
Bab, 39.
Aku tak tau ,Apa ini hanya perasaan ku aja ya.
kulihat Mas Reno dan Dokter Ranti sepertinya dekat sekali, Bahkan Ayah dan Ibu pun sepertinya sudah terlalu dekat tapi kenapa aku kok gak di aja ngobrol bersama dan seharusnya kan aku di perkenalkan karena ini kan acaraku......? Pikir Zahra yang penuh tanda tanya.
Bahkan kenapa harus Mas Reno yang mengantar Dokter Ranti sampai depan tanpa menjaga perasaan ku.
Dan seperti Mas Reno ,menikmati kebersamaanya bersama Ranti, karena aku mendengar suara tawa mereka berdua ketika mas Reno mengantar kedepan.
" Ah apa mungkin ini hanya pikiran ku saja.
Aku tidak boleh suujon kepada Mas Reno .
Aku percaya Mas Reno sangat mencintai ku.
Esok harinya ketika Bibi dan yang lainnya Pamit pulang, entah kenapa.aku sedih sekali tak seperti biasanya. aku seperti sendirian. Apa lagi jika ingat suara tawa mas Reno dan Ranti.
" Ra ...Bibi pulang dulu ya nak..? nanti kalau sudah lahiran kabarin Bibik ya...? seru Bibik sambil memeluk ku.
" Bik ....Hiks....hiks....Jangan pulang dulu Zahra masih kangen .....ucap ku ,entah kenapa hati ini rasanya ingin menangis aja.
" Jangan nangis...Nak...nnt kalau sudah Lahiran Bibi akan temenin kamu sampai kamu.puas ya...? sudah jangan mewek kasihan anak mu .
kalau Uminya cengeng ,Anaknya ikutan cengeng looo ! Ucap Bibi sambil memeluk ku.
" Ren ,Bibi Pulang Dulu jangan lupa kabarin Bibik sebelum tanggal kelahiran bayi kalian,
Seru Bibi kepada Reno.
" Baik Bik...! jawab mas Reno ,dan ikut mengantar Bibi sampai depan karena taksi yang di pesan sudah datang.
Setelah kepulangan Bibik Aku pun beranjak.menuju kamar ,sampai.kamar akupun kembali berbaring, rasanya malas sekali mau duduk di luar.
" Sayang ,kenapa kok tiduran lagi apa kamu sakit...? seru Mas Reno , mendekat dan duduk di sampingku.
Ku tatap Mas Reno dalam.
" Mas ....Mas Reno Masih Sayang dan Cinta gak
Kalau nanti habis lahiran tubuh ku tambah jelek karena ....? ucapa Ku lirih yang entah kenapa kata kata itu keluar dari bibir ku ,tanpa aku sendiri menyadarinya.
__ADS_1
" Kenapa ....sayang , Kok tiba tiba kamu bilang gitu, apa kamu gak percaya sama cinta ..Mas.!
" Mas itu cinta dan sayaaaang banget sama kamu...! ucap MasReno sambil mencium jemari tangan ku.
" Aku takut Mas.....! tiba tiba aku kembali menangis.
Aku sendiri tak tau kenapa setiap ingat semalam ,pinginnya nangis aja.,dan air mata.ini tanpa di minta, dia keluar sendiri.
" Mas ..kita pulang sekarang ya...!
" kenapa Buru buru, Ra.....! terdemgar suara Ibu ,yang ternyata sedang berdiri di pintu.
" Gak apa apa , Buk ! Hanya besok waktunya periksa kandungan.
" Besok pagi aja ,langsung dari sini....! ucap Ibu,
mendekat.dan duduk di samping ku.
" lagian Reno ,masih ada yang mau di selesaikan di sini....! ucap Ibu lagi.
" Baik Buk...!
" Ya sudah istirahat aja dulu...Ucapa Ibu sambil keluar meninggalkan Zahra sendiri.
Akhirnya aku pun tertidur ,mungkin karena keletihan juga aku tidur cukup lama, karena ketika terbangun aku mendengar suara Alarm pukul setengah 3 menjelang sore. hampir 2 jam aku tertidur.
Aku langsung turun dari ranjang dan pergi kekamar mandi untuk membasuh wajah ku ,
agar tak kelihatan kucel.
Samar- samar aku mendengar suara orang sedang berbincang bincang sambil tertawa.Akupun keluar kamar menuju suara itu yang sepertinya dari Ruang tamu.
" Deg...deg...! jantung ku seperti mau berhenti , ternyata itu suara Mas Reno dan Dokter Ranti.
mereka terlihat seperti menikmati kebersamaan itu walau.mereka duduk berjauhan.
Tapi... Ayah dan Ibu kemana , kenapa mereka tidak kelihatan.
Aku pun mendekat .
" Mas Kok Sepi ...Ayah Ibu kemana...?
__ADS_1
" S ayang sudah bangun...!
" Ada dokter Ranti, sudah dari tadi Dok...? Ucap ku .dan kulirik sepertinya dia tak suka melihat aku datang.
" Iya ,sudah lama juga ..! ucap Dokter Ranti .
Datar.
" Ayah sama Ibu kemana mas ...! ku ulang kata kata ku tadi karena belum di jawab.
" Ayah sama Ibu lagi keluar. ... sini duduk sama Mas.....Ucap mas Reno sambil menepuk bangku di sebelahnya.
" Aku mau kebelakang dulu....maaf Dok aku tinggal dulu.....!
Kutinggalkan mereka berdua , aku bukannya kebelakang tapi aku kembali kekamar.
Kenapa aku merasa sepertinya Dokter Ranti itu , sengaja mendekati Mas Reno.
Dan kenapa juga Ayah dan Ibu juga seperti membiarkan Mas Reno dekat dekat dengan Dokter Ranti bahkan di tinggal hanya berdua saja .
" Ah ...Aku jadi pusing sendiri...!
Sampai Azhan ashar terdengar pun Mas Reno belum juga masuk kekamar, apa dia tidak kepikiran ,aku ijin kebelakang tapi tidak kembali.
Apa begitu asik nya ngobrol, sampai lupa sama istrinya.
Ku pergi mandi dan sekalian ambil whudu,
tanpa menunggu Mas Reno Aku langsung Solat sedirian di kamar.
selesai solat kupanjat kan do' a.
" Ya Alloh Hanya kepadamulah Hamba memohon jaga keharmonisan rumah tangga kami dan lindungilah dan jauhilah Suami Hamba dari Hal hal yang tidak Hamba sukai dan engkau Benci ya Alloh.
Dan Lindungilah Anak yang kau ttpkan kepada kami, Aamin Aamiin ya Robbal Alaamin...! tak terasa air mata ku menetes .
ketika aku selesai sholat ternyata Mas Reno sudah ada di kamar .
" Mas ...sudah solat...?
" Kok sholat nya gak ngajak dan bareng .... ? tanya mas Reno.
__ADS_1
" Takut ganggu..... oh ya sudah pulang Dokter Rantinya, betah yah ,lama lama di sini , jawab ku sambil ku tinggal kan mas Reno sendiri.
Aku pun pergi kedapur untuk mengambil air minum. lalu berjalan menuju taman belakang .