepada abangnya yang pagi itu terlihat sangat tampan dan membuat Kaiya sangat gugup
'ganteng banget sih oppa pagi ini dengan style baju seperti itu' batin Kaiya
Kaiya yang sejak tadi hanya melamun saja di dalam mobil tidak menyadari jika mobil yang di kendarai oleh Sander telah sampai di sekolahannya.
"Ya" panggil Sander kepada Kaiya
"Eh iya bang ada apa??" Kaiya tersadar dari lamunannya.
" Sudah sampai sekolah princess abang"
"Aaah iya"
" Tunggu....."
Tiba tiba
cup..
Sander mencium kening Kaiya yang menyebabkan Kaiya kaget dengan aksi yang dilakukan abangnya dan hanya terdiam
"Belajar yang benar, jangan berantem berantem lagi kayak tempo hari.abang dengar dari Kean kamu sempat ada masalah sama salah satu murid disini"kata Sander sambil mengacak acak rambut Kaiya
"ahh iya bang"kata Kaiya baru sadar dan segera keluar dari mobil abangnya itu dan Sander juga ikut keluar dari mobil melambaikan tangan ke arahnya
tidak jauh dari mobil Sanser ada 2 orang wanita yang sedang memperhatikan adegan yang terlihat jelas. ternyata yang memperhatikan itu Alvie dan adiknya Vallea yang tidak di sangka 1 sekolah dengan Kaiya
"ihh ganti pacar lagi dia" ujar Vallea yang didengar sang kakak
"Kamu kenal sama dia, lea" tanya Alvie
"Iya kenal kak, itu anak yang pernah aku cerita yang buat aku kesel itu" jawab Vallea
__ADS_1
"kakak bisa minta tolong sama kamu lea, cari tahu tentang dia karena dia sudah merebut laki laki yang kakak suka" kata Alvie kepada adiknya
"Tenang saja kak tanpa disuruh pun aku akan mencari tahu sekaligus mengganggu dia karena dia sudah merebut pacar kakak"seringai licik Vallea